Anda di halaman 1dari 6

KLARIFIKASI ISTILAH

Trauma Capitis: Suatu trauma mekanik yang secara langsung/tidak Kateterisasi Urethra: Suatu tindakan procedural mengeluarkan urin
langsung mengenai tulang tengkorak kepala dan mengakibatkan gangguan melalui orificium urethra kedalam kandung kemih dengan menggunakan
fungsi neurologis kateter steril

Pneuomonia: Infeksi yang memicu inflamasi alveoulus sehingga paru-


Edema Cerebri: keadaan patologis terjadinya akumulasi cairan didalam jaringan otak
paru akan membengkak dan dipenuhi cairan
sehingga menengkatkan volume otak

Pneumocystis Jiroveci: Salah satu jenis jamur yang menyebabkan


Endotacheal Tube: kateter yang dimasukkan kedalam trakea untuk tujuan membangun pneumocystis pada pasien yang mempunyai imun lemah
dan mempertahankan jalan nafas pasien dan memastikan pertukaran 2 dan 2 yang
cukup

Infus Vena Sentralis: Pemberian cairan, nutrisi, obat-obatan dengan konsentrasi pekat
dan iritatif dari vena perifer ke vena sentral Fenitoin Intravena: Obat golongan anti epilepsi untuk mekanisme pada
korteks motorik untuk menghambat aktivitas kejang
PENETAPAN MASALAH
1. Seorang pria berusia 30 tahun pingsan setelah mengalami trauma
capitis dan disertai kejang menderita edema cerebri
2. Di RS terpasang Endotracheal tube, Infus vena sentralis dan dan
Katerisasi urethra
3. Diberikan steroid dan fenitoin intra vena
4. 2 minggu pulih dari episode neurologiknya tetapi menderita
pneumonia oleh Pneumocytis jiroveci
BRAINSTORMING
Seorang pria Trauma capitis
Pingsan
30 tahun

Edema cerebri
Terapi dipasang
endotracheal tube

Infus vena sentralis, Steroid, fenitoin


2 minggu pulih
katerisasi urethra intravena

Infeksi pneumocystis Menderita


Sistem imun
jiroveci Pneumonia

Jenis-jenis
imunudefisiensi imunodefisiensi
Learning Objective
1. Mahasiswa mampu memahami defisiensi imunologik primer dan sekunder
(penyebabnya, frekuensinya, dan akibat lanjutannya)
2. Mahasiswa mampu memahami jenis infeksi oportunistik yang memberi petunjuk
mengenai derajat beratnya dan penyebab deficit imunologik
3. Mahasiswa mampu memahami usia ekstrim merupakan factor yang menyababkan
terjadinya imunodefisiensi sekunder
4. Mahasiswa mampu memahami obat-obat yang dapat menimbulkan imunodefisiensi
5. Mahasiswa mampu memahami tindakan medis yang dapat merusak garis pertahanan
pertama (physical barriers) pada kasus ini
6. Mahasiswa mampu memahami physiologic stress menyebabkan penurunan fungsi
system imun
7. Mahasiswa mampu memahami penyebab imunodefisiensi sekunder yang paling
dikenal masyarakat dan imunopatogenesisnya
Learning Issue
1. Tindakan medis yang dapat merusak garis pertahankan pertama ?
2. Penyebab imunodefisiensi sekunder yang paling popular dan
dikenal masyarakat?
REFERENSI