Anda di halaman 1dari 12

KEKERASAN DAN

PENELANTARAN ANAK
ADDINA IRAWAN
PENDAHULUAN

Tahun 2011, Komisi Nasional Perlindungan Anak


menerima 1.789 laporan kasus kekerasan
terhadap anak.
Meliputi : kekerasan fisik, seksual dan psikis di
lingkungan domestik (keluarga) maupun sekolah.
DEFINISI

Kekerasan pada anak (Child Abuse):

 suatu bentuk perlakuan menyakitkan secara fisik


ataupun emosional, penyalahgunaan seksual,
penelantaran yang mengakibatkan cedera.
PENGERTIAN KEKERASAN SEKSUAL PADA ANAK
CASAT Programe, Child Development Institute; Boyscouts of America;
Komnas PA
 keterlibatan seorang anak dalam segala bentuk aktivitas seksual
yang terjadi sebelum anak mencapai batasan umur tertentu yang
ditetapkan oleh hukum negara yang bersangkutan dimana orang
dewasa atau anak lain yang usianya lebih tua atau orang yang
dianggap memiliki pengetahuan lebih dari anak memanfaatkannya
untuk kesenangan seksual atau aktivitas seksual.

Lyness (dalam Maslihah, 2006)


 meliputi tindakan menyentuh atau mencium organ seksual anak,
tindakan seksual atau pemerkosaan terhadap anak,
memperlihatkan media/benda porno, menunjukkan alat kelamin
pada anak dan sebagainya.
FAKTOR RESIKO KEKERASAN DAN
PENELANTARAN ANAK
TANDA, GEJALA, DAN DIAGNOSIS
PENATALAKSANAAN

Tujuan khusus  untuk menyelamatkan anak

Tujuan umum  untuk mencegah terulangnya


kembali perlakuan salah tersebut.
TATA LAKSANA KEDARURATAN
PENATALAKSANAAN

 Luka memar pada seluruh bagian tubuh diobati dengan


pengobatan lokal maupun pengobatan sistemik bila
diperlukan.
 Penanganan depresi / masalah mental pada anak
melibatkan psikolog / psikiater
 Melakukan konseling keluarga
 Edukasi keluarga tentang kekerasan terhadap anak
 Mencegah berulangnya kejadian kekerasan fisik dan
emosional pada anak.
 Bila diperlukan melaporkan kasus kekerasan fisik kepada
aparat penegak hukum
DAMPAK DAN PENANGANAN KOMPREHENSIF

dapat mengakibatkan usaha bunuh diri pada usia remaja,


peminum alkohol, pecandu narkoba, prostitusi, kelaparan
dan kematian.

Anak yang mengalami lesi di susunan saraf pusat dapat


mengakibatkan retardasi mental, sindrom otak organik,
kejang, hidrosefalus, atau ataksia.

Perlunya penanganan tim multidisiplin yang terdiri dari


dokter anak, psikiater, psikolog, pekerja sosial, ahli
hukum, pendidik, dan lain-lain  Rehabilitasi
KESIMPULAN
TERIMAKASIH