Anda di halaman 1dari 19

Ratna Sari Dewi, M.

Farm, Apt

ILMU KESEHATAN
MASYARAKAT
SEJARAH DAN PERKEMBANGAN
ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
Abad Pertengahan (500-1500M)
 Periode penyakit dikaitkan dengan hukuman
atau roh jahat
 Ada epidemi penyakit lepra, pes, yang
menewaskan jutaan orang
 Penyakit lain muncul: cacar, difteri, campak,
influenza, tuberkolosis, antrak, trakoma

Ratna Sari Dewi, M.Farm, Apt – Ilmu Kesehatan Masyarakat 07 September 2017
Zaman Renaissance dan Penjelajahan
(1500-1700M)
 Banyak kajian yang meruntuhkan teori spiritual.
Pes menyerang pendeta juga  bukan hanya
pendosa
 Lingkungan mulai diperhatikan sebagai
pengkontribusi “malaria” – udara basah&
lembab cocok untuk penularan malaria
 Kejadian penyakit cacar, malaria, dan pes masih
banyak di Eropa  penjelajah, penjajah,
pedagang menyebarkan penyakit ke daerah
jajahan

Ratna Sari Dewi, M.Farm, Apt – Ilmu Kesehatan Masyarakat


Memasuki Abad 18
 Pertumbuhan industri
 Ilmu pengetahuan untuk pengobatan
 Vaksin ditemukan (cacar)
 KLB cacar, kolera, tifus, dan yellow fever 
dibentuk lembaga kesehatan pemerintah

Ratna Sari Dewi, M.Farm, Apt – Ilmu Kesehatan Masyarakat


Abad 19
 Era modern bidang kesehatan
 Mulai dikenal kuman dan konsep bakteriologis
 Pasteurasi susu
 Pengecekan daging
 Perawat dipekerjakan di industri / sekolah
 Pengenalan septic tank

Ratna Sari Dewi, M.Farm, Apt – Ilmu Kesehatan Masyarakat


Abad 20
 Perkembangan sumber daya kesehatan 
fasilitas dan penyelenggara layanan kesehatan
 Gerakan sosial meningkatkan kesehatan
masyarakat
 Penerapan asuransi–medicare
 Periode promosi kesehatan

Ratna Sari Dewi, M.Farm, Apt – Ilmu Kesehatan Masyarakat


Pandangan Abad 21
 Kekhawatiran terhadap layanan kesehatan
 Pencemaran lingkungan,
 penyakit gaya hidup,
 penyakit menular yang lama muncul atau yang
baru

Ratna Sari Dewi, M.Farm, Apt – Ilmu Kesehatan Masyarakat


Batasan KesMas
 Batasan tertua  Upaya-upaya untuk mengatasi
masalah kesehatan masyarakat yang mengganggu
kesehatan
 Akhir abad ke 18  pencegahan penyakit yang
terjadi didalam masyarakat melalui perbaikan
sanitasi lingkungan dan pencegahan penyakit
melalui imunisasi
 Awal abad ke 19  aplikasi keterpaduan antara
ilmu kedokteran, sanitasi dan ilmu sosial dalam
mencegah penyakit yang terjadi dimasyarakat
Ilmu kesehatan masyarakat
 Merupakan terjemahan Public Health (WHO)
 Chadwick - Winslow  WHO

Mengusulkan
formulasi IKM

Meletakkan dasar-
dasar bagi konsep
PH modern
 Definisi public health menurut Winslow (1920)
a. Preventing disease
b. Prolonging life
c. Promoting health and efficiency through
organized community effort for:
- the sanitation of environment
- The control of communicable infection
- the education of the individual in personal
hygiene, etc
 Ilmu kesehatan masyarakat

Ilmu dan seni mencegah penyakit dan


peningkatan kesehatan melalui usaha-
usaha pengorganisasian masyarakat

Dua aspek : Science (keilmuan, teori) dan Art


(seni, aplikasi)
Usaha kesehatan pokok
 Merupakan terjemahan dari Basic Health Services
 Formula yang paling dikenal luas adalah Basic
Seven (Basic 7) dari Emerson kemudian diterima
dan diambil alih oleh WHO

Basic 7 WHO
 Disamping basic 7 WHO, masih ada basic 7 Prof
Sajono dan Bagiastra
 Basic 7 WHO umumnya sama dengan Emerson,
hanya sedikit berbeda dengan Basic 7 Sajono dan
Bagiastra
 Selanjutnya Basic 7 Sajono dan Bagiastra
dilanjutkan dengan Basic 8 Achmad dan
berkembang menjadi Basic 12 Prof Sulianti.
 Puskesmas yang sangat maju di perkotaan ada
basic 13.
Basic 7 who
 Kesehatan Ibu dan Anak
 Pelayanan kuratif
 Sanitasi Lingkungan
 Pendidikan Kesehatan
 Perawatan Kesehatan Masyarakat
 Pengendalian Penyakit Menular
 Statistik
Basic 12
 KIA dan KB
 Pengobatan dan Perawatan
 Sanitasi Lingkungan
 Perawatan kesehatan masyarakat
 Penyuluhan Kesehatan
 Pemberantasan Penyakit Menular
 Gizi
 Usaha kesehatan sekolah
 Lab
 Statistik
 Pendidikan tenaga kesehatan
 Kesehatan khusus dengan ruang lingkup yang lebih luas (disesuaikan
kondisi yang akan datang)
Masalah kesmas “multi
kausal”pemecahannya “multidisiplin”
 Pemberantasan penyakit (menular dan tidak menular)
 Perbaikan sanitasi lingkungan
 Perbaikan lingkungan pemukiman
 Pemberantasan vektor
 Pendidikan (penyuluhan) penyuluhan kesehatan masyarakat
 Pelayanan Kesehatan ibu dan anak
 Pembinaan gizi masyarakat
 Pengawasan sanitasi tempat-tempat umum
 Pengawasan obat dan minuman
 Pembinaan peran serta masyarakat
Selesai