Anda di halaman 1dari 20

K E PA N I T E R A A N K L I N I K

I L M U P E N YA K I T K U L I T DA N K E L A M I N
R S U D d r . D O R I S S Y LV A N U S PA L A N G K A R A Y A
FA K U LT A S K E D O K T E R A N
U N I V E R S I T A S PA L A N G K A R A Y A

PIODERMA:
Pendekatan Tata laksana terbaru
PEMBIMBING:
dr. Nyoman Yudha Santosa, Sp.KK
dr. Aris Aryadi Tjahjadi Oedi, Sp.KK
dr. Sulistyaningsih, Sp.KK

DISUSUN OLEH:
Ni Made Yogaswari
FAB 118 007
Pendahuluan
PIODERMA

Infeksi bakteri superfisial pada kulit


• Primer
Superfisial • sekunder

Invasif Selulitis, erisipelas, limfangitis, gangren, piomiositis,


abses, dan bakteremia/septikemia

Data morbiditas Staphylococcus


(2014) RSCM aureus(SA) &
insidensinya
Streptococcus
menduduki
tempat ketiga
pyogenes
Pilihan Antibiotik

PIODERMA
Impetigo Kabunkel
Ektima Eripelas
Folikulitis Selulitis
Furunkel

Tatalaksana
Pilihan Antibiotik
• Antibiotik topikal • Antibiotik oral
Pioderma superfisial dan Pioderma luas  AB
lokalisata  sistemik 7-10 hari
o mupirosin/ As. fusidat o Kloksasilin/dikloksasilin
topikal 2-3 x/hari o Sefaleksin
o Retapamulin o Amoksilin-as. klavulanat
...Pilihan Antibiotik
• Penisilin • Methicillin resistance
Streptokokus Staphyloccus aureus
o Kloksasilin o Vankomisin
o Dikloksasilin parenteral
o amoksilin-asam
klavulanat
...Pilihan Antibiotik
• Makrolid • Sefalosporin
oEritromisin o Sefadroxil
oKlaritromisin o Sefaleksin
oAzitromisin o Sefprozil
(tidak digunakan u/ o Sefuroksim
infeksi SA berat)
...Pilihan Antibiotik
• Kuinolon • Linezolid
oFluorokuinolon oClindamisin
oSiprofloksasin oKotrimoksazol –
oNorfloksasin sulfametoksazol
o Tetrasiklin
...Pilihan Antibiotik
• Antibiotik
Parenteral
oNafsilin (penisilin
resisten
betalaktamase)
oKlindamisin
oVankomisin 
MRSA
Jenis Pioderma
• Impetigo

 Impetigo sering mengenai anak usia 2-5


tahun.
 Penularan terjadi melalui kontak langsung,
gigitan serangga atau garukan
Ektima
• infeksi yang lebih dalam daripada
impetigo dan dianggap sebagai
bentuk impetigo yang mengalami
ulserasi dan diakibatkan karena
gagal diobati.
• Predileksi : pada tungkai bawah
• Ulkus berbentuk punched-out
setelah krusta kuning keabu-abuan
dan pus diatasnya dibersihkan.
• Pemeriksaan penunjang :
pewarnaan gram & kultur
• Tatalaksana  AB sama dengan
impetigo.
• Komplikasi : glomerulonefritis.
Folikulitis (impetigo Bochart)

• Folikulitis adalah infeksi pada


folikel rambut.
• Gambaran klinis : pustul
dengan eritema

Tatalaksana : antiseptik topikal (klorheksidin,


polikeksanid, metilviolet atau eosin, triklosan
atau benzoil peroksida) atau AB topikal
mupirosin, asam fusidat atau retapamulin
selama 7-10 hari.
Furunkel & karbunkel

• Furunkel  infeksi yang


lebih dalam pada folikel
rambut dan sekitarnya.
• Timbul pd kulit yang
terdapat rambut, predileksi
di wajah, leher, aksila,
bokong, dan lipat paha.
Furunkel & karbunkel
• Karbunkel  gabungan beberapa
furunkel, disertai nyeri dan gejala
konstitusi berupa demam dan
malaise.
• Predileksi pada tengkuk, punggung,
atau paha.
• Daerah yang terkena tampak
eritematosa, terdapat indurasi
dengan pustul multipel di
permukaannya, serta dapat
meninggalkan jaringan parut.
Abses

• Abses  kumpulan pus dalam


suatu rongga, terbentuk dari
jaringan yang hancur dan
nekrosis.
• Gambaran klinis berupa nodus
eritematosa yang mengalami
fluktuasi.
• Tatalaksana terpenting adalah
dilakukan insisi dan drainase.
Erisipelas
• varian selulitis dg infeksi yang lebih superfisial, yaitu dermis bagian atas.
• Etiologi : oleh streptokokus grup G, B, C dan D, terutama pada pasien
yang kondisinya lemah pasca operasi.
• Gambaran klinis : plak eritematosa yang mencolok, berbatas tegas,
gambaran peau de orange, teraba hangat, demam, menggigil, malaise,
nausea dan vomitus.  vesikel, bula petekie dan ekimosis di atasnya &
disertai pembesaran kelenjar getah bening.
• Predileksi ditungkai bawah, dapat disemua bagian tubuh pada daerah
dengan kerusakan kulit yang merupakan pintu masuk kuman, yaitu ulkus,
daerah trauma, fisura, dermatosis terutama di daerah intertrigo, tinea
pedis, atau gigitan serangga.
Selulitis
infeksi pada dermis dan subkutan

• Manifestasi klinis : erisiplas (eritematosa,


edema, nyeri, hangat pada perabaan,
berbatas difus dan terdapat fluktuasi) disertai
gejala konstitusi demam, malaise dan
menggigil, serta limfangitis, & >> KGB
• (+) bula dan nekrosis.
• Predileksi : tungkai bawah dapat mengenai
daerah tubuh lainnya.
• Tatalaksana : antibiotik oral (24-48 jam) 
antibiotik parenteral
Community acquired MRSA
• Furunkulosis dan abses merupakan
manifestasi klinis tersering pasa infeksi
CA-MRSA, dapat pula berupa selulitis dan
impetigo.
• Antibiotik MRSA cukup diberikan selama 7-
10 hari, infeksi berat, respons yang lambat,
dan pasien imunokompromais diperlukan
terapi selama 14 hari / >
Pioderma rekuren
• Pioderma rekuren  anak usia sekolah dg
pioderma sekunder serta pd anak dengan
dermatitis atopik, higiene perorangan
• Antibiotik, dosis, dan lama pemberian yang tidak
tepat merupakan faktor terjadinya pioderma
rekuren.
• Membersihkan luka dengan air dan sabun atau
NaCl, menjaga kebersihan diri dengan mandi dua
kali sehari, memakai sabun antibakteri, dan tidak
menggunakan bersama peralatan pribadi, serta
menjaga kelembaban dapat membantu
menurunkan rekurensi.
PENUTUP
• Pioderma  infeksi kulit dan jaringan lunak yang disebabkan
oleh SA atau Streptococcus pyogenes / keduanya.
• Tatalaksana pioderma bertujuan u/ mempercepat
kesembuhan serta mencegah komplikasi dan penularan.
• Menjaga higiene dan mencari serta menghindari faktor
predisposisi untuk pencegahan rekurensi.
• Pengobatan pioderma lokalisata adalah dengan antiseptik
atau AB topikal.
• Antibiotik sistemik diberikan pada pioderma luas, terlibatnya
jaringan yang lebih dalam, dan disertai gejala konstitusi.
• Dasar pemberian AB sistemik secara empiris berdasarkan
pola kuman serta kultur dan resistensi.
• Pada komunitas dengan prevalensi MRSA tinggi, pilihannya
adalah AB yang efektif terhadap MRSA.
Daftar Pustaka
• Sethuraman G, Bhari N. Common skin problem in children. Indian J Pediatr. 2014; 81(4):381-90
• Chui Y, Galbraith S, Galen WK, Holland K, Kos L.Bacterial Infections. Dalam: Schachner LA,
Hansen MD, Happle R, Paller AS, Krafchik BR, Lucky WL, Rogers M, penyunting. Pediatric
Dermatology. Edisi ke 4. China: Elsevier;2011.h.1331--424
• Craft N. Superficial cutaneus infertion and pyodermas. Dalam: Goldsmith LA, Katz SI, Gilchrest
BA, Paller AS, Leffel DJ, Wolff K, penyunting. Fitzpatrick’s Dermatology in General Medicine.
Edisi ke delapan. Palatino: McGraw-Hill;2012.h. 2128-44
• Yeoh KY, Bowen AC. Carapetis JR. Impetigo and scabies-disease burden and modern
treatment strategis. J Infect. 2016; XX:1-7.
• Data morbiditas tahun 2012 poliklinik ilmu kesehatan kulit dan kelamin RS dr. Cipto
Mangunkusuma Jakarta. 2012.
• Data morbiditas tahun 2013 poliklinik ilmu kesehatan kulit dan kelamin RS dr. Cipto
Mangunkusuma Jakarta. 2013.
• Data morbiditas tahun 2014 poliklinik ilmu kesehatan kulit dan kelamin RS dr. Cipto
Mangunkusuma Jakarta. 2014.
• Data morbiditas tahun 2015 poliklinik ilmu kesehatan kulit dan kelamin RS dr. Cipto
Mangunkusuma Jakarta. 2015.
• Heragandhi N. Kuman penyebab pioderma superfisialis pada anak dan kepekaanya terhadap
beberapa antibiotik. Tesis. Program Pendidikan Dokter Spesialis, FKUI, Jakarta, 2014.