Anda di halaman 1dari 8

Nama Kelompok :

• Agung Sidiq
• Heriady Harianja
• Raka Noerman K
• Rizki Pratama P
• Wansa Lendra D
• Belanda yang ingin kembali menguasai
wilayah Indonesia terus melakukan
tindakan-tindakan untuk merebut kembali
wilayah-wilayah Indonesia. Oleh karena
itu, bangsa Indonesia berjuang untuk
merebut kembali wilayah-wilayahnya baik
melalui perjuangan bersenjata maupun
melalui jalan perundingan.
• Negara boneka adalah negara yang secara resmi merdeka
dan diakui kedaulatannya namun secara de-facto berada di
bawah kontrol negara lainnya. Melalui negara-negara boneka
yang dibentuknya, Belanda membentuk Pemerintahan Federal
dengan Van Mook sebagai kepala pemerintahannya.
• Berikut adalah negara-negara boneka ciptaan Belanda:
• 1.Negara Indonesia Timur
• 2.Negara Sumatera Timur
• 3.Negara Sumatera Selatan
• 4.Negara Jawa Timur
• 5.Negara Pasundan
• 6.Negara Madura
• Perjanjian Roem Royen adalah sebuah perjanjian antara Indonesia dengan
Belanda yang ditandatangani pada tanggal 7 Mei 1949, kemudian
dibacakan kesanggupan kedua belah pihak untuk melaksanakan resolusi
dewan keamanan PBB tertanggal 28 januari 1949 dan persetujuannya
tanggal 23 Maret 1949. Namanya diambil dari kedua pemimpin delegasi,
Mohammad Roem dan J. H. van Roijen.
• Pada tanggal 22 Juni 1949 diselenggarakan perundingan segitiga antara
Republik Indonesia, BFO dan Belanda. Perundingan itu diawasi PBB yang
dipimpin oleh Chritchley, diadakan dan menghasilkan keputusan:
• 1. Kedaulatan akan diserahkan kepada Indonesia secara utuh dan tanpa
syarat sesuai perjanjian Renville pada 1948
• 2. Belanda dan Indonesia akan mendirikan sebuah persekutuan dengan
dasar sukarela dan persamaan hak
• 3. Hindia Belanda akan menyerahkan semua hak, kekuasaan, dan kewajiban
kepada Indonesia
• Konferensi Inter Indonesia merupakan konferensi yang berlangsung antara negara Republik
Indonesia dengan negara-negara boneka atau negara bagian bentukkan Belanda yang
tergabung dalam BFO. Pada awalnya pembentukkan BFO ini diharapkan oleh Belanda akan
mempermudah Belanda untuk kembali berkuasa di Indonesia. Namun sikap negara-negara
yang tergabung dalam BFO berubah setelah Belanda melancarkan agresi militernya yang
kedua terhadap Indonesia. Karena simpati dari negara-negara BFO ini maka pemimpin-
pemimpin Republik Indonesia dapat dibebaskan dan BFO jugalah yang turut berjasa dalam
terselenggaranya Konferensi Inter-Indonesia. Hal itulah yang melatarbelakangi
dilaksanaklannya Konferensi Inter-Indonesia pada bulan Juli 1949.
• Hasil kesepakatan dari Konferensi Inter-Indonesia adalah:
• 1)Negara Indonesia Serikat disetujui dengan nama Republik Indonesia Serikat (RIS)
berdasarkan demokrasi dan federalisme (serikat).
• 2)RIS akan dikepalai oleh seorang Presiden dibantu oleh menteri-menteri yang bertanggung
jawab kepada Presiden.
• 3)RIS akan menerima penyerahan kedaulatan, baik dari Republik Indonesia maupun dari
kerajaan Belanda.
• 4)Angkatan perang RIS adalah angkatan perang nasional, dan Presiden RIS adalah Panglima
Tertinggi Angkatan Perang RIS.
• 5)Pembentukkan angkatan Perang RIS adalah semata-mata soal bangsa Indonesia sendiri.
Angkatan Perang RIS akan dibentuk oleh Pemerintah RIS dengan inti dari TNI dan KNIL serta
kesatuan-kesatuan Belanda lainnya.
• D.Konferensi Meja Bundar (KMB)Suasana sidang Konferensi Meja BundarKonferensi Meja
Bundar adalah sebuah pertemuan antara pemerintah Republik Indonesia dan Belanda yang
dilaksanakan di Den Haag, Belanda dari 23 Agustus hingga 2 November 1949Hasil dari
Konferensi Meja Bundar (KMB) adalah:
• 1)Serahterima kedaulatan dari pemerintah kolonial Belanda kepada Republik Indonesia
Serikat, kecuali Papua bagian barat. Indonesia ingin agar semua bekas daerah Hindia
Belanda menjadi daerah Indonesia, sedangkan Belanda ingin menjadikan Papua bagian barat
negara terpisah karena perbedaan etnis. Konferensi ditutup tanpa keputusan mengenai hal ini.
Karena itu pasal 2 menyebutkan bahwa Papua bagian barat bukan bagian dari serahterima,
dan bahwa masalah ini akan diselesaikan dalam waktu satu tahun.
• 2)Dibentuknya sebuah persekutuan Belanda-Indonesia, dengan monarki Belanda sebagai
kepala negara
• 3)Pengambil alihan hutang Hindia Belanda oleh Republik Indonesia Serikat
• 4)Keradjaan Nederland menjerahkan kedaulatan atas Indonesia jang sepenuhnja kepada
Republik Indonesia Serikat dengan tidak bersjarat lagi dan tidak dapat ditjabut, dan karena
itu mengakui Republik Indonesia Serikat sebagai Negara yang merdeka dan berdaulat.
• 5)Republik Indonesia Serikat menerima kedaulatan itu atas dasar ketentuan-ketentuan pada
Konstitusinja; rantjangan konstitusi telah dipermaklumkan kepada Keradjaan Nederland.
6)Kedaulatan akan diserahkan selambat-lambatnja pada tanggal 30 Desember 1949
7)Rantjangan Piagam Penjerahan Kedaulatan.
• Selama Indonesia dan Belanda bertikai, PBB turut membantu dalam setiap usaha penyelesaian
pertikaian antara tahun 1945-1950. Pada tanggal 24 januari 1949 Dewan Keamanan
PBBmengeluarkan resolusi yang disetujui oleh semua negara anggota, yaitu:
• 1.Membebaskan Presiden dan Wakil Presiden serta pemimpin-pemimpin Republik Indonesia
yang ditangkap pada tanggal 19 Desember 1948.
• 2.Memerintahkan KTN agar memberikan laporan lengkap mengenai situasi di Indonesia sejak
19 Desember 1948.Hasil-hasil keputusan PBB lainnya adalah :1.Piagam Pengakuan Kedaulatan
27 Desember 1949.2.Pembentukkan RIS.
• 3.Pembentukkan Uni Indonesia-Belanda.
• 4.Pembubaran tentara KNIL dan KL yang diintegrasikan kedalam APRIS.
• 5.Piagam tentang kewarganegaraan.
• 6.Persetujuan tentang ekonomi keuangan.
• 7.Masalah Irian Barat akan dibicarakan kembali setahun kemudian.
• Sebagian besar negara bagian yang tergabung dalam RIS mendukung
untuk terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), hanya dua
orang saja yang mendukung sistem federal yaitu Sultan Hamid II dan Anak
Agung Gede Agung. Pada tanggal 19 Mei 1950, diadakan persetujuan
antara RIS dengan RI untuk mempersiapkan prosedur pembentukkan negara
kesatuan. Pihak RIS diwakili oleh Mohammad hatta dan pihak RI diwakili
oleh dr. Abdul Halim. Pertemuan tersebut sepakat untuk mendirikan NKRI.
UUD NKRI dirancang oleh panitia yang dipimpin oleh Prof. Dr. Soepomo.
UUD NKRI mengandung unsur UUD 1945 dan UUD RIS. Pada tanggal 14
Agustus 1950, rancangan UUD NKRI disetujui oleh parlemen RIS serta
KNIP.Pada tanggal 15 Agustus 1950, Presiden Soekarno menandatangani
Rancangan Undang-Undang dasar NKRI menjadi UUD 1950. Pada tanggal
17 Agustus 1950 RIS resmi dibubarkan dan dibentuk NKRI dengan UUDS
1950 sebagai konstitusinya.