Anda di halaman 1dari 27

Adjustment Disorder

ABSTRAK

TUJUAN

METODE

HASIL

KESIMPULAN
TUJUAN

Gangguan penyesuaian dikonseptualisasikan


kembali dalam DSM-5 sebagai gangguan
terkait stres; Namun, selain dampak stressor
yang dapat diidentifikasi, spesifikasi konsep
stres, tetap tidak jelas. Penelitian ini adalah
yang pertama meneliti model stres yang ada
dari populasi umum, pada pasien yang
didiagnosis dengan gangguan penyesuaian,
dengan menggunakan desain longitudinal.
METODE

Sampel
penelitian
terdiri dari 108
pasien yang
METODE
diambil secara
berturut-turut
untuk
gangguan
penyesuaian.
HASIL

Terdapat perubahan dalam peserta


yang signifikan dari awal diamati
antara masuk rumah sakit sampai
HASIL
keluar rumah sakit berkaitan dengan
kesehatan mental, persepsi stres, dan
tekanan emosional (p, 0,001).
KESIMPULAN

Persepsi stres merupakan prediktor penting dalam


gangguan penyesuaian, dan tujuan pengobatan terkait
KESIMPULAN kesehatan mental bergantung dan dipengaruhi secara
signifikan oleh persepsi stres dan tekanan emosional.
.
instrument

Sumber
Stres
Ketahanan
Kesehatan Mental
Keberhasilan diri Reaksi
stres/ketegangan Kualitas
Optimisme
Reaksi hidup/dimensi
Kebahagiaan
stres/kekhawatiran mental
Komitmen Kualitas
Stresor/tuntutan
hidup/dimensi fisik
Sampel Yang diterima Populasi studi
evaluasi di RS 124, 108, tidak
pertama tidak mengisi mengisi
adalah 152 kuesioner 28 kuesioner 16
Emosional distres

Emosional distres adalah salah satu aspek seseorang


dengan Ads. Ada beberapa pendapat yang mengatakan
mengatakan bahwa hal ini erat kaitannya dengan tingkat
kecemasan dan gejala depresif
stres

Beberapa faktor
Gejala depresi
ADs

Kecemasan
Hasil Analisis Data
Karakteristik sampel

Kuesioner dijelaskan melalui personal digital assistants (PDA) kepada


semua pasien pada pertemuan 1, ke 2 dan ke 3.

152 pasien didekati dan sebanyak 124 pasien terdaftar di pertemuan


1, sedangkan 108 pasien yang merespon pada semua pertemuan.

Dipertemuan pertama. 76,3 % pasien tidak mengambil pengobatan,


sedangkan 14% menggambil antidepresan, 1% menggambil
tranquilizer, 1 % menggunakan barbiturate, dan 0.5% menggunakan
neuroleptic. Selanjutnya 1,5% pasien menggunakan berbagai macam
pengobatan yang disebut diatas.
konsistensi internal

Skala statistic yang digunakan:


•BRCS = Brief resilient coping scale
•SWOP = Questionnaire on self-efficacy and
optimism
•PSQ = Perceived stress questionnaire
•GAD-7 = Anxiety
•PHQ-9 = Depressive symptoms
•SF-9 = Mental health
Perubahan didalam sumber daya, stress
emosional, dan kesehatan mental

• Rata-rata kesehatan mental meningkat


secara signifikan selama tiga pertemuan
dan tekanan emosional (perasaan dari
stress yang dirasakan, gejala depresi, dan
kegelisahan) menurun.
Proposed Stress Model of ADs

T1
T3
(RESOURCES ?
(MENTAL
& STRESS
HEALTH)
PERCEPTION
Penelitian cross-sectional
sebelumnya

CFI & NFI


Peranan stres pada AD kurang
penelitian

Penelitian longitudinal :
Resources – Stress – Mental Health

Peranan stres pada AD


AD
-Variabel- • Gangguan yang
Rancangan secara khusus
Beta ICD-11 terkait dengan
stress

T3
(p<0.001)

Sesuai penelitian
sebelumnya
Intervensi Psikoterapi AD

Perbaikan
kualitas •Follow up 3 bulan dan 2 tahun
hidup

Studi •Tingkat kekronisan dan kebiasaan


•Prediktor terkuat memburuknya
Lanjutan pasien rawat inap
Interaksi
waktu

Hubungan antara
kesehatan mental dan stress

Usia Jenis
(16-40 tahun) kelamin
Stres merupakan prediktor mental yang paling
kuat sehingga sangat berkorelasi dengan
kesehatan mental. Efek longitudinal yang timbul
mengakibatkan sumber daya Kesehatan mental di
antara pasien AD tidak dapat dibentuk.

Menurut Tanaka, Rasio Ukuran sampel dengan


jumlah parameter bebas harus 20: 1. Dengan
ukuran sampel yang dibutuhkan adalah N = 600,
yang tidak tercapai dalam timeline studi saat ini.
• Gangguan emosional (gejala kecemasan) pada T1 paling
baik memprediksi kesehatan mental pasien AD di T3.
• Gejala Yang Timbul
1. Tingkat aktivasi
2. Disregulasi (kegagalan mengtur yg benar)
• Menurut Maercker and colleagues
Timing (Pemilihan Waktu) merupakan dasar yang
sangat penting dalam aktivitas hormonal dan
neurotransmiter (mis : Dopamin) Meningkat pada awal
stressor dan menurun seiring waktu.
Kelebihan penelitian
Desain longitudinal, yang mana Mengevaluasi
masalah yang berkaitan dalam stres di antara
orang sehat dengan ADS.

Keterbatasan penelitian
1. Semua tindakan bergantung pada self-reports
(Subjectif) tanpa penanda objektif (ex: Biomarkers)
2. Konsep teoritis yang menggunakan metode baru
mengenai dysfunctional transactional stress