Anda di halaman 1dari 52

PSIKOMOTOR

PENYAKIT KULIT YANG


DISEBABKAN OLEH VIRUS
PEMBIMBING :
dr. Chadijah Rifai SpKK

Kepaniteraan Klinik Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin


Fakultas Kedokteran Univ. Muhammadiyah Jakarta
RS Islam Jakarta Cempaka Putih
2017
VERUKA
VULGARIS
DEFINISI
• Common warts, kutil.

• VV adalah papul verukosa


yang disebabkan oleh infeksi
virus human papiloma virus
(HPV).

ETIOLOGI
• VV terutama HPV 2 , bisa HPV
1 dan 4. Dapat menyebar
karena autoinokulasi dan
dalam 2 tahun 65% VV dapat
hilang secara spontan.
GAMBARAN
KLINIS
• Menunjukkan Papul padat
verukosa, keratotik dengan
ukuran beberapa mm s/d 1 cm,
bila berkonfluens dapat
menjadi lebih besar.

• Predileksi  Dimana saja


(tersering : Punggung, tangan,
dan jari tangan)

• Asimtomatik, dapat Nyeri bila


tumbuh di plantar atau palmar
dan dapat merusak kuku
TATA LAKSANA
• NON – MEDIKAMENTOSA
- Menjaga higine perorang supaya tidak tertular,
mis: menghindari kontak langsung

• MEDIKAMENTOSA
- Destruksi dengan bedah listrik, bedah beku, bedah leser
- Destruksi dengan bahan keratolitik, kausatik, atau lainnya
secara topikal.
mis: asidum salisilikum 25-50%, triklorasetat 25%, fenol
liquefaktum
- Terapi intralesi dapat menggunakan: bleomisi dan
interferon
VERUKA PLANA
DEFINISI
• Plane warts

• VP adalah papul datar kecil


yang disebabkan oleh infeksi
human papilloma virus (HPV)

ETIOLOGI
• Banyak ditemukan pada
usia sekolah dan dewasa
muda

• Penyebab HPV 3 dan 10


GAMBARAN
KLINIS
• Menunjukkan Papul datar agak
menimbul dengan permukaan
licin dan warna seperti kulit
atau abu-abu atau kehitaman.

• Predileksi  tersering : wajah,


punggung tangan, dan tungkai
bawah dengan jumlah
beberapa sampai ratusan
TATA LAKSANA
• NON – MEDIKAMENTOSA
- Menjaga higine perorang supaya tidak tertular,
mis: menghindari kontak langsung

• MEDIKAMENTOSA
- Destruksi dengan bedah listrik, bedah beku
- Destruksi dengan bahan keratolitik, kausatik tetapi
dengan konsentasi yang lebih ringan dari VV.
mis: asidum salisilikum 15-25% atau triklorasetat 25%
KONDILOMA
AKUMINATA
DEFINISI
• Kutil kelamin (veneral warts)

• Lesi berbentuk papilomatosis dengan


permukaan verukosa yang disebabkan
oleh infeksi virus human papiloma virus
(HPV) yang terdapat di daerah kelamin
atau anus

ETIOLOGI
• HPV  Virus DNA gol. keluarga
papovavirus .
• HPV Tipe 6 dan 11
GAMBARAN
KLINIS
• Biasanya terdapat di daerah
lipatan yang lembab, mis:
daerah genital eksterna

• Predileksi:
Laki-laki: perienum, sekitar anus,
sulkus koronarius, glans penis,
dan pangkal penis
Perempuan: vulva, introitus
vagina, kadang di portio uteri

Bentuk lesi seperti kembang kol,


berwarna seperti daging atau
sama dengan mukosa.
Ukuran : millier s/d beberapa cm
GEJALA KLINIS
• Kondiloma akuminata sering kali tidak menimbulkan keluhan,
namun dapat disertai rasa gatal.

• Bila terdapat Infeksi sekuder, dapat menimbulkan rasa nyeri,


bau kurang enak, dan mudah berdarah
DIAGNOSIS
• Pada keadaan kondiloma yang meragukan dapat dilakukan
tes asam asetat.

Hasil positf jika acetowhite  terjadi warna putih akibat ekspresi


sitokeratin pada suprabasal yang terinveksi HPV.
TATA LAKSANA
• PILIH OBAT BERDASARKAN KEADAAN LESI YAITU JUMLAH,
UKURAN, BENTUK DAN LOKASI

1. KEMOTERAPI  (Tinktura podofilin 25%, As. Triklorasetat


konsentrasi 80-90%, atau 5-fluorourasil)
2. BEDAH LISTRIK
3. BEDAH BEKU
4. BEDAH SKAPEL
5. LASER KARBONDIOKSIDA
6. INTERFERON
Interferon alfa 
dosis 4-6 mU secara IM 3x seminggu selama 6 minggu atau
dosis 1-5 mU IM selama 6 minggu
Interferon beta 
dosis 2x106 mU secara IM selama 10 hari berturut-turut
7. IMUNOTERAPI
VARICELLA
DEFINISI
• Chikhen pox, cacar air

• Infeksi akut primer oleh virus


varicella zoster (VVZ) yang
menyerang kulit dan mukosa

ETIOLOGI
• VVZ  Anggota famili
herpes virus.
• Masa inkubasi 14 – 21 hari
• Masa penularan ± 7 hari
sejak timbulnya gejala kulit
GEJALA KLINIS

• Gejala Prodromal  demam yang tidak terlalu tinggi, malaise,


nyeri kepala, kemudian disusul timbulnya erupsi kulit.

• Erupsi kulit  berupa papul eritematosa yang dalam beberapa


jam berubah menjadi vesikel (tear drops). Vesikel akan berubah
menjadi keruh menyerupai pustul dan kemudian menjadi
krusta.
Sementara proses ini berlangsung, timbul lagi vesikel baru
sehingga menimbulkan gambaran polimorfik. Biasanya disertai
rasa gatal.
TATA LAKSANA
• Pengobatan Bersifat asimtomatik

Oral:
1. Analgetik dan antipiretik
2. Antihistamin

V.I.Z.I.G  IM dalam 4 hari setelah terpajan

Topikal:
1. Untuk mencegah vesikel pecah terlalu dini  bedak mentol
yang di tambah zat anti gatal (mentol, kamfora)
2. Antibiotik topikal  jika timbul infeksi sekunder

HINDARI SALISILAT ATAU ASPIRIN  Sindrom Reye


VARIOLA
DEFINISI
• Small pox, cacar

• Penyakit virus yang disertai keadaan umum


yang buruk, dapat menyebabkan kematian,
efloresensi bersifat monomorf terutama
terdapat di perifer tubuh

ETIOLOGI
• VIRUS POX.
ada 2 tipe: variola mayot dan
variola minor
• Masa inkubasi 2 – 3 minggu
GEJALA KLINIS

• Terdapat 4 stadium:
1. S. Inkubasi erupsi (prodromal)
- nyeri kepala, nyeri tulang, dan nyeri sendi
- demam tinggi, mengigil, lemas, muntah
- berlangsung 3-4 hari
1. S. Makulo-papular
2. S. Vesikulo-putulosa
3. S. Resolusi
TATA LAKSANA
• Harus dikarantina

Terapi Sistemik
1. Terapi simtomatik  antipiretik, analgetik
2. Antivirus  (asiklovir atau valasiklovir)

Topikal:
1. Kompres dengan antiseptik atau salap antibiotik
HERPES ZOSTER
DEFINISI
• HZ  penyakit neurokutan
dengan manifestasi erupsi
vesikuler berkelompok dengan
dasar eritematosa disertai nyeri
radikular unilateral yang
umumnya berbatas di satu
dermatom

ETIOLOGI
• Varicella zoster virus
• Masa inkubasi 7 – 12 hari
• Masa aktif ± 1 minggu
• Masa resolusi 1-2 minggu
GEJALA KLINIS

• Gejala prodromal : sensasi abnormal atau nyeri otot lokal, nyeri


tulang, pegal, parestesia sepanjang dermatom, gatal, rasa
terbakar dari ringan sampai berat. Berlangsung beberapa hari
(1-10 hari, rata-rata 2 hari)

• Gejala Konstitusi : nyeri kepala, malaise, demam

• Erupsi kulit : makula kemaraha  papul  vesikel jernih


berkelompk  isi vesikel keruh  vesikel pecah  krusta 
involusi
TATA LAKSANA
Prinsip : hilangkan nyeri secepat mungkin dengan cara membatasi
replikasi virus sehingga mengurangi kerusakan saraf lebih lanjut

Terapi Sistem
1. Obat antivirus
- Famsiklovir 3 x 500 mg
- Valasiklovir 3 x 1.000 mg
- Asiklovir 5 x 800 mg
Diberikan 72 jam sebelum awitan lesi selama 7 hari
2. Analgetik
3. Antidepresan dan antikonvulsan  Gabapentin

Terapi Topikal:
1. Analgetik lokal (Kompres dingin atau AINS topikal)
2. Anestesi lokal
HERPES SIMPLEX
DEFINISI
• Infeksi akut yang disebabkan
virus H. Simpleks (virus
H.homunis) tipe 1 atau 2 yang
di tandai dengan vesikel
berkelompok di atas kulit yang
sembab dan eritematosa pada
daerah dekat mukokutan.

ETIOLOGI
• Hespes Simpleks Virus
GEJALA KLINIS

• VHS TIPE I :
Daerah pinggang ke atas terutama di daerah mulut dan
hidung, biasanya di mulai pada masa anak-anak

• VHS TIPE II :
Daerah pinggang ke bawah terutama di daerah genital,
GEJALA KLINIS

• Infeksi Primer
- Berlangsung lama, berat & gejala sistemik
- Gejala sistemik : demam, malaise, anoreksia,
pembengkan KGB

• Infeksi Laten
- gejala klinis (-)
- VHS ditemukan dalam keadaan tidak aktif pada ganglion
dorsalis

• Infeksi Rekurens
- gejala lebih ringan dari pada infeksi primer
- Berlangsung kira-kira 7-10 hari
TATA LAKSANA
Episode Klinis Pertama
- Asiklovir 200 mg PO 5x sehari selama 7 hari, ATAU
- Asiklovir 400 mg PO 3x sehari selama 7 hari, ATAU
- Valasiklovir 500 mg PO 2x sehari selama 7 hari

Infeksi Herpes Rekuren


- Asiklovir 200 mg PO 5x sehari selama 5 hari, ATAU
- Asiklovir 400 mg PO 3x sehari selama 5 hari, ATAU
- Valasiklovir 500 mg PO 2x sehari selama 7 hari
MOLUSKUM
KONTAGIOSUM
DEFINISI
• Penyakit yang disebabkan oleh
virus pox, klinis berupa papul
berbentuk kubah, berkilat,
pada permukaannya terdapat
lekukan, berisi massa yang
mengandung badan moluskum

ETIOLOGI
• Virus moluskum kontagiosum
(termasuk kelompok pox
virus)
GEJALA KLINIS

• Masa inkubasi 2 – 8 minggu


• Papul berbentuk bulat mirip kubah, berbentuk miliar hinga
lentikular, berwarna putih seperti lilin.
• Papul membesar dan ditengahnya terdapat lekukan (delle) jika
dipijat akan tampak massa yang berwarna putih seperti nasi =
badan moluskum

Predileksi : Wajah, leher, ketiak, badan dan ekstremitas


dewasa : pubis & genitalia eksterna
TATA LAKSANA
• Mengeluarkan massa yang mengandung badan moluskum
dengan komedo ekstraktor, jarum suntik / kuret
• Elektrokauterisasi, bedah beku
• Terapi topikal : kantaridin 0.7 – 0.9%, kombinasi kantaridin –
salisilat, krim imiquimod 1-5%
TERIMA KASIH