Anda di halaman 1dari 43

wisnu hidayat

UDENG DAMAN P., dr. MKM


Widyaiswara
o Alamat Rumah :
Jl. Sari Indah VII/ No. 5 Bandung

o Riwayat Pendidikan :
– FK UNPAD Tahun 1985
– S2 Pasca Sarjana UI Tahun 1994

o Instansi :
Balai Pelatihan Kesehatan
Dinkes Prov. Jawa Barat

1/14/2018
Tujuan Pembelajaran Umum :

Setelah selesai pembelajaran peserta


dapat memfasilitasi pembelajaran
dengan menggunakan pendekatan
Pembelajaran Orang Dewasa [POD]
Tujuan Pembelajaran Khusus :
Setelah selesai pembelajaran peserta :
1.Dapat menjelaskan maksud pendekatan POD
2.Dapat membedakan Pendekatan POD dan
Pedagogy melalui beberapa faktor pembeda
3.Dapat menyebutkan implikasinya dalam proses
pembelajaran melalui enam asumsi dasar
4. Dapat menyebutkan keadaan psikologis orang
dewasa belajar
5. Dapat mengungkapkan hal – hal yang harus
dihindari ketika sedang memfasilitasi
pembelajaran
6. Dapat mengungkapkan ciri – ciri fasilitator
yang efektif
POKOK BAHASAN
1. Maksud pendekatan Pembelajaran Orang Dewasa
2. Perbedaan Pendekatan POD dan Pedagogy
3. Enam asumsi dasar POD dan implikasinya dalam proses
pembelajaran
4. Keadaan psikologis orang dewasa belajar
5. Hal – hal yang harus dihindari ketika memfasilitasi
pembelajaran
6. Ciri – ciri fasilitator yang efektif
 GURU MENGAJAR, MURID BELAJAR
 GURU TAHU SEGALANYA, MURID TDK TAHU APA-APA
 GURU BERFIKIR, MURID MENUNGGU HASIL
PEMIKIRAN GURU
 GURU BICARA, MURID MENDENGARKAN
 GURU MENGATUR, MURID DIATUR
 GURU MEMILIH & MEMAKSANYA, MURID MENURUTI
 GURU BERTINDAK, MURID MEMBAYANGKAN
BAGAIMANA BERTINDAK SESUAI TINDAKAN GURU
 GURU ADALAH SUBYEK PROSES BELAJAR, MURID
HANYA SEBAGAI OBYEK
wisnu hidayat
 GURU MENGAJAR, MURID BELAJAR
 GURU TAHU SEGALANYA, MURID TDK TAHU APA-APA
 GURU BERFIKIR, MURID MENUNGGU HASIL
PEMIKIRAN GURU
 GURU BICARA, MURID MENDENGARKAN
 GURU MENGATUR, MURID DIATUR
 GURU MEMILIH & MEMAKSANYA, MURID MENURUTI
 GURU BERTINDAK, MURID MEMBAYANGKAN
BAGAIMANA BERTINDAK SESUAI TINDAKAN GURU
 GURU ADALAH SUBYEK PROSES BELAJAR, MURID
HANYA SEBAGAI OBYEK
wisnu hidayat
wisnu hidayat
 Itu kan biasa, begitu-begitu juga, saya ini “orang
lapangan”
 Itu kan teorinya, bagaimana praktiknya ?
 Katanya pendekatan baru, apanya yg baru?
 Katakan bgmn mestinya, anda khan ahlinya
 Semuanya tidak ada yang cocok untuk bidang
tugasku
 Dari dulu saya sudah tahu hal itu
 Kebiasaan kita khan sudah baik, mengapa harus
dirubah ?
TANTANGAN
MUDAH
DIINTERVENSI

PENGETAHUAN
KETRAMPILAN

SULIT
• SIKAP,PERILAKU DINTERVENSI
• KARAKTER
• WATAK

wisnu hidayat
Pendidikan Orang
Dewasa
Suatu proses dimana orang (orang-orang)
yang sebagian besar peran sosialnya dapat
digolongkan dalam status orang dewasa,
melakukan kegiatan-kegiatan belajar
dengan sengaja dan dengan mengadakan
perubahan kemajuan ke arah
pengetahuan, sikap dan nilai-nilai
maupun keterampilan yang telah mereka
miliki
Dr. Nies Siwi Ultima Kadarmo
FAKTOR
KEBEBASAN

FAKTOR
TG JAWAB

FAKTOR
KEPUTUSAN
SENDIRI

FAKTOR-FAKTOR FAKTOR
YANG MEMPENGARUHI PENGARAHAN
BELAJAR DIRI SENDIRI
ORANG DEWASA
FAKTOR GOAL
PSIKOLOGIS ORIENTED

FAKTOR SOCIAL
FISIK ORIENTED

FAKTOR LEARNING
MOTIVASI OIENTED
MEMERLUKAN
KONDISI
BEBAS
• DISKUSI KELP.

PEMILIHAN METODA
• LATIHAN

PEMBELAJARAN
TIDAK • PEMECAHAN
MENYUKAI

IMPLIKASI
GAYA HAFALAN
MASALAH
BELAJAR • SIMULASI
ORANG
DEWASA • STUDI KASUS
MENGUTAMAKAN
PEMECAHAN • OBSERVASI
MASALAH
• PENGGUNAAN
MULTI MEDIA
HAL YANG
PRAKTIS
BUKAN
TEORITIS
KESADARAN
(AWARANESS)

URUTAN PADA UMUMNYA


PENGETAHUAN &
PEMAHAMAN

PROSES
BELAJAR
ORANG KETERAMPILAN
DEWASA
(tahapan)

PENERAPAN
KETERAMPILAN

SIKAP KERJA
TERBENTUK
2. Perbedaan Pendekatan POD dan
Pedagogy
FAKTOR PAEDAGOGY ANDRAGOGY
PEMBEDA
Tingkat Dependen pada Independen
kemandirian orang lain
Peran penga- Tak banyak Sangat penting
laman hidup berperan dalam sbg sumber dan
proses belajar acuan belajar
Kesiapan Tergantung Tergantung pd
untuk belajar pada guru & kebutuhan riil
kurikulum pekerj. sehari-hari
Orientasi Materi belajar Skill yg hrs
belajar (masa depan) dikuasai (saat
wisnu hidayat ini)
FAKTOR PAEDAGOGY ANDRAGOGY
PEMBEDA

Pemanfaatan Hrs segera dpt


Kelak mungkin dimanfaatkan
hasil belajar berguna/ tidak dlm pekerjaan

Motivasi belajar
Ditimbulkan Timbul dari diri
faktor luar sendiri

Cenderung Cenderung santai


Iklim belajar kaku dan tetapi saling
formal membelajarkan

wisnu hidayat
FAKTOR PAEDAGOGY ANDRAGOGY
PEMBEDA
Proses perencn. Dilakukan Dilakukan user
Program dg unit diklat
belajar oleh guru saja dan fasilitator

Perumusan Selalu Seringkali ditentu-


tujuan belajar dilakukan oleh kan bersama Fas.
guru & peserta Diklat

wisnu hidayat
FAKTOR
PAEDAGOGY ANDRAGOGY
PEMBEDA

Analisis Selalu Peserta diklat


aktif menganalisis
kebutuhan dilakukan oleh kebutuhan belajar
belajar guru nya sendiri

Teoritis dan Teoritis praktis dan


Sifat materi disusun secara
disu- sun secara
pelajaran fleksibel sesuai
linier kebutuhan

Dilakukan oleh
Dilakukan oleh
Evaluasi belajar Fasilitator dan
guru
wisnu hidayat peserta Diklat
3. Enam asumsi dasar POD dan
implikasinya dalam proses
pembelajaran

wisnu hidayat
1. Kebutuhan untuk mengetahui
2. Konsep diri peserta latih
3. Peranan pengalaman peserta latih
4. Kesiapan untuk belajar
5. Orientasi belajar
6. Motivasi
wisnu hidayat
wisnu hidayat
ASUMSI IMPLIKASI DALAM PEMBELAJARAN
 Ketengahkan alasan “mengapa” harus
unt. mengetahui

belajar materi yg sedang dibelajarkan itu


Kebutuhan

 Tunjukkan manfaat materi dalam


“pelaksanaan tupoksinya” dan sbg upaya
peningkatan “performance pribadinya”
 Tunjukkan “kerugiannya” jika tidak
mengambil peluang itu
 Beri kesempatan untuk menemukan
kesenjangan antara kompetensi yang
telah dimiliki dan yang seharusnya
dimiliki untuk pelaksanaan tupoksinya
wisnu hidayat
ASUMSI IMPLIKASI DALAM PEMBELAJARAN

 Dilibatkan sepenuhnya dalam proses


Konsep Diri

pembelajaran;
 Ciptakan suasana kelas yang
menyenangkan : situasi & kondisi;
 Meja dan kursi yang nyaman : sesuai
dengan ukuran orang dewasa
 Penempatan meja dan kursi tidak perlu
diatur secara formal, mudah diubah;
 Ada kebebasan untuk mengemukakan
pendapat tanpa rasa takut dicemooh;
 Sikap fasilitator yang demokratis
wisnu hidayat
ASUMSI IMPLIKASI DALAM PEMBELAJARAN

 Dilibatkan dalam pokok bahasan dan proses


Pengalaman
pembelajaran yang akan berlangsung
 Dapat memberikan kontribusi thd proses
pembelajaran sebagai “nara sumber” bagi
peserta lain;
 Dapat menghubungkan antara pengalaman
pribadi dengan pengalaman yang baru
diperoleh;
 Pengalaman lama yg sudah menetap
membentuk paradigma, sulit untuk diubah
perlu waktu;
 Penggalian pengalaman dalam proses
pembelajaran memerlukan metoda : yang
dapat melibatkan peserta [interaktif].
wisnu hidayat
ASUMSI
Kesiapan belajar IMPLIKASI DALAM PEMBELAJARAN

 Materidiklat disusun berdasar


tuntutan dalam tugas serta
disesuaikan dengan karakteristik
pendidikan, usia, status sosial,
pengalaman peserta

 Metodepembelajaran dirancang
dengan pendekatan “mengalami”
mengacu pada konsep belajar
berdasar pengalaman  peserta
dpt mengaplikasikan dlm peker-
wisnu hidayat jaannya.
ASUMSI IMPLIKASI DALAM PEMBELAJARAN
Orientasi Belajar
 Berpusat pada pemecahan
masalah tupoksinya dan kesulitan
pribadi dalam pelaksanaan
tupoksinya/ performance
 Proses pembelajaran materi
dipilah dengan pembobotan :
Harus – Perlu – Baik
 Berusaha“mendaratkan” modul
yang cenderung “teoritis”

wisnu hidayat
ASUMSI IMPLIKASI DALAM PEMBELAJARAN
 Munculkan dorongan internalnya
melalui tantangan – tantangan
Motivasi Diri

baru yang “didramatisir”


 Berikan kesempatan untuk dapat
“berkonfrontasi” dengan hal –
hal/ pengalaman yang baru
 Berikan kesempatan untuk
mendapatkan sendiri apa – apa
yang paling sesuai dan paling
wisnu hidayat
dibutuhkannya [self discovery]
4. Keadaan psikologis orang dewasa
belajar

wisnu hidayat
 Belajar adalah suatu pengalaman yang diinginkan,
bukan diajar tetapi dimotivasi untuk belajar.
 Belajar adalah menemukan sesuatu yang
berhubungan dengan kebutuhannya
 Belajar kadang merupakan proses yang menyakitkan,
karena harus melakukan perubahan pada dirinya
 Belajar sangat bersifat khas dan individual
wisnu hidayat
 Sumber terkaya untuk belajar adalah
pengalaman, yang perlu ditata kembali
sesuai paradigma/ mind set baru [emerging]
 Belajar adalah suatu proses emosional dan
intelektual, karena menggunakan perasaan
dan pikiran

wisnu hidayat
 Belajar adalah hasil kerja antar
manusia, saling memberi dan berterima
 Belajar adalah proses evolusi, tidak
dapat dipaksakan secara sekaligus

wisnu hidayat
5. Hal – hal yang harus dihindari
ketika memfasilitasi pembelajaran
wisnu hidayat
o Hindari menggurui
o Hindari memaksakan kehendak
o Jangan memaksakan hanya saya yang
tahu
o Hindari menyalahkan pembelajar
secara langsung

wisnu hidayat
o Hindari menyalahkan pelatih lain didepan
pembelajar
o Jangan langsung menjawab pertanyaan, beri
kesempatan pada pembelajar yang lain
o Hindari menguraikan sesuatu secara berbelit
o Hindari memberi contoh dengan menguraikan
pengalaman pribadi secara panjang lebar

wisnu hidayat
wisnu hidayat
6. Fasilitator yang efektif
o Mempersiapkan diri dng sebaik -
baiknya
o Memiliki sifat penyabar dan ramah
o Mampu berkomunikasi dengan baik
o Memiliki kemampuan humor yang
sopan
o Memiliki sifat fleksibel dan terbuka
o Menunjukan penampilan yang rapi

wisnu hidayat
wisnu hidayat
TERIMA KASIH