Anda di halaman 1dari 28

Laporan Kasus

TYPHOID FEVER
Pembimbing : dr. Sri Redjeki Sp.A

OLEH: PRATIKNYO DIPO L


MUCHLISSATUS SHOLICHAH
Pendahuluan

- Demam enterik : (area kompetensi 4)


penyakit sistemik akut akibat infeksi bakteri
Salmonella typhi dan Salmonella parathypi.

- Penularan : fecal – oral route

- Predisposisi :
Higinitas & sanitasi ↓
Sistem imun lemah
Produksi asam lambung ↓

Page 2
Epidemiologi

- Banyak terjadi di negara berkembang


- USA: + 400-500 kasus/tahun
- Penularan di daerah endemik sebagian besar melalui air

Carier:
- Beberapa karier tidak memiliki riwayat penyakit klinis
- + 3% pasien yg tdk diobati

Page 3
Gejala & Tanda

Masa inkubasi (8-14 hr atau sampai 30 hr), disertai


gejala prodromal:
-Demam (3-4 mgg)  step ladder themperature chart
-Sakit kepala
-Kelemahan
-Arthralgia
-Batuk kering, faringitis *
-Nyeri perut
-Anoreksia

Page 4
 Konstipasi (minggu awal)  diare (setelah 2 mgg) 
< 5% perforasi intestinal (perdarahan)
 10% pasien: rose spots (tanda kemerahan) pada
thoraks & abdomen, serta lesi pucat di mgg ke 2 &
sembuh dlm 2-5 hari.
 Pneumonia  berkembang 2-3 mgg (secondary inf.)
 Gejala SSP (delirium, stupor, koma)  kasus berat

Rose Spots Lasi kulit

Page 5
Identitas Pasien

Nama : An. E

Umur : 3 tahun

Jenis kelamin : Perempuan

Agama : Islam

Alamat : Singonegaran , Banyuwangi

Suku : Jawa

No. RM : 15-29-**

Page 6
Anamnesa

Keluhan utama :

Demam

Riwayat Penyakit Sekarang :

Pasien datang diantar kedua orang tuanya dengan keluhan demam


sejak 3 hari yang lalu. Demam naik turun, meningkat pada sore hingga
malam hari dan dirasa bekurang saat pagi hari. Demam di ikuti rasa mual,
muntah 5x berisi makanan, lemas, sakit kepala, dan nafsu makan menurun.
Batuk (+), nyeri tekan perut bagian tengah (+). Pasien mengaku pilek (-),
mimisan (-), gusi berdarah (-) BAB dan BAK tidak ada keluhan.

Page 7
Riwayat Penyakit Dahulu

- Riwayat infeksi saluran napas : disangkal


- Riwayat Tifoid fever : saat umur 2 tahun
- Riwayat kejang : disangkal

Riwayat Tumbuh Kembang :


- An. W dilahirkan secara spontan dan ditolong oleh bidan. Ibu mengaku
selama tidak memiliki masalah selama kehamilan dan tidak mengkonsumsi
obat-obatan tertentu
- Ibu An. W mengatakan bahwa selama pertumbuhan dan perkembangan
tidak mengalami masalah

Page 8
Imunisasi Jumlah

Hepatitis B I, II, III (usia 0, 1, 6 bulan)

BCG I (usia 1 bulan)

DPT I, II, III (usia 3, 4, 5 bulan)

Polio I, II, III, IV (usia 1mgg, 2, 4, 5 bulan)

Campak I (usia 9 bulan)

Page 9
Riwayat Pengobatan :
Diberikan obat paracetamol tidak membaik

Riwayat Penyakit Keluarga :


• Penyakit Hipertensi : kakek pasien
• Penyakit infeksi paru : disangkal
• Penyakit jantung : disangkal

Riwayat Alergi :
Tidak ada alergi obat.

Riwayat Makanan :
Pasien minum susu formula cokelat dan makan 3
kali sehari , buah dan sayur

Page 10
4. Pemeriksaan Fisik

1. Keadaan Umum: tampak lemah ; kesadaran : composmentis

2. Tanda Vital

TD : 90/70mmHg T : 39 oC

Nadi : 102 x/menit BB : 12 kg

RR : 28 x/menit

1. Kulit : turgor normal, ikterik (-), sianosis (-), pucat (-),

ptechie (-), eritema (-)

1. Kepala : bentuk normochepal, massa (-)

2. Mata : conjungtiva anemis (-/-), sclera ikterik (-/-)

3. Hidung : nafas cuping hidung (-/-), rhinorrhea (-/-),epistaksis (-/-)

4. Mulut : mukosa bibir pucat (-), sianosis bibir (-), bibir kering (-), lidah

kotor (+)

Page 11
•Telinga : otorrhea (-/-), pendengaran berkurang (-/-)
•Tenggorokan : tonsil membesar (-), faring hiperemis (-)
• Leher : lesi kulit (-), pembesaran KGB dan tiroid (-)
•Thoraks
Simetris, retraksi subkostal (-), pembesaran kelenjar limfe (-)
•Cor : I : ictus cordis tak tampak
P : ictus cordis teraba
P : batas kiri : 2 jari ke arah lateral dari midclavicularis sinistra
batas kanan : para strenalis dextra
batas atas : ICS II
punggung jantung : ICS III
A : BJ I-II intensitas normal, - regular,
- bising
- - (-), murmur (-), gallop (-)

•Pulmo : statis (depan dan - belakang)


- - -
I : Pengembangan dada kanan sama dengan kiri, benjolan (-), luka (-)
- - - -
P : Fremitus taktil kanan sama dengan kiri, nyeri tekan (-), krepitasi (-)
P : Sonor/sonor - - - -

A : suara napas bronkovesikuler, suara tambahan


Rhonki -/- Wheezing -/-

Page 12
AbdomenFungsi sensorik
Fungsi motorik
: N N
:
N N
I :meteorismus (+),
A : peristaltik dalam batas normal, bruit (-)
P : timpani
P : supel, nyeri tekan epigastric (+) hepar dan lien tidak
teraba, nyeri tekan mc burney (-), murphy sign (-)
13. Ektremitas:
Atas : deformitas (-/-), akral dingin (-/-), Edema (-/-),
Ulkus (-/-)
Bawah : deformitas (-/-), Akral dingin (-/-), Edema (-/-),
Ulkus (-/-)
14.Sistem genetalia: dbn
A.Pemeriksaan Neurologik :
•Kesadaran : composmentis
•Fungsi luhur : dalam batas normal
•Fungsi vegetatif : dalam batas normal

Page 13
Resume
Pasien datang diantar kedua orang tuanya dengan keluhan
demam sejak 3 hari yang lalu. Demam naik turun, meningkat pada sore
hingga malam hari dan dirasa bekurang saat pagi hari. Demam di ikuti
rasa mual, muntah 5x berisi makanan, lemas, sakit kepala, dan nafsu
makan menurun. Batuk (+), nyeri tekan perut bagian tengah (+).

Pada pemeriksaan fisik didapatkan :


N : 112, Tax : 39 C, TD : 90/70 KU: lemah kesadaran composmentis
Lidah kotor (+), Meteorismus (+), Nyeri tekan regio epigastric (+)

Page 14
Diagnosa Banding

Typoid Fever

Dengue Fever

Malaria

Bronkopneumonia

Page 15
Pemeriksaan Hasil Satuan Normal
- Darah lengkap

Leukosit 18,3 X 10^3 /µL 3,6-11

Eritrosit 5,35 X 10^6 /µL 3,8-5,2

MCV
emeriksaan Penunjang 68.4 fL 80-100
. Laboratorium
MCH 22.8 pg 26-34

MCHC 33/3 g/dL 32-36

Hemoglobin 12,2 g/dL 11,5-16

Hematokrit 36.6 % 35-47

Trombosit 312 X 10^3 /µL 150-440

- Tes Widal

Typhi H 1/320 Negative

Typhi O 1/640 Negative

Paratyphi A 1/160 Negative

Paratyphi B 1/320 Negative

Page 16
8 Diagnosa Kerja

Typoid Fever

2.9 Penatalaksanaan

1. Farmakologi

a. IVFD KAEN 3B 1100 CC/24 jam

b. Inj Ceftriaxone 2 x 600 mg IV

c. Inj Paracetamol 4 x 120 mg iv (k/p)

d. Inj Ranitidine 2 x 1/3 amp iv

e. Inj Ondansetron 3x1/4 amp iv (k/p)

1. Non Farmakologi

a. Kompres hangat

b. Puasa bila muntah

c. Diet Bubur Halus Tinggi Kalori Tinggi Protein

Page 17
Makanan Ke usus halus
terkontaminasi karena gaster gagal Salmonella berkembang biak karena IgA
Salmonella mengeliminasi kurang baik

Menembus sel epitel


Dibawa ke plague Difagosit oleh makrofag, dan (sel-M) &
KGB mesenterika berkembangbiak di
peyeri distal berkembangbiak di makrofag
lamina propia

Duc.torasikus
Menyebar ke organ RE terutama Meninggalkan sel fagosit
Bakteriemi 1 hepar & limpa
(asimptomatik)
Berkembangbiak di
Endotoksin menempel ekstraseluler organ atau
gangguan Bakteriemia 2 (tanda sinusoid
di reseptor sel endotel
neuropsikiatrik, sistemik)
kapiler
kardiovaskular,
pernafasan, gangguan Ke Hepar
organ lainnya Makrofag yg sudah teraktivasi menjadi
hiperaktif Berkembang biak di kandung
empedu
Sitokin  reaksi inflamasi sistemik shg Menembus lumen usus
timbul gejala lagi Dikeluarkan ke usus

Reaksi hipersensitivitas tipe Keluar lewat feses


lambat

Reaksi hiperplasi & nekrosis plague peyeri

Erosi pemb.darah Perdarahan sal cerna Akumulasi MN di lokasi


peradangan
Proses berjalan terus Menembus lapisan mukosa & otot
intestine Perforasi Page 18
Diagnosis

- Gejala & tanda klinis


- Gejala dpt menyerupai penyakit lain (ex: infeksi
salmonella jenis lain, ricketsiosis, leptospirosis, TB
disseminata, malaria, brucellosis, tularemia, hepatitis,
psittacosis, infeksi yersinia enterocolitica & limfoma).

-Tes Darah Lengkap : sensitifitas & spesifisitas rendah


- Kadar Hb, eritrosit, leukosit, trombosit & LED

Page 19
Gejala & Tanda
Infeksi Salmonella dpt bermanifestasi seperti:
-Gastroenteritis
-Enteric Fever (Demam thyfoid)
-Bakteremia
-Focal Disease

Diagnosa
- Kultur
Diagnosa ditegakkan dg mengisolasi organisme dari feses atau
tempat lain yg terinfeksi.
Bakteriemi & Infeksi Fokus : kultur darah (+), kultur tinja (-)

Page 20
-Tes Serologi : deteksi antibodi anti-Salmonella
> Widal : sensitifitas 70% & kurang spesifik
> Tes Tubex : cepat, hanya Ig M

-Kultur / biakan (Gall Culture)


Kultur darah, feses, urin, bone marrow, rose spot
Kultur darah biasanya positif pd awal mgg ke-2
> Kultur feses biasanya positif selama mgg ke-3 sampai 5
> Kultur spesimen biopsi bone marrow

Page 21
Terapi
Trilogi Penatalaksanaan Thyphoid Fever..

1. Antibiotik  memusnahkan & menghentikan penyebaran bakteri.


2. Istirahat & perawatan profesional  mencegah komplikasi &
mempercepat penyembuhan.
3. Diet & terapi penunjang (simtomatis & suportif).

- Kasus perforasi & renjatan septik perlu perawatan intensif,


nutrisi parenteral total, kombinasi antibiotik, & kostikosteroid,
serta konsultasi intervensi bedah.

Page 22
Antibiotik

Ceftriaxone 1 gr IM/IV (25-37,5 mg/kgBB pd anak)  14 hr


Golongan fluoroquinolon:
-ciprofloxacin 500 mg po 2 dd 1  10-14 hari
-levofloxacin 500 mg po / IV 1 dd 1  14 hari
-Moxifloxacin 400 mg po / IV 1 dd 1  14 hari.
Chloramphenicol 500 mg po / IV
(masih sering digunakan, namun resistansinya meningkat)

Terapi alternatif:
-Amoxicillin 25 mg/KgBB po 4 dd 1
-TMP/SMX 2 dd 1 atau 10 mg/kgBB 2 dd 1
-Azitromisin 1 gr PO (hari pertama), kemudian 500 mg 1 dd 1 (6 hr)

Page 23
Carriers:
amoxicillin 2 gr po 3 dd 1 (4 mgg), tingkat kesembuhan + 60%.

Kortikosteroid  mengobati toxisitas yg berat.


- Prednison 20-40 mg PO 1 dd 1 (3 hr pertama), atau
- Dexamethasone 3 mg/kgBB IV pd awal terapi, diikuti dg 1
mg/kgBB q 6 h selama 48 jam  u/ delirium, koma, syok.

Page 24
Preventif

-Menjaga higienitas & sanitasi lingkungan


-Makan makanan yang bersih & sudah matang
-Minum minuman yang sudah matang atau terklorinasi
-Carriers harus menghindari mengolah makanan
-Limbah harus di buang secara efektif
-Susu harus di pasteurisasi

Page 25
Prognosis

- Tanpa antibiotik: angka mortalitas + 12%


- Dengan terapi cepat: angka mortalitas + 1%
- Sebagian besar kematian terjadi pd orang yang
kekurangan gizi, bayi, dan orang tua.
- Stupor, koma, syok  penyakit parah, prognosis buruk

Page 26
Komplikasi

- Interstinal : pendarahan dan perforasi


- Paru : pneumonia
- Urinary Track : nefritis , cystitis, orchitis
- CNS : Ensefalopaty, meningitis

Page 27
T e r i m a
K a s i h

Page 28