Anda di halaman 1dari 7

Konsep Dasar Statistik

Ikes Dwiastuti, M.Epid

Pertemuan II
STIKES MB Palopo
Pengertian
 Statistik adalah sekumpulan konsep dan metode yang
digunakan untuk mengumpulkan dan menginterpretasi data
tentang bidang kegiatan tertentu dan mengambil kesimpulan
dalam situasi dimana ada ketidakpastian dan variasi.
 Statistik  Bahasa Latin : Status artinya negara
 Dikaitkan dengan penyajian fakta-fakta dan angka-angka
tentang situasi perekonomian, kependudukan, dan politik.
Pembagian Statistik
 Statistik Deskriptif
 Kegiatan mulai dari pengumpulan data sampai
mendapatkan informasi dengan jalan menyajikan dan
analisis data yang telah terkumpul atau sengaja
dikumpulkan.
 Ex. Informasi yg diperlukan dalam sensus pddk untuk
menggambarkan karakteristik pddk diperlukan data :
umur , jenis kelamin, status perkawinan, dsb.
 Statistik Inferens
 Kumpulan cara atau metode yang dapat
menggeneralisasi nilai-nilai dari sampel yang sengaja
dikumpulkan menjadi nilai populasi
 Ex. SUSENAS pengambilan sampel sesuai dengan blok
sensus, hasil.y sebagai gambaran SE Indonesia
Data
 Data (KBBI) : keterangan yang benar dan nyata
 Data : bentuk jamak dari kata datum. Tidak ada istilah data-data
 Data : Segala keterangan atau informasi yang dapat memberikan
gambaran tentang suatu keadaan.
 Jenis Data
 Menurut cara memperolehnya :
 Primer : Data yang dikumpulkan lgsng oleh peneliti
 Sekunder : Data yang dikumpulkan dari hasil pengumpulan oleh
sumber/pihak lain
 Menurut sifatnya :
 Kualitatif : Data yang berupa ciri2/karakteristik tertentu. Mis. SB,
B,CB,KB,TB
 Kuantitatif : Data yang berupa bilangan/angka2.
 Data diskrit : data yang mempunyai satuan utuh. Jumlah dokter, Jumlah ibu, dst
 Data Kontinyu : data yang mempunyai satuan tidak utuh. BB Bayi, Panjang BB,
Usia Ibu
Pengumpulan Data
 Variabel
 Suatu sifat yang akan diukur atau diamati yang
nilainya bervariasi antara satu objek ke objek
lainnya
 Ex. Mengamati bayi baru lahir, variabel yang
diamati : BB, PB bervariasi antara bayi
 Agregate
 Keseluruhan kumpulan nilai observasi yang
merupakan suatu kesatuan dan setiap nilai
observasi hanya mempunyai arti sebagai bagian
dari keseluruhan tsb
Skala Pengukuran Variabel
 Skala Nominal
 Data hanya bisa membedakan. Sederajat. Setiap objek
masuk dalam salah satu kelompok. Tidak tumpang
tindih
 Ex. Jenis Kelamin, Agama
 Skala Ordinal
 Membagi objek masuk dalam satu kelompok, antara
kelompok ada hubungan. Ada tingkatan. Jarak belum
diketahui
 Ex. Pendidikan : SD, SMP, SMA, PT
Skala Pengukuran Variabel
 Skala Interval
 Membagi objek ke menjadi kelompok ttt dan dapat
diurutkan jaraknya. Kelipatan belum ada
 Ex. IQ : 100, 120, 150
pengukuran suhu : 25 derajat, 40 derajat
 Skala Ratio
 Membagi objek menjadi kelompok ttt dan dapat
diurutkan jaraknya, ada kelipatan
 Ex. Berat Badan