Anda di halaman 1dari 28

1.

Anissa Kartini Putri


2. Dyca Herliana Kusuma Dewi
3. Ikke Dwi Kartika
4. Rijalul Fikri
5. Rokhim Sunandi
Otak
(Encephalon)
Saraf Pusat
Sumsung tulang
belakang

Sistem saraf 12 pasang


serabut saraf
otak

31 Pasang
Saraf Tepi serabut saraf
tulang belakang
Saraf simpatik

Saraf otonom
Saraf
parasimpatik
Sumsung tulang belakang

Sumsum tulang
belakang mempunyai dua
fungsi utama, yaitu sebagai
penghubung impuls yang
berasal dari otak serta
sebagai pusat gerak refleks.
Sumsum tulang belakang
(medulla spinalis)
menempati rongga tulang
belakang dan berbentuk
memanjang. Selaput
pembungkusnya sama
seperti pada otak, terdiri
atas duramater, arachnoid,
dan piamater.
Sistem ventrikulus ialah rongga-rongga di dalam otak yang berisi cairan
serebrospinal.
Ventrikel berhubungan dengan bagian subarachnoid danjuga berhubungan
denganbentuk tabung pada canal pusat (central canal) dari tulang belakang.
Ruang terbesar yang berisi cairan terutama ada pada pasangan ventrikellateral
(lateral ventricle). Ventrikellateral berhubungan dengan ventrikel ketiga (third
ventricle) yang terletak di otak bagian tengah (midbrain). Ventrikel ketiga
dihubungkanke ventrikel keempat oleh cerebral aqueduct yang
menghubungkan ujung caudal ventrikel keempat dengan central canal.
Ventrikellateral juga membentuk ventrikel pertama dan ventrikel kedua,
tetapi fungsi kedua ventrikel tersebut tidak terlalu dibicarakan pada buku ini
karena akan melibatkan sistem yang jauh lebih kompleks.
Sirkulasi CSF dimulai dalam ventrikellateral ke ventrikel ketiga, kemudian
mengalir ke cerebral aqueduct ke ventrikel keempat. Dari ventrikel keempat
mengalir ke lubang-Iubang subarachnoid yang melindungi keseluruhan CNS.
Selanjutnya cairan itu (yang sudah digunakan) diabsorpsi ke superior saggital
sinus dan mengalir ke durameter yang kemudian akan dikeringkan oleh
pembuluhjugular di bagian leher. Sirkulasi CSF dimulai dalam ventrikellateral
ke ventrikel ketiga, kemudian mengalir ke cerebral aqueduct ke ventrikel
keempat. Dari ventrikel keempat mengalir ke lubang-Iubang subarachnoid
yang melindungi keseluruhan CNS. Selanjutnya cairan itu (yang sudah
digunakan) diabsorpsi ke superior saggital sinus dan mengalir ke durameter
yang kemudian akan dikeringkan oleh pembuluhjugular di bagian leher.
Neuron atau sel saraf dan sel glia merupakan dua
jenis sel penyusun sisem saraf. Neuron atau sel
saraf merupakan sel fungsional pada system saraf,
yang bekerja dengan cara menghasilkan potensi
aksi dan menjalarkan impuls dari satu sl ke sel
berikutnya. Neuron atau sel saraf dan sel glia
merupakan dua jenis sel penyusun sisem saraf, sel
glia berfungsi sebagai pendukung struktur dan
fungsi neuron, namun tidak terlibat dalam fungsi
penjalaran impuls.
Dalam otak manusia, jumlah sel glia jauh lebih
besar daripada junlah neuron. Perbandingan
antara jumlah sel glia dan neuron ialah 10;1. Sel
glia berfungsi utuk menjamin agar kondisi
lingkungan ionic disekitar neuron dapat selalu
tepat. Selain itu, sel glia juga berfungsi untuk
membuang zat-zat sisa dari sekitar neuron.

Salah satu sel glia yang sangat dikenal ialah sel


schwan. Sel schwan merupakan salah satu jenis
sel glia yang berungsi sebagai pembungkus
akson, membentuk selubung yang disebut
selubung mielin.
Satu sel saraf tersusun dari badan sel, dendrit, dan
akson.
Badan Sel
Badan sel saraf merupakan bagian yang
paling besar dari sel saraf Badan sel
berfungsi untuk menerima rangsangan
dari dendrit dan meneruskannya ke
akson. Pada badan sel saraf terdapat inti
sel, sitoplasma, mitokondria, sentrosom,
badan golgi, lisosom, dan badan sel.
Dendrit
Dendrit adalah serabut sel saraf
pendek dan bercabang- cabang.
Dendrit merupakan perluasan
dari badan sel. Dendrit berfungsi
untuk menerima dan
mengantarkan rangsangan ke
badan sel.
Akson
Akson disebut juga neurit. Neurit adalah
serabut sel saraf panjang yang
merupakan penjuluran sitoplasma badan
sel. Benang-benang halus yang terdapat
di dalam neurit disebut neurofibril.
Neurofibril dibungkus oleh beberapa
lapis selaput mielin yang banyak
mengandung zat lemak dan berfungsi
untuk mempercepat jalannya
rangsangan.
Sel Schwan /
Glia
Sel Schwann adalah sel glia yang
membentuk selubung lemak di seluruh
serabut saraf mielin. Membran plasma
sel Schwann disebut neurilemma.
Fungsi mielin adalah melindungi
akson dan memberi nutrisi. Bagian
dari akson yang tidak terbungkus
mielin disebut nodus Ranvier, yang
berfungsi mempercepat penghantaran
impuls.
Glia edit

 Disamping neuron di dalam sistem saraf juga


mengandung sel glia (neuroglia)
 Jumlahnya sangat banyak (10-50x jumlah neuron)
 Yang termasuk sel glia: Potongan ganglion
 Sel Schwann
 Mikroglia
 Oligodendrogliosit
 Astrosit (fibrosa & protoplasmik)

 Fungsi:
 Tidak berfungsi menghantarkan impuls saraf
 Menghasilkan zat-zat yang merangsang sel saraf Sel Glia
 Membantu mempertahankan konsentrasi ion & Sel Neuron
neurotransmitter
 Membantu memperbaiki neuron yang rusak
 Membentuk tigh junction pada sawar darah-otak
Polarisasi adalah keadaan dimana saraf sedang istirahat atau keadaan
dimana saraf tidak sedang menjalankan rangsang. Pada keadaan ini
muatan yang lebih negatif berada di sisi dalam membran sedangkan
muatan yang lebih positif berada di sisi luar membran. Membran sel saraf
bersifat impermeabel terhadap ion natrium dan permeabel terhadap ion
kalium. Potensial yang dapat diterima membran saraf dalam keadaan
istirahat berbeda-beda tergantung pada jenis selnya. Hal ini menunjukkan
keadaan elektrolis antara sisi dalam membran dengan sisi luar membran.
Perbedaan potensial tersebut disebabkan oleh adanya distribusi ion
natriun dan kalium yang tidak seimbang di antara kedua sisi membran sel
saraf. Besarnya potensial membran yang diukur saat sel dalam keadaan
istirahat ini disebut potensial membran istirahat.
Mekanisme fungsi
Sel Saraf

Di dalam plasma sel lam plasma akson konsentrasi


ion kalium (K+) lebih tinggi daripada di dalam cairan
ekstraseluler. Sebaliknya konsentrasi ion natrium
(Na+) lebih rendah daripada di dalam cairan
ekstraseluler.
Pada saat istirahat membrane saraf 50-70 kali lebih
permeable terhadap ion kalium (K+), sedangkan
permeabilitasnya terhadap ion natrium (Na+) dan ion
klorida (Cl-) sangat rendah, bahkan di duga
impermeable terhadap Na+ dan Cl-.
Karena konsentrasi K+ di dalm sel lebih tinggi
daripada di luar sel, nmaka beberapa K+ berdifusi keluar
mengikuti gradien konsentrasinya. Setiap K+ yang
meninggalkan akson pada dasarnya di ikuti oleh Cl- atau
anion yang lain. Namun karena pada saat ini membrane
hanya permeable terhadap K+, maka Cl- tetap tertinggal di
sebelah dalam membran. Difusi K+ keluar sal bagaimanapun
juga ditolak oleh ion-ion positif di luar sel, yang secara cepat
mencapai suatu tingkat dimana kecenderungan K+ keluar
seimbang dengan kecenderungannya ke dalam sel. Dalam
keadaan seimbang ini membrane dikatakan istirahat dan
muatan dalam keadaan polarisasi, sebelah dalam membrane
negative dan sebelah luar membrane positif.
Tingginya potensial istirahat ini tergantung pada besaenya
perbedaan konsentrasi K+ di luar dan di dalam sel. Jadi di sini
yang berperan dalam menjaga potensial membrane istirahat
adalah ion kalium. Oleh karena itu sering pula potensial
istirahat di sebut juga sebagai potensial kalium.
Merupakan pembalikan cepat
potensial membran akibat
perubahan permeabilitas
membran. Potensial aksi
berfungsi sebagai sinyal jarak
jauh.
Pada saat membrane istirahat, permeabilitasnya
terhadap Na+ begitu rendah, sehingga Na+ memiliki pengaruh
yang sangat kecil terhadap pembentukan potensial istirahat
membran. Dengan konsentrasi Na+ tinggi di luar sel, maka
ada dua kekuatan cenderung mendorong Na+ berdifusi ke
dalam sel, yaitu potensial negative di dalam sel dan
konsentrasi Na+ tinggi di luar sel.
Suatu rangsangan akan menyebabkan membrane menjadi
permeable terhadap Na+. Peningkatan permeabilitas Na+ ini
dapat mencapai 600 kali dari keadaan istirahat sehingga Na+
akan berdifusi ke dalam sel dengan cepat. Masuknya Na+ ke
dalam sel menyebabkan penurunan gradient konsentrasi Na+
di luar dan di dalam sel akibatnya potensial membrane
menjadi turun di banding dari keadaan istirahatpotensial
membrannya di sebut potensial natrium.
Apabila rangsangan yang di berikan cukup
kuat maka potensial membrane akan turun sampai
menjadi positif dan menghentikan masuknya Na+
ke dalam sel lebih lanjut. Pada saat ini potensial
membrane mencapai +40mV (sebelah dalam
positif). Setelah potensial membrane mencapai
+40mV, maka membrane menjadi impermeable
terhadap Na+ sedangkan perneabilitasnya terhadap
K+ meningkat sampai 300 kali dari keadaan
istirahat. Akibatnya K+ berdifiusi ke luar sel (karena
gradient konsentrasinya), dan aktifitas ini akan
mengembalikan potensial membrane ke potensial
istirahat (repolarisasi). Aktifitas inilah yang menjadi
sebab utama potensial aksi.
Potensial berjenjang adalah perubahan lokal
potensial membran yang terjadi dalam berbagai drajat
atau tingkat kekuatan.besarnya potensial berjenjang
berkait dengan potensial pencetus,yaitu semakin kuat
kejadian pencetusnya,semakin besar potensial
jenjang yang terjadi.kejadian pencetus dapat barupa:
1. Stimulus
2. Intraksi suatu zat perantara kimiawi dengan
reseptor permukaan pada membran sel saraf atau otot
3. Perubahan spontan Potensial akibat ketidak
seimbangan siklus pengeluaran – pemasukan.

potensial berjenjang berfungsi sebagai sinyal jarak dekat


SINAPS

Sinapsis merupakan hubungan penyampaian


impuls dari satu neuron ke neuron yang lain. sebuah
sinapsis menyediakan koneksi antara neuron yang
memungkinkan informasi sensorik mengalir di antara
mereka. Informasi sensorik bergerak melalui proyeksi
khusus neuron hingga mencapai sinapsis, yang bertindak
seperti terminal persimpangan.
fungsi sinapsis untuk memungkinkan
impuls sensorik untuk melakukan
perjalanan dalam satu arah, membagi
impuls antara beberapa neuron, atau
menggabungkan impuls ke neuron
tunggal.