Anda di halaman 1dari 52

Biodata

 Nama : HERI PUWANTO


 Tempat tgl lahir : Surabaya, 4 Januari 1968
 Jabatan : Kasie Pelayanan Teknis
Balai K3 Samarinda
 Alamat rumah : Jln.Jakarta Blok CX.No.5 Loa Bakung
Samarinda Telp. 0541-6275125
 Pendidikan : Pasca Sarjana Ilmu lingkungan
 Kursus
1. Diklat Penguji Hiperkes, 1996
2. Diklat Manajemen Laboratorium
3. Diklat Kader Produktifitas
4. Kursus AMDAL
5. Diklat kompetensi Accesor K3, 2009
6. Kompetensi tenaga laboratorium tk.1
FAKTOR FISIK DI LINGKUNGAN KERJA MELIPUTI :
INTENSITAS KEBISINGAN
VIBRASI / GETARAN
RADIASI TAK MENGION /
GEL.MIKRO
Getaran : adalah gerakan bolak balik suatu masa melalui
keadaan seimbang terhadap suatu acuan & dapat berdampak
pada manusia dgn jalan penjalaran/transmisi oleh tenaga
mekanis yg berasal dari sumber getaran (oscilation)
Sistem penjalaranya/rambatan dibedakan 2 jenis :
- getaran seluruh tubuh (whole body vibration)
- getaran sebagian tubuh/local (hand arm vibration)

Pengaruh getaran pada manusia dapat menyebabkan :


 Perubahan morfologis pada tulang belakang
 Terjadi gangguan pada sistem pencernaan
 Kerusakan alat reproduksi wanita
 Gangguan pada sistem sensory
• Mengakibatkan arthritis (radang sendi)

Terjadi resonansi organ tubuh mengganggu kesehatan


manusia / pekerja
Athropy (pertumbuhan jaringan terhenti)
Dead fingers (jari mati rasa / raynauld’s disease)
Standart /NAB paparan getaran lengan tangan
berdasarkan Permennaker No.13 Th 2011
Jml. Waktu pemajanan Nilai percepatan pd frekuensi dominan
Perhari kerja

m/det2 Gram

4 jam – 8 jam 4 0.40


2 jam – 4 jam 6 0.61
1 jam – 2 jam 8 0.81
< 1 jam 12 1.22
Standart untuk kerusakan bangunan berdasar kan
Kepmen.LH No.49/11/1996 sbb :
 Velocity 5 mm/dt (>) diatas menimbulkan gangguan
keretakan pada dinding rumah
 Acceleration 0,8 m/dt2 (>) diatas menimbulkan gangguan
ketidaknyamanan berdasarkan British Standard 6841:1987
 Untuk indonesia NAB Vibrasi whole body = 0,5 m/dt2
 Baku mutu kebisingan untuk fasilitas industri 70 + 3 dan
untuk pemukiman 55 + 3 berdasar kan Kepmen.LH
No.48/11/1996
Alat ukur vibrasi (getaran) :
Alat ukur vibrasi (getaran) :
INT.KEBISINGAN
Adalah suara/bunyi yg tdk dikehendaki pada tingkatan tertentu dapat
menimbulkan gangguan/penurunan daya dengar kesehatan telinga, kualitas
bunyi ditentukan oleh frekwensi & Int.suara (db)

Jenis jenis kebisingan dikelompokan menjadi :


1. bising kontinyu / steady noise
2. bising terputus / intermittent
3. bising impulsif
4. bising impulsif berulang
Beberapa hal yang dapat mempermudah seseorang menjadi
terganggu daya dengar (tuli) akibat bising diantaranya :
Terpapar int.bising tinggi dan frekwesi tinggi
Dosis paparan waktu / lamanya terpapar bising
Karena pengaruh penggunaan obat obatan yg bersifat
racun pada indera pendengaran
Karena pengaruh faktor lainnya
Kebisingan berdasarkan lokasi tempat kerja
--------------------------------------------------------------------------
Lokasi / Bagian Nilai bising (dB)
-------------------------------------------------------------------------

Kantor di pinggir jalan kecil, jendela tertutup 45 – 65


Kantor di pinggir jalan besar, jendela tertutup 60 – 80
Kantor dipakai 3 orang (bising sendiri) 55
Kantor dipakai 10 orang (bising sendiri) 60

--------------------------------------------------------------------------
Sumber bising di industri
--------------------------------------------------------------------------------
Lokasi/Bagian Nilai bising (dB)
--------------------------------------------------------------------------------
Pabrik ketel uap 90 – 120
Dermaga penguji motor 90 – 100
Pabrik badan mobil 90 – 100
Pabrik mesin 75 – 90
Pons berat 95 – 110
Merapikan barang cor 95 – 115
Pabrik mebel 90 – 105
Gergaji bulat 75 – 105
Mesin penyerut 85 – 105
Pabrik tenun 95 – 105
Pabrik bir (pengisi botol) 85 – 95
Pabrik coklat (mencetak) 101 – 106
-------------------------------------------------------------------------------
Sumber bising lalu lintas
--------------------------------------------------------------------------------
Kendaraan Kecepatan Jarak Tingkat suara
(km/jam) lateral (m) (dB)
--------------------------------------------------------------------------
------
 Sedan 50 6 74 – 84
 Sepeda motor 60 7 81 – 98
 Lori berat 50 6 85 – 97
 Trem 30 5 83 - 90
--------------------------------------------------------------------------
-----
Untuk perhitungan tingkat dosis :
% Dosis = 100 (C1/T1 + C2/T2 +…..+ Cn/Tn)
C1 – Cn = waktu terpapar pada saat bekerja
T1 – Tn = waktu papar yang diperkenankan
Untuk perhitungan paparan yang diijinkan :

T= 8
2 (LP – 85)/3

T : lama paparan yg diijinkan


Lp : tingkat bising yg terukur (dbA)
3 atau 5: exchange rate……….
Perhitungan dosis campuran :
Paparan kebisingan dan vibrasi (getaran) :

Dosis = Cbis. + Cvib.


Tbis. Tvib.

C1 – Cn = waktu terpapar pada saat bekerja


T1 – Tn = waktu papar yang diperkenankan
Alat Sampling kebisingan :
Alat ukur kebisingan/suara :
RADIASI TAK MENGION bisa dikelompokan menjadi 2 yaitu : 1.
radiasi optik
2. radiasi radio frekwensi
Adalah radiasi gelombang elektromagnetik yg terletak pada spectrum
gelombang pada kisaran frekwensi antara 30 Khz – 300 Ghz, efek
radiasi gelom bang ini dapat membakar kulit sampai menembus
jaringan organ tubuh lebih dalam & pada frekwensi tertentu berefek
pada sistem syarat
RADIASI TAK MENGION
(Non-Ionising Radiation)
 Radiasi tak mengion dpt di definisikan sebagai
penyebaran atau emisi energi yang jika melalui suatu
media dan terjadi proses penyerapan, berkas energi tsb
tidak akan mampu menginduksi terjadinya proses
ionisasi dalam media tsb.
meliputi :
Radiasi ultra violet
Radiasi infra red
cahaya tampak
Medan elektromagnetik radiofrekuensi (Gelombang mikro,
Gel. radio frekuensi)
Radiasi berfrekuensi sangat rendah (Extremely Low
Frequency=ELF)
Laser
Radiasi Ultra Violet
Panjang gelombang : 0,16 Um (vacuum UV) – 0,4 Um
(near UV)
Klasifikasi radiasi UV :
 UV-A : Pj. Gelb. (0,4 – 0,32) Um
 UV-B : “ “ (0,32 – 0,28) Um
 UV-C : “ “ ( < 0,28 ) Um
Energi photon : 12,4 eV – 3,1 eV.
Sumber Radiasi UV
Matahari merupakan mayoritas sumber UV.
Berbagai industri elektronik
Pembuatan foto
Perbankan
Investifasi kriminal
Percetakan
Produk ozon untuk bakterisida
Instrumen ilmiah
Lampu merkuri
Pengelasan
Dll.
Radiasi Pemaparan UV Kegiatan Welding/Las
Radiasi Paparan Sinar UV Menyebar Di Lingkungan
Pengaruh biologis dari radiasi UV
UV-A
-Membuat beberapa bahan berpendar
-Menyebabkan pigmentasi kulit dan warna kecoklatan pd
kulit
UV-B
Pembakaran pd. Kornea mata
katarak
Erythermal kulit, kulit terbakar, fotopigmentasi dan
melepuh.
 kanker kulit
UV-C
Germisidal (pembunuh kuman).
Erythema
Pengendalian radiasi UV
 APD : kaca mata, goggles, plastic face shield, pakaian
pelindung
 Sunscreen cream, lotion.
Radiasi Infra Merah
Panjang gelombang :
0,75 – 3 Um (near)
3 – 30 Um (middle)
30 – 103 Um (far)
Sumber :matahari, pemanasan logam, peralatan rumah
tangga, furnace, pengelasan, laser, dsb.
Pengaruh radiasi IR.
 Mata : kerusakan kornea, katarak. Lesi pd retina dan iris,
fotokeratitis, konjungtiva.
 Kulit : kulit terbakar (akut)

Pengendalian
 Pelindung mata khusus dan pelindung wajah
 Pakaian pelindung
Radiasi Gelombang Mikro
Panjang gelombang : 10 m – 1 mm
Frekuensi : 10 MHz – 300 GHz.
 Sumber : pada penggunaan teknologi komunikasi dan
navigasi, seperti sistem komunikasi satelit, radar;
transmisi TV, radio, oven microwave, peralatan
diathermy, peralt. Pengering di industri, dsb.
Efek Biologi Radiasi Gel. Mikro
λ < 3 cm : absorbsi pd. Permukaan kulit paling luar
λ 3 – 10 cm : terjadi penetrasi lebih dalam (1 mm –
1cm)
 λ 10 -20 cm : penetrasi dan absorbsi cukup besar
berpotensi merusak organ tubuh.
Pengendalian :
Menutup sumber radiasi
Menghindari pajanan/menjauh dari sumber radiasi
Membatasi kontak
Memakai APD
Monitoring kebocoran instalasi secara berkala
Radiasi
Berfrekuensi Sangat Rendah (ELF)
 Medan-medan magnet dan listrik yang terjadi di dekat power lines
 Frekuensi 30 kHz – 50 Hz
 Transmisi bertegangan tinggi menghasilkan medan listrik > 15 kV/m.
 Medan magnet :
 dlm rumah biasanya berkisar antara 0,3 uT
 di sekitar tenaga transmisi berkisar 15 uT.
 Medan-medan yang lebih besar dpt terjadi di sekitar induction motor dari
industri dan peleburan aluminium
 Terbesar di sekitar medical nuclear magnetik resonance imaging machines
(MRI) yang bergetar = 10 mT.
 Efek : shock, kebakaran, pelepasan bunga api, dan pengaruh-pengaruh
kejutan
 Respon biologis : Perubahan denyut jantung dan pernafasan,
anaphylactic shock, kematian, pajanan kronis thd medan magnet dpt
meningkatkan resiko kanker (leukimia dan tumor CNS)
Pengendalian
Membatasi pajanan :
 pajanan 8 jam = 0,01 T
 < 1 jam = 0,1 T
 Hanya beberapa menit = 0,2 T
 Untuk pajanan yang hanya mengenai lengan dan
tangan = 0,1 – 2,0 T
 Disarankan pemajanan tidak > 2,0 T
Menjauh dari sumber.
Alat : Microwave Hazard Monitor
NAB : Permenaker No. Kep. 13/MEN/2011
Frekuaensi Power Kekuatan Kektn.medan Rata2
Density Medan listrik magnet waktu
(mW/cm2) (V/m) (A/m) pemajanan
(menit)
30 kHz-100kHz 614 163 6
100 kHz-3 MHz 614 16,3/f 6
3 MHz-30 MHz 1842/f 16,3/f 6
30 MHz-100MHz 61,4 16,3/f 6
100 MHz -300 61,4 0,163 6
MHz 1 6
300 MHZ-3 GHz 1/300 6
3 GHz- 15 GHz 10 616,000/f1,2
15 GHz-300 GHz 10
Pengendalian :
Menutup sumber radiasi
Menghindari pajanan/menjauh dari sumber radiasi
Tidak kontak terus menerus
Memakai APD
Monitoring kebocoran instalasi secara berkala
Efek yang ditimbulkan dari radiasi optik dapat berupa :

Katarak pada organ penglihatan


Pembakaran kornea
Konjuntivity
Merusak retina
Pigmentasi pada kulit
Terjadi eritema
Bisa menyebabkan kanker
Efek yang ditimbulkan dari radiasi radio frekwensi dapat berupa :

Dampak mengagitasi molekul air


Meningkatkan suhu molekul air dalam sel sel
Dapat mengganggu psykologis
Kemungkinan menyebabkan sterilisasi organ
reproduksi
Bisa menyebabkan penyakit “alzheimer”
Sumber / potensi gel.mikro di lingk.kerja
diantaranya :
- area power station / genset
- sekitar / dibawah tower radio dan pembangkit energi
- area tertentu seperti : radio room dan kotak panel
- fasilitas komunikasi : radio trunking, radio marine dll
Pengendalian & pencegahan radiasi gelombang mikro :

Menutup sumber radiasi


Mengatur jarak seaman mungkin dari paparan radiasi
Menghindari kontak secara terus menerus dari
sumber radiasi
Penggunaan APD yg sesuai / standart
Secara berkala dilakukan monitoring / pemantauan
terha dap kebocoran sumber radiasi
Melakukan pemeriksaan kesehatan kerja secara
berkala
Upaya upaya pengendalian faktor bahaya (potensial hazard)
di lingkungan kerja meliputi :
Penyuluhan tentang arti pentingnya K3 bagi semua
pekerja
Secara teknis dapat dilakukan rekayasa enginering
(substi tusi, eliminasi, isolasi dan ventilasi)
Pemakaian APD yg tepat / standart
Secara administrasi pengaturan rotasi jam kerja,
pemeliharaan mesin peralatan dan penerapan
pembatasan aturan yg mengacu pada regulasi yang
berlaku
Dilakukan monitoring lingkungan kerja dan
kesehatan tenaga kerja secara berkala maupun
pemeriksaan khusus
Pengaturan Nilai Ambang Batas :
Hingga saat ini pedoman standar untuk paparan
faktor fisik di tempat kerja a.l :
dipakai di lingk.kerja ACGIH, NIOSH, Permenaker
No.13 Th 2011 dan Keputusan Menteri Kesehatan
No.1405/Men.Kes/SK/XI/2002.
Untuk lingkungan umum memakai EPA dan Kepmen
Ling.Hidup.
Terima Kasih & Semoga Bermanfaat