Anda di halaman 1dari 35

Distosia Persalinan

DISTOSIA
Definisi
 Kesulitan dalam persalinan
 Ditandai dengan lambatnya kemajuan persalinan
 Umumnya disebabkan ketidaksesuaian antara bagian bawah
janin dengan jalan lahir

Penyebab
 Kelainan power
 Kelainan passage
 Kelainan passenger
Power

Uterine hypotoni / Inertia uteri

Uterine hypertoni / Incoordinate


Uterine Contraction
His Adekuat
 lamanya 60 detik
 mencapai tekanan 50 - 60 mm Hg
 terjadi setiap 2 - 3 menit
 menghasilkan kemajuan persalinan yang baik
 fundal dominan
 Simetris
 makin lama, makin kuat, makin sering, relaksasi
baik.
Hipotoni Uteri / Inertia Uteri
Kelainan his dengan kekuatan yang lemah / tidak adekuat
untuk melakukan pembukaan serviks atau mendorong anak
keluar.

Sering dijumpai pada :


 Anemia
 uterus yang terlalu teregang misalnya akibat hidramnion atau
kehamilan kembar atau makrosomia
 grandemultipara atau primipara
 keadaan emosi kurang baik.
Inersia uteri primer : terjadi pada
permulaan fase laten. Sejak awal telah
terjadi his yang tidak adekuat, sehingga
sering sulit untuk memastikan apakah
penderita telah memasuki keadaan in
partu atau belum

Inersia uteri sekunder : terjadi pada


fase aktif kala I atau kala II. Permulaan his
baik, kemudian pada keadaan selanjutnya
terdapat gangguan / kelainan.
Perlu diingat bahwa hampir 50% kelainan his pada fase aktif
disebabkan atau dihubungkan dengan adanya CPD, sisanya
baru disebabkan faktor lain seperti akibat kelainan posisi
janin, pemberian obat sedativa atau relaksan terhadap otot
uterus, dan sebagainya.
Hipertoni Uteri
Kekuatan his cukup besar (kadang sampai melebihi normal)
namun tidak ada koordinasi kontraksi dari bagian atas, tengah dan
bawah uterus, sehingga tidak efisien untuk membuka serviks dan
mendorong bayi keluar.

Disebut juga “incoordinate uterine action”.

Contoh misalnya "tetania uteri" karena obat uterotonika yang


berlebihan.
Pasien merasa kesakitan karena his yang kuat dan berlangsung
hampir terus-menerus. Pada janin dapat terjadi hipoksia janin
karena gangguan sirkulasi uteroplasenter.
Hipertoni Uteri
 Faktor yang dapat menyebabkan kelainan ini antara lain
adalah rangsangan pada uterus, misalnya pemberian
oksitosin yang berlebihan, ketuban pecah lama dengan disertai
infeksi, dan sebagainya.

Penanganan : pemberian sedativa dan obat yang bersifat


tokolitik (menekan kontraksi uterus) agar kontraksi
uterus tersebut hilang dan diharapkan kemudian timbul
his normal. Denyut jantung janin HARUS terus dievaluasi.
b. Distosia kelainan panggul
 Kesempitan PAP
 Kesempitan PTP
 Kesempitan PBP
PAP :
 CV = tepi atas simpisis - promontorium
 CV = CD – 1 ½ cm
 Kesempitan : Ringan : CV = 8,5 – 10 cm
 Mutlak : CV < 8,5 cm
PTP :
 Tepi dalam simpisis - spina ishiadica - sakrum IV- V
 Normal :
 Distansia interspinarum : 10,5 cm
 Distansia antero posterior : 11 cm
 Disebut sempit bila :
 Jumlah D. Interspin + dist. Sagital. Post < 13,5 cm
 D. Interspin < 9,5 cm
PBP :
 Tepi bawah simpisis - ramus ossis pubis - tuber ischii -
sakrum
 Disebut sempit bila :
 D. Intertuberosum : < 8 cm
 Jumlah dist. Itertub + Dist. Sagit. Post. < 15 cm (Rumus Thoms
Perubahan bentuk panggul karena kelainan petumbuhan :
 Panggul Naegele : sebuah sayap ( ala ossis illi ) miring
 Panggul Robert : kedua belah sayap sepit melintang
 Panggul Belah ( split pelvis ) : ada celah pada os. Simp.
Pubis
 Panggul assimilasi : os. Sakrum terdri 6 vertebrae
Perubahan bentuk panggul karena penyakit tulang (2):
 Rakhitis
 Atrofi / nekrosis
 Osteomalasia
 Penyakit sendi
 Neoplasma
 Fraktur
Kelainan bentuk panggul karena penyakit tulang
belakang :
 Kifosis
 Spondilitis
 Skoliosis
 Lordosis

Kelainan panggul karena peny. persendian :


 Coxitis
 Atrofi kaki ( polio )
 Luxatio coxae
c. Distosia kelainan traktus
genitalis
Vulva :
 Edema
 Stenosis
 Tumor

Vagina :
 Stenosis
 Tumor

Cerviks uteri :
 Kaku / rigid
 Tumor
Kelainan uterus :
 Uterus bicornis
 Uterus didelphis
 Uterus arkuatus
 Uterus unikornis
d. Distosia letak dan bentuk
janin
DISTOKIA KARENA KEL. POSISI, PRESENTASI
Presentasi abnormal :
 Occiput posterior persistent
 Occiput berputar ke belakang -- menetap sampai H III

Penyebab :
 Penggul sempit
 Kelemahan otot dasar panggul
 Kepala janin bundar

Prognosis :
 Sukar diramalkan
 Panggul luas : spontan
 Janin lahir -- muka dibawah simpisis
 UUB sebagai hipomoklion
PRESENTASI MUKA
 Kepala defleksi maksimal, bagian terbawah muka
 Teraba dagu depan ----------- spontan
 Teraba dagu di belakang --- SC
PRESENTASI DAHI
 Kepala defleksi sedang
 Biasanya bersifat sementara --- menjadi present. Muka /
belakang kepala

PRESENTASI BOKONG
 Dibedakan :
 Bokong kaki
 Bokong
PRESENTASI BAHU ( LET. LINTANG )
 Sumbu anak melintang
 Persalinan paling sukar
 Persalinan :
 Spontan : kecil, mati
 Versi ekstraksi
 SC

PRESENTASI GANDA
 Disamping kepala ada tangan / kaki
 Penyebab :
 Tidak diisinya panggul dengan baik
 Perut gantung
 Kesempitan panggul
DISTOSIA KARENA KELAINAN PERTUMBUHAN
JANIN
Anak besar
 berat janin > 4000 gr
 penyebab :
 DM
 Post maturitas
 Herediter
Hidrosefalus
 penimbunan cairan serebrospinal
 Jumlah 500 / 1500 - 5 lt
 Penanganan :
 Pengawasan ketat --- ruptura uteri
 Pembukaan > 3 cm – pungsi
 Letak sungsang : perforasi sampai for. occ.
Magnum
 SC
Janin perut besar
 Penyebab :
 Asites
 Tumor kandung kencing
 Eritroblastosis fetalis
 Kondrodistrofi fetalis

 Terapi :
 SC
 Embriotomi & pungsi