Anda di halaman 1dari 16

Sabuk dan Rantai

SMK Leonardo Klaten


Tujuan Pembelajaran

 Setelah siswa mengikuti proses pembelajaran, siswa


dapat:
 Mengetahui tentang sabuk dan rantai
 Membedakan antara sabuk dan rantai
 Menjelaskan tentang sabuk dan rantai
Pendahuluan

 Berfungsi untuk transmisi putaran dan daya yang


memiliki jarak yang jauh antara dua buah poros, di
mana sabuk luwes atau rantai dibelitkan sekeliling puli
atau sprocket pada poros
Sabuk

Transmisi sabuk dikelompokkan menjadi 3, yaitu:


Sabuk rata dipasang pada puli silinder
Sabuk dengan penampang trapesium dipasang
pada puli dengan alur
Sabuk dengan gigi yang digerakkan dengan
sprocket
Sabuk rata pemakaiannya sudah berkurang
Sebagian besar menggunakan sabuk V karena
mudah penanganannya dan harga murah,
namun terjadi slip antara puli dan sabuk dan
Rantai

 Dibagi menjadi:
 Rantai Rol
 Rantai Gigi
 Digunakan untuk meneruskan putaran dengan
perbandingan yang tepat pada jarak sumbu poros
yang jauh
Transmisi Sabuk V

 Terbuat dari karet dan mempunyai penampang


trapezium
 Tenunan kawat atau semacamnya dipergunakan
sebagai inti sabuk untuk membawa tarikan yang besar
 Sabuk V dibelitkan di keliling alur puli yang berbentuk V
 Keunggulan: bagian sabuk yang sedang dibelitkan
pada puli mengalami lengkungan sehingga lebar
bagian dalamnya akan bertambah besar, gaya
gesekan juga bertambah karena bentuk baji, maka
akan menghasilkan transmisi daya yang besar dan
tegangan yang relative rendah
Transmisi Sabuk V
Transmisi Sabuk Gilir (Timing Belt)

 Keuntungan: murah harganya, sederhana konstruksinya,


dan mudah untuk mendapatkan perbandingan
putaran yang diingini
 Kekurangan disbanding rantai dan roda gigi: terjadinya
slip antara sabuk dan puli
 Transmisi sabuk tidak dapat dipakai untuk putaran tetap
atau perbandingan transmisi yang tetap
Transmisi Sabuk Gilir (Timing Belt)
Macam-Macam Sabuk Transmisi Daya
Transmisi Rantai Rol

 Dipergunakan di mana jarak poros lebih besar dari pada transmisi


roda gigi tetapi lebih pendek dari pada transmisi sabuk
 Rantai mengait pada gigi sprocket dan meneruskan daya tanpa
slip, terjamin perbandingan putaran yang tetap
 Keuntungan: mampu meneruskan daya besar karena kekauatan
yang besar, tidak memerlukan tegangan awal, keausan kecil
pada bantalan, dan mudah pemasangannya
 Kekurangan: variasi kecepatan tidak dapat dihindari karena
lintasan busur pada sprocket yang mengait mata rantai, suara dan
getaran karena tumbukan antara rantai dan dasar kaki gigi
sprocket, dan perpanjangan rantai karena keausan pena dan bus
yang diakibatkan gesekan pada sproket
Transmisi Rantai Rol

 Terdiri dari pena, bus, rol dan plat mata rantai


Transmisi Rantai Rol

 Rantai dengan rangkaian tunggal paling banyak


dipakai
 Rangkaian banyak, seperti dua/tiga rangkaian
digunakan untuk transmisi beban berat
Transmisi Rantai Gigi

 Terdiri dari: plat-plat berprofil gigi dan pena berbentuk


bulan sabit (sambungan kunci)
Transmisi Rantai Gigi

 Mampu untuk kecepatan lebih tinggi, bunyi kecil, dan daya besar
 Ada dua macam:
 Reynold: plat mata rantai rangkap banyak dengan profil khusus dihubungkan
dengan pena silindris dan bus yang terbelah
 HY-VO dari Morse: dua buah pena (sambungan kunci) mempunyai
permukaan cembung dan cekung, dipasang sebagai pengganti pena
silindris. Pena cekung dipasang pada plat mata rantai, pena cembung saling
bersinggungan sambil menggelinding satu dengan yang lainnya
 Ciri yang menonjul rantai gigi: setelah mengait secara meluncur
dengan gigi sprocket yang berprofil involute (evolven), mata rantai
berputar sebagai satu benda dengan sprocket
 Tumbukan rantai gigi jauh lebih kecil daripada rantai rol
Transmisi Rantai Gigi