Anda di halaman 1dari 85

Pemicu 1

Blok KV
Aldi Firdaus
( 405140098 )
Learning Objectives
• 1. Definisi & Fisiologi Jantung
• 2. Anatomi Jantung
• 3. Histologi Jantung
• 4. Faktor Resiko Penyakit Jantung
• 5. PF & PP
• 6. Pencegahan Penyakit Jantung
1. Definisi & Fisiologi Jantung
Sirkulasi Sistemik
Kontraksi Otot Jantung
• Kontraksi otot jantung untuk mendorong darah terjadi
karena potensial aksi yang ditimbulkan oleh sel
otoritmik jantung pertama yang terletak di muara vena
cava superior di atrium kanan yang menyebar dengan
cepat di atrium kiri melalui gap junction
• Impuls akan dihantarkan ke ventrikel melalui AV node
yang akan menghambat impuls selama 0,1 detik
sebelum impuls sampai ke ventrikel dan menyebar ke
serat-serat purkinje untuk menghindari kontraksi
bersamaan atrium dan ventrikel sehingga darah dapat
sepenuhnya terisi di ventrikel
Sel-sel jantung yang
mampu mengalami
otoritmik ditemukan
pada SA node, AV
node, dan serat
purkinye
SA node = 70-80
potensial aksi/menit
AV node = 40-60
potensial aksi/menit
Serat purkinje = 20-40
potensial aksi/menit
Potensial Aksi Sel Autoritmik Jantung
• Membran mengalami depolarisasi lambat ke
ambang karena inaktivasi saluran K+ lalu Na +
yang secara perlahan masuk ke dalam sel
• Setelah ambang tercapai, terjadi influks Ca2+
secara spontan sehingga menimbulka fase naik
dari potensial aksi spontan
• Fase turun disebabkan oleh efluks K+ secara
cepat sehingga terjadi repolarisasi
• Inaktivasi saluran-saluran ini setelah potensial
aksi usai menimbulkan depolarisasi lambat
berikutnya mencapai ambang
Potensial Aksi Sel Kontraktil Jantung
• Depolarisasi terjadi secara cepat ketika peningkatan
mendadak permeabilitas Na yang diikuti influks masif Na
yang kemudian dengan cepat berkurang ke nilai istirahat
yang rendah
• Khas bagi otot jantung karena perubahan voltase
mendadak selama fase naik telah mengaktifkan saluran
Ca2+ secara lambat dan permeabilitas K+ yang belum
sempurna sehingga positif di dalam dapat bertahan selama
beberapa ratus milidetik(fase plateau)
• Pada akhir potensial aksi, Fase repolarisasi terjadi secara
cepat karena setelah itu permeabilitas K+ membaik
sehingga K+ keluar secara cepat dan penurunan
permeabilitas Ca2+ sehingga Ca2+ tidak lagi masuk ke
dalam
Pengontrolan Curah Jantung

• Curah jantung (cardiac output)  jumlah darah yg


dipompa oleh tiap ventrikel dlm waktu 1 menit
• Pada org dewasa (istirahat)  5 L/menit dan meningkat
sesuai dengan kebutuhan
• Curah jantung = Isi sekuncup x denyut jantung per menit
• Isi sekuncup (stroke volume)  volume darah yang
dipompa ventrikel tiap denyut
• Setiap berdenyut, ventrikel memompa  2/3 volume
ventrikel
– Jumlah darah yang dipompa  fraksi ejeksi
– Sisa darah yang masih ada di ventrikel setelah sistol berakhir 
volume akhir sistol (ESV = end systolic volume)
– Jumlah darah yang dapat ditampung ventrikel sampai diastol
berakhir  volume akhir diastol (ESD = end diastolic volume)
Denyut jantung
• Curah jantung = denyut jantung x stroke volume
• Pengaruh denyut jantung terhadap curah jantung
tergantung atas keseimbangan rangsangan saraf
simpatis&parasimpatis
• Rangasangan simpatis  meningkatkan denyut
jantung
• Rangsangan parasimpatis  menurunkan denyut
jantung
• Perubahan potensial aksi pacu jantung 
perubahan irama denyut jantung
• Pengaruh saraf simpatis pada otot-otot
jantung  kontraksi makin kuat tanpa
menambah panjang serabut ototnya dan
bertambahnya darah yang dapat di pompa
keluar jantung
• Juga dapat mengakibatkan isi akhir sistolik
menjadi berkurang  aksi inotropik saraf
simpatis pada jantung
• Kenaikan irama jantung  aksi kronotropik
• Aksi inotropik dipengaruhi oleh
– Keseimbangan saraf simpatis dan parasimpatis
– Perubahan suhu badan
– Kadar ion Ca2+,Na+,K+
– pH cairan serta hormon(tiroksin,epinefrin)
Stroke Volume
• Setiap kali ventrikel berkontraksi,terdapat
sejumlah sisa darah di dalam ventrikel dari
tiap denyutnya
• Perkiraan besarnya = ESV-EDV
• Stroke volume bervariasi, disebabkan
perubahan pada panjang serabut
myocardium, dipengaruhi
– Pengisian diastolik
– Keadaan inotropik
• Sekuncup dapat ditentukan oleh preload,
afterload dan kontraktilitas miokard
• Preload  faktor regangan dinding ventrikel
kiri selama diastole (dalam klinik: manifestasi
dari tekanan akhir diastolik ventrikel)
• Afterload  tahanan yang mampu
menghambat kerja jantung (dalam klinik:
tahanan vaskular sistemik yang dapat
diperoleh dengan membagi tekanan arteri
rata-rata dengan curah jantung)
• Kontraktilitas miokard ditentukan peningkatan
influx ion Ca2+ dan Ca2+ pulse yang menuju
ke unsur miokontraktil pada awal sistole
• Aksi inotropik pengaruhi faktor preload &
afterload
• Jika afterload berkurang  kontraktilitas me
dan sebaliknya
Suara Jantung
• S1 (lub)
Terjadi saat penutupan katup AV karena vibrasi pada dinding
ventrikel & arteri. Dimulai pada awal kontraksi/ sistol ventrikel
ketika tekanan ventrikel melebihi tekanan atrium
• S2 (dub)
Terjadi saat penutupan katup semilunar. Dimulai pada awal
relaksasi/ diastol ventrikel akibat tekanan ventrikel kiri & kanan
lebih rendah dari tekanan di aorta & arteri pulmonal
• S3
Disebabkan oleh vibrasi dinding ventrikel karena darah masuk ke
ventrikel secara tiba-tiba pada saat pembukaan AV, pada akhir
pengisian cepat ventrikel. S3 sering terdengar pada anak dgn
dinding toraks yang tipis atau penderita gagal ventrikel
• S4
Terjadi akibat osilasi darah & rongga jantung yang ditimbulkan oleh
kontraksi atrium. Jarang terjadi pada individu normal
2. Anatomi Jantung
Anatomi Jantung

Sumber : intranet.tdmu.edu.ua
Anatomi Jantung
• Ukuran : panjang ± 12 cm, lebar 8-9 cm, tebal ± 6
cm.
• Letak : di belakang corpus sterni dari 3-6 rawan
iga (cartilagenes costae). Miring ke kiri di
belakang corpus sterni, ⅔ di sisi kiri bidang
tengah, dan ⅓ di sebelah kanan.
• Terletak di dalam rongga mediastinum dari
rongga dada diantara kedua paru.
• Struktur : terdiri dari 4 ruang (atrium dextrum,
atrium sinistrum, ventriculus dexter, dan
ventriculus sinister)
Anatomi Jantung

Sumber : eurolab.ua/anatomy/80
Anatomi Jantung
• Sulcus coronarius  memisahkan atrium &
ventrikel.
• Sulcus interventricularis anterior et posterior
 memisahkan ventrikel kanan & kiri.
• Letak jantung dalam rongga thorax :
– Basis cordis, menghadap dorsal sedikit ke kanan
– Apex cordis, menghadap ventral kiri setinggi sela
iga ke-5, sebelah medial garis medioclavicularis.
Anatomi Jantung
• Permukaan jantung :
– Facies sternocostalis (anterior)
– Facies diaphragmatica (inferior)
– Facies dorsalis
– Basis cordis (posterior)
– Apex cordis
Anatomi Jantung – Permukaan Jantung
• Facies sternocostalis (anterior)
– Menghadap dinding depan thorax
– Dibentuk atrium dextrum dan ventriculus dexter
yang dipisahkan oleh sulcus interventricularis
anterior.
– Pinggir kanan dibentuk oleh atrium dextrum.
– Pinggir kiri dibentuk oleh ventriculus sinister &
sebagian auricula sinistra.
Sumber : Sobotta Atlas of Human
Anatomy 14th edition volume 2
Anatomi Jantung – Permukaan Jantung
• Facies diaphragmatica (inferior)
– Dibentuk oleh ventriculus sinister dan sebagian kecil
ventriculus dextra.
– Terletak di atas centrum tendineum diaphragma.
• Facies dorsalis
– Dibentuk terutama oleh atrium sinistrum dan
sebagian kecil atrium dextrum.
– Pinggir atas  ramus dexter et sinister arteri
pulmonalis.
– Pinggir bawah  sinus coronarius.
Anatomi Jantung – Permukaan Jantung
• Facies dorsalis
– Dibentuk terutama oleh atrium sinistrum dan
sebagian kecil atrium dextrum.
– Pinggir atas  ramus dexter et sinister arteri
pulmonalis.
– Pinggir bawah  sinus coronarius.
Sumber : Sobotta Atlas of Human
Anatomy 14th edition volume 2
Anatomi Jantung – Permukaan Jantung
• Basis cordis
– Dibentuk terutama atrium sinistrum & sebagian
kecil atrium dextrum.
– Letaknya di bagian posterior.
• Apex cordis
– Dibentuk oleh bagian inferolateral ventriculus
sinistra.
Sumber : eurolab.ua/anatomy/80
Anatomi Jantung
Epipericardiale
Pericardium
Cavum Pericardii
Epicardium
Struktur Subepicardium
Jantung
Miocardium

Endocardium
Anatomi Jantung

Sumber : intranet.tdmu.ua
Anatomi Jantung – Susunan Otot
Jantung
• Terdiri atas :
– Serabut otot trasversalis
– Serabut otot longitudinalis
• Berdasarkan tempatnya, dibedakan menjadi :
– Susunan otot atria
– Susunan otot ventriculi
– Susunan otot atrioventricularis
Anatomi Jantung – Systema
Conductionis Cordis
• Nodus Sino-atrialis (Keith Flack)/SA node
– Disebut juga pacemaker. Terletak pada pinggir
kanan muara vena cava superior pada bagian
crista terminalis.
• Nodus atrioventricularis (Aschoff Tawara)/AV
node
– Terletak pada dinding septum atriorum di aras
muara sinus coronarius.
• Fasciculus atrioventricularis (Berkas His/Kent)
Anatomi Jantung

Sumber :
texasheartinstitue.org/HIC/images/bbb.gif
Anatomi Jantung – Katup Jantung

Sumber :
embriology.med.unsw.edu.au
Anatomi Jantung - Vaskularisasi
• Jantung diperdarahi oleh :
– Arteri coronaria dextra
– Arteri coronaria sinistra
Anatomi Jantung - Vaskularisasi
• Arteri coronaria dextra mempercabangkan :
– Ramus SA node
– Ramus marginalis, mengatur ventriculus dextra,
tapi tidak sampai apex cordis
– Ramus descendens posterior/interventricularis
post, mengatur kedua ventrikel
Anatomi Jantung - Vaskularisasi
• Arteri coronaria dextra memperdarahi :
– Atrium dextrum
– Sebagian besar ventriculum dextra
– Sebagian ventriculum sinistra (facies
diaphragmatica)
– ⅓ bagian posterior septum interventricularis
– SA node
– AV node
Anatomi Jantung - Vaskularisasi
• Arteri coronaria sinistra memperdarahi :
– Atrium sinistrum
– Sebagian besar ventriculus sinistra
– Sebagian ventriculus dextra
– ⅔ anterior sulcus interventricularis
– SA node
• Arteri coronaria sinistra mempercabangkan :
– Ramus circumflexus
– Ramus desecendes anterior/interventricularis
anterior
Anatomi Jantung - Vaskularisasi
• Pembuluh dara venosa :
– Vena cordis magna
– Vena cordis parva
– Vena cordis media
– Vena posterior ventriculi sinistri
– Vena obliqua atrii sinistri
– Vena cordis anteriores
– Vena cordis minimae
Anatomi Jantung – Persarafan Jantung
• Jantung dipersarafi susunan saraf otonom :
– Truncus sympathicus
• N. cardiaci craniales
• N. cardiaci medius
– Truncus parasympathicus
• Rami cardiaci craniales nervus vagus
• Rami cardiaci caudalis nervus vagus
3. Histologi Jantung
Jantung
Dindingnya terdiri dari:
• Tunika interna
(endokardium)→
Subendokardium
• Tunika media
(miokardium)
• Tunika eksterna
(perikardium)

http://histologyolm.stevegallik.org/node
/347
1. Tunika interna (endokardium)
• defior • Terdiri dari endotel
selapis gepeng dan
stratum
subendotheliale
• Di sebelah dalam
endokardium
terdapat lamina
subendocardiaca :
– Pembuluh darah kecil
– Serat purkinye
2.Tunika media (miokardium)
• defior • Terdiri dari serta
otot jantung
3. Tunika Eksterna (Perikardium)
• defior • Lapisan bagian
dalam =
Epikardium
• Epikardium terdiri
dari:
– Mesotel selapis
gepeng
– Lamina
subepicardiaca
(pembuluh darah
koronaria, saraf dan
jar.adiposa)
Valvula (katup) atrioventrikular

• Mempunyai kerangka jaringan ikat padat


fibrosa
• Pintu penghubung atrium dan ventrikel
• Melekat di annulus fibrosus & korda tendinae
• katup mitral & katup trikuspid
Sistem konduksi impuls

Nodus SA Nodus AV

Percabangan
verkas kanan Berkas HIS
& Kiri

Miokardium
Serat purkinye
ventrikel
ARTERI & VENA
Perbedaan arteri vena
Arteri & vena
• Defiore depan
Terdiri dari :
• Tunika intima:
– endhotelium
• Tunika media
– Otot polos
sirkuler
• Tunika adventia
– Fibroblas dan
serat
kolagen
1.Arteri besar
Terdiri dari:
a. Tunika Intima
b. Tunika Media
(lamina elastika
fenestrae/
membran
elastis)
c. Tunika adventisia
Vena besar
Terdiri dari:
• Defior hal 187 8.5
a. Tunika intima
b. Tunika media
a. Serat otot
polos
sirkular
c. Tunika
adventia
a. Serat otot
polos
longitudinal
Lapisan Arteri sedang Vena sedang
T.Intima:
-Endotel + 
-Subendotel + 
-Lam. ++ -
Elastika.Int
T. Media:
-Arah serta Sirkuler Sirkuler
-Otot polos 25-50 lapis 4-5 lapis
T. Adventisia:
-Arah serat Longitudinal Longitudinal
-Fibroelastik ++ ++
-Lamina + -
elastik Eks - +
-Otot polos
3.Arteri kecil
• Defiore 183
Terdiri dari
a. Tunika intima
b. Tunika media
(serat otot
sirkular)
c. Tunika adventia
a. Vasa vasorum
(pembuluh drh
yg memperdarahi
pmbuluh darah)
Vena kecil
• Defiore 183 Terdiri dari :
a. Tunika intima
b. Tunika media (
otot polos
terikat longgar
<<dari arteri
kecil
c. Tunika adventia
(>> tunika
media)
Lapisan Arteriol Venula
T.Intima:
-Endotel + +
-Subendotel  -
-Lam. +/- -
Elastika.Int
T. Media:
-Arah serta Sirkuler Sirkuler
-Otot polos 1-2 lapis 1-2 lapis
T. Adventisia:
-Arah serat Longitudinal Longitudinal
-Fibroelastik  +
-Lamina - -
elastik Eks - -
-Otot polos
4. Arteriol & venula

• Defiore 183
5. kapiler
• Berupa Anyaman
• Dinding : sel endotel
• Membran basalis (+)
• Perikapiler sel :
fibroblas, histiosit,
perisit
4. Faktor Resiko Penyakit Jantung
Faktor Resiko
• Diet, makanan dengan kadar garam tinggi dapat
meningkatkan tekanan darah seiring dengan
bertambahnya usia.
• Obesitas/kegemukan, tekanan darah meningkat
seiring dengan peningkatan berat badan.
• Merokok, dapat meningkatkan tekanan darah dan
cenderung terkena penyakit jantung koroner.
• Kondisi penyakit lain, seperti diabetes melitus
tipe 2 cenderung meningkatkan risiko
peningkatan tekanan darah 2 kali lipat.
• penjelasan

1. Usia
dengan bertambahnya umur maka semakin tinggi mendapat
resiko hipertensi. Ini diakibatkan perubahan alamiah pada
jantung, pembuluh darah dan hormon. (Julianti, 2005).

2. Jenis kelamin
pada masa muda dan paruh baya lebih tinggi penyakit
hipertensi pada laki-laki dan pada wanita lebih tinggi setelah
umur 55 tahun, ketika seorang wanita mengalami menopause
3. Riwayat keluarga
hipertensi cenderung merupakan penyakit keturunan. Jika seorang dari
orang tua kita memiliki riwayat hipertensi maka sepanjang hidup kita
memiliki kemungkinan 25% terkena hipertensi

4. Garam dapur
Asupan garam kurang dari 3 gram tiap hari menyebabkan hipertensi yang
rendah jika asupan garam antara 5-15 gram perhari, prevalensi hipertensi
meningkat menjadi 15-20%. Pengaruh asupan garam terhadap timbulnya
hipertensi terjadi melalui peningkatan volume plasma, curah jantung dan
tekanan darah (Basha, 2004). Garam mempunyai sifat menahan air.
5. Merokok
Nikotin pada rokok akan sampai ke otak, lalu otak berespon dengan
mengirim sinyal ke kel. Adrenal u/ mengeluarkan epinefrin
(katekolamin).  menyempitkan p.d dan memaksa jantung bekerja
lebih keras. CO2 jg menyebabkan jantung bekerja lebih keras u/
memasukkan O2 lebih banyak.

6. Aktivitas
kurang aktivitas  frek. Denyut jantung cenderung lebih tinggi
7. Stress
Diduga melalui aktivitas saraf simpatis yg meningkat dapat menaikkan
tekanan darah secara intermiten (tidak menentu). Stress yang
berkepanjangan dapat mengakibatkan tekanan darah menetap tinggi.
5. PF & PP
Pemeriksaan Fisik
• Pengukuran tekanan darah

• Perabaan nadi:
– Frekuensi nadi per menit
– Takikardi (>100x/menit), bradikardi (<60x/menit)
– Keteraturan nadi
– Perbandingan dengan denyut jantung
– Bentuk nadi
– Perubahan volume nadi
– Pulsus defisit
• Denyut nadi radialis tidak sama dengan denyut jantung

– Pulsus alternan
• Perubahan kuat denyut nadi akibat kelemahan jantung

– Pulsus bigeminus
• Teraba berpasangan dengan interval berbeda
• Nadi kedua lebih lemah dari sebelumnya

– Pulsus paradoksus
• Melemah atau tidak terabanya nadi saat inspirasi
• Dapat disertai penurunan tekanan vena jugularis saat
inspirasi
• Nafas
– Takipneu, dispneu, ortopneu
– Pada keadaan berat, sulit dibedakan dengan kelainan paru
primer terutama jika ada usaha ekspirasi memanjang pada
edema paru interstisial, dan mungkin disertai wheezing
ekspiratoir (asma kardial)

• Toraks
– Inspeksi
• Pektus karinatus = dada burung, penonjolan sternum ke depan
• Pektus ekskavatus = sternum dan iga mendekati vertebra
• Barrel chest = dada berbentuk tong
• Kifosis = deviasi tulang belakang pada kurvatura lateral
• Voussure cardiaque = penonjolan bagian depan hemitoraks kiri
– Palpasi
• Bising jantung (thrill) atau bising nafas sering dapat diraba
• Dengan meletakkan permukaan palmar atau sisi medial tangan

– Perkusi
• Untuk menetapkan batas jantung terutama pada kasus
kardiomegali

– Auskultasi
• Bunyi yang timbul bukan karena pernafasan atau bicara = rales
• Rales disebabkan gerakan cairan bronkus atau alveolus atau aliran
udara lewat penyempitan jalan nafas
• Rales basah = sekret tipis
• Rales kering (?) = gerakan eksudat kasar atau getaran membran
yang sembab
• Friction rub = bunyi gesekan pleura atau perikardium
• Bunyi jantung 1
– Menutupnya katup AV, kontraksi otot miokard, serta
aliran cepat saat katup semiluner mulai terbuka
– Tunggal
• Bunyi jantung 2
– Menutupnya katup semilunar
– Splitting
• Bunyi jantung 3 = pengisian cepat ventrikel
– Aliran cepat pengisian ventrikel
– Hanya pada anak-anak atau dewasa muda, atau
keadaan hipertrofi atau dilatasi ventrikel
• Bunyi jantung 4 = atrium mengalirkan darah ke ventrikel
– Kontraksi atrium mengalirkan darah ke ventrikel
yang komplainsnya menurun
• Abdomen
– Untuk mencari keadaan-keadaan yang disebabkan oleh payah
jantung seperti hepatomegali, asites
– Pulsasi aorta abdominalis dapat teraba kuat
– Sering ditemui bruit atau bising pembuluh akibat stenosis

• Tungkai dan arteri-arteri perifer


– Hipoksia jaringan yang lama akan terlihat jelas pada kuku
(drumstick fingers, clubbing fingers)
– Embolisasi bakteri endokarditis = bercak perdarahan dengan
sentral memutih, serta Janeway lesion pada kuku
Pemeriksaan Penunjang
• Pemeriksaan laboratorium:
– Urinalysis
• Protein, leukosit, eritrosit

– Hemoglobin dan hematokrit:


• Mengkaji hubungan dari sel-sel terhadap volume cairan
(viskositas) dan dapat mengindikasikan faktor resiko seperti
anemia

– Elektrolit darah
• Kalium
– Ureum/kreatinin
• Memberikan informasi tentang perfusi/fungsi ginjal

– Gula darah puasa


• Hiperglikemi (DM adalah pencetus hipertensi) dapat
diakibatkan oleh pengeluaran kadar katekolamin

– Kolesterol total
• Kadar kolesterol tinggi dapat menjadi resiko penyakit
lain seperti atherosclerosis
– Albumin/creatinine ratio
– Trigliserida, HDL, LDL
– Kalsium dan fosfor

• Pemeriksaan radiologi:
– USG doppler
– Rontgen
– CT scan
– MRI
6. Pencegahan Penyakit Jantung
Pencegahan

• Menurunkan berat badan.


• rutin berolahraga dan melakukan diet.
• Batasi asupan garam. Rekomendasi yang diberikan adalah 1.500 mg
sodium per hari. Sebagai gambaran, setengah sendok teh garam (sdt)
mengandung 1.200 mg sodium.
• Batasi konsumsi alkohol.
• Batasi asupan kafein. Kalau Anda sulit menghentikan kebiasaan untuk
mengonsumsi kafein, cobalah minum dalam bentuk decaf atau rendah
kafein.
• Belajar mengendalikan diri. Meditasi dan teknik rileksasi lainnya seperti
yoga, nyatanya dapat menurunkan tekanan darah secara signifikan.