Anda di halaman 1dari 5

PERTEMUAN PENGADAAN OBAT

DAN BMHP JKN PUSKESMAS

Muara Beliti, 7 November 2017


PENGADAAN OBAT JKN
Kurangnya stok obat di fasilitas layanan kesehatan
menjadi salah satu kendala yang sering dikeluhkan dalam
pelayanan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Peraturan presiden (Perpres) No. 157 tahun 2014
(sebelumnya Perpes No. 106 tahun 2007) membentuk
Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah
(LKPP) yang mengatur pengadaan barang/jasa
pemerintah agar lebih efisien, efektif dan transparan.
Sistem ini bertujuan menjamin ketersediaan dan
pemerataan obat yang aman bermutu dan berkhasiat
untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan.
Sistem e-catalogue merupakan salah satu inti dari sistem
manajemen obat di fasilitas kesehatan milik pemerintah
yang mengaitkan antara proses seleksi, pengadaan,
distribusi dan penggunaan obat.
PERMASALAHAN DALAM PENGADAAN OBAT DI
ERA JKN
LELANG OBAT : Sebelum daftar obat masuk dalam e-
catalogue, obat akan diseleksi terlebih dahulu melalui
proses Formularium Nasional. Setelah obat masuk dalam
Formularium Nasional, obat akan dikategorisasi terlebih
dahulu untuk menentukan proses listing di e-catalogue,
Proses lelang dikategorisasi, memisahkan antara kelompok
obat generik dan non-generik, mengacu pada Permenkes
Nomor HK.02.02/MENKES/068/I/2010 tentang Kewajiban
Menggunakan Obat Generik di Fasilitas Pelayanan
Kesehatan Pemerintah.
Hasil lelang membatasi 1 penyedia untuk 1 provinsi,
sehingga sering terjadi Kementerian/Lembaga/Satuan Kerja
Perangkat Daerah/Institusi (K/D/L/I) tidak memiliki
alternatif lain di dalam e-catalogue yang membuat satkes
harus melakukan pembelian obat secara manual tanpa
melalui e-catalogue.
RANCANGAN KEBUTUHAN OBAT (RKO)
RKO dirasa belum sepenuhnya sesuai dengan
kebutuhan di lapangan. Hal ini disebabkan
banyak K/L/D/I yang belum berkontribusi
melaporkan kebutuhan obatnya. Hal ini
menyebabkan angka realisasi pengadaan
berbeda jauh dengan RKO dan penyedia tidak
dapat menjadikan RKO sebagai acuan rencana
produksi yang menyebabkan Supply Shortage
Setiap pengadaan obat seharusnya melalui e-catalogue,
namun kenyataannya banyak pihak yang masih tidak
berkomitmen untuk menggunakan e-catalogue dan
memilih untuk melakukan pembelian secara manual.
Hal ini disebabkan oleh beberapa masalah yaitu:
Stok obat yang diinginkan tidak tersedia di e-catalogue.
Penyebab hal ini bisa terjadi karena penyedia tidak
dapat menyediakan obat yang dipesan dimana
penyedia pemenang untuk satu provinsi hanya satu
penyedia sehingga K/L/D/I tidak memiliki alternatif lain
selain membeli obat secara manual, atau obatyang
diinginkan oleh K/L/D/I tidak berhasil masuk dalam e-
catalogue dikarenakan gagal lelang atau negosiasi.