Anda di halaman 1dari 17

Arthritis Reumatoid (AR)

KELOMPOK 1
Chanti melnawati (043-315-15-1-002)
Milawati oktaviani (043-315-15-1-016)
Santi susanti (043-315-15-1-025)
Siti halimatusadiah (043-315-15-1-026)
Tia suhada (043-315-15-1-028)
Utami nur ulsiyah (043-315-15-1-030)
Definisi

Artritis Rematoid (AR) adalah penyakit


peradangan sistemis kronis yang tidak
diketahui penyebabnya dengan
manifestasi pada sendi perifer dengan
pola simetris.
Penyakit RA ini merupakan kelainan
autoimun yang menyebabkan inflamasi
sendi yang berlangsung kronik dan
mengenai lebih dari lima sendi
(poliartritis) (Pradana, 2012).
KLASIFIKASI
Buffer (2010) Status fungsional pasien dengan RA dapat
dibagi dalam beberapa tipe, yaitu sebagai
mengklasifikasikan berikut.
reumatoid arthritis menjadi Tipe 1: Mampu melakukan aktivitas hidup
4 tipe, yaitu: sehari-hari secara komplet.
1. Reumatoid arthritis klasik Tipe 2: mampu melakukan aktivitas
perawatan diri dan kegiatan pekerjaan tapi
2. Reumatoid arthritis defisit terbatas pada kegiatan hobi.

3. Probable Reumatoid Tipe 3: mampu melakukan aktivitas


perawatan diri sendiri tapi terbatas pada
arthritis kegiatan pekerjaan dan hobi.
4. Possible Reumatoid Tipe 4: kemampuan terbatas untuk
arthritis melakuakan aktivitas perawatan diri,
pekerjaan, dan hobi.
Etiologi

Etiologi RA belum diketahui dengan pasti. Namun, kejadiannya dikorelasikan


dengan interaksi yang kompleks antara faktor genetik dan lingkungan (Suarjana,
2009).
1. Genetik
2. Hormon Sex
3. Faktor Infeksi
4. Heat Shock Protein (HSP)
5. Faktor Lingkungan
Patofisiologi
 Inflamasi mula-mula mengenai sendi-sendi sinovial seperti
edema, kongesti vaskular, eksudat febrin dan infiltrasi
selular. Peradangan yang berkelanjutan, sinovial menjadi
menebal, terutama pada sendi artikular kartilago dari
sendi. Pada persendian ini granulasi membentuk pannus,
atau penutup yang menutupi kartilago. Pannus masuk ke
tulang sub chondria. Jaringan granulasi menguat karena
radang menimbulkan gangguan pada nutrisi kartilago
artikuer. Kartilago menjadi nekrosis.
 Tingkat erosi dari kartilago menentukan tingkat
ketidakmampuan sendi. Bila kerusakan kartilago sangat
luas maka terjadi adhesi diantara permukaan sendi, karena
jaringan fibrosa atau tulang bersatu (ankilosis). Kerusakan
kartilago dan tulang menyebabkan tendon dan ligamen jadi
lemah dan bisa menimbulkan subluksasi atau dislokasi dari
persendian. Invasi dari tulang sub chondrial bisa
menyebkan osteoporosis setempat.
Pathway
Gejala dan tanda Definisi
Manifestasi klinis Kaku pagi hari (morning
stiffness)
Kekakuan pada sendi dan sekitarnya yang berlangsung paling
sedikit selama 1 jam sebelum perbaikan maksimal

Artritis pada 3 persendian Paling sedikit 3 sendi secara bersamaan menunjukkan


Stadium sesuai manifestasinya atau lebih pembengkakan jaringan lunak atau efusi (bukan hanya
sebagai berikut. pertumbuhan tulang saja) yang diobservasi oleh seorang
dokter. Ada 14 daerah persendian yang mungkin terlibat
1. Stadium sinovitis. yaitu PIP, MCP, pergelangan tangan, siku, lutut, pergelangan
kaki dan MTP kanan atau kiri
2. Stadium destruksi
Artritis pada persendian Paling sedikit ada satu pembengkakan (seperti yang
3. deformitas tangan disebutkan di atas) pada sendi: pergelangan tangan, MCP
atau PIP
Manfestasi artikular RA terjadi Artritis yang simetrik Keterlibatan sendi yang sama pada kedua sisi tubuh secara
secara simetris berupa bersamaan (keterlibatan bilateral sendi PIP, MCP atau MTP
dapat diterima walaupun tidak mutlak bersifat simetris)
inflamasi sendi, bursa, dan
sarung tendo yang dapat Nodul rheumatoid Adanya nodul subkutan pada daerah tonjolan tulang ,
menyebabkan nyeri, bengkak, permukaan ekstensor atau daerah juxtaartikular yang
dan kekakuan sendi, serta diobservasi oleh dokter
Faktor rheumatoid serum Adanya titer abnormal faktor rheumatoid serum yang
hidrops ringan positif diperiksa dengan metode apapun, yang memberikan hasil
positif <5% pada kontrol subyek normal
Perubahan gambaran Terdapat gambaran radiologis yang khas untuk RA pada foto
radiologis posterioanterior tangan dan pergelangan tangan, berupa
erosi atau dekalsifikasi tulang yang terdapat pada sendi
atau daerah yang berdekatan dengan sendi (perubahan
akibat osteoartritis saja tidak memenuhi persyaratan)
Pemeriksaan diagnostik
a. Reaksi-reaksi aglutinasi
b. LED
c. Protein C-reaktif
d. SDP
e. JDL
f. Ig (IgM dan IgG)
g. Sinar x dari sendi yang sakit
h. Scan radionuklida
i. Artroskopi langsung
j. Aspirasi cairan sinovial
k. perdarahan, produk-produk pembuangan degeneratif); elevasi SDP
danleukosit, penurunan viskositas dan komplemen (C3 dan C4).
l. Biopsi membran sinovial : Menunjukkan perubahan inflamasi Bone
m. scanning : temuan dapat membantu membedakan inflamasi dan
perkembangan panasdari perubahan yang bisa menyebabkan
Penatalaksanaan
1. Penatalaksanaan medik pada pasien RA diantaranya sebagai berikut.
2. Pendidikan : meliputi tentang pengertian, patofisiologi, penyebab, danprognosis penyakit ini.
3. Istirahat : karena pada RA ini disertai rasa lelah yang hebatc)
4. Latihan : pada saat pasien tidak merasa lelah atau inflamasi berkurang,ini bertujuan untuk
mempertahankan fungsi sendi pasiend)
5. Termoterapie
6. Gizi yaitu dengan memberikan gizi yang tepatf
7. Pemberian Obat-obatan :
Anti Inflamasi non steroid (NSAID) contoh:aspirin yang diberikanpada dosis yang telah ditentukan.
Obat-obat untuk Reumatoid Artitis :
Acetyl salicylic acid, Cholyn salicylate (Analgetik, Antipyretik,Anty Inflamatory)
Indomethacin/Indocin(Analgetik, Anti Inflamatori)
Ibufropen/motrin (Analgetik, Anti Inflamatori)
Tolmetin sodium/Tolectin(Analgetik Anti Inflamatori)
Naproxsen/naprosin (Analgetik, Anti Inflamatori)
Sulindac/Clinoril (Analgetik, Anti Inflamatori)
Piroxicam/Feldene (Analgetik, Anti Inflamator
KOMPLIKASI
 Neuropati perifer mempengaruhi saraf yang paling sering terjadi ditangan dan
kaki. Hal ini dapat menyebabkan kesemutan, mati rasa, atau rasa terbakar.
 Anemia
 Skleritis Infeksi
 Masalah GI
 Osteoporosis
 Penyakit paru
 Penyakit jantung
 Sindrom sjogren
 Sindrom felty
 Limfoma dan kanker lainnya
 Sindrom aktivasi makrofag
Penceghan
 Jaga asupan cairan tubuh anda tinggi. Sekitar 8 sampai 16
gelas(sekitar 2 sampai 4 liter) air setiap hari.
 Batasi atau menghindari alkohol.
 Makan diet seimbang. Makanan sehari-hari Anda harus
menekankanbuah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan bebas
atau rendah lemak susuproduk-lemak.
 Dapatkan protein dari lemak susu produk-rendah.
 Batasi konsumsi daging, ikan dan unggas.
 Menjaga berat badan yang diinginkan.
DIAGNOSA
 Nyeri akut berhubungan dengan agen pencedera : distensi jaringan oleh
akumulasi cairan/destruksi sendi
 Mobiltas fisik, kerusakan berhubungan dengan deformitas skeletal
 Resiko cedera berhubungan denagn kerusakan mobilitas fisik
 Gangguan citra tubuh berhubungan dengan perubahan penampilan
 Defisit perawatan diri berhubungan dengan kerusakan musculoskeletal,
penurunan kekuatan, daya tahan, nyeri pada waktu bergerak, depresi.
 Kurang pengetahuan mengenai penyakit berhubungan dengan kesalahan
interpretasi informasi
PERENCANAAN
HATUR NUHUN