Anda di halaman 1dari 46

KONSEP MANAJEMEN DALAM

KEPERAWATAN
MANAJEMEN
SATU DUA
!!!!!!!!!!! !!!!!!!!!!!!!
3

KONSEP MANAJEMEN
• Manajemen adalah ilmu atau seni tentang
bagaimana : menggunakan/memanfaatkan
sumber daya secara Efisien, memilih
alternatif kegiatan untuk mencapai tujuan
organisasi secara Efektif, dan Rasional
dalam pengambilan keputusan.
MANAJEMEN
Merupakan pendekatan yang dinamis dan proaktif
dalam menjalankan suatu kegiatan organisasi, yang
mencakup POACE terhadap staff, sarana dan
prasarana dalam mencapai tujuan ( Grant dan
massey 1999 )
Suatu ilmu dan seni perencanaan, pengarahan,
pengorganisasian dan pengontrol dari benda dan
manusia untuk mencapai tujuan yang ditentukan
sebelumnya.

Suatu proses dalam menyelesaikan pekerjaan


melalui orang lain ( Gillies )
Prinsip Dasar
Manajemen

Sebagai ilmu
terapan ( pada berkaitan dengan
organisasi rill kehidupan Keberhasilan
bukan organisasi yang organisasi akan
imajiner) didalamnya ada tercermin dari
 Perlu cabang kerjasama, ada kemahiran
ilmu lain ( sebagai pemimpin manajerial dan
komunikasi, dan klp yg dipimpin keterampilan teknik
psikologi,ekonomi, operasional
sosiologi dsb)
6
Ruang Lingkup Manajemen

• Melalui konsep Manajement By Objective


(MBO). Dimana pimpinan maupun staff harus
Pencapaia
n tujuan sepakat dan memahami tujuan organisasinya

• Kerjasama antara pimpinan dengan stafnya


untuk mencapai tujuan organisasi
Kerjasama • Staf merupakan Man power atau sumber
daya utama dalam organisasi

• Manusia sebagai sumber daya utama dalam


manajemen yg berinteraksi satu dng yg lainnya
Aspek • Diperlukan strategi pemimpin untuk
perilaku memotivasi semangat kerja staf dan proses
mekanisme pengambilan keputusan
Manusia
7
Lanjutan………….
• Fungsi manajemen merupakan langkah penting
yang wajib dikerjakan oleh manejer untuk
mencapai tujuan organisasi
Sebagai
Proses • Planning,Organizing, Actuating,Controlling
(POAC) menurut G.Terry
• Manajer perlu memiliki wawasan yg luas dan
terus megembangkan dirinya dengan
Sebagai mempelajari berbagai ilmu yg terkait dengan
Ilmu
Terapan tugas2nya

• Langkah praktisnya yaitu identifikasi masalah


dan merumuskan langkah-langkah praktis
untuk memecahkan masalah
Proses • Perlu penguasaan teknik identifikasi masalah
Pemecaha dan pemilihan alternatif terbaik untuk
n Masalah memecahkan (analisa situasi)
Fungsi – Fungsi Manajemen

1. Planning
 Gambaran tujuan yang akan dicapai
 Merumuskan tujuan
 langkah-langkah pencapaian tujuan
 Persiapan tindakan

Setiap organisasi pasti memiliki


perencanaan untuk mencapai tujuan
2. Organizing
 Merupakan tahap kedua setelah perencanaan
 Mengatur dan menentukan tugas staff
berdasarkan kemampuan staff
Mengatur sarana dan prasarana serta keuangan

3. Actuating
 Diperlukan seorang pemimpin yang mampu
menggerakan orang –orang untuk bekerja.
 Mampu menciptakan suasana kerja didasarkan
pada kesadaran diri ( motivasi dan kreatifitas )
4. Controling
 Agar Tujuan dapat tercapai sesuai dengan rencana
 Pegawasan terhadap staff, cara dan ketepatan waktu.
Pengendalian juga berfungsi agar kesalahan dapat
segera diperbaiki.

5. Evaluasi
Merupakan proses pengukuran dan perbandingan
hasil – hasil pekerjaan yang seharusnya dicapai.
Hakekat penilaian merupakan fase tertentu setelah
selesai kegiatan
PRINSIP – PRINSIP MANAJEMEN

1. Pembagian Pekerjaan
2. Kewenangan Dan Tanggung Jawab
3. Disiplin
4. Kesatuan Komando
5. Kesatuan Arah
6. Mementingkan Kepentingan Umum Daripada
Kepentingan Individu
7. Penghasilan Karyawan/ Staff
8. Sentralisasi
9. Jenjang Hirarki
10. Ketertiban
11. Keadilan
12. Inisiative
13. Kesetiakawanan
13

Manajemen
Keperawatan

Fungsi manajemen pada tiap tingkat


level digambarkan sebagai berikut :

TOP

MIDDLE

LOW
KETERAMPILAN SEORANG
MENEJER:

 Konseptual.
 Skill.
 Hubungan antar manusia.
15

JENIS KETERAMPILAN TIAP LEVEL


Manajemen
Keperawatan

MANAJER

TOP

MIDDLE

LOW
MANAJEMEN KEPERAWATAN

Proses pelaksanaan pelayanan keperawatan


melalui upaya staff keperawatan untuk
memberikan asuhan keperawatan secara
profesional baik kepada individu, keluarga dan
masyarakat
Menejer keperawatan dituntut untuk
melakukan POACE dalam memanfaatkan sarana
dan prasarana yang ada  dapat meberikan
ASKEP yang seefektif dan seefisien mungkin
bagi individu, keluarga dan masyarakat
PERANAN MANAJEMEN DALAM PROSES
KEPERAWATAN

 Proses adalah satu rangkaian kegiatan yang


mengarah pada suatu pencapaian tujuan
 Tujuan akhir dari Proses Keperawatan
adalah berupa pembebasan dari gejala/resiko,
komplikasi, serta peningkatan pengetahuan ttg
kesehatan
 Tujuan akhir dari Proses Manajemen
Keperawatan adalah bagaimana memberikan
perawatan yang efektif dan ekonomis bagi
semua kelompok pasien
Proses manajemen yang mendukung
proses keperawatan
( Gillies, 1996 )
Proses keperawatan

Pengkajian Diagnosis Perencanaan Implementasi Evaluasi

Pengumpulan perencanaan pengelolaan kepegawaian kepemimpinan pengawasan


data

Proses manajemen

BAGAN PERANAN MANAJEMEN DALAM KEPERAWATAN


 Proses manajemen keperawatan sejalan dengan
proses keperawatan sebagai satu metode
pelaksanaan keperawatan secara profesional 
diharapkan keduanya dapat saling mendukung.
Kerangka Konsep Dasar Manajemen
Keperawatan

• Kerangka konsep dasar manajemen


keperawatan adalah nanajemen
partisipatif yang berlandaskan pada
paradigma keperawatan yang terdiri
atas manusia, perawat/keperawatan,
kesehatan, dan lingkungan.
1. Manusia, dalam manajemen partisipatif
adalah individu, keluarga/masyarkat yang
diberikan pelayanan keperawatan melalui
pelaksanaan tugas keperawatan yang
teroganisasi, terarah, terkoordinasi dan
terintegrasi dalam rentang kendali yang
ditetapkan.
2. Perawat/keperawatan adalah tenaga
keperawatan baik tingkat manajerial
puncak, menengah, maupun bawah, dan
para pelaksana keperawatan yang berada
dalam rentang komunikasi untuk bekerja
sama memberikan pelayanan keperawatan
sesuai dengan standar praktik keperawatan
3. Aspek kesehatan merupakan kisaran
hasil keperawatan yang berorientasi pada
beberapa dimensi pelayanan terhadap
individu, keluarga, dan masyarakat
melalui upaya mencegahan,
mempertahankan, meningkatkan dan
memulihkan.
4. Aspek lingkungan merupakan area
kewenangan dan tanggungjawab
keperawatan baik selama pasien berada
dalam institusi pelayanan maupun
persiapan menjelang pulang.
Filosofi Manajemen Keperawatan
• Filosofi adalah keyakinan yang dimiliki
individu atau kelompok yang
mengarahkan setiap pelaksanaan kegiatan
individu atau kelompok kepada
pencapaian tujuan bersama (Gillies,).
• Filosofi manajemen keperawatan
merupakan keyakinan yag dimiliki oleh
tim keperawatan yang bertujuan untuk
memberikan asuhan keperawatan
berkualitas melalui pembagian kerja,
koordinasi, dan evaluasi.
• Dalam manajemen keperawatan, filosofi
dapat diaktuali sasikan dengan meyakini
bahwa mengerjakan hari uni lebib baik
dari esok.
• Manajerial keperawatan merupakan
fungsi utama bidang keperawatan.
• Peningkatan mutu kinerja perawat berarti
peningkatan pengetahuan bagi perawat
pelaksana yang merupakan tanggung
jawab bidang keperawatan. Melalui
pendidikan berkelanjutan
Prinsip-prinsip Yang Mendasari
Manajemen Keperawatan

1. Manajemen keperawatan berlandaskan


Perencanaan  melalui fungsi perencanaan
 pimpinan dapat menurunkan resiko dalam
pengambilan keputusan serta pemecahan masalah
yang efektif dan terencana.
2. Manajemen keperawatan dilaksanakan melalui
penggunaan waktu yang efektif. Manajer
keperawatan yang menghargai waktu akan
menyusun perencanaan yang terprogram dengan
baik dan melaksanakan kegiatan sesuai dengan
waktu yang telah ditentukan sebelumnya.
3. Melibatkan pengambilan keputusan diberbagai
tingkat managerial.
4. Memenuhi kebutuhan asuhan keperawatan
pasien merupakan fokus perhatian manajer.
Kepuasan pasien merupakan poin utama dari
seluruh tujuan keperawatan.
5. Manajemen keperawatan harus terorganisir.
Pengorganisasian dilakukan sesuai dengan
kebutuhan organisasi untuk mencapai tujuan.
6. Pengarahan yang meliputi proses
pendelegasian, supervisi, koordinasi dan
pengendalian pelaksanaan rencana yang telah
diorganisasikan.
7. Divisi keperawatan yang baik memotivasi
karyawan untuk memperlihatkan penampilan
kerja yang baik.
8. komunikasin yang efektif. Komunikasi yang
efektif mengurangi kesalah pahaman dan
memberikan persamaan pandangan, arah dan
pengertian diantara staff
9. Pengembangan staf penting untuk
dilaksanakan sebagai upaya persiapan perawat
pelaksana menduduki posisi yang lebih tinggi
atau upaya manajer untuk meningkatkan
pengetahuan karyawan.
10. Pengendalian merupakan elemen
manajemen keperawatan yang meliputi penilaian
pelaksanaan rencana yang telah dibuat,
membandingkan penampilan dengan standar
dan memperbaiki kekurangan.
Lingkup Manajemen Keperawatan

1. Manajemen operasional
Pelayanan keperawatan di rumah sakit dikelola
oleh bidang keperawatan yang terdiri dari 3
tingkatan manajerial, yaitu:

Manajemen puncak ( TOP )


 Manajemen menengah ( midlle )
 Manajemen bawah ( Lower )
31
MANAJER KEPERAWATAN Manajemen
Keperawatan

Top
KABID KEPERAWATAN

Midle
KASE KEPERAWATAN

Low
KEPALA RUANGAN
2. Manajemen asuhan keperawatan

Manajemen asuhan keperawatan merupakan


suatu proses keperawatan yang menggunakan
konsep – konsep manajemen didalamnya seperti
perencanaan, pengorganisasian, pengarahan
dan pengendalian serta evaluasi
 salah satu contoh manajemen asuhan
keperawatan adalah menjalankan MPKP
Manajemen Keperawatan di Masa
Datang
• Pola sistem pelayanan  1990 perkembangan
ekonomi dan teknologi  pelayanan kesehatan
termasuk pelayanan keperawatan bersifat
kuratif dan orientasinya berdasarkan
perkembangan penyakit.
• Pola sistem pelayanan abad 21  berorientasi
pada aspek kesehatan lebih bersifat
multidimensi . Hal ini mempersiapkan sikap
konsumerisme dan pengguna pelayanan
kesehatanpreventif
• Saat ini Peran keperawatan yang sempit,
berorientasi pada penyakit dan
ketergantungan yang tinggi pada tim
kedokteran serta pelaksanaan tugas-tugas
yang berasal dan pendelegasian berganti
menjadi peran yang diterapkan secara
fleksibel dan independen berdasarkan
rentang sehat-sakit.
• Fungsi keperawatan dilaksanakan secara
langsung tetapi masih didominasi oleh
profesi kedokteran  adanya kebijakan
legislasi memungkinkan perawat
melakukan asuhan keperawatan yang
bersifat preventif, promosi dan
rehabilitasi yang berdasarkan standar
keperawatan melalui
interaksi tim.
Agar dapat melakukan peran baru
tersebut, perawat harus memperhatikan
berbagai hal, antara lain perawat harus ;

1. memiliki karakteristik kemampuan


menjalankan praktik keperawatan sesuai
dengan kiat profesi dengan penuh
tanggungj jawab dan bertanggung gugat.

2. Mampu memelihara hubungan antar-


sejawat dengan saling menghargai, saling
memercayai dan menunjang.
3. mampu berkomunikasi dan memahami
perbedaan dalam praktik keperawatan.

4. berperan aktif dalam menentukan jadwal


dan perencanaan

5. menjadi lebih mandiri dalam mengatasi


konflik.
• Karakteristik kemampuan ini diperlukan
karena jenis pekerjaan keperawatan di
waktu mendatang akan lebih terintegrasi,
lebih terstandardisasi, dan lebih
terintegrasi dengan aspek lain sehingga
memerlukan kebebasan yang tinggi dan
kemampuan untuk menerima tanggung
jawab untuk memahami pekerjaan orang
lain.
• Sebaliknya, sebagai dampak dan
perubahan peran fungsi dan tanggung
jawab ini
• perilaku tenaga pelaksana keperawatan
diperkirakan akan menjadi tidak patuh,
tidak terikat pada peran, fungsi ataupun
hasil pekerjaan lebih individual, lebih
sistematis, ingin berpartisipasi penuh
dalam memilih gaji, manfaat dan kondisi
kerja.
• Keadaan ini mungkin dapat meningkatkan
proses kelompok ketika interaksi,
dorongan dan hubungan, komunikasi, dan
pertukaran informasi pun meningkat.
• Dengan demikian, partisipasi akan
meningkatkan hubungan di lingkungan
kerja dan produktivitas.
• Situasi dan arah perkembangan
keperawatan di atas merupakan tantangan
bagi manajer keperawatan karena mereka
harus dapat menginformasikan,
mengartikan filosofi institusi dan
pelayanan keperawatan, keyakinan dasar,
kerangka kerja manajemen keperawatan,
dan tujuan dan institusi bidang
keperawatan semua kegiatan menuju ke
satu arah yang disepakati bersama.
Strategi Pelaksanaan Manajemen
Keperawatan di Masa Mendatang

• Mempertimbangkan perkembangan dan


perubahan situasi Yang berkaitan dengan
kegiatan keperawatan di masa mendatang,
• manajer keperawatan di ruangan akan
berpotensi menghadapi beberapa
permasalahan.
• Untuk mengurangi kendala dan
permasalahan manajerial yang timbul
sebagai akibat perubahan peran, fungsi
dan tanggungjawab manajer
keperawatan diperlukan pendekatan yang
tepat.
• Salah satu metode yang diharapkan
mampu tnengakomodasi permasalahan
iersebut adalah dengan mengaplikasikan
manajemen partisipatif.
• Manajemen partisipatif dilaksanakan
berdasarkan filosofi kepercayaan antar pihak
yang terlibat dalam manajemen.
• Bawahan dipercaya untuk menyelesaikan tugas,
melaporkan penyimpangan, dan menilainya
serta menyampaikan hasil pencapaian akhir.
• Manajemen partisipatif dilakukan juga
berdasarkan kerangka kerja praktik profesional
yang menghargai kebebasan, mempertahankan
dukungan, harapan yang jelas, sumber daya
yang memadai, dan situasi organisasi yang
terbuka untuk menciptakan hubungan.
• Dalam suatu manajemen organisasi yang
baik, keterbukaan di antara individu yang
terlibat merupakan kunci sukses dalam
menentukan prioritas dan menerima
perubahan.
• Dengan keterbukaan dan setiap tingkatan
manajerial keperawatan dapat diharapkan
akan menghasilkan pembuatan keputusan
yang tepat.