Anda di halaman 1dari 46

BIODATA

Nama :AKHMAD ZAELANI


TTL :HARUAI (KAB.
TABALONG), 21
AGUSTUS 1968
Pendidikan
terakhir :SLTA (JURUSAN
BIOLOGI)
Agama :ISLAM
Alamat :JL. NANGKA
(BELAKANG TEMBOK
RSUD) MUARA TEWEH
RIWAYAT MENJADI ANGGOTA DAMKAR
 Tanggal 21 Oktober 1988.
1. Agustus 1989
Mengikuti kursus Kader Pelaksana Hansip B,
angkatan 1 (satu) di Muara Teweh.

2. Oktober 1989
Pendidikan dan Pelatihan Damkar 1 (satu), di
Palangkaraya (INSTRUKTUR DARI DAMKAR
DKI JAKARTA).
3. Maret 1995
Kursus dan latihan Penanggulangan Bencana
Alam angkatan 1 (satu), di Muara Teweh .
4. Februari 1997
Pendidikan dan latihan PBA Angkatan II
(dua), di Muara Teweh.
5. Desember 1997
Mengikuti Pelatihan Instruktur/pelatih PBA,
di Muara Teweh. Instruktur dari Direktur
Jenderal Bina Bantuan Sosial Jakarta.
6. Oktober 2011
Mengikuti Simulasi Pendidikan dan
Pelatihan Pertolongan dan Pencegahan
Kebakaran, di Muara Teweh.

7. Juni 2013 (JAKARTA)


Mengikuti kegiatan Peningkatan
Kapasitas TRC Daerah/BPBD Rawan
Bencana Tingkat Operasional di Jl. Raya
Karang Bolong, Desa Bandulu, Anyer
Kabupaten Serang, Provinsi Banten.
8. April dan Mei 2014
Mengikuti Pelatihan Potensi SAR, WATER
RESCUE’ dan MFR’ Instruktur BAN SAR
NASIONAL BANJARMASIN.
PEMBELAJARAN, PEMAHAMAN, dan ANTISIPASI
BENCANA KEBAKARAN
KEBAKARAN
Kebakaran adalah suatu
musibah/bencana yang
ditimbulkan oleh api yang tidak
terkendali, yang dapat terjadi
kapan saja dan di mana saja.
Sehingga sangat merugikan
kehidupan manusia.
BERDASARKAN TYPOLOGY KEBAKARAN ADA 2
TYPE

1. Kebakaran karena unsur kesengajaan


(ARSON FIRE) ;dan
2. Kebakaran karena unsur ketidak
sengajaan (REAL FIRE).
BERDASARKAN JENISNYA KEBAKARAN
DIBEDAKAN MENJADI 4 GOLONGAN

1. Kebakaran dalam bangunan/ruangan (BUILDING


FIRE)
2. Kebakaran di lingkungan industri (INDUSTRIAL FIRE)
3. Kebakaran Hutan (FOREST FIRE)
4. Kebakaran lahan gambut (PEAT FIRE)
Kebakaran Dapat Terjadi Kapan Saja dan di
Mana Saja
• Kebakaran yang Tidak
1. Terpengaruh Langsung Musim

• Kebakaran yang Dipengaruhi


2. Langsung Musim/Cuaca
• Kebakaran Karena Unsur
Kesengajaan Biasanya
3.
Mempunyai Tendensi
KEBAKARAN yang TIDAK TERPENGARUH
LANGSUNG MUSIM
1. Kebakaran dalam Bangunan/Ruang
Terjadi karena sumber panas dari dalam ruangan, bisa terjadi
walaupun lebat sekalipun.
2. Kebakaran di Lingkungan Industri
biasanya sumber panas penyebabnya dari dalam kawasan industri
yang kurang memperhatikan proteksi kebakaran dan tidak
memperhatikan penyimpanan barang.
KEBAKARAN yang DIPENGARUHI LANGSUNG
MUSIM/CUACA
1. Kebakaran Hutan (FOREST FIRE)
Biasa terjadi pada musim kering dan
tingkat penyebaran api lebih cepat
barang/benda di sekitarnya dalam kondisi
kering dan mudah terbakar.
2. Kebakaran Lahan Gambut (PEAT FIRE)
Pada musim kering lahan gambut yang
kering sangat mudah terbakar
KEBAKARAN KARENA UNSUR KESENGAJAAN
BIASANYA MEMPUNYAI TENDENSI

1. Tendensi Politik
Berkaitan dengan situasi politik, penggulingan
kekuasaan/mempertahankan kekuasaan.
2. Tendensi Kriminal
Berkaitan dengan menutupi kejahatan,
penghilangan barang bukti.
3. Tendensi Ekonomi
Berkaitan dengan klaim asuransi, PHK tanpa
memberikan pesangon dll.
4. Tendensi Kebutuhan
Berkaitan dengan pembukaan lahan pertanian
untuk kebutuhan sehari-hari.

5. Tendensi Pertahanan
Untuk pencegahan penyebaran wabah
penyakit yang endemi dll.
FAKTOR-FAKTOR KEBAKARAN
1.

Faktor Alam

2.

Faktor Manusia

3.

Faktor Hewan Peliharaan/Bukan Peliharaan


FAKTOR ALAM
1. Sambaran Petir
Dapat ditanggulangi dengan pemasangan
penangkal petir yang standart.

2. Gempa Bumi
Terjadi bila menimbulkan kerusakan saluran
gas yang mudah terbakar, sumber api
terbuka (telpok, lilin, dll).
3. Terik Matahari
Bisa menjadi pemicu terbakarnya lahan
kering karena terfokusnya sinar matahari
dalam satu titik efek pantulan pada dinding
kaca, pintu, genteng kaca, dll.
4 Gunung Meletus
Lahan yang dilewati akan terbakar oleh lahar
panas.
5. Tanah Longsor
sepertinya gempa juga dapat menjadi pemicu
terjadinya kebakaran.
FAKTOR MANUSIA
1. Kelalaian
Sifat lupa paling dominan menjadi pemicu
terjadinya kebakaran.
2. Kecerobohan
Suka bercanda/tidak serius dalam
menggunakan api bisa menjadi penyebab
terjadinya kebakaran.
3. Ketidak Tahuan
Dengan adanya coba-coba terhadap sesuatu
yang bisa menimbulkan api.
FAKTOR HEWAN PELIHARAAN/BUKAN PELIHARAAN

1. Secara Langsung
Contoh: kucing menjatuhakan lilin atau
teplok.
2. Secara Tidak Langsung
Contoh: tikus/kucing mengerogoti kabel
listrik, selang tabung gas.
ANTISIPASI KEBAKARAN (PREVENTIF)

1. Sosialisasi kepada masyarakat/himbauan kepada


masyarakat;
2. Pemeliharaan alat-alat yang bisa menjadi
sumber kebakaran;
3. Peningkatan kepedulian masyarakat dalam
kesiap siagaan/selalu waspada terhadap bahaya
kebakaran;
4. Adanya koordinasi antara anggoota masyarakat,
instansi pemerintah maupun swasta untuk dapat
saling membantu;dan
5. Peningkatan informasi, ketrampilan dan
pengetahuan.
SOSIALISASI TENTANG KEBAKARAN

• Pengarahan oleh pihak yang berkompeten


dibidangnya, baik teori maupun praktek

• Sehingga masyarakat mengerti akan bahaya yang


dihadapi dan cara penanganannya secara tepat dan
cepat.
MELATIH KETERAMPILAN

Berfungsi untuk
menimbulkan rasa percaya
diri dan tidak ragu dalam
mengambil keputusan
Peralatan/Fasilitas Penunjang Pemadam
Kebakaran Alat Pemadam Api Ringan (APAR)
Gas CO2
Keuntungan : Tidak meninggalkan
bekas/bersih
Kerugian : Kurang efektif digunakan
diluar ruangan, daya
semprotnya pendek
Diperuntukkan : Bahan padat, cair, gas dan
listrik
Gas CO2
Peralatan/Fasilitas Penunjang Pemadam
Kebakaran Alat Pemadam Api Ringan (APAR)

Dry Chemichal Powder (DCP)

Keuntungan : Jarak semprot lebih jauh


Kerugian : Meninggalkan bekas/kotor,
ruangan berkabut
Diperuntukkan : Bahan padat, cair, gas dan
listrik
Dry Chemichal Powder (DCP)
Peralatan/Fasilitas Penunjang Pemadam
Kebakaran Alat Pemadam Api Ringan (APAR)
Hallon

Keuntungan : Jarak semprot lebih jauh, tidak


meninggalkan bekas/bersih
pada ruangan
Kerugian : Merusak lapisan ozon (tidak
ramah lingkungan), mempunyai
daya rusak/korosit tinggi.
Diperuntukkan : Bahan padat, cair, gas dan listrik
Hallon
Peralatan/Fasilitas Penunjang Pemadam
Kebakaran Alat Pemadam Api Ringan (APAR)
Foam/Busa
Keuntungan : Murah, Jarak Semprot lebih
jauh, efektif untuk bahan cair
Kerugian : Bersifat konduktor/penghantar
arus listrik, sehingga tidak boleh
digunakan pada benda yang
mengandung aliran listrik. Kotor/
meninggalkan bekas
Diperuntukkan : Bahan padat, cair, gas
Foam/Busa
Peralatan/Fasilitas Penunjang Pemadam

Potable Water Pump


(Pompa Air yang Mudah dibawa Kemana-mana)
Keuntungan : Bisa dibawa Ke tempat yang
tidak bisa di jangkau mobil
Damkar
Kerugian : Tenaga jauh di bawah mobil
Damkar
Diperuntukkan : Jalur-jalur sempit yang susah di
jangkau mobil Damkar, dan
adanya sumber air yang cukup
Potable Water Pump
Peralatan/Fasilitas Penunjang Pemadam
Selang
• Gulung Kering
Mudah dan cepat digelar bilamana kondisi
darurat
• Gulung Basah
Air yang tersisa dalam selang bisa terdorong
keluar sehingga selang akan ringan
Gulungan Selang

Gulungan Kering Gulungan Bahsah


Macam Selang dan Koplingnya (sambungan)

Kopling Mudah sekali disambung dan


dilepas selama per dan pengait
Sodok Jantan
normal, tetapi bila serat atau
per lembek atau pemasangan
tidak sempurna
Kopling sambungan/kaitan bisa lepas.
Sodok Betina
Ujung dan pangkal sama,
berbeda dengan kopling sodok.
Kopling Ulir Sambungan tidak mudah lepas,
tetapi pemasangan ulir tidak
sempurna sambungan akan
bocor.
Kopling
Sambungan Cabang
Berfungsi memperbanyak saluran selang
sehingga lokalisasi kebakaran bisa cepat
teratasi karena ter COVER dari segala arah.
Pillar

Pilar Hydrant
Tor Ga Dam (Motor Roda Toga Pemadam)

Hanya berisi mesin pompa portable berfungsi


menjangkau lokasi yang tidak bisa dijangkau
damkar roda 4
APA YANG HARUS DILAKUKAN KETIKA MELIHAT
KEBAKARAN?
1. Bunyikan kentongan/berteriak
minta tolong warga yang lain
guna turut membantu

2. Upayakan pemadaman
semampunya dengan peralatan
yang ada, cara tradisional
maupun memakai tabung
pemadam/modern bagi yang
sudah mempunyai

3. Pastikan penghuni rumah 4. Matikan saluran listrik


yang terbakar sudah keluar untuk mencegah
rumah menyebarnya api lewat
jaringan listrik
5. Segera koordinasi 6. Buka kran
dengan warga yang lain pengeluaran
untuk menuju pilar pilar hydrant
hydrant terdekat dengan kemudian
rumah yang terbakar tunggu sampai
kemudian buka box mobil
hydrant dan sambungkan
pemadam
kaupling selang
perempuan ke pilar menyambungka
hydrant ujung selang n selang ke
lainnya sambungkan Siamis
dengan Nozzel bila selang Connection
kurang panjang ambil
selang di box hydrant
• 7. Supaya mobil pemadam tidak kesasar
maka salah atu warga dipinggir jalan untuk
memberi petugas kebakaran dalam
menempatkan mobil PK
• 8. Warga yang memegang nozel/pemancar
usahakan minimal 2 orang, untuk warga
yang lain memebantu pegang selang untuk
memudahkan penyemprot berpindah-
pindah tempat sesuai kebutuhan
• 9. Semprotkan air pertama kali ke atas,
buat seperti hujan untuk menghndari aliran
listrik kalau belum di matikan
10. Lakukan lokalisir untuk untuk
mencegah merambatnya api kebagian
lain dengan menyemprot bangunan
lain yang berdekatan
11.Komando operasi pemadam dipimpin
komandan regu petugas
pemadam/komandan diatasnya
12. warga yang lain membantu
pngamanan wilayah kebakaran
maupun kampung pada umumnya