Anda di halaman 1dari 18

Haryadi, S.Kep, M.

Kes

Epid tropik Filariasis


Epid tropik DBD
Filariasis adalah penyakit menular ( Penyakit Kaki Gajah ) yang
disebabkan oleh cacing Filaria yang ditularkan oleh berbagai jenis
nyamuk(culex,anopheles,mansonia).
Penyakit ini bersifat menahun ( kronis ) dan bila tidak mendapatkan
pengobatan dapat menimbulkan cacat menetap
berupa pembesaran kaki, lengan
dan alat kelamin baik perempuan
maupun laki-laki.
Epid tropik DBD
Epid tropik DBD
Epid tropik DBD
Epid tropik DBD
 Filariasis limfatik
adalah penyakit
parasitik yang
menyebabkan
kecacatan, stigma,
psikososial dan
penurunan
produktivitas
penderitanya,
keluarganya
maupun
masyarakat.
 Walaupun demikian penyakit tersebut di beberapa negara
tidak termasuk ke dalam prioritas pemberantasan penyakit,
karena dianggap tidak berbahaya dan tidak menyebabkan
kematian.
Kejadian Penyebab Vektor

• Kasus pertama 1989 • Diketahui ada 23 spesies


(filariasis Skrotum) nyamuk dari genus
• Saat ini > 14.932 Anopheles, Cu/ex, Mansonia,
penderita kronis yang dan Aedes yang dapat
tersebar di 418 berperan sebagai vektor
kab/kota dan 34 filariasis. Tetapi vektor
provinsi utamanya adalah Anopheles
farauti dan Anopheles
punctulatus
Epid tropik DBD
Belum diketahui secara
pasti sekitar 7 bulan

Diperlukan wakru 2
minggu untuk
pertemuhan parasite
 Demam berulang-ulang selama 3 - 5 hari
 Pembengkakan kelenjar getah bening (tanpa ada luka) didaerah lipatan paha,
ketiap (lymphadenitis) yang tampak kemerahan, panas dan sakit ;
 Radang saluran kelenjar getah bening yang terasa panas dan sakit yang
menjalar dari pangkal kaki atau pangkal lengan kearah ujung (retrograde
lymphangitis)
 filarial abses
 Pembesaran tungkai, lengan, buah dada, buah zakar yang terlihat agak
kemerahan dan terasa panas (early lymphodema).
 Gejala klinis yang kronis ; berupa pembesaran yang menetap (elephantiasis)
pada tungkai, lengan, buah dada, buah zakar (elephantiasis skroti).
 Cara diagnosis tersebut di antaranya: pemeriksaan klinis,
pemeriksaan langsung darah segar ujung jari, pemeriksaan darah
jari/vena dengan pewarnaan, pemeriksaan darah dengan quantitatif
buffy coat (QBC), pemeriksaan ultrasound (filaría dance sign)
terutama untuk evaluasi hasil pengobatan dan hanya dapat
digunakan untuk infeksi filaria oleh W. bancrofti, pemeriksaan
serologis deteksi antibodi, deteksi antigen beredar dengan teknik
ELISA Sandwich menggunakan antibodi monoclonal (Harrison, 2008),
immuno chromatographic test (ICT Filariasis) merupakan cara
diagnosis filariasis paling sensitif pada saat ini (Soeyoko, 1998)
 DEC (Diethil Carbamazine Citrate) adalah satu
– satunya obat yang ampuh, sifatnya membunuh
mikrofilaria dan makrofilaria (cacing dewasa)
Epid tropik DBD