Anda di halaman 1dari 76

ERGONOMI DAN PSIKOLOGI KERJA

PENGERTIAN

• Ergon = kerja
• Nomos = aturan
• Ergonomi = aturan/tatacara dalam bekerja
(secara harfiah)
• Ergonomi adalah ilmu yang mempelajari
manusia dalam hubungan dengan pekerjaan,
dengan segala aspek dan ruang lingkupnya
Konsep dasar ergonomi

• Why is ergonomic ?
Pekerjaan yg tidak ergonomis menyebabkan
ketidak nyamanan, biaya tinggi,penurunan
performa,efisiensi,daya kerja dan kecelakaan
Konsep dasar ergonomi

• Where is ergonomi applied ?


- Diterapkan dimana saja: di rumah, di tempat
kerja, di perjalanan dll.
• When is ergonomic ?
- Diterapkan kapan saja selama 24 jam
• Who must apply ergonomics ?
- Setiap individu maupun kelompok dari usia bayi
sampai dewasa
• How is ergonomics applied ?
- Semua disiplin ilmu
Tujuan Ergonomi

• Meningkatkan kesejahteraan fisik dan mental melalui


upaya pencegahan cidera dan penyakit akibat kerja,
menurunkan beban kerja fisik dan mental,
mengupayakan promosi dan kepuasan kerja
• Meningkatkan kesejahtaran sosial melalui peningkatan
kualitas kontak sosial, mengelola dan mengkoordinir
kerja secara tepat guna dan meningkatkan jaminan sosial
baik selama kurun waktu usia produktif maupun setelah
tidak produktif
• Menciptakan keseimbangan rasional antara berbagai
aspek : teknis, ekonomis, antropologis, dan budaya dari
setiap sistem kerja yang dilakukan, sehingga tercipta
kualitas kerja dan kualitas hidup yang tinggi
PSIKOLOGI
• Psikologi kerja adalah pertumbuhan dan gerak kesadaran manusia
karena pengaruh hal-hal diluar dirinya, yang terwujud kepada tingkah
laku atau perbuatan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
• Psikologi industry dan organisasi adalah studi tingkah
laku manusia dalam hubungannya dengan aspek
pekerjaan dan aplikasi pengetahuan untuk menurunkan
masalah manusia dalam pekerjaan (Pappu, 2002
Bagaimana Psikologi berperan dalam perusahaan, menurut John Miner
dalam bukunya Industrial-Organizational Psychology (1992), dapat
dirumuskan dalam 4 bagian:
•Terlibat dalam proses input : melakukan rekrutmen, seleksi, dan
penempatan karyawan.
•Berfungsi sebagai mediator dalam hal-hal yang berorientasi pada
produktivitas: melakukan pelatihan dan pengembangan, menciptakan
manajemen keamanan kerja dan teknik-teknik pengawasan kinerja,
meningkatkan motivasi dan moral kerja karyawan, menentukan sikap-sikap
kerja yang baik dan mendorong munculnya kreativitas karyawan.
•Berfungsi sebagai mediator dalam hal-hal yang berorientasi pada
pemeliharaan: melakukan hubungan industrial (pengusaha-buruh-
pemerintah), memastikan komunikasi internal perusahaan berlangsung
dengan baik, ikut terlibat secara aktif dalam penentuan gaji pegawai dan
bertanggung jawab atas dampak yang ditimbulkannya, pelayanan berupa
bimbingan, konseling dan therapi bagi karyawan-karyawan yang
mengalami masalah-masalah psikologis
•Terlibat dalam proses output: melakukan penilaian kinerja, mengukur
produktivitas perusahaan, mengevaluasi jabatan dan kinerja karyawan.
BAHAYA PSIKOLOGIS
• Bila seseorang sedang mempunyai masalah dalam
keluarganya, kemudian ketika dia sedang bekerja, diaselalu
memikirkan masalah tersebut dan tidak fokus, sehingga ada
kemungkinan dia akan mendapatkan kecelakaan atau kejadian
yang tidak diinginkan
• Bahaya Psiko-sosial, yaitu potensi bahaya yang berasal atau
ditimbulkan oleh kondisi aspek-aspek psikologis
ketenagakerjaan yang kurang baik atau kurang mendapatkan
perhatian
Contohnya :
• penempatan tenaga kerja yang tidak sesuai dengan bakat,
minat, kepribadian, motivasi, temperamen atau
pendidikannya.
• Sistem seleksi dan klasifikasi tenaga kerja yang tidak sesuai
• kurangnya keterampilan tenaga kerja dalam melakukan
pekerjaannya sebagai akibat kurangnya latihan kerja yang
diperoleh
• Hubungan antara individu yang tidak harmoni dan tidak serasi
dalam organisasi kerja.
• Pentingnya mempelajari Bahaya Psychosocial dan Stress Kerja
adalah agar produktivitas kerja dapat tetap terjaga
• Bahaya psikososial dapat meliputi :
• Beban kerja
• Rutinitas kerja
• Masalah organisasi
• Konflik antara pekerja maupun antara pekerja dengan pimpinan
• Suasana kerja yang buruk
• Bahaya-bahaya ini secara langsung atau tidak, akan
berpengaruh terhadap kondisi fisik dan psikis karyawan sehari-
hari.
• Jika seorang karyawan tidak dapat
mengatasi beban bahaya ini dengan baik,
maka karyawan tersebut akan jatuh dalam
kondisi bosan, jenuh, stres, dan lambat
laun akan mengalami gangguan serta
keluhan-keluhan penyakit serta
menurunkan produktifitas kerja karyawan.
STRESS
• Stress merupakan psychological dan physiological respons terhadap
peristiwa yang mengganggu keseimbangan personal
• Stress adalah suatu abstraksi. Orang tidak dapat melihat stressor,
yang terlihat adalah akibat (respons) dari stressor.
• Respons bersifat otomatis ‘fight or flight’
• Akibat stress bisa destruktif namun bisa pula konstruktif
Gejala stress
• Kepuasan kerja rendah
• Kinerja yang menurun
• Semangat dan energi menjadi hilang
• Komunikasi tidak lancar
• Pengambilan keputusan jelek
• Kreatifitas dan inovasi kurang
• Bergulat pada tugas-tugas yang tidak produktif.
• Pengelolaan stress dapat dilakukan melalui
pendekatan individu dan organisasi
Konsep Keseimbangan Ergonomi

1. Work capacity : personal capacity, fisiological


capacity, psicological capacity, biomechanical
capacity
2. Task demand : material characteristics,
task/work place characteristics, organizational
characteristics, Environmental characteristics
3. Performance ditentukan oleh kapasitas
kerja/kemampuan kerja dan tuntutan tugas
Konsep keseimbangan ergonomi

• Jika tuntutan tugas lebih besar kemampuan kerja


=> over stress, discomfort, lelah, cidera,celaka,
sakit, produktivitas
• Jika tuntutan tugas lebih rendah kemampuan
kerja => under stress, bosan, lesu, tidak
produktif
• Harapannya adalah antara tuntutan kerja =
kemampuan kerja => performa optimal
SISTEM MANUSIA

Sub sistem : pernafasan, pencernaan, peredaran


darah, penginderaan, kerangka, otot dan syaraf

Sub-sub sistem : mata, telinga, hidung, lidah


kulit, jantung, paru dll.
Manusia merupakan faktor penentu yang
dipengaruhi oleh internal faktor dan ekternal
faktor
INTERNAL FAKTOR

Faktor somatis : sex, umur, ukuran tubuh,


kondisi kesehatan, status gizi

Faktor psikis : kepercayaan, motivasi, keinginan,


kepuasan, dll.
EKSTERNAL FAKTOR

Jenis pekerjaan
Peralatan
Bahan baku
Proses produksi
Pembagian jam kerja, istirahat
Lingkungan kerja
Internal + Eksternal faktor  pendekatan ergonomi
KAPASITAS KERJA

Kemampuan
Kebolehan
Keterbatasan
Ketiga komponan diatas dipengaruhi oleh :bentuk dan besar
tubuh, umur, sex, ras, status kesehatan, nutrisi, kesegaran
jasmani, pendidikan, ketrampilan.
BENTUK DAN BESAR TUBUH

Semakin besar dan panjang ukuran otot, maka semakin


banyak dan panjang jumlah serat otot yg menyusunnya 
kemampuan kerja semakin besar
1 cm otot menghasilkan tenaga 4 kg gaya
Besar dan panjang otot dipebgaruhi : faktor keturunan, gizi
selama pertumbuhan, latihan
Cara kerja otot : statis atau dinamis, efisiensi kerja otot
ditentukan oleh adanya koordinasi antara otot, susunan syaraf
dan pancaindera
Kontraksi otot
• Stimulus  asetilkholin
Aktin + myosin ===== aktomyosin  kontraksi
KERJA OTOT STATIS

Tegangan bertambah, tetapi panjangnya tetap  pembuluh


darah terjepit oksigen keotot terganggu  menghambat
perubahan asam laktat menjadi glukosa  cepat lelah
Merupakan kebalikan dari kerja otot dinamis
FAKTOR UMUR DAN SEX

Kapasitas kerja mencapai puncaknya pada usia 25-30 th, dan


menurun di usia >30th. Penurunan terbanyak pada usia 60
th.pada otot 25%, kemampuan syaraf 60 %, pancaindera,
jantung, paru dan organ lain.
Kapasitas kerja laki dan wanita berbeda karena perbedaan
sistem hormonal, kultur,pendidikan dan kebiasaan
FAKTOR RAS

• Tiap suku bangsa mempunyai reputasi tersendiri pada jenis


pekerjaan yg cocok dikarenakan perubahan yg terjadi secara
evolusioner dan akhirnya bersifat heriditair.
Faktor kesehatan, kesegaran jasmani dan
nutrisi
• Merupakan kesatuan yang saling menunjang dan
saling terkait dengan kemampuan fisik seseorang
• Kesegaran jasmani dapat dipelihara dgn
meningkatkan kemampuan otot dan kecepatan
dengan cara latihan dan olah raga secara teratur
menyebabkan performa kerja dan ketahanan
kerja akan lebih baik
KETRAMPILAN

Tujuan : kerja menjadi lebih efisien


Didapat melalui proses pendidikan dan latihan
Fungsi latihan :pembinaan koordinasi syaraf kearah
otomatisasi/reflektoris, kontraksi otot yg tidak perlu
ditiadakan, kosumsi energi berkurang, efisiensi waktu
BEBAN KERJA

Tubuh manusia dirancang untuk melakukan pekerjaan, massa


otot beratnya hampir ½ berat badan, memungkinkan dpt
menggerakan tubuh
Setiap beban kerja yg diterima oleh pekerja harus sesuai baik
terhadap kemampuan fisik, kognitif maupun keterbatasan
manusia
FAKTOR-2 YG MEMPENGARUHI BEBAN
KERJA
1. Faktor internal : faktor somatis dan psikis
2. Faktor eksternal
 Tugas-2 yg bersifat fisik : beban yang
diangkat/diangkut, sikap kerja, alat dan sarana
kerja, kondisi/medan kerja,dll.
 Tugas yg bersifat psikis : tingkat kesulitan,
tanggung jawab dll.
 Organisasi kerja : lamanya waktu kerja, kerja
bergilir, sistem pengupahan, sistem kerja,
istirahat, sistem pelimpahan tugas/wewenang
Lingkungan kerja (beban tambahan) : fisik,
kimia, biologi, fisiologi dan psikologi
Ketiga aspek diatas merupakan stressor yg berasal
dari luar tubuh
PENILAIAN BEBAN KERJA (menurut
Christensen,1991.Encyclopaedia of Occupational Health and
Safety.ILO Geneva.
Beban Konsumsi ventilasi Suhu Denyut
kerja 02 l/mnt paru l/mnt rectal jantung
ringan 0,5-1,0 11-20 37,5 75-100

sedang 1,0-1,5 20-31 37,5-38 100-125

berat 1,5-2,0 31-43 38-38,5 125-150

Sangat 2,0-2,5 43-56 38,5-39 150-175


berat
Sgt berat 2,5-4,0 60-100 >39 >175
sekali
Beban kerja berdasarkan kebutuhan
kalori(Kepmenaker No.51 th1999)
Beban kerja ringan : 100-200 Kkal/jam
Beban kerja sedang : >200-350 Kkal/jam
Beban kerja berat : >350-500 Kkal/jam
KEBUTUHAN DAN PENGELUARAN ENERGI /
ENERGI EXPENDITURE
• EE : energi yang dikeluarkan tubuh pada saat bekerja
• Cara penentuan : tidak langsung  mengukur
penggunaan oksigen, 1 L oksigen rerata menghasilkan 4,8
kkal. Langsung menggunakan Kalorimeter
• Menurut RDA (The Recommended Dietary Allowance For
Use in Indonesia) dibuat Direktorat Gizi Depkes th 1969.
Patokan (referensi) dalam perhitungan dlm suhu 25º C.
laki-2 sehat, umur 25 th , BB 55 kg
Wanita sehat, umur 25 th, BB 47 kg
JENIS KEGIATAN

KERJA L (55KG) W (47 KG)

RINGAN 2400 KKAL 1900 KKAL

SEDANG 2800 KKAL 2200 KKAL

BERAT 3900 KKAL 3100 KKAL


CONTOH
• Laki-laki dengan BB x Kg bekerja ringan  memerlukan energi
sebesar :
x/55 X 2400 kkal
PENGORGANISASIAN KERJA

Organisasi kerja menyangkut waktu kerja, waktu


istirahat, shift kerja, kerja lembur, sistem kerja
harian/borongan, masuk kerja, sistem
pengupahan, insentif dapat berpengaruh
terhadap produktivitas.
Jam kerja yg berlebihan, kerja lembur di luar batas
kemampuan akan mempercepat kelelahan,
menurunkan ketepatan, kecepatan dan
ketelitian kerja  tubuh perlu keseimbangan
yg ritmis antara asupan energi & istirahat
Pengaturan waktu kerja dan istirahat

Mutlak disesuaikan dengan kapasitas kerja,


beban kerja, jenis pekerjaan, dan faktor
lingkungan
Jam kerja yg pendek tidak adekwat
Jam kerja yg panjang tidak efisien,
mempercepat kelelahan, menurunya
ketelitian,berkurangnya kecepatan,
meningkatnya angka kesakitan dan kecelakaan
Ahli fisilogi merekomendasi bahwa kerja optimal
8jam/hr atau 40 jam/mgg
Istirahat pendek dengan sedikit kudapan ditengah-tengah 4
jam pertama dan kedua menjamin output dipertahankan
Tujuan istirahat : mencegah terjadinya kelelahan,
pemulihan/penyegaran dan memberi kesempatan waktu
kontak sosial &spiritual
Macam-macam istirahat

1. Istirahat spontan : istirahat pendek setelah pembebanan


2. Istirahat curian : beban kerja tidak sesuai dgn kemampuan
kerja
3. Istirahat karena prosedur kerja
4. Istirahat yang ditetapkan atas dasar perundang-undangan
yg berlaku
Jumlah hari kerja dalam seminggu

Di Indonesia ada 2 sistem hari kerja (5 hr dan 6 hr kerja


Sistem 5 hari kerja :
Keuntungannya : mempunyai 2 hr libur untuk aktivitas sosial
/rekreasi. Di Amerika produktivitas meningkat 1,5-16,1 %
Kerugiannya : jam kerja /hr lebih panjang sehingga menjadi
tdk efisien
Shift malam

Menurut ILO : aktivitas kerja yg dilakukan malam hari melebihi


waktu antara jam 23.00 dan jam 05.00
 Kerja malam hari menurut ahli fisiologi tidak ergonomis
Demi efisiensi mesin dan SDM untuk meningkatkan produksi
dalam mencapai profit yg tinggi
Pekerja yg tidak diperkenankan shift malam

1. Mengalami inversi fluktuasi temperatur tubuh


2. Mempunyai kelainan/penyakit seperti : insomnia, epilepsi,
diabetus mellitus, gastritis
3. Tidak bisa beradaptasi (38%), 62 % dapat beradaptasi : 1-3
hr (27%), 4-6 hr (12%), > 6 hr (23%)
Masalah yg timbul pd pekerja shift malam

1. Gangguan tidur
2. Gangguan sistem pencernaan makanan
3. Gangguan kehidupan sosial
4. Gangguan mental, berupa keluhan 64 % pek
malam dan 25 % pek. siang
Kerja lembur

1. Kurang produktif dan tdk efisien, memberikan hasil yg


kurang memuaskan
2. Untuk menghindari kerja lembur, hal-2 yg perlu
diperhatikan :
a. Pengorganisasian kerja
b. Memperbaiki desain alat dan mesin
c. Pemberian insentif dan promosi
d. Pemberian motivasi & human relation
3. Syarat kerja lembur

a. Naker sehat menurut pemeriksaan dokter


b. Jumlah jam kerja tidak melebihi 50 jam /mgg termasuk jam
lemburnya
c. Tidak terdapat bahan kimia/bahan lain yg berbahaya
d. Bukan pada pekerja tua
e. Makanan tambahan cukup
f. Kendaraan antar jemput
KESEGARAN JASMANI

A. Ditinjau dari fisiologi : kesanggupan dan


kemampuan tubuh melakukan adaptasi
terhadap pembebanan fisik yg diberikan
kepadanya tanpa menimbulkan kelelahan yg
berlebihan
B. Definisi lain tentang kj : kemampuan untuk
pelaksanaan tugas sehari2 dgn giat dan
kewaspadaan, tanpa mengalami kelelahan yg
berarti masih tersisa kapasitas utk menikmati
waktu & menghadapi hal2 tak terduga
KOMPONEN KESEGARAN JASMANI

A. NUTRISI
B. KOMPOSISI TUBUH
C. KECUKUPAN ISTIRAHAT
D. KEKUATAN OTOT
E. KETAHANAN OTOT DAN KARDIOVASKULER
F. KECEPATAN
G. KELENTURAN TUBUH
A. FAKTOR-2 YG MEMPENGARUHI
KESEGARAN JASMANI
A. UMUR
B. JENIS KELAMIN
C. KONDISI KESEHATAN
D. OLAH RAGA
E. FAKTOR GENETIK
UJI KESEGARAN JASMANI

A. Menghitung nadi kerja : pembebanan


maksimum untuk dewasa muda = 200/menit
dan untuk usia >40 th batas max. = 170/menit
 Berat ringannya pekerjaan ditentukan oleh
selisih antara nadi kerja dgn nadi sebelum kerja
dan waktu pemulihan
 Kelemahan : denyut nadi dipengaruhi oleh
emosi, sikap tubuh, merokok, dll
 Keuntungan : denyut nadi mencerminkan
beban tambahan, kerja otot statis/dinamis
B. Harvard step up test

Prinsip : waktu kerja denyut nadi meningkat


kemudian mengalami pemulihan setelah selesai
kegiatan
Alat yg digunakan : bangku setinggi 47 Cm (lk)
dan 40 Cm (pr), metronom dan stopwatch
Naik turun bangku dg kec. 120 langkah/mnt,
lamanya sampai merasa lelah kurang lebih 5
mnt. Denut nadi dihitung selama 30 dt dan
dimulai berturut2 tiap 1 mnt setelah kgt
dihentikan,shg didapat p1,p2 dan p3
MANUAL MATERIAL HANDLING
(MMH)/ANGKAT ANGKUT/ANGKAT JINJING

• Ada 3 hal yang harus diperhatikan :


A. task variabel :
- asesibilitas(benda dapat dipegang/dijangkau)
- ukuran dan bentuk obyek
- ketinggian
- berat dan jarak tempuh
- ada tidaknya pegangan (handle)
- posisi kerja (normal atau tidak)
- frekuensi & lama waktu
MMH
• B. Human variables :
- umur dan jenis kelamin
- kesegaran jasmani
- dimensi tubuh(kekekaran otot, panjang
lengan,dll)
- status kesehatan
MMH
• C. Environmental variables :
- panas
- bising
- vibrasi
- debu
- kabut
- ventilasi
- ruang kerja
- hubungan dgn pekerja lain dan manajemen
BERAT ANGKAT ANGKUT (NIOSH)

Karakteristik beban Laki-laki Wanita


Sisi rata (smooth) Max 20 kg 14-18 kg
Sisi tidak rata/tajam Max 14 kg Max 14 kg
Beban diangkut 2 org Max 90 kg -
jarak dekat
Beban diangkut 2 org Max 45 kg -
jarak jauh
Mengangkut dgn ransel 22,5-25 kg 17,5-20
kg
PELETAKAN /PEMINDAHAN DENGAN BERBAGI
KETINGGIAN (std org Amerika)
KETINGGIAN LAKI-LAKI WANITA

Antara bahu s/d kepala 10 kg -

Antara panggul s/d bahu 17,5 kg -

Antara lutut s/d panggul 20 kg -


Lebih rendah dari lutut 22,5 kg -
BERAT BEBAN MENURUT ILO

Jenis kelamin Berat beban

Laki-laki dewasa 50 kg dg interval 45-55 kg

Wanita dewasa 25 kg dg interval 20-25 kg

Laki-2 umur 16-18 th 20 kg dg interval 20-23 kg


Wanita umur 16-18 15 kg dg interval 10-15 kg
th
POSISI MEMBAWA BARANG

DI BAHU DENGAN ALAT BANTU/TIDAK


DI PUNGGUNG
DI PINGGUL
DI ATAS KEPALA
DI KEPALA DENGAN TALI YANG DILEKATKAN DI
DAHI
DI JINJING DENGAN SATU ATAU DUA TANGAN
DLL. SESUAI DENGAN DAERAH MASING-2
Beban kardio-vaskuler
Faktor-2 yang harus diperhatikan :
- keadaan iklim
- status gizi dan kesehatan kardiorespirasi
(jantung dan paru)
- pembebanan maksimum diharuskan dlm
waktu yang singkat (4-5 menit)
- pembebanan fisik yg tdk melebihi 1/3 kapasitas
kerja max dpt bekerja cukup lama(bbrp jam)
PARAMETER PRAKTIS UNTUK MENENTUKAN
KEMAMPUAN KERJA MAKSIMUM

• NADI KERJA : diusahakan tidak melebihi 30-40


denyut/menit di atas denyut nadi sebelum
bekerja dan nadi akan turun seperti nadi
sebelum kerja dalam waktu kurang dari 15 mnt.
Pembebanan fisik dikatakan optimal jika nadi
kerja menetap selama waktu kerja (stady state)
dg kriteria ini naker dpt bekerja 8 jam/hr atau 40
jam/mgg.
PENGUKURAN DENYUT NADI (BROUHA)

• DIUKUR 3 KALI SETELAH BERHENTI BEKERJA


YAITU SELAMA 30 DETIK TERAKHIR DARI MENIT
PERTAMA, KEDUA DAN KETIGA (P1,P2,P3)
• BATAS AMAN YANG DIPERKENANKAN ADALAH
P1 = 110 DENYUT/MNT DAN P3 = 90
DENYUT/MNT
CARA MENGANGKAT YG ERGONOMIS

a) Mula-2 berjongkok untuk mencari posisi seimbang dg kaki


setengah terbuka, merapatkan badan kearah benda, pada
saat benda akan terangkat punggung harus lurus, dagu
diangkat agar kepala dan badan tidak cenderung
membungkuk/sedapat mungkin tegak lurus
CARA MENGANGKAT

B) Langkah mengangkat, pegangan tangan harus kuat dan


mengerahkan tenaga yg ditanggung oleh tulang dan otot,
tegakan dan luruskan kaki, maka terangkatlah benda tsb.
C) Langkah terakhir, meluruskan badan bagian atas sehingga
lurus dg kaki dan sedapat mungkin tegak lurus dg lantai
• Bila seorang tenaga kerja
mengangkat barang sambil
membungkuk, tekanan terbesar
terjadi pada daerah pinggang
sebagai akibat gaya pengungkit.
MUSCULOSKELETAL DISORDERS (MSDs)

• Keluhan muskuloskeletal yang dirasakan bisa


ringat sampai berat. Apabila otot menerima
beban statis secara berulang dan dalam waktu yg
lama akan menyebabkan kerusakan pada sendi,
ligamen dan tendon (MSDs)
• MSDs di industri yang sering dikeluhkan adalah
otot rangka : leher, bahu lengan, tangan, jari,
punggung, pinggang (Low Back Pain =LBP) dan
otot-2 bagian bawah
PENYEBAB MSDs

• Peregangan otot berlebhan (over exertion)  cidera


otot skeletal
• Aktivitas berulang tanpa relaksasi
• Sikap kerja tdk alamiah (semakin jauh posisi bagian
tubuh dari pusat gravitasi tubuh  ketidak sesuain
antara alat dan stasiun kerja dg ukuran tubuh pekerja
• Penyebab skunder : tekanan pd jaringan lunak, getaran,
mikroklimat
• Faktor individu : umur, sex, kebiasaan merokok,
kesegaran jasmani, kekuatan fisik dan ukuran tubuh
(antropometri)
MENCEGAH TERJADINYA MSDs

1. Rekayasa teknik; eliminasi, substitusi,ventilasi


2. Rekayasa manajemen : diklat, pengaturan
waktu kerja, pengawasan yg intensive
3. Pemakaian APD
FATIGUE

• PENGERTIAN :
- Secara fisiologis  batas kemampuan otot
dan sistem persyarafan untuk bekerja
- Merupakan mekanisme perlindungan tubuh
untuk menghindari kerusakan
- Aneka keadaan yg disertai penurunan
efisiensi dan ketahanan dalam bekerja
PERUBAHAN PADA KELELAHAN

1. Tata kimia dalam otot (energi menurun dan terjadi


penimbunan sampah metabolisme)
2. Fungsi persyarafan :
- rasa lelah
- kelambatan waktu reaksi
- daya persepsi menurun
- kemauan kerja menurun
GEJALA KELAINAN OTOT

a) Tenaga untuk konsentrasi menurun


b) Waktu latent (waktu relaksasi dan kontraksi) bertambah
c) Berkurangnya koordinasi gerakan otot
d) Tremor (gerakan dengan gemetar)
SISTEM PERSYARAFAN

• Sistem persyarafan juga mengalami perubahan yaitu


berkurangnya enzim-2 yang menghambat kerja syaraf (Acetyl
cholin dan Cholin esterase) => kelelahan kronis : sakit kepala,
sulit tidur, tidak suka makan, badan lemah dan lesu.
Kelelahan dapat dikuranngi dengan :

• Kepemimpinan => motivasi, semangat kerja,


keahlian, ketrampilan dan efisiensi atas dasar
kemampuan.
• Perhatian terhadap keluarga => mengurangi
permasalahan keluarga.
• Pengorganisasian kerja => istirahat, rekreasi,
variasi kerja, volume kerja yg sesuai, mengurangi
kerja otot statis dll.
• Peningkatan kesejahteraan dan kesehatan naker.
PENYEBAB KELELAHAN

1) Lingkungan kerja
2) Intensitas & lamanya waktu kerja fisik & mental
3) Permasalahan fisik tubuh, tanggung jawab, kekhawatiran
atau konfilk
4) Rasa nyeri dan penyakit
5) Nutrisi
6) monoton
CARA MENGATASI KELELAHAN

• Sesuai kapasitas kerja fisik & mental


• Desain ulang station kerja & lingkungan kerja
• Sikap kerja yang alami
• Kerja lebih dinamis dan bervariasi
• Reorganisasi kerja
• Kebutuhan kalori seimbang
• Penambahan jam istirahat pendek dan
pemberian snack
UJI KELELAHAN

1) Test waktu reaksi : start  reaksi ,


pemanjangan waktu reaksi menandakan
kelelahan
2) Flicker Fusion Test (test kecepatan persepsi
cahaya) : subyek yg diteliti melihat sumber
cahaya dg frek. 0,5-6 Hz, kemudian frek.
Kedipnya ditingkatkan sampai subyek
merasakan cahaya berkedip seperti garis lurus,
maka dianggap lelah
UJI KELELAHAN

3) Elektro Encephalograms  mengukur gelombang getaran di


dalam otak.
Gejala : - rasa lelah,letih,lesu,lemah (4L)
- mengantuk
- motivasi kerja menurun
- rasa pesimis
4) Test koordinasi dan efisiensi gerakan fisik test grakan jari-2
tangan, test koordinasi mata dan tangan
SELESAI
TERIMAKSI