Anda di halaman 1dari 21

HEMOROID

KELOMPOK 10 :
- MARTHA DJAGO
- RINDA .A. LAHEBA
- AYU .L. TEMPOH
- JULIANTI .M. PULINGKARENG
1. Pengertian
Hemoroid adalah bagian vena yang berdilatasi
dalam anal kanal. Hemoroid sangat umum
terjadi pada usia 50-an, 50% individu mengalami
berbagai tipe hemoroid berdasarkan luas vena
yang terkena. Hemoroid juga bisa terjadi pada
wanita hamil.
Hemoroid di klasifikasikan
terjadi 2 tipe yaitu :
• Hermoroid internal yaitu
hermoroid yang terjadi
diatas stingfer anal
• Sedangkan yang muncul di
luar sfingter anal di sebut
sfingter anal eksternal.
(Brunner & Suddarth, 1996)
2. Etiologi
Hemoroid timbul akibat kongesti vena yang
dinsebabkan gangguan aliran baik dari vena
hemoroidalis. Beberapa faktor etiologi telah digunakan,
termasuk konstipasi/diare, sering mengejam, kongesti
pelvis pada kehamilan,
Pembesaran profsat; fibroma arteri dan tumor rectum.
Penyakit hati kronik yang di sertai hipertensi portal
sering mengakibatkan hemoroid karena vena
hemoroidalis superior mengalirkan darah kedalam
system portal. Selain itu system portal tidak
mempunyai katup sehingga mudah terjadi aliran balik.
3. Anatomi dan Fisiologi Hemoroid
Bagian utama usus besar yang terakhir di
namakan rectum. Dan terbentang dari colon
sikmoid sampai anus, colon sikmoid mulai
setinggi krista iliaka dan berbentuk lekukan
huruf S. Lekukan bagian bawah membelok
kekiri waktu colon sigmoid bersatu dengan
rectum. Satu inci dari rectum dinamakan kanalis
ani dan di lindungi oleh sfinghter eksternus dan
internus. Panjang rectum dan kanalis anis sekitar
15 cm.
4. Patofisiologi
Faktor penyebab faktor-faktor hemoroid adalah
mengedan saat defeksi, konstipasi menahun,
kehamilan dan obesitas. Keempat hal diatas
menyebabkan peningkatan tekanan intra
abdominal lalu dintransmisikan ke daerah
anorectal dan elevasi tekanan yang berulang-
ulang mengakibatkan vena hemoroidalis
mengalami prolapse.
5. Tanda dan Gejala
 Terjadi benjolan disekitar dubur setiap kali BAB.
 Rasa sakit atau nyeri
 Rasa sakit yang timbul karna prolapse hemoroid (benjolan
tidak dapat kembali) dari anus terjepit karna adanaya
thrombus.
 Perih
 Perdarahan segar di sekitar anus.
 Perdarahan terjadi di karenakan adanya rupture varises.
 Perasaan tidak nyaman (duduk terlalu lama dan berjalan
tidak kuat lama)
 Keluar lendir yang menyebabkan perasaan isi rectum
belum keluar semua.
 Rasa gatal pada rektal
 Konstipasi
 Nyeri
6. Komplikasi
 Luka dengan tanda rasa sakit yang hebat sehingga
pasien takut mengecan dan takut BAB. Karena itu,
tinja makin keras dan makin memperberat luka di
anus.
 Infeksi pada daerah luka sampai terjadi nanah dan
fistula (saluran tak normal) dari selabut lendir usus
atau anus.
 Perdarahan akibat luka, bahkan sampai terjadi
anemia
 Jepitan, benjolan keluar dari anus dan terjepit oleh
otot lingkar dubur sehingga tidak bisa masuk lagi.
Sehingga tonjolan menjadi merah, makin sakit, dan
besar. Dan jika tidak cepat di tangani dapat
membusuk. (dermawan, 2010)
7. Penatalaksanaan Medis
a) Farmakologi
 Menggunakan obat untuk melunakkan
feses/psyllium akan mengurangi sembelit dan
terlalu mengedan saat defekasi, dengan
demikian risiko terkena hemoroid berkurang.
 Menggunakan obat untuk mengurangi atau
menghilangkan keluhan rasa sakit, gatal, dan
kerusakan pada daerah anus.
 Obat untuk menghentikan perdarahan, banyak
di gunakan adalah campuran diosmin (90%)
dan hesperidin (10%)
b). Nonfarmakologis
 Perbaiki pola hidup (makanan dan
minuman)
 Penderita di sarankan untuk tidak terlalu
banyak duduk atau tidur, lebih banyak
berjalan.
c). Tindakan minimal infasif
“Dilakukan jika pengobatan farmakologi dan
non farmakologi tidak berhasil”. Tindakan
yang dapat dilakukan di antaranya adalah :
 Skleroskopi hemoroid
DIAGNOSA KEPERAWATAN
1) Nyeri b/d iritasi,tekanan dan sensivitas pada
area rektal
2) Resiko perdarahan b/d trauma jaringan
sekunder pada luka di anus yg masih baru
3) Kerusakan integritas kulit b/d interupsi
mekanis pada kulit atau jaringan anal.
1. Nyeri b/d iritasi dan senivitas pada area
rektal
 Kriteria hasil :
a. Menyatakan bahwa rasa sakit telah
terkontrol/dihilangkan.
b. Feses lembek,tidak nyeri saat BAB
c. Tampak rileks,dapat istirahat tidur
d. Ikut serta dalam aktivitas sesuai
kebutuhan
Rencana tindakan :
a. Kaji nyeri,perhatikan lokasi,intensitas
Rasional : mengetahui perkembangan hasil
prosedur.
b. Bantuan pasien untuk tidur dengan posisi yg
nyaman : tidur miring
Rasional :pasien tidur miring tidak menekan
bagian anal yg mengalami peregangan otot
untuk meningkatkan rasa nyaman
c. Gunakan ganjalan pengampung dibawah
bokong saat duduk
Rasional : untuk meningkatkan moblisiasi
tanpa menambah rasa nyeri
d. Mengajarkan Teknik relaksasi Tarik nafas
dalam
Rasional : menurunkan ketegangan
otot,memfokuskan kembali perhatian fan
meningkatkan kemampuan koping.
2.Resiko perdarahan b/d trauma jaringan
sekunder pada luka di anus yg masih baru
 Tujuan : setelah dilakukan tindakan
keperawatan pasien tidak mengalami
perdarahan
 Kriteria hasil : Nilai HT dan Hb berada dalam
batas normal,pasien tidak mengalami
perdarahan ,ttv dalam batas normal
Rencana Tindakan :
a. Kaji pasien untuk menemukan bukti-bukti perdarahan
atau hemorage
Rasional: untuk mengetahui tingkat keparahan
perdarahan pada pasien sehingga dapat menentukan
intervensi selanjutnya
b. Monitor ttv
Rasional : untuk mengetahui ttv pasien saat terjadi
perdarahan.
c. Pantau hasil lab berhubungan dengan perdarahan
Rasional : banyak komponen yg menurun pada hasil lab
dapat membantu menentukan intrvensi selanjutnya
d. Kolaborasi dengan dokter mengenai masalah yg terjadi
ndengan perdarahan : pemberian tranfusin medikasi
Rasional : mencegah terjadinya kompilkasi dari
perdarahan yg terjadi dan untuk mengehntikan
perdarahan.
3.Kerusakan integritas kulit b/d interupsi
mekanis pada kulit atau jaringan anal
 Tujuan : setelah dilakukan tindakan
keperawatan integritas kulit membaik.
 Kriteria hasil :
a. Mencapai penyembuhan luka.
b. Mendemonstrasikan tingkah laku/Teknik
untuk meningkatkan kesembuhan dan
mencegah kompilikasi.
Rencana tindakan :
a. Beri penguatan pada balutan sesuai indikasi
dengan Teknik aseptim yg ketat
Rasional : lindungi luka dari kontaminasi,mencegah
akumulasi cairan yg dapat menyebabkan eksoriasi.
b. Periksa luka secara teratur,catat karakteristik dan
integritas kulit.
Rasional : pengenalan akan adanya kegagalan proses
penyembuhan luka/berkembngnya komplikasi secara
dini dapat mencegah terjadinya kondisi yg lebih serius
c. Kaji jumlah dan karakteristik cairan luka
Rasional : menurunnya cairan,menandakan adanya
evolusi dan proses penyembuhan
d. Ingatkan pasien untuk tidak menyentuh daerah
luka
Rasional : mencegah kontaminasi luka