Anda di halaman 1dari 74

HIV/AIDS

H I V ?
H- Human (manusia)

I - Immunodeficiency (penurunan
kekebalan)

V- Virus

1/10/2020 2
APAKAH AIDS?

A - Acquired (Didapat)
Ditularkan dari orang ke orang.

I - Immune Kekebalan adalah sistem pertahanan


tubuh untuk mempertahankan diri dari
serangan infeksi seperti bakteri atau
virus.
D - Deficiency Penurunan/kekurangan

S - Syndrome Kumpulan tanda & Gejala


Orang dengan AIDS mengalami
berbagai infeksi oportunistik dan
penyakit lainnya.
1/10/2020 3
Transmisi
• Seksual
- Homoseksual
- Heteroseksual
- Biseksual
• Jarum suntik
yang tercemar
• Ibu ke anak (Perinatal)
• Transfusi Darah
1/10/2020 4
TIDAK ditularkan melalui

• Ciuman
• Bersin, batuk
• Minum dari gelas yang sama
• Keringat
• Bersentuhan
• Gigitan nyamuk
• Jarum steril
• Hubungan seksual dgn kondom
• Tempat duduk toilet
• Bersalaman

1/10/2020 5
PERJALANAN INFEKSI HIV
1000
900 Sel T CD4+
800
Jumlah sel CD4+

700
Sindrom TB
600 Infeksi Asimtomatik
500
Akut HIV
HZV
400 Periode OHL
Level relatif
300 jendela
Plasma HIV-RNA OC
200 PPE
PCP
100 CM
Antibodi
0 CMV, MAC
0 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
Bulan….. Tahun sesudah terinfeksi HIV
1/10/2020 6
Diagnosis HIV
• Ditemukannya antibodi HIV dlm darah
• Jenis tes antibodi HIV :
- Rapid Test
– ELISA
– Western Blot

1/10/2020 7
Entry point
• Rawat jalan
• Rawat inap
• KIA (PMTCT)
• LSM
• Jangkauan
• Praktek swasta
• Lain-lain

1/10/2020 8
Stadium klinis HIV
(Stadium 1-4)

1/10/2020 9
Diagnosis pada Dewasa

• Sebaiknya berdasarkan hasil lab dan klinik


• Tidak semua tempat memiliki sarana lab
• Diagnosis berdasarkan gejala dapat
mengikuti pedoman Nasional

1/10/2020 10
Stadium klinis HIV dewasa (WHO)

Stadium Klinis 1

• Asimptomatis
• Limfadenopati Meluas Persistent (PGL)

1/10/2020 11
Stadium Klinis 2

• Berat badan menurun <10% dari BB semula


• Kelainan kulit dan mukosa ringan seperti
dermatitis seboroik,) papular pruritic eruption (PPE,
infeksi jamur kuku, ulkus oral yang rekuren,
cheilitis angularis,
• Herpes zoster dalam 5 tahun terakhir
• Infeksi saluran napas bagian atas seperti
sinusitis bakterial

1/10/2020 12
Stadium Klinis 3
• Berat badan menurun >10% dari BB semula
• Diare kronis yang tidak diketahui penyebabnya berlangsung
> 1 bulan
• Demam tanpa sebab yang jelas yang (intermiten atau
konstan) > 1 bulan
• Kandidiasis Oral (thrush)
• Oral Hairy leukoplakia
• TB paru, dalam 1 tahun terakhir
• Infeksi bakteri berat (pnemonia, pyomiositis)
• Angiomatosis basiler
• Herpes zoster yang berkomplikasi

1/10/2020 13
Stadium Klinis 4

• HIV wasting syndrome (BB turun 10% + diare kronik


> 1 bln atau demam >1 bln yg tdk disebabkan peny lain)
• Pneumonia Pneumocystis (PCP)
• Toksoplasmosis pada otak
• Kriptosporidosis, Isosporiasis, Microsporidiosis dgn
diare >1 bulan
• Kriptokokosis, ekstra paru
• Cytomegalovirus (CMV) pada 1 organ selain hati, limpa,
kelenjar getah bening (mis: retinitis)
• Herpes simplex virus (HSV) mukokutaneus > 1 bulan,
• Progressive multifocal leucoenphalopathy (PML)
• Mikosis disseminata (histoplasmosis, koksidioidomikosis,
penisiliosis)

1/10/2020 14
Stadium Klinis 4 (lanjutan)

• Kandidiasis esofagus, trakea, bronkus atau paru


• Mikobakteriosis atipik disseminata atau di paru
• Septikemi Salmonella non-tifoid
• TB ekstra paru
• Limfoma
• Sarkoma Kaposi
• Ensefalopati HIV (Gangguan dan/atau disfungsi
motorik yg mengganggu aktivitas hidup sehari hari
dan berlangsung beberapa minggu/bulan yg tidak
disertai penyakit lain

1/10/2020 15
Stadium klinis menurut jumlah CD4

Stadium Jumlah CD4 Lamanya


HIV akut/primer 500 - 1000 1-4 minggu

Asimtomatis 200 - 750 2-15 tahun

Simtomatis dini 100 – 500 < 1 – 5 tahun

Simtomatis lanjut 50 - 200 < 1 – 3 tahun

Simtomatis 0 - 50 < 1 – 2 tahun


advanced

1/10/2020 16
Dermatitis seboroika

• Gatal
• Bersisik
• Kemerahan
1/10/2020 17
1/10/2020 18
1/10/2020 19
Papular pruritic eruption (PPE)

1/10/2020 20
Papular pruritic eruption (PPE)

• Lengan, tungkai,
pinggang, bokong
• Simetris

1/10/2020 21
Papular pruritic eruption (PPE)

1/10/2020 22
Infeksi jamur kuku (onikomikosis)

1. Subungual distal
2. White superfisial
3. Subungual proksimal
4. Kandida
5. Distrofik total

1/10/2020 23
Disebabkan oleh T. mentagrophytes

Disebabkan oleh T. rubrum.


Paling sering pada pasien HIV

1/10/2020 24
1/10/2020 25
Virus Varicella Zoster

• Mengenai saraf
sensoris
• Jika mengenai saraf
trigeminal,
menyebabkan
timbulnya lesi intraoral
atau ekstraoral
• SELALU UNILATERAL

1/10/2020 26
Virus Varicella Zoster

• Mulai sebagai lesi


vesikuler yang nyeri
yang pecah dan
menimbulkan crusta;
secara klinis tampak
sebagai ulkus
• Keluhan awal yg
utama adalah nyeri
atau sakit gigi yg tidak
dapat menunjukkan
lokasi gigi yg sakit

1/10/2020 27
Cytomegalovirus (CMV)

• Menyebar melalui
kontak langsung
• Biasanya
menyebabkan
komplikasi ke mata
 CMV retinitis
• Dapat menyebabkan
ulkus intraoral
• Dapat melewati barier
transplasenta

1/10/2020 28
Cytomegalovirus (CMV)

• Perlu dilakukan biopsi


dan konfirmasi
histopatologis utk
diagnosis pasti
• Terapi: Ganciclovir;
Foscarnet
• Lesi oral dapat
memberi petunjuk
adanya infeksi sistemik

1/10/2020 29
Mikobakterium tuberkulosis

• Biasanya pertama kali


timbul pada paru; dan
ciri lesi ekstra paru
adalah nyeri, indurasi,
ulkus yang tidak
menyembuh.
• Sputum yang terinfeksi
M. tuberculosis dapat
menginfeksi jaringan
mukosa oral pada
daerah trauma di mulut.

1/10/2020 30
Sifilis
 Penyebab: T. pallidum
 Terbanyak pd remaja
 Terutama wanita PSK
 Stadium:
 Primer:
 Chancre, oral/genital
 Sekunder
 Latent
 Terapi:
 Penicillin, cephalosporin, tetrasiklin
 Mencegah sifilis kongenital pada 90% kasus
 Jika tidak diobati, penyakit serius dan kematian

1/10/2020 31
Ulkus aftosa

• Ulkus persisten, nonspesifik


• Biopsi dan pemeriksaan histologi perlu
untuk menyingkirkan penyebab lain
• Terapi sistemik dan topikal kortikosteroid
cukup berhasil
• Topikal tetrasiklin dan talidomid sistemik
juga telah digunakan

1/10/2020 32
1/10/2020 33
Limfoma Non-Hodgkin

1/10/2020 34
Cheilitis angularis

• Tampak sebagai
eritema atau
fissura pada sudut
mulut
• Sering mengikuti
kandidiasis
intraoral

1/10/2020 35
Herpes zoster (shingle)

1/10/2020 36
Multidermatomal Herpes zoster

1/10/2020 37
Herpes zoster (shingle)

1/10/2020 38
Stadium klinis 3 (WHO)

1/10/2020 39
Kandidiasis Pseudomembran

1/10/2020 40
Kandidiasis Eritematus

1/10/2020 41
Kandidiasis Hiperplastik

1/10/2020 42
Kandidiasis Cheilitis angularis

1/10/2020 43
Oropharyngeal Candidiasis

Pseudomembranous Erythematous
1/10/2020
candidiasis (thrush) candidiasis
44
Candida
Esofagitis

1/10/2020 45
Oral Hairy Leukoplakia
 Tampak sebagai lesi/plaque
atau seperti proyeksi rambut
bergelombang pada bagian
lateral lidah yang tidak nyeri
& tidak dapat hilang dgn
menggosoknya
 Merupakan tanda supresi
imun & prognosis jelek
 Pemeriksaan histopatologi
menunjukkan Eipstein-Barr
(EBV) intrasel

1/10/2020 46
1/10/2020 47
Hiperpigmentasi
Penyebab
• Obat-2an
• Endokrin (adrenalis, tiroid)
• Nutrisi
• Terpajan lama dan intensif
oleh UV
• Penyakit2 lain (TB,
histoplasmosis, kriptokokus)

1/10/2020 48
Kulit

• Kulit pasien HIV


lebih kering
• Keluhan gatal
• Karier
Staphyllococcus
aureus meningkat

1/10/2020 49
Kulit kering

• Hindari mandi air


panas/hangat
• Hindari sabun
antibakterial/
detergen
• Gunakan emolien
(skin lotion)

1/10/2020 50
Herpes simpleks

1/10/2020 51
Stadium klinis 4 (WHO)

1/10/2020 52
Perjalanan dan manifestasi klinis yg lazim

1000 TB
900
800
700 TB
600
500 HZV
400
CD4 300 OHL
Oral candida TB
COUNT PCP
200 Cryptococcal meningitis
100 Cryptosporidial diarrhea PPE
50 CMV
<50 MAC TB
0
0369 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Months Years
1/10/2020 53
Infeksi oportunistik

1/10/2020 54
‘Wasting’

1/10/2020 55
Kriptokokosis

1/10/2020 56
Terapi Anti Retro Viral
(A R T)
Efek ART pada viral load dan
jumlah CD4
Jumlah sel CD4+ / T
800-1200 Viral load

50,000

200

Hari Tahun Awal terapi

1/10/2020 58
Lamivudine (3TC) Zidovudine (ZDV/AZT)

ZDV + 3TC Stavudine d4T

1/10/2020 59
Nevirapine (NVP)

Efavirenz (EFV)

1/10/2020 60
Siapa yang berhak untuk mendapat
ART (dewasa)

Tidak semua ODHA perlu


ANTIRETROVIRAL segera !

1/10/2020 61
Kriteria Inklusi Medis
(WHO)
• HIV + (3 rapid tes: protokol Indonesia yang baru)

Jumlah CD4 tidak selalu diperlukan untuk


memulai ART, tapi diperlukan untuk follow up
perkembangan pasien

1/10/2020 62
Efek samping Zidovudine (ZDV/AZT)

• Paling sering • Paling berbahaya


– Mual 50% – Anemi
– Napsu makan turun 20%
– Muntah 17% – Granulositopeni
– Sakit kepala 62% – Symptomatic
– Lemas 53%
hyperlactatemia dan
– Pigmentasi kuku
– Insomnia lactic acidosis
– Myalgia
– Macrocytosis
– Netropeni
– Arthralgia
– SGOT/SGPT ↑
– Miopati

1/10/2020 63
Efek samping Stavudine (d4T)

• Paling sering • Paling berbahaya


– Diarrhea – Neuropati perifer 15-
– Nausea 20%
– Vomiting – Pankreatitis 1%
– Headache – Hiperlaktatemia dan
asidosis laktat
simtomatis
– Sindrom kelemahan
otot yang makin
meningkat
Catatan: Stavudine adalah NRTI yg paling sering dikaitkan dgn toksisitas mitokondria.
Berkaitan dgn asidosis laktat fatal dan hepatic steatosis pd bumil dgn d4T & ddI
1/10/2020 64
Efek samping
Lamivudine (3TC)
• Pada umumnya sangat baik ditoleransi
• Efek samping yg dilaporkan
– Sakit kepala 35%
– Mual 33%
– Diare 18%
– Nyeri perut 9%
– Insomnia 11% (dalam kombinasi dgn AZT)
– Pankreatitis lebih sering pada anak2

Catatan: Hari-hati kembalinya Hepatitis B pd pasien ko-infeksi jika 3TC dihentikan

1/10/2020 65
Efek samping
Nevirapine (NVP)
• Paling sering • Paling berbahaya
– Ruam kulit 37% – Hepatitis termasuk
• Wanita, alergi sulfa  risiko1 fulminant hepatic
• 50% ruam kulit sembuh dlm necrosis
2 minggu setelah dihentikan • 2/3 selama 12 minggu
obat, 80% setelah 1 bln pertama
• 6,7% angka penghentian • Risiko keseluruhan 1%
obat karena ruam kulit
• Faktor risiko
• Prednison dihubungkan dgn
– Adanya penyakit hati
 risiko pd percobaab klinis sebelumnya
• JANGAN diberikan
kembali
– S-J syndrome, TEN,
DRESS
Catatan: DRESS= Drug Rash, Eosinophilia, Systemic Symptoms
1/10/2020 1. Derisi et al., 7th CROI, San Francisco, abstract 61 66
Efek samping Efavirenz

• Paling sering • Paling berbahaya


– Efek samping SSP – Teratogenik pd
(52%) binatang
• Pusing – Peningkatan
• Insomnia SGOT/SGPT
• Mengantuk
– Stevens-Johnson
• Gangguan konsentrasi
Syndrome (jarang)
• Mimpi abnormal
– Ruam kulit 26%

Catatan: Efek samping SSP membaik setelah 2-4 minggu; ruam kulit biasanya membaik dengan
anti histamin oral.

1/10/2020 67
Efek samping Didanosine

• Paling sering • Paling berbahaya


– Diare 28% – Pankreatitis 1-9%
– Mual 6% – Neuropati perifer 20%
– Ruam kulit 9% – Hiperlaktatemia dan
– Sakit kepala 7% asidosis laktat
– Demam 12%
– Hyperuricemia 2%
Catatan:
(1) Kasus pankreatitis fatal dan non-fatal terjadi terutama jika dikombinasi dgn d4T atau ddC
dan hydroxyurea.
(2) Termasuk golongan toksisitas mitokondria spesifik
(3) Dosis harus dikurangi jika dikombinasi dgn Tenofovir

1/10/2020 68
Efek samping Tenofovir (TDF)

• Paling sering • Paling berbahaya


– Mual – Osteopeni
– Muntah – Gangguan ginjal
– Diare – Hiperlaktatemia dan
– Flatulence asidosis laktat
simtomatis
– Pusing
– Lipodistrofi
– Nyeri otot

1/10/2020 69
Efek samping
Lopinavir/ritonavir (Kaletra=LPV/r)

• Paling sering • Paling berbahaya


– Diare 14-24% – Pankreatitis
– Mual 2-16% – Edema inflamasi pd
– Kelainan lipid sp 30% tungkai (AIDS 16:673,
2002)

1/10/2020 70
Substitusi
Penggantian ARV dengan jenis ARV lain dalam lini pertama
Misalnya: - ZDV diganti dengan d4T
- NVP diganti dengan EFV

Biasanya disebabkan oleh toksisitas atau efek samping

Switch
Penggantian seluruh kombinasi ARV dengan kombinasi ARV
lini kedua
Misalnya: - d4T+3TC+EFV diganti dengan ddI+TDF+LPV/r

Biasanya disebabkan oleh resistensi

1/10/2020 71
Monitoring klinis
- riwayat penyakit yang jelas
- pemeriksaan klinis yang teratur

• Follow up pertama setelah satu atau dua


minggu. Lebih awal jika terjadi efek samping.
• Kunjungan bulanan sesudahnya, atau lebih
bila diperlukan
• Tiap kunjungan tanyakan tentang gejala,
kepatuhan, masalah yang berhubungan
dengan HIV dan non HIV, kualitas hidup
• Pemeriksaan fisik, berat badan, suhu
1/10/2020 72
Pemeriksaan laboratorium dasar

• Hitung darah lengkap dan hitung jenis (Hb,


lekosit, TLC)
• SGOT, SGPT
• Jumlah CD4

Jika ada : viral load

1/10/2020 73
1/10/2020 74