Anda di halaman 1dari 129

Kehamilan dan Persalinan

Skenario 1
Blok 15
Tujuan Pembelajaran
• Definisi Kehamilan
• Anatomi Ibu Saat Kehamilan
• Fisiologi Kehamilan dan Persalinan
• Sign and Symptoms of Pregnancy
• Pemeriksaan Fisik dan Penunjang
• Penatalaksanaan Persalinan
Definisi Kehamilan
Definisi

Kehamilan merupakan fertilisasi atau penyatuan dari


spermatozoa dan ovum, dilanjutkan dengan nidasi
atau implantasi.
(sumber: Federasi Obstetri Ginekologi Internasional)

Kehamilan adalah suatu proses pembuahan dalam


rangka melanjutkan keturunan yang terjadi secara
alami menghasilkan janin yang tumbuh di dalam
rahim ibu.
(Sumber: Depkes RI, 1995)
Perubahan Anatomi Saat
Kehamilan
Perubahan Anatomi Sistem Reproduksi pada
trimester I,II,III
Perubahan Anatomi Payudara pada
trimester I,II,III
PERUBAHAN ADAPTASI
FISIOLOGIS DALAM KEHAMILAN
ADAPTASI DALAM KEHAMILAN
• Dihubungkan dengan adanya peningkatan
hormon estrogen dan progesteron
• Adanya penekanan dari uterus yang
membesar dan jaringan lainnya
• Melindungi Fungsi Tubuh Yang Normal
• Memenuhi metabolik kehamilan
• Menyediakan lingkungan yang tetap untuk
tumbuhnya janin
Perubahan – perubahan maternal
pada setiap trimester

TRIMESTER PERTAMA
• Tanda tanda fisik yang dapat dilihat adanya
spoting, terjadi 11 hari setelah konsepsi saat
implantasi, jika siklus mensn 28 hari,
perdarahan ini terjadi beberapa hari sebelum
mens dengan pendarahan kurang dari
biasanya
• Setelah terlambat satu kali mens , nyeri dan
pembesaran payudara, rasa kelelahan, sering
kencing, morning sicness, mulai mg ke 8
sampai mg ke 12.
• Setelah 12 mg fut dirasakan diatas sympisis
• Kenaikan bb 1-2 kg selama tmt I
Trimester Ke II
• Uterus akan terus tumbuh
• Setelah 16 mg uterus setengah antara sym
dan pst
• BB semakin bertambah
• Ibu merasa punya banyak energi
• Pd 20 mg fundus mulai dekat dengan pusat
• Payudara mulai mengeluarkan kolostrum
• Ibu merasakan gerakan bayinya
• Mulai adanya perubahan pada kulit :
cloasma ,strie,gravidarum dan linea nigra
Trimester III
• Pada mg 28 FUT setengah pst dg px
• Payudara penuh dan lunak
• Sering Kencing kembali
• Pada kehamilan 36/38 bhgn terbawah masuk
ke pap
• Sakit punggung
• Susah tidur
• Kontraksi brakton hicks meningkat
Perubahan sistem Reproduksi

• Selama kehamila estrogen dan progesteron


meningkat dan menekan hipofise anterior
sehingga sekresi FSH dan LH tertekan dan
tidak terjadi pematangan Folikel dan ovulasi
• Siklus menstreuasi terhenti
• Setelah implantasi, ovum yang telah
mengalami fertilisasi dan villi korialis
membentuk HCG
A. Perubahan pada genitalia
eksterna

Pada vulva
• Hormon Estrogen dan Progesteron mempersiapkan
Vagina agak mengalami distensi selama persalinan
dengan cara memproduksi mukosa vagina

• Meningkatkan vaskularisasi menghasilkan warna


violet kebiruan dari mukodsa vagina dan servik
Pada awal minggu ke 8
B. Perubahan pada genitalia Interna

• Pembuluh darah alat genitalia interna akan


membesar,hal ini karena oksigenisasi dan
nutrisi pada alat genitalia interna ini meningkat

• Pada vagina pembuluh darah dinding vagina


bertambah dan warna selaput dinding vagina
membiru ( tanda cadwik’s ),kekenyalan vagina
bertambah yang berarti keregangan vagina
bertambah, buat persiapan persalinan.
Perubahan pada uterus
• Bentuk rahim.
Rahim berkembang untuk menyediakan ruangan
yang sehat untuk janin tumbuh
• Endometrium
Berubah nama menjadi desidua pada bahagian
fundus dan atas tebal (tempat implantas yang
normal) banyak aliran darah, banyak zat glikogen
yang berguna untuk makanan bagi janin
• Desidua ada 3 lapis ( basalis, vera dan capcularis )
Myometrium
• Hiperplasia karena pengaruh estrogen
• Selama pada 20 mg pertama
berkembang dan meregang untuk
menampung isinya karena pengaruh
progesteron pada otot lunak
• Pd kehamilan 8 mg adanya kontraksi
braxton hicks yang berlanjut sampai
pada saat persalinan
Perimetrium
• Lapisan sebelah luar tidak seluruhnya menutupi
rahim
• Posisinya dibelokkan dimuka kandung kemih
membentuk kantong uterovesikal
• Dibelakang anus untuk membentuk kantong
douglas
• Susunan ini memberikan tempat pada rahim
untuk berkembang bebas tanpa batas
Perubahan ovarium
Pada awal kehamilan masih ada corpus luteum
grafiditas dan setelah plasenta terbentuk
lengkap pada kehamilan 16 minggu corpus
luteum berdegenerasi
(corpus albicans ) selanjutnya hormon
progesteron dan estrogen diproduksi oleh
Plasenta.
Perubahan pada payudara
• Buah dada biasanya membesar karna
hipertropi alveoli
• Meningkatnya progesteron dan estrogen
berakibat:

Rasa penuh dan padat


Sensitifitas yang tinggi
Geli dan rasa berat
Areola hiperpigmentasi
Perubahan pada sistem Endokrin
Perubahan sistim endokrin ini sangat penting dalam
pemeliharaan pertumbuhan fetal dan pemulihan post
partum
• Kelenjer tyroid
Aktifitas kelenjar dan produksi hormon meningkat,
terjadi pembesaran kelenjar tyroid karena hiperplasi
jaringan kelenjar dan meningkatnya vaskularisasi
• Kelenjar paratyroid
Kehamilan menyebabkan hiperparatyroid, refleksinya
meninkat kebutuhan kalsium dan vitamin D
• Pangkreas
Awal kehamilan pangkreas menurunkan produksi
insulisnya disebabkan oleh janin membutuhkan glukosa
dalam jumlah yamg cukup untuk tumbuh
• Prolaktin Pitiutary
Pada trimester I serum Prolaktinmeningkat secara profresif
sampai matur , sekresi terhambat karenahormon estrogen
yang tinggi
• Sistem endokrin dan nutrisi
Estrogen dabn progesteron menyebabkan cadangan lemak
pada jaringan subcutis melebihi pada abdomen, punggung
dan bahagian atas
Perubahan pada sistem kekebalan
• Jumlah limfosit meningkat
• Milai kehamilan 8mg terjadi kekebalan dengan
adanya limposit
• Bertambah usia kehamilan jumlah limposit
dalam darah perifer meningkat dan mulai
terbentuk folikel – folikel limfe dimana-mana
• Benda penangkia humoral dibentuk sel limfoid
dalam bentuk molekul immunoglobulin.
Pasangan terdiri dari molekul gamma
E/gabungan polimer gamma A dan gamma M
• Gamma-G berbentuk banyak dalam bulan
kedua masa bayi, pada janin didapat dari
ibunya yang disebut dengan kekebalan
pasif
• Pembentukan gamma –M sedininya pada
usia kehamilan 5 bln dan gamma-A pada
usia kehamilan 2 bln
• Oleh sebab itu neonatus tidak dapat
mengatasi infeksi
Sistem perkemihan
• Ginjal adalah organ ekskresi vital yang
memeliharalingkungan internaldalam keadaan
haemostatisyang relatif konsistenperlu bagi
fungsiyang efisien bagitingkat seluler tubuh
• Perubahan struktur ginjal karena aktifitas
hormonal pada ibu hamil,tekanan uterus dan
meningkatnya volume darah
• Ginjal akan bekerja extra keras dalam menjaga
keseimbangan cairan dan mengeluarkan zat sisa
• Ureter
Dinding otot polos ureter mengalami relaksasi
disebabkan pembesaran uterus,karena
perobahan ini volume terbesar urine berada pada
ureterdan aliran urin menjadi lambat

• Kandung kemih
Selama kehamilan kandung kemih tertekan oleh
pembesaran uterus
sehinggamenyebabkanperasaan yang tidak
tertahankan untukbuang air kecil walaupun
kandung kemih hanya terisi sedikit urine
Sistem pencernaan
• Bulan pertama adanya perasaan enegkarena kadar
estrogen dan HCG meningkat
• Sebagian wanita adanya peningkatan sekresi saliva
• Setelah trimester I terjadi peningkatan nafsu makan
• Peningkatan produksi progesteron menyebabkan
hilangnya tonus ototdan turunnya peristaltik
menyebabkan konstipasi pada bumil
• Fungsi hati mengalami perubahan
• Adanya keluhan ibu hamil yang merasa tidak nyaman
pada abdomen karena adanya perubahan intra
abdomen
Sistem musculoskeletal
• Perubahan tubuh secara gradual dan peningkatan
BBmenyebabkanperubahan postur tubuhdan cara
berjalan
• Tonus otot menurun, pusat gravitasi bumil beralih
kearah depan
• Peningkatan kurva lumbosacral yang normal (
lordosis ) berkembang dan terjadi kompensasi pada
kurva area servikodorsal ( fleksi anterior yang
berlebihan pada kepala )perlu untuk menjaga
keseimbangan yang berakibat rasa nyeri ,mati rasa
dan kelemahan pada ekstremitas,berjalan menjadi
lebih sakit
Sistem cardiovaskuler
• Ukurannya sedikit membesar karena beban
kerja
• Posisi sedikit bergeser keatas dan kearah kiri
• Hasil produksinya meningkat 5 – 7 ltr /menit
Volume darah
• Jumlah sel darah merah meningkat guna
memenuhi kebutuhan oksigen
• Peningkatan terjadi selama hamil dan meningkat
di akhir kehamilan
• Jumlah plasma meningkat dari sel darah
merahyang ditandai dengan menurunya HB,
haemotokrit dan sel darah merah ( anemi
Fisiologis )
• HB yang normal 11-12 gr %
Cardiac out put ( co )
• Co maternal meningkat 30-50 %selama hamil
maksimum pada tm I dan II dan tetaptinggi
selama hamil
• Co juga tergantung pada posisi ibu, dengan posisi
telentang akan menurun karena tekanan pada
vena kava inferior
• Selama hamil aterm 1-10 % terjadi sindrom
hipotensi ditandai dengan pusing,mual dan rasa
akan pingsan
Tekanan darah
• Karena pengaruh progesteronpembuluh
darah melebar maka tekanan darah
cendrung turun selama 24 mg pertama
• Systole turun5-10 mmhg, diastole turun 10
– 15 mmhg
• Setelah 24 mg akan berangsur angsur naik
kembali
Sel darah putih
• Meningkat 8000 -10000 / mm3
• Trombosit meningkat
Sistem Integumen
Perubahan yang umumnya terjadi
• Peningkatan ketebalan kulit dan lemak
• Hiperpigmentasi karena peningkatan kadar
melanosit stimulating hormon ( Msh) yang
dihasilkan oleh pituitary anterior
• Cloasma gravidarum terjadi 50-70 % ibu hamil
dimulai setelah kehamilan 16 mg
• Penggelapan Niple, Areola,Aksila dan Vulva
• Linea nigra Mulai bulan ke 3
• Strie yang kadang menimbulkan sensasi
gatal Pada 50-90 % ibu hamil
• Pertumbuhan rambut dan kuku
• Percepatan aktifitas kelenjer keringat dan
sebasea
• Kerapuhan/ kelemahan pada jaringan
elastis kutaneus
Fisiologi Persalinan
Fisiologi Persalinan
Persalinan (partus, pelahiran) memerlukan
• Dilatasi kanalis servikalis, untuk
mengakomodasi lewatnya janin dari uterus
melalui vagina ke lingkungan luar
• Kontraksi miometrium uterus, yang cukup
kuat untuk mengeluarkan janin
Fisiologi Persalinan
Faktor-faktor yang memicu dimulainya
persalinan
• Peran Estrogen Kadar Tinggi
• Peran Oksitosin
• Peregangan Serviks
• Siklus Umpan Balik Positif
Peran Estrogen Kadar Tinggi
• Menyebabkan perubahan pada uterus dan
serviks
• Mendorong sintetis konekson di dalan sel-sel
otot polos uterus
• Konekson membentuk taut celah sehingga
uterus mampu berkontraksi secara
terkoordinasi
• Meningkatkan konsentrasi reseptor oksitoksin
miometrium
Peran Oksitosin
• Hormon peptida yang diproduksi di
hipotalamus dan disimpan di hipofisis
posterior
• Suatu perangsang otot uterus yang kuat
Perengangan Serviks
• Prostaglandin
– Berperan dalam pematangan serviks dengan
merangsang enzim-enzim yang secara lokal
menguraikan serat kolagen
• Relaksin
– Hormon peptida yang dihasilkan oleh korpus
luteum kehamilan dan plasenta
– Melunakan serviks
– Melemaskan jalan lahir dengan melonggarkan
jaringan ikat antara tulang-tulang panggul
Siklus Umpan Balik Positif
• Melibatkan oksitoksin dan prostaglandin.
• Peregangan serviks merangsang pelepasan
oksitoksin melalui refleks neuroendokrin.
• Oksitoksin tambahan menyebabkan kontraksi
uterus menjadi lebih kuat. Akibatnya janin
terdorong lebih kuat menekan serviks,
merangsang pelepasan lebih banyak
oksitoksin, dan demikian seterusnya.
Sign and Symptoms of Pregnancy
• Spotting atau menstruasi yang sangat ringan
• Nausea
• Tender or swollen breasts
• Sering berkemih
• Merasa sangat lelah
• Moody
• Merasa kembung
Antenatal Care
Antenatal Care

Merupakan pelayanan kesehatan oleh


tenaga kesehatan terlatih untuk ibu
selama masa kehamilannya, dilaksanakan
sesuai dengan standar pelayanan antenatal
yang ditetapkan dalam Standar Pelayanan
Kebidanan.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 2010


Tujuan Antenatal Care

Tujuan umum :

Untuk memenuhi hak setiap ibu hamil


memperoleh pelayanan antenatal yang
berkualitas sehingga mampu menjalani kehamilan
dengan sehat, bersalin dengan selamat dan
melahirkan bayi yang sehat.
Tujuan Antenatal Care
Tujuan Khusus :
Menyediakan Menghilangkan “missed
pelayanan antenatal oppurtunity” pada ibu
terpadu, komprehensif hamil
dan berkualitas

Mendeteksi secara dini Melakukan intervensi


kelainan/penyakit/gangguan terhadap
pada ibu hamil kelainan/penyakit/gangguan
sedini mungkin pada ibu hamil

Melakukan rujukan kasus ke


fasilitas pelayanan kesehatan
sesuai dengan sistem rujukan
yang ada
Indikator
1. Kunjungan pertama (K1)
dilakukan sedini mungkin pada trimester pertama, sebaiknya
sebelum minggu ke 8.

2. Kunjungan ke-4 (K4), kontak 4 kali dilakukan sebagai berikut:


a. K1 : sekali pada trimester I (kehamilan hingga 12 minggu)
b. K2 : trimester ke-2 (>12 - 24 minggu)
c. K3 & K4 : minimal 2 kali kontak pada trimester ke-3
dilakukan setelah minggu ke 24 sampai dengan minggu ke 36
Indikator
3. Penanganan Komplikasi (PK)
penanganan komplikasi kebidanan, penyakit
menular maupun tidak menular serta masalah
gizi yang terjadi pada waktu hamil, bersalin
dan nifas
Pemeriksaan Antenatal Care

Anamnesis Pemeriksaan
Fisik

Pemeriksaan
Penunjang
Anamnesis pada ANC
1. Menanyakan keluhan atau masalah
yang dirasakan oleh ibu saat ini

2. Menanyakan tanda – tanda penting a. Muntah berlebihan


yang terkait dengan masalah b. Pusing
kehamilan dan penyakit yang c. Sakit kepala
kemungkinan diderita ibu hamil d. Perdarahan
e. Sakit perut hebat
f. Demam
g. Batuk lama
h. Berdebar – debar
i. Cepat lelah
j. Sesak nafas
k. Keputihan yang berbau
l. Gerakan janin
m. Perilaku berubah selama hamil
n. Riwayat kekerasan terhadap
perempuan (KtP) selama kehamilan
Anamnesis pada ANC
3. Menanyakan status kunjungan
(baru atau lama), riwayat kehamilan
yang sekarang, riwayat kehamilan dan
persalinan sebelumnya dan riwayat
penyakit yang diderita ibu
4. Menanyakan status imunisasi

5. Menanyakan jumlah tablet Fe yang


dikonsumsi

6. Menanyakan obat – obat yang Antihipertensi, diuretika, anti vomitus,


dikonsumsi antipiretika, antibiotika, obat TB, dan
sebagainya.

7. Tanyakan gejala Malaria dan


riwayat pemakaian obat Malaria
Anamnesis pada ANC
8. Tanyakan gejala IMS dan riwayat
penyakit pada pasangannya

9. Menanyakan pola makan ibu Jumlah, frekuensi dan kualitas asupan


selama hamil makanan terkait dengan kandungan
gizinya
10. Menanyakan kesiapan a. Siapa yang akan menolong
menghadapi persalinan dan persalinan?
menyikapi kemungkinan terjadinya b. Dimana akan bersalin?
c. Siapa yang mendampingi ibu saat
komplikasi dalam kehamilan
bersalin?
d. Siapa yang akan menjadi pendonor
darah apabila terjadi perdarahan?
e. Transportasi apa yang akan digunakan
jika suatu saat harus dirujuk?
f. Apakah sudah disiapkan biaya untuk
persalinan?
Pemeriksaan Fisik
&
Pemeriksaan Penunjang
Vital Sign
• Kesadaran
• Tekanan darah
• Denyut nadi
• Suhu tubuh
• Frekuensi pernapasan
Pemeriksaan Luar
(Abdomen)
• Abdomen membesar atau tidak
Inspeksi • Hiperpigmentasi dan striae
• Parut bekas operasi

Mengukur tinggi • Menggunakan meteran dari simpisis ke fundus


uteri
fundus uteri
• Menentukan tinggi fundus uterus
Leopold I • Merasakan bagian janin pada fundus uteri

• Merasakan bagian janin yang terdapat


Leopold II disamping/sisi kiri dan kanan perut ibu
• Menentukan bagian terbawah janin
• Dengan tangan kiri fiksasi fundus
Leopold III

• Menentukan seberapa jauh bagian terbawah


janin sudah masuk PAP
Leopold IV • Perhatika sudut yang dibentuk oleh jari-jari
kiri dan kanan

• Mendengarkan irama frekuensi Detak


Jantung Janin (DJJ) selama 1 menit
Auskultasi
Tinggi Fundus Uteri
Pemeriksaan Leopold
Transformasi Berat Janin

(TFU-N) x 155

Hodge 1  N = 13 , kepala belum melewati PAP


Hodge 2  N = 12 , kepala diatas spina
ischiadica
Hodge 3  N = 11 , kepala dibawah spina
ischiadica
Hodge 4  langsung lahirkan dan timbang
Transformasi Berat Janin
Jika < 36 minggu Jika > 36 minggu
• 20 minggu = 500 gram • 2500 gram + 40gr/hari
• 28 minggu = 1000 gram • Contoh 37 minggu :
• 32 minggu = 1500 gram 2500 + (7x40gr)
• 36 minggu = 2500 gram 2500 + 280 gr = 2780 gr
Pemeriksaan Dalam
(Inspekulo)
Mengoleskan perineum dengan kapas
sublimat.

Dalam keadaan tertutup, ujung


spekulum (cocor bebek) dimasukkan ke
vagina dengan arah vertikal

Diputar 90 derajat sehingga horisontal


sampai ke fornix posterior, lalu dibuka.
• Laporkan :
– Dinding vagina dan fornix
– Warna dan besar porsio
– Flour albus atau sekret dalam lumen vagina atau
ostium uteri eksternum
Spekulum dalam keadaan
horisontal, ditutup.

Diputar kearah vertikal

Dikeluarkan dari vagina


Vaginal Toucher

Bersikan dengan Membuka vulva Masukan jari


kapas sublimat dari dengan dua jari tengah ke introitus
atas ke bawah tangan kiri vagina

Menekan komissura
Memasukan jari
posterior ke
telunjuk ke introitus
belakang (agar lebih
vagina
lebar)
• Laporkan :
- labium mayor dan minor
- vagina
- besar dan konsistensi porsio
- besar dan arah korpus uteri
- pembukaan serviks
- penipisan portio
- ketuban ( +/- , menonjol/tidak, warna cairan)
- bagian terendah janin (kepala, bokong)
- turunnya bagian terendah janin (Hodge)
- denominator (UUK, sakrum)
Pemeriksaan Panggul
• Mempersiapkan ibu pada posisi litotomi
• Mengoles vulva dengan kasa sublimat dari
atas ke bawah
• Membuka vulva dengan ibu jari dan telunjuk
tangan kiri, dengan menyisihkan labium
mayus ke lateral
• Memasukan telunjuk dan jari tengah tangan
kanan ke dalam lumen vagina
• Tangan kiri diletakkan di fundus uteri
Pemeriksaan Penunjang
• Beta Subunit of hCG
• Progesterone
• USG
HCG
• Hormon ini hanya dirilis oleh jaringan trofoblas yang
dihasilkan oleh pertumbuhan janin dan plasenta yang
terkait
• hCG dalam serum dan urin pasiendapat dideteksi 8-10
hari setelah pembuahan
• hCG dapat dideteksi dalam serum sekitar 5% dari
pasien 8 hari setelah pembuahan dan >98% dari pasien
11 hari setelah pembuahan
• Tingkat diagnostik dalam urin terlihat hanya sekitar 23-
24 hari setelah pembuahan
• Puncaknya hCG pada minggu ke 10-12 kehamilan dan
kemudian plateau lalu menurun
Home Pregnancy Tests-
• Untuk mendeteksi hCG dalam sampel urin
• Mudah untuk melakukannya
• Murah dibandingkan dengan tes darah
• Kebanyakan tes kehamilan ini memiliki
kepekaan terhadap ± 25 – 35 mIU/mL (berkisar
25-100 mIU/mL)
Blood test for hCG
• Digunakan untuk kondisi yang spesial (riwayat
obstetrik buruk, dicurigai ectopic, dll)
• Memerlukan laboratorium dan keahlian khusus
Saat ini ada 4 tes hCG utama yang digunakan :
• Radioimmunoassay
• Immunoradiometric assay
• Enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA)
• Fluoroimmunoassay
• Radioimmunoassay
sensitivity : 5 mIU/mL
time to complete : 4 hours
postconception age when first positive : 10-18 days
gestational age when first positive : 3-4 weeks
• Immunoradiometric assay (more sensitive)
sensitivity : 150 mIU/mL
time to complete : 30 minutes
postconception age when first positive : 18-22 days
gestational age when first positive : 4 weeks
• Immunoradiometric assay (less sensitive)
sensitivity : 1500 mIU/mL
time to complete : 2 minutes
postconception age when first positive : 25-28 days
gestational age when first positive : 5 weeks
• Enzyme-linked immunosorbent assay (more sensitive)
sensitivity : 25 mIU/mL
time to complete : 80 minutes
postconception age when first positive : 14-17 days
gestational age when first positive : 3.5 weeks
• Enzyme-linked immunosorbent assay (less sensitive)
sensitivity : Less than 50 mIU/mL
time to complete : 5-15 minutes
postconception age when first positive : 18-22 days
gestational age when first positive : 4 weeks
• Fluoroimmunoassay
sensitivity : 1 mIU/mL
time to complete : 2-3 hours
postconception age when first positive : 14-17 days
gestational age when first positive : 3.5 weeks
Serum Progesterone - ELISA
• ELISA sebagai alat pendeteksi, sangat
membantu dalam mendiagnosa kehamilan
dan kehamilan yang beresiko.
• Serum progesteron > 25 ng/mL → kehamilan
yang normal di intrauterina
• Serum progesteron < 5 ng/mL → tidak ada
kehamilan
USG
Tatalaksana Persalinan
HIS
• Adalah kontraksi otot polos pada uterus yang
berasal dari pacemaker yang berada di tuba
fallopi
• Gelombang HIS menjalar ke bagian uterus dan
ke bawah dengan kecepatan 2cm/s
• Kontraksi / his tertinggi berada di fundus uteri
 Fundus Dominan
HIS
• Sifat-sifat HIS:
– Simetris
– Dominan pada fundus
– Setiap kontraksi diikuti oleh relaksasi
– Involunteer
– Intermitten
– Dapat dipengaruhi oleh fisis, kimiawi, dan psikis
dari luar
HIS
• Penting untuk diawasi saat persalinan
• Harus dicatat:
– Frekuensi per menit / per 10 menit
– Amplitudo/intensitas (mmHg)
– Durasi his (detik)
– Interval / lamanya masa relaksasi
HIS
• Pembagian HIS:
– His Pendahuluan : tidak kuat, tidak teratur,
menyebabkan ‘Bloody Show’
– His Pembukaan (Kala I): His mulai kuat, teratur,
dan sakit
– His Pengeluaran (Kala II): kontraksi bersamaan
dengan otot perut, diafragma, dan ligamen.
– His Pelepasan Uri (Kala III): untuk pelepasan
plasenta
– His Pengiring (Kala IV): Kontraksi lemah, sedikit
nyeri, rahim mengecil dalam beberapa jam/hari
Pemeriksaan Sebelum Persalinan
1. Pemeriksaan umum: Vital Sign, Tinggi badan,
Berat badan, jantung dan paru-paru
2. Status obstetrik: Letak dan posisi janin, BB
janin, denyut jantung janin, His, dll.
3. Pemeriksaan dalam vagina: Pembukaan
cervix (cm/jari), turunnya kepala, ketuban,
tumor, fluor albus,
Pemeriksaan Sebelum Persalinan
4. Pemeriksaan laboratorium: Urin (protein dan
gula) Darah (Hb dan golongan darah)
5. Persiapan ibu: Cukur dan bersihkan area
sekitar genitalia externa, kosongkan vesica
urinaria, klisma untuk mengosongkan
rektum, ganti pakaian longgar
6. Persiapan alat-alat persalinan
PIMPINAN PERSALINAN NORMAL
PIMPINAN PERSALINAN NORMAL
• KALA I
• KALA II
• KALA III
• KALA IV
• MASA NIFAS
KALA I
• Dokter mengawasi wanita in partus
• Jika ketuban belum pecah, pasien dibiarkan
beraktifitas seperti biasa (ct: berjalan di
sekitar kamar bersalin, duduk, atau berbaring)
• Berbaring sebaiknya ke arah dimana
punggung bayi berada agar tidak terjadi
komplikasi saat ketuban pecah.
KALA I
• Jangan biarkan wanita mengejan
• Berikan 20-40ml glycerine ke rektum dengan
sempritan klisma agar rektum bebas dari
skibala (kotoran)
• Skibala pada rektum dapat menghalangi rotasi
kepala bayi dan menghabiskan tenaga ibu
untuk mengejan.
KALA II
• Kepala bayi masuk PAP, ketuban pecah, his
semakin sering muncul dan semakin kuat.
• Dua cara mengejan:
– Berbaring dengan memegang kedua paha, dagu
menempel pada dada dan pandangan wanita
tertuju pada perut
– Sikap seperti di atas, namun posisi tubuh miring
ke kiri atau kanan. Kaki yang di atas harus
dirangkul
KALA II
KALA II
• Setiap his akan mendorong bayi semakin ke
arah luar. Anus terbuka dan perineum
meregang.
• Dokter menahan perineum dengan doek atau
kasa steril untuk mencegah ruptur perineum.
• Primi gravida dianjurkan episiotomi
KALA II
KALA II
• Urutan pengeluaran:

Kepala  periksa tali pusar  bahu depan  bahu


belakang  badan bayi
Saat mengeluarkan
kepala bayi

Lendir pada jalan


Pengeluaran bahu nafas dibersihkan
PENATALAKSANAAN
PERSALINAN
KALA III
rahim yang sudah menyelesaikan tugasnya
mengeluarkan anak

beristirahat beberapa menit
APA YANG HARUS DILAKUKAN SAAT MASA ISTIRAHAT
TERSEBUT?

1. Memeriksa keadaan ibu tentang :


• Status lokalis obstetrik dengan palpasi fundus uteri dan
konsistensinya.
• Memeriksa tanda vital ibu.
2. Mengawasi perdarahan.
• Tidak terdapat perdarahan dan konsistensi uterus baik (keras)
 hanya
3. Mencari menunggu dan pelepasan
tanda-tanda mengawasi ; jangan
uri buru-buru
dan kalau sudah
mengeluarkan uri.
lepas, segera melahirkan uri tersebut.
• Rahim perlu stimulasi  lakukan massage.
KALA III
METODE CREDE :
a. Empat jari-jari berada pada dinding rahim belakang dan ibu jari berada di
fundus depan tengah.
b. Lalu pijat rahim dan sedikit dorong ke bawah tetapi jangan terlalu kuat.
c. Lakukan sewaktu ada his (kontraksi).
d. Jangan tarik tali pusat  inversio uteri.
KALA III
• Normalnya uri lahir spontan  hanya menunggu  bila
sudah terdapat tanda-tanda lepasnya uri, maka segera
dilahirkan dengan :
1. Menyuruh ibu mengeden.
2. Tekanan pada fundus uteri  dorongan akan baik apabila dikerjakan
pada rahim dengan kontraksi yang baik. (rahim lembek  inversio
uteri)
KALA III
Pengeluaran uri harus secepat mungkin, hanya bila ada :
1. Perdarahan yang banyak.
2. Ada sejarah perdarahan postpartum sebelumnya.
3. Adanya retensio plasentae sebelumnya.
KALA IV
1. Dalam beberapa keadaan untuk mencegah luka yang jelek, pinggir
luka yang tidak rata dan kurang bersih  episiotomi.

2. Robekan perineum  dilakukan penjahitan luka dengan baik lapis


demi lapis  bila terdapat ruang kosong terbuka ke arah vagina
 menyebabkan tidak baiknya penyembuhan luka.

3. Berikan antibiotik yang cukup.

4. Luka perineum yang lama  perineoplastik  membuka luka


baru dan menjahitnya kembali dengan sebaik-baiknya.
MASA NIFAS
(PUERPERIUM)
MASA NIFAS
Masa mulai dari partus selesai sampai alat-alat
kandungan kembali seperti pra-hamil (6-8 minggu).

Terdapat 3 periode :
1. Puerperium Dini
2. Puerperium Intermedial
3. Remote Puerperium
INVOLUSI
ALAT-ALAT KANDUNGAN
1. Uterus  berangsur menjadi kecil seperti sebelum hamil.

2. Bekas implantasi uri  mengecil karena kontraksi (akhir minggu keenam menjadi 2,4 cm).

3. After pains  karena kontraksi rahim yang berlangsung 2-4 pasca persalinan.

4. Lochia  cairan sekret dari cavum uteri dan vagina.

5. Luka pada jalan lahir (tidak dengan infeksi)  sembuh dalam waktu 6-7 hari.

6. Serviks  bentuk akan menganga seperti corong.

7. Ligamen-ligamen  awalnya akan meregang dan kemudian akan ciut.


PERAWATAN POST PARTUM
1. Mobilisasi 6. Laktasi
2. Diet 7. Cuti Hamil dan Bersalin
3. Miksi 8. Pemeriksaan Pasca Persalina
4. Defekasi 9. Nasehat Ibu hamil
5. Perawatan Payudara
Thank You 
Sumber
• Kementerian Kesehatan Direktur Jendral Bina
Kesehatan Masyarakat. 2010. Pedoman
Pelayanan Antenatal Terpadu. Jakarta:
Kementerian Kesehatan RI
• Sherwood, Lauralee.“Fisiologi Manusia” Edisi 6
• http://emedicine.medscape.com/article/2625
91-overview#a3