Anda di halaman 1dari 41

KELAINAN PADA PLASENTA DAN

AMNION

Pembimbing : dr. Paryanto, Sp.OG


 Florensia G1A112001
 Susan Fatika Sari G1A112002
 M. Alif Fahren Subangkit G1A112003
 M. Ridho Rifansyah G1A112004
 Wulandari G1A112005
 Steven G1A112007
 M. Dema Prakasa G1A112008
 Hadiza Pebrama G1A112009
 Iltania Mince G1A112010
 Khaidarni G1A112011
 M. Heru Nanding K G1A112012
 Frisha Hamda Azwar G1A112013
 Prepti Serra Mardotillah G1A112014
 Sunny Cheryline G1A112015
 Abdul Rahman Syahputra G1A112016
KELAINAN
PLASENTA
PLASENTA
Plasenta yang normal :
 Bentuk bundar / oval

 2. Diameter 15-25 cm, tebal 3-5 cm.

 3. Berat rata-rata 500-600 g

 4. Insersi tali pusat ,dapat di tengah / sentralis,


di samping / lateralis, atau di ujung tepi /
marginalis.
 5. Sisi ibu, tampak daerah2 yang agak menonjol
(kotiledon) yang diliputi selaput tipis desidua
basalis.
 6. Sisi janin, tampak sejumlah arteri dan vena
besar (pembuluh korion) menuju tali pusat.
Korion diliputi oleh amnion.
 7. Sirkulasi darah ibu di plasenta sekitar 300
cc/menit (20 minggu) meningkat sampai 600-700
cc/menit (aterm).
FUNGSI PLASENTA
 Pertukaran gas respirasi, yaitu transfer
oksigen dan karbondioksida;
 Sebagai alat yang memberi makanan
pada janin (nutritif);
 Sebagai alat yang memberi zat asam;

 Sebagai alat untuk mengeluarkan sisa


metabolisme (ekskresi);
 Sebagai alat yang membentuk hormon;
 Sebagai alat untuk menyalurkan berbagai
antibodi ke janin;
 Sebagai suatu barier (penghalang) terhadap
bakteri dan virus, akan tetapi tidak efektif.
KELAINAN PLASENTA
Kelainan bentuk Kelainan Penyakit plasenta
dan bobot impantasi
A. Kelainan bentuk dan
bobot A. plasenta 1. Infark plasenta
B. Kelainan bentuk dan previa 2. Kalsifikasi
variasi bentuk • Totalis plasenta
• Beberapa lobus • Parsial 3. Tumor plasenta
• Plasenta fenstrata • Marginal 4. Plasenta dan
• Plasenta berbentuk • Letak plasentitis
cincin rendah 5. Disfungsi
• Plasenta B. Plasenta plasenta
membranacea accreta 6. Hematoma
• Plasenta • acreta
suksentruriata • Increta
• Plasenta spuria • percreta
• Plasenta Marginata
A. KELAINAN BENTUK DAN BOBOT
 Plasenta ukuran besar

 Plasenta ukuran kecil


 Plasenta dupleks

 Plasenta tripartite
 Plasenta fenestrata

 Plasenta berbentuk cincin


 Plasenta membranaca

 Plasenta suksentruriata
 Plasenta spuria

 Plasenta marginata
B.KELAINAN IMPLANTASI

A. Plasenta previa
 Plasenta previa adalah pelasenta yang letaknya
abnormal yaitu pada segmen bawah rahim
sehingga dapat mentupi sebagian atau seluruh
ostium uteri internum

Gbr?
PLASENTA PREVIA
Etiologi Klasifikasi gjl. Klinis Diagnosis
Umur dan paritas I : Plasenta letak Perdarahan tanpa Gejala klinis
rendah sebab, tidak nyeri
dan darahnya
segar.
Besarnya plasenta II : Plasenta Bagian terbawah Inspekulo
previa marginalis janin tinggi dikamar bersalin,
darah keluar dari
OUE
Plasenta tumbuh III : Plasenta Perdarahan Ultrasonografi
pada chorion leave previa parsialis pertama tidak
zygote. banya, berikutnya
lebih banyak
IV : Plasenta Keadaam janin Periksa dalam
previa totalis masih baik diatas meja
operasi
TATALAKSANA PLASENT PREVIA

•Perubahan sedikit •Tirah baring


kadar hb >8 •Steroid pada
kehamilan <32
•Keadaan umum baik minggu
12 mg/24 jam IV
/IM ->2 x
•Usia kehamilan <33
minggu
•Usg sekuensial
•Janin hidup •Profil biofisik
•Amniosintesis : L/S
•Belum inpartu ratio
 Perdarahan banyak, •Perbaiki KU : infuse,
KU jelek dan syok atasi syok dan
transfuse darah
 Inpartu

 Usia kehamilan > 37


•Bila KU jelek setelah
minggu atau syok teratasi segera
taksiran berat janin seksio sesar,
> 2500 gr sedangkan bila KU
 Janin mati baik PDMO
PLASENTA ACCRETA
Di fundus uteri dinding depan
Implantasi normal belakang

Kotiledon dibatasi oleh lapisan


jaringan ikat longgar Nitabush

(Lapisan Nitabush, tempat lepasnya


plasenta saat otot uterus
mengalami retraksi)

Lapisan Nitabushnya, tidak


Plasenta akreta terbentuk sehingga sulit
melepaskan diri secara langsung.

pengeluaran secara manual


Plasenta inkreta Jonjot korialis masuk ke
dalam otot uterus.

Pada multipara, tindakan


yang paling utama adalah
histerektomi

Plasenta perkreta Jonjot korialis masuk dan


menembus peritoneum

Tindakan satu-satunya harus


dilakukan histerektomi
C.PENYAKIT PLASENTA

Infark Plasenta
 Infark adalah jaringan putih keras berukuran
kecil sampai beberapa cm2, baik pada
permukaan maternal maupun pada permukaan
fetal plasenta.
Ada 3 jenis infark :
 Terdapat pada tepi plasenta

 Terdapat hanya pada permukaan fetal.

 Infark yang lebih tebal dan meliputi sebagian


atau seluruh plasenta.
infark putih => degenerasi bewarna putih
infark merah=> merupakan hematoma intervili.
 Pengaruh infark terhadap kehamilan dan
persalinan antara lain :
1. Dapat menyebabkan tertinggalnya selaput
ketuban
2. sisa plasenta atau terjadi retensio plasenta
yang dapat menyebabkan perdarahan, sehingga
kadang-kadang memerlukan tindakan manual
atau digital dan kuretase
PENYAKIT PLASENTA CONT…
Kalsifikasi plasenta
 Terjadi saat plasenta menjadi tua, timbul
penimbunan kalsium pada lapisan atas decidua
basalis, terutama ditempat sekitar tertanamnya
villi, dan di tempat-tempat yang telah terjadi
degenerasi fibrin.
PENYAKIT PLASENTA CONT…
Tumor plasenta
 Kista plasenta : kadang-kadang dijumpai kista
kecil atau sedikit besar pada plasenta pada
permukaan fetal, dan didalamnya kadang-
kadang dapat dijumpai blighted twin.

 Fibrosum ; jarang dijumpai

 Hemangioma atau korioangioma ; Massa fibrosa


atau hemorrage bulat sempurna yang menonjol
pada placenta bagian sisi janin.
PENYAKIT PLASENTA CONT…
Plasenta dan Plasentitis atau
korioamnionitis

 Yaitu infeksi pada plasenta, korion, dan amnion


yang disebabkan oleh pemeriksaan dalam yang
dilakukan berulang-ulang terutama saat
intrapartum, partus lama, dan ketuban pecah
dini dapat berakibat buruk pada janin dan
persalinan, begitupula perhadap ibu.
PENYAKIT PLASENTA CONT…
Disfungsi plasenta
 Adalah ketidaksanggupan plasenta dalam
mencukupi kebutuhan oksigenasi, zat-zat
makanan, ekskresi, dan hormone bagi janin.

Faktor resiko :pada diabetes melitus, hipertensi,


pre eklampsi, penyakit ginjal, penyakit jantung,
primi tua, perdarahan antepartum, kehamilan
ganda, prematuritas.

Penangganan : terminasi kehamilan


PENYAKIT PLASENTA CONT…
Hematoma
 Kondisi ini meliputi :
 Hematoma retroplasental  antara

plasenta dan desidua yang berdekatan


 Hematoma marginal  antara korion dan

desidua, secara klinis juga disebut


perdarahan subkorionik
 Trombosis subkorial  dikenal sebagai

breus mole
 Hematoma subnionik  antara palsenta

dan amnion
KELAINAN AMNION
FUNGSI AMNION

 Sebagai pelindung dan bantalan terhadap


trauma dari luar;
 Memungkinkan janin bergerak dengan bebas;

 Melindungi suhu tubuh janin;

 Menghambat bakteri karena mengandung fosfat


dan seng;
FUNGSI AMNION CONT…
 Meratakan tekanan didalam uterus pada waktu
partus sehingga serviks membuka;
 Membersihkan jalan lahir (jika ketuban pecah)

 Dapat bermanfaat untuk deteksi dini kelainan


kromosom dan kelainan DNA dari minggu ke 12
– 20.
VOLUME AMNION
KELAINAN AMNION
1. HIDRAMNION
2. OLIGOHIDRAMNION
HIDRAMNION
DEFINISI ETIOLOGI Gjl. KLINIS DIAGNOSIS

Hidramnion 1. Produksi air 1. Dispnea I : abdomen


adalah suatu ketuban 2. Takikardi mengkilap
keadaan dimana bertambah 3. Edema labia, P : abdomen
jumlah air 2. Pengaliran vulva dan tegang, berisi
ketuban jauh air ketuban vagina cairan, bagian
lebih banyak dari terganggu 4. Nyeri pada tubuh janin
normal, biasanya 3. Pada uterus, sukar diraba
lebih dari 2 liter anencephalu 5. Perut ibu A : DJJ sulit di
s dan spina hamil sangat dengar
bifida besar
4. Pada atresia 6. Tulang
esophagus punggung
terasa nyeri
7. Abdomen
terlihat
mengkilap
8. DJJ sulit
dipantau
TATALAKSANA

 Hidramnion derajat ringan tidak memerlukan


terapi, hanya memerlukan sedatif dan edukasi
tentang diet retriksi garam

1. Pada hidramnion menahun, terapi yang dapat


diberikan adalah obat oral seperti :
 Indometasin dengan dosis 25 – 5- mg/hari
2. Hidramnion akut yang terjadi secara mendadak
pada usia gestasi kurang dari 35 minggu.
Terdapat dua metode yang dapat dilakukan pada
kasus seperti ini adalah :
-amniosintesis
-amniotomi

3. Hidramnion mendadak dengan usia kehamilan


diatas 35 minggu. Amniotomi merupakan satu-
satunya tindakan yang dilakukan
OLIGOHIDRAMNION
DEFINISI ETIOLOGI GJL KLINIS DIAGNOSIS

suatu keadaan disangka ada •Uterus lebih keil Ditegakkan dengan


dimana air ketuban kaitannya dengan dari usia amnioskopi
kurang dari renal agenosis kehamilan
normal, yaitu janin. •Tidak ada
kurang dari 500 cc ballotement
•Nyeri seTiap
pergerakan anak
•Sering berarhir
dengan partus
prematurus
•DJJ terdengar di
bulan ke lima
•Persalinan lama
•Sakit ketika his
TATALAKSANA
 Tindakan Konservatif
 Tirah baring.
 Hidrasi.
 Perbaikan nutrisi.
 Pemantauan kesejahteraan janin (hitung
pergerakan janin, NST, Bpp).
 Pemeriksaan USG yang umum dari volume
cairan amnion.
 Amnion infusion.
 Induksi dan kelahiran
DAFTAR PUSTAKA

 ocw.usu.ac.id/.../rps138_slide_kuliah_obstetri_patolo
gi
 http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/29712
/4/Chapter%20II.pdf.(diakses terakhir kamis 26
maret 2015)
 Manuaba, Ida Bagus Gede. 1998. Ilmu Kebidanan,
Penyakit Kandungan & Keluarga Berencana Untuk
Pendidikan Bidan. Jakarta; EGC.
 Mochtar, Rustan. 1998. Sinopsis Obstetri.Jakarta ;
EGC.
 Sholehah, KJLFA.2004. Ilmu Kebidanan (Varney’s
Midwifery 3rd.ed). Bandung ; Sekeloa Publisher.
 Sinclair, Constance. 2010. Buku Saku Kebidanan.
Jakarta ; EGC
TERIMA KASIH