Anda di halaman 1dari 6

Strategi Adaptasi Dalam Lingkungan

Kerja
1. Melakukan Persiapan Mengumpulkan Informasi
Orang lain merupakan sumber informasi yang penting. Sering
kali mereka mengetahui sesuatu yang penting yang tidak kita
ketahui, dan dengan melakukan yang mereka lakukan, kita akan
memperoleh manfaat dari pengetahuan mereka (Sears dkk,
1985:80)
2. Melakukan Hal-hal yang Menjadi Kegemaran
Menurut Sukadana (1983:95), kegiatan bersantai sambil
mendengarkan musik, membaca, menyulam atau tidur,
merupakan rekreasi. Kegiatan rekreasi seperti itu dapat
memulihkan kembali diri dan pikiran setelah bekerja.
Kegiatan-kegiatan tersebut sangatlah menyenangkan.
3. Bersikap Terbuka
Dalam bukunya, Sulaeman (1995:32) mejelaskan bahwa
suasana lingkungan yang terbuka akan mempermudah
seseorang untuk melakukan penyesuaian diri bila
dibandingkan dengan suasana lingkungan kerja yang
tertutup.
4. Menurut Lavine dan Adelmen (1998:42), dengan
membiasakan diri dengan kebiasaan di tempat yang baru
(going native), seorang pendatang baru dapat lebih
mudah beradaptasi dengan lingkungannya. Hal inilah
yang dilakukan oleh Tarou dan Tomoko. Mereka mencoba
untuk dapat membiasakan diri dengan rekan kerjanya
yang merupakan orang Indonesia.
Penyesuaian diri dalam Islam
• Manusia memiliki beraneka ragam kepribadian yang tidak sama
satu sama lain dan mereka yang bekerja atau berorganisasi dalam
satu perusahaan atau himpunan maka mereka dituntuk untuk
bisa mengenal satu sama lain sehingga bisa hidup dengan nyaman
dan tentram, hal itu sesuai dalam Al-Qur’an yang artinya :
• Artinya: “Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu
dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan
kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling
kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara
kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu.
Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.” (Qs
Al Hujurat : 13)
• Dari ayat diatas dapat dilihat bahwa manusia berasal
dari beberapa daerah yang berbeda jenis dan adat.
Mereka yang hidup bersama memiliki keiginan untuk
hidup rukun dan bisa menyesuaikan diri dengan
lingkungan dilain pihak mereka sebaiknya bisa saling
menolong dan tidak membenci yang bisa berakibat
pertengkaran atau konflik yang sekarang ini sering
terjadi. Hal ini sesuai dengan ayat berikut :
• Artinya: Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu
melanggar syi'ar-syi'ar Allah, dan jangan melanggar
kehormatan bulan-bulan haram, jangan (mengganggu)
binatang-binatang had-y, dan binatang-binatang qalaa-id,
dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang
mengunjungi Baitullah sedang mereka mencari kurnia dan
keredhaan dari Tuhannya dan apabila kamu telah
menyelesaikan ibadah haji, Maka bolehlah berburu. dan
janganlah sekali-kali kebencian(mu) kepada sesuatu kaum
karena mereka menghalang-halangi kamu dari
Masjidilharam, mendorongmu berbuat aniaya (kepada
mereka). dan tolong-menolonglah kamu dalam
(mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-
menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. dan
bertakwalah kamu kepada Allah, Sesungguhnya Allah Amat
berat siksa-Nya. (Qs Almaidah : 2)
Dilihat dari ayat tadi dikatakan bahwasanya dalam
hidup bersama janganlah berbuat keresahan bagi
orang lain sehingga diharapkan manusia bisa berbuat
kebajikan dan saling menolong satu sama lain
sehingga bisa memiliki teman hidup yang baik.