Anda di halaman 1dari 11

PRINSIP

Orang sakit tidak boleh hamil


Orang hamil tidak boleh sakit
15 Komplikasi Penyakit Berisiko Tinggi
Saat Hamil

Anemia
Intrauterine Growth Restriction
Prematur yang tidak wajar (Preterm Labor)
Premature Rupture of Membranes
Gestational Diabetes
Tekanan darah tinggi atau Pregnancy Induced
Hypertension
Placenta Previa
15 Komplikasi Penyakit Berisiko Tinggi
Saat Hamil

Hidroamnios
Penyakit Rhesus
Kehamilan Post-Term
Kehamilan ganda
Kehamilan ektopik
Keguguran
Kelahiran mati
Pendarahan pasca melahirkan
PENYAKIT YANG DAPAT
MEMPENGARUHI KEHAMILAN
Penyakit jantung pada kehamilan
Tekanan darah tinggi (hipertensi) pada
kehamilan
Penyakit paru-paru pada kehamilan
Beberapa penyakit darah pada kehamilan
Penyakit saluran pencernaan
Mulut (Hipersalivasi, Gingivitis dan epulis, Caries gigi)
Perosis (heartburn)
Gastritis (peradangan lambung)
Penyakit Kronik dan Kehamilan,
Bisakah 'berjalan' Bersamaan?
Status kesehatan Ibu sebelum hamil dapat berdampak terhadap kesehatan Ibu
selama kehamilan dan kondisi bayi yang tengah tumbuh dalam rahim Ibu. Jika Ibu
memiliki penyakit kronik jangka panjang, Ibu perlu mengendalikannya guna
meminimalkan risiko, baik bagi Ibu maupun bayi.
Bagi Ibu dengan kondisi medis kronik jangka panjang seperti asma, cacat jantung
bawaan (congenital heart defect/CHD), penyakit jantung koroner (PJK), diabetes,
epilepsi, hipertensi, dan gangguan mental, maka Ibu perlu melakukan konsultasi
dengan dokter sebelum merencanakan kehamilan atau segera setelah hamil agar
Ibu dapat menjalani kehamilan dengan sehat dan tenang.
Sebuah ulasan dari beberapa studi mengenai asma dan kehamilan,
mengungkapkan bahwa gejala asma biasanya memburuk pada trimester ke-2 dan
ke-3 (sekira usia kehamilan 13 minggu) dan mencapai puncaknya pada bulan ke-6.
Studi lain juga mengungkapkan, gejala asma memburuk antara minggu ke-24-36
kehamilan, dan setelah itu gejala semakin berkurang dan sekira 90% gejala asma
tidak muncul saat melahirkan. Untuk menjaga kehamilan tetap sehat, Ibu perlu
tetap mengendalikan asmanya dengan baik. Konsultasikan dengan doker mengenai
hal ini.
bu dengan cacat jantung bawaan atau CHD dan pernah menjalani
operasi untuk memperbaiki kondisi jantung yang abnormal, berarti
kemungkinan Ibu memiliki jaringan parut (skar) pada jantungnya
yang berisiko mengalami ketidakteraturan detak jantung dan
kehamilan akan memberikan beban tambahan yang bermakna pada
jantung. CHD yang diderita Ibu juga dapat menyebabkan bayi lahir
prematur dan bayi tumbuh lebih kecil akibat jantung Ibu tidak
memompa darah dengan efisien daripada yang seharusnya,
sehingga mengurangi aliran oksigen dan nutrisi ke plasenta.
Pemeriksaan ultrasonografi perlu dilakukan guna memastikan bayi
tumbuh dengan sehat dan pengobatan dari dokter akan disesuaikan
dengan kondisi Ibu dan dokter jantung akan membantu menyusun
rencana perawatan selama kehamilan atau antenatal care.
Penyakit jantung koroner (PJK) timbul bila ada timbunan lemak yang
mempersempit pembuluh darah arteri, sehingga aliran darah terganggu
dan menyebabkan nyeri dada atau serangan jantung. Dokter akan
memberikan obat yang aman dikonsumsi saat hamil dan pengobatan ini
akan disesuaikan dengan kondisi agar dapat meminimalkan risiko
terhadap Ibu dan bayi.
Beban fisik dan emosional saat hamil, dapat menyebabkan kemungkinan
semakin sering dan parahnya kejang pada ibu hamil dengan epilepsi.
Sebelum hamil, atau pada awal kehamilan, Ibu perlu berkonsultasi dengan
dokter kandungan dan/atau dokter ahli saraf, sehingga bisa membuat
perencanaan yang baik. Jika Ibu tengah dalam pengobatan epilepsi,
dianjurkan untuk mengonsumsi asam folat yang diresepkan oleh dokter.
Selama kehamilan berlangsung, Ibu tidak boleh mengganti dosis obat atau
berhenti obat tanpa konsultasi dengan dokter dan pemeriksaan
ultrasonografi juga dianjurkan guna melihat tumbuh kembang bayi dalam
rahim.
Hingga kini, para periset belum mengetahui secara pasti dampak
depresi yang terjadi selama kehamilan terhadap kesehatan bayi.
Bila depresi ringan, dokter akan menganjurkan Ibu melakukan
konseling dan jika tengah mengonsumsi obat antidepresan,
konsultasikan dengan dokter kandungan atau psikiater segera saat
Ibu telah memutuskan untuk hamil, atau bila hamil, diskusikan
dengan dokter mengenai obat lain yang lebih aman dikonsumsi saat
hamil.
Konsultasi dengan dokter merupakan kunci utama menjaga Ibu dan
bayi tetap sehat selama kehamilan. Perubahan gaya hidup seperti
berhenti merokok, diet sehat seimbang, menjaga berat badan tetap
seimbang dan tetap aktif dapat menjaga kesehatan ibu hamil
terutama pada yang memiliki diabetes dan hipertensi.