Anda di halaman 1dari 44

MANAJEMEN

LUKA BAKAR
Pengertian

Luka bakar (Combustio) adalah sebagai


suatu kerusakan pada kulit atau kerusakan
jaringan tubuh yang di sebabkan oleh
panas, kimia, radiasi atau elektrik. Berat
dan ringannya luka bakar tergantung pada
jumlah area permukaan tubuh, derajat
kedalaman dan lokasi luka bakar yang
terjadi (suriadi, 2007).
ETIOLOGI

Suhu
Kimia
Electrical / radiasi
Derajat 1

SUPERFICIAL

Epidermal layer
Pink, painful, and edematous
Sembuh 3-5 hari
Penyembuhannya spontan
Derajat 2a
Epidermis & papillary
dermis

Lapisan epidermis
1/3 lapisan dermis
Luka hny bagian superfisial
Nyeri, blister
Sembuh 10-14 hari
Derajat 2b

Epidermal layer
2/3 superficial dermis
Deep partial thickness
burn
Nyeri , blister ()
Penyembuhannya 7-28
hari
Derajat 3

Full thickness burn


Epidermis + dermis
Subcutaneous tissue
Painful (), blister ()
Spontaneous healing
mostly is not possible
Derajat 4

Sampai ke Otot, tendon


dan tulang

Hilang fungsi
Hitam, pucat, tdk
nyeri, tdk ada bula
Kadang amputasi
Perlu escharotomy
dan fasciotomy
Burned Surface area

The rule of Nine

1%

TBSA in adult
MANAJEMEN LUKA
Wound healing: a Review

Phases of Wound healing

Homeostasis &
inflammation
Maturation
Fibroplasia

0 2 4 6 8 365
Days after injury
Injury
Fase inflamasi
Fase inflasmasi terjadi segera setelah luka dan
berakhir 3-4 hari
hemostasis (penghentian perdarahan)
Akibat vasokontriksi pmbluh darah, retraksi pmbluh
darah, endapan fibrin (mghubungkan jaringan) dan
pmbntukan bekuan darah d daerah luka
- Peningkatan Suplai darah pembawa bahan bahan
dan nutrisi. memerah dan sedikit bengkak
Selama sel berpindah lekosit (netrofil)
berpindah ke interstitial yg di tempati
makrofag.
Makrofag ini menelan mikroorganisme dan sel
debris melalui proses Fagositosis
FASE INFLAMASI
Respon Vaskuler
Luka jaringan lunak
Respon Seluler

Tujuan : stop perdarahan dan membersihkan luka

Proses hemostasis ( 5 10 menit)

Pembuluh Keluarkan substansi


Platelet
darah rusak vasokonstriksi

Tutup vaskuler
Kapiler vasokonstriksi
Tutup endotel
Kapiler Konstriksi Kapiler Dilatasi

Hist. -Stim. S. sensoris


-Subst. Vasodilator
hist,serot,sitokin

Permeabel vena meninggi

Plasma masuk ke luka (eksudasi) oedema dan acidosis


Migrasi lekosit /netrofil (fagositosis) berlangsung 3 hari
Netrofil diganti makrophag
Fungsi Makrophag
1.Fagositosis
2.Sintesa kolagen
3.Bentuk jaringan Granulasi + fibroblast
4.Bentuk growth factor untuk re-epitelialisasi
5.Bentuk kapiler baru = angiogenesis

Parameter fase inflamasi sukses dan berpindah ke fase


proliferasi :
- luka bersih, tidak terdapat kuman / infeksi
- terbentuk makrophag dan fibroblast

Tanda klinis : eritema, hangat, edema dan rasa sakit berlangsung


sampai hari ke 3 atau hari ke 4
PHASE OF INFLAMMATION

Wound: bleeding
Phase of Inflammation

Wound: Inflammation
Fase PROLIFERASI
- Fase kedua ini berlangsung dari hari ke 4 atau
ke 5 hari ke 21
- Disebut juga fase fibroblas karena fase ini di
dominasi proses fibroblast yang berasal dari sel
masenkim undifferentiate, yg akan berproliferasi
dan menghasilkan kolagen, elastin, hyaluronic
acid, fibrinectin dan proteoglycans yang berperan
dalam rekontruksi jaringan baru.
- Fase ini terdiri dari proses proliferasi, migrasi,
deposit jaringan matriks, dan kontraksi luka.
PROLIFERATION

Epithelial cells
Migrate to the sides of edges
Endothelial cells Granulation
Angiogenesis tissue
Fibroblasts
1. Kegiatan seluler --- proliferasi sel
2. Peran fibroblast
persiapan pembentukan struktur protein untuk rekonstruksi jaringan
aktif bergerak dan mengeluarkan substansi kolagen, elastin.
hyaluronic acid fibronectin dan proteoglycans
3. Pembentukan jaringan granulasi dari makrophag, pembuluh darah dan
fibroblast.
Proses sintetik fibroblast disebut fibroplasia dengan respons :
proliferasi, migrasi, deposit jar. matriks dan kontraksi luka
4. Angiogenesis ; proses pembetukan kapiler didalam luka
Upaya respons untuk oksigenisasi dan nutrisi
3 dan 4 merupakan proses yang ter-integrasi dan dipengaruhi oleh
platelet dan makrophag yang mengeluarkan growth factor
5. Epitelialisasi
Fibroblast keluarkan KGF (Keratinocyte) - stimulasi mitosis sel epitel
Keratinasi mulai dari pinggir ketengah
Dengan sintesa kolagen, kwalitas dermis disempurnakan
Struktur fibroblast berubah menjadi myofibroblast -- kontraksi
REMODELING

- Fase maturasi dimulai hari ke 21 dan berakhir


1-2 thn.
- Fibroblas terus mensintesis protein
- bekas luka menjadi lebih kecil
- dalam fase ini terdapat remodeling luka yg
mrpkan hsil dri pngkatan kolagen
-Terbentuknya kolagen yang baru yg mngubah
bntuk luka dan pningkatan kekuatan jaringan.
- kemudian terdapa pengurangan secara
berthap aktivitas seluler dan vaskularisasi yg
mengalami perbaikan
Phase of Maturation
Phases of wound healing
Cuts

1-5 d 10-14 d 8-12 m

Burns

14-21 d > 21 d >12 m to ~

Inflammation

Fibroplasias
Remodeling
Faktor2 yg mmpengaruhi penyembuhan luka

1.Usia
2.Nutrisi
3.Oksigenasi
4.Infeksi
5.Merokok
6.Diabetes melitus
7.Sirkulasi
8. obat
Wound Care
Awal wound care
Isolasi atau universal precautions
luka bersih blisters debrid
Cukur rambut ; cegah infeksi
Wound care setiap hari
Dressings angkat topical yang lama dan pelan cuci
luka.
Debridement
Jangan agresif : menyebabkan perdarahan
Debrided dengan sedasi / analgesic
Nyeri: Analgesik
Kaji Infeksi
Disorientasi, menurun urin output,
metabolic acidosis, tachypnea,
tachycardia, hyperglycemia,
hyper/hypothermia
Kaji hamparan bakteri : Isolation
WOUND MANAGEMENT

Menjaga perfusi yang baik pada area luka


Pembersihan: Irigasi dengan cairan antiseptik seperti NaCl
0.9%, memandikan, menggunakan sabun yang lembut dan
bersifat antimikrobial
Gunakan terapi/dressing yang tepat sesuai dengan kondisi
luka:
Silver sulfadiazine, atticoat, Alqinat
Mebo, Madu dll
PENANGANAN
TOPICAL AGENTS:
SSD (SILVADENE - SILVER SULFADIAZINE
CREAM)

larut air & non-toxic, bebas nyeri


Bacterial spectrum gram + / - &
candida albicans
Eskar lembut
Beri 1 or 2 x/hari
Mafenide acetate krem Sulfamylon
Bacterial spectrum gram + / - & anaerobes,

Bacitracin or Petroleum ointments


Partial thickness burns
Bibir & muka: gram + & MRSA
Kondisi Luka Aplikasi Dressing Hydrokoloid
Kondisi Luka (Suhu) Aplikasi Dressing
Aplikasi Dressing Cuticel
LUKA SEMBUH

Pengertian :

Terciptanya kontinuitas lapisan kulit serta


adanya kekuatan jaringan Parut yang
mampu melakukan fungsi / aktifitas yang
normal

Outcome tergantung :
Kondisi biologik
Lokasi luka
Luas luka
PENATALAKSANAAN
1. Pantau patensi jalan nafas
2. Lakukan pemantauan jantung
3. Periksa TTV
4. Periksa nadi perifer pada ekstremitas yg luka
5. Pasang kateter IV dan kateter urine
6. Pantau intake output cairan perjam
7. Perhatikan adanya peningkatan serak suara, stridor,
frek dan kedalaman pernafasan, atau perubahan
mental akibat hipoksi
8. Kaji suhu tubuh, BB dan status alergi
9. Kaji status neurologis: kesadaran, nyeri, ansietas
10. Kaji pemahaman pasien dan keluarga tt cedera dan
pngobatan
Bagaimana Manajemen Lukanya?