Anda di halaman 1dari 21

PMS

Redefinisi Tugas Membangun Eksplanasi


PBM - Mengajar- Pengetahuan Pedagogi
- -
 PMSmelihat PBM sebagai interaksi membangun
bersama pengetahuan antara pengajar,
pembelajar, dan materi subyek dalam suatu
hubungan yang saling menguntungkan
Pedagogi Materi Subyek memungkinkan guru
mengembangkan berbagai strategi
mengajar yang beragam dan luas
bedasarkan kemampuannya untuk:
 mengorganisasikan kembali;

 mengadaptasikan; dan

 menyampaikannya kepada muri-murid,

Tentang pengetahuan yang telah


dikonstruksinya.
PMS mencakup sejumlah pengetahuan dasar dari tugas
mengajar:
 Diri guru
 Konteks pendidikan (level, jalur, dan jenis)

 Diri pembelajar baik secara empiris maupun


kognitif.
 Kurikulum dan tujuan pendidikan.

 Materi-subyek, yaitu struktur substantif dan


struktur sintaktikal.
 Pedagogi umum mengenai pengasuhan anak.

 Model-model mengajar.
KEMBALI
Proses belajar mengajar adalah suatu upaya bersama
membangun pengetahuan dalam suatu antar-
ketergantungan antara pengajar, pembelajar, dan materi-
subyek yang saling menguntungkan menurut hak
prerogatifnya masing-masing.
Setiap pelaku dalam PBM perlu dilengkapi dengan hak
prerogatifnya masing-masing agar memudahkan interaksi
membangun bersama pengetahuan, yaitu:
1. Pengajar dengan hak prerogatif mengendalikan
wacana
2. Pembelajar dengan hak prerogatif bertanya
3. Materi-subyek sebagai wakil dari disiplin keilmuan
dengan hak prerogatif nilai kebenaran
Setiap hak prerogatif tersebut diwujudkan seperti
yang ditampilkan dalam kotaknya masing-masing
pelaku dalam suatu interaksi kelas.
Bagaimana dengan komponen hasil belajar?
KEMBALI
Tugas Mengajar
Tugas mengajar terutama adalah
mengembangkan diri pembelajar dengan
menerima bahwa:

1. Pemahaman dan pertimbangan perlu


didasarkan pada penjelasan yang memadai
menurut kebutuhan penalaran siswa.

2. Keyakinan tersebut berkembang berdasarkan


alasan tertentu sejalan dengan kapasitas
pembelajar untuk memahami penalaran
pengajar.
Pendefinisian Kembali “Learning”
 Proses memahami suatu pengetahuan menurut
kebutuhan penalaran dan pengertian siswa.
Mengajarkan bahwa suatu kejadian merupakan
kasus dari satu teori, bukan hanya sekedar
meyakinkan murid: tipu muslihat, contohnya
bukanlah suatu tindakan mengajar. Mengajar lebih
dari sekedar menyakinkan seseorang, karena guru
juga perlu mengupayakan agar murid-murid
meyakini sesuatu karena alasan tertentu dalam
batas-batas kapasitasnya untuk memahami
penalaran guru.
Teachers differ from biologists, historians, writers, or
educational researchers, not necessarily in the quality
or quantity of their subject matter knowledge, but in
how that knowledge is organized and used. For
example, experienced science teachers’ knowledge of
science is structured from a teaching perspective and is
used as a basis for helping students to understand
specific concepts. A scientist’s knowledge, on the other
hand, is structured from a research perspective and is
used as a basis for the construction of new knowledge in
the field.
KEMBALI
1. Pandangan Hammersley:
Tindakan seseorang merupakan hasil
konstruksi secara aktif berdasarkan
interpretasi terhadap kejadian-
kejadian di dalam lingkungannya.
2. Mempelajari tindakan tidak dapat
terlepas dari perspektif pelaku, karena
perspektif tersebut juga dipengaruhi
oleh tindakan (asas interaktif).
Setiap pelaku mempunyai:  Dalam menyajikan ide, penulis
 kesamaan partisipasi dalam menggunakan modus wacana
membangun pengetahuan, tertentu.
dan  Materi-subyek sebagai target
 berfungsi dengan hak sejalan dgn modus.
prerogatif tertentu, agar  Pembaca merespond sejalan
 dalam membangun dengan modus wacana penulis.
pengetahuan, peranan bahasa
dihargai
Eksplanasi

Strukturmakro Rekonstruksi

LEVEL/JENIS PENDIDIKAN
Sesuai dengan level, atau tingkat
pendidikan, modus interaksi dapat
berupa:
1. Eksplanasi, dapat menurut penalaran
guru atau sebaliknya menurut penalaran
materi-subyek.
2. Rekonstruksi, dapat menurut struktur
guru, atau sebaliknya menurut struktur
pengetahuan pembelajar
3. Struktur makro (hasil rekonstruksi
bersama) yang dapat mengikuti materi-
subyek, atau mengikuti strukturmakro
yang disepakati bersama.
Interaksi berlangsung menurut tingkat keabstrakan
fungsi dari masing-masing pelaku. Jika
pengajar menggunakan tindakan:
1. informing, maka targetnya adalah konten,
sedangkan tujuannya adalah intelligible.
2. Eliciting, maka targetnya adalah substansi,
sedangkan tujuannya adalah plausible.
3. Directing, maka targetnya adalah sintaktikal,
sedangkan tujuannya adalah fruitful.
Dimanakah Komponen Tujuan dalam PBM menurut
model Trialog.

KEMBALI
 Informing: memberitahu seseorang tentang
informasi/pengetahuan
 Eliciting: menggambarkan/menjelaskan sesuatu
dengan mudah
 Directing : mengajarkan secara langsung/tidak
berbelit-belit
 Konten: materi yang terkandung dalam sesuatu
 Substansi: bagian terpenting dari materi
 Sintaktikal: susunan materi dari sederhana ke yang
kompleks
 Intelligible:
dapat dengan mudah difahami
 Plausible: dapat difahami dengan benar/masuk
akal
 Fruitful: memiliki banyak hasil belajar yang baik

KEMBALI
EKSPLANASI PEDAGOGI DALAM PBM (1)

Transformasi wacana ke dalam model teoritis


atau matematis

Berbasis wacana argumentatif

Mudah diiajarkan
Mudah dijangkau
(aspek pedagogi)
(aspek psikologi)
 Salah satu penerapan dari eksplanasi pedagogi
adalah perlunya pengajar menurunkan model
representasi mengajar yang diperlukan dalam
menyajikan materi-subyek di depan kelas.
 Model representasi ini dalam analisis wacana
diidentifikasi sebagai struktur makro yang
dikendalikan oleh dimensi progresi dan dimensi
elaborasi