Anda di halaman 1dari 21

KELOMPOK 3

ALIRAN ISOTHERMAL
PENGERTIAN ALIRAN ISOTERMAL

Isothermal adalah perubahan keadaan gas pada suhu yang tetap. Pro
ses Isothermal merupakan proses termodinamika yang prosesnya berjala
n dan suhu gasnya tetap. Persamaaan umum gasnya adalah
P V = n R T. Proses isothermal terjadi pada keadaan suhu yang tidak beru
bah selama berlangsungnya proses tersebut.

Aliran isothermal adalah model aliran fluida kompresibel dimana alira


n tetap pada suhu yang sama saat mengalir dalam saluran. Panas yang di
transfer melalui dinding saluran diimbangi dengan pemanasan gesekan k
embali kealiran. Meskipun suhu aliran tetap konstan, perubahan suhu sta
gnasi terjadi karena perubahan kecepatan.
Aliran Isothermal
Gas Isothermal

Untuk kasus ini, kecepatan gas diasumsikan


jauh di bawah kecepatan sonik gas. Gradien tekanan
melintasi pipa memberikan kekuatan pendorong
untuk transportasi gas. Ketika gas mengembang
melalui gradien tekanan, kecepatan harus meningkat
untuk mempertahankan laju aliran massa yang sama.
Tekanan di ujung pipa sama dengan tekanan di
sekitarnya. Suhu konstan di seluruh panjang pipa.
Aliran isothermal
Aliran isothermal

Aliran isotermal adalah keseimbangan energi mekanik


dalam bentuk yang ditunjukkan pada Persamaan 4-5
4.Asumsi yang berlaku untuk kasus ini yaitu sebagai
berikut :
Aliran isothermal
Berikut ini rumus yang berlaku untuk gas yaitu dengan
menggabungkan Persamaan 4-29 dan 4-30

dan membedakan konstanta F


δWs = 0
karena tidak ada keterkaitan mekanis maka Keseimbangan
energi total tidak diperlukan karena suhunya konstan.
Aliran isothermal

Berikut ini rumus yang digunakan untuk menentukan fluks massa G :


Aliran isothermal
Aliran isothermal

Suatu Masalah untuk menentukan fluks massa G mengingat panjang pipa


(L), diameter dalam (d), dan tekanan hulu dan hilir (P1 dan P2). Berikut ini
langkah-langkahnya :
1.Tentukan faktor gesekan Fanning f menggunakan Persamaan 4-34. Ini men
gasumsikan aliran turbulen berkembang penuh pada bilangan Reynolds yan
g tinggi. Asumsi ini dapat diperiksa kemudian tetapi biasanya valid.
2.Hitung massa fluks G dari Persamaan 4-75.
Contoh soal
Ruang uap di atas cairan etilen oksida (EO) dalam tangki peny
impanan harus dibersihkan dari oksigen dan kemudian diisi
dengan 81-psig nitrogen untuk mencegah ledakan. Nitrogen dalam
fasilitas tertentu dipasok dari sumber 200 psig. Ini diatur ke 81 psig
dan dipasok ke kapal penyimpanan melalui 33 kaki pipa baja
komersial baru dengan diameter internal 1,049 in. Jika terjadi kega
galan regulator nitrogen, kapal akan terkena 200 psig penuh tekan
an dari sumber nitrogen. Ini akan melebihi peringkat tekanan kapal
penyimpanan. Untuk mencegah pecahnya bejana penyimpanan, ia
harus dilengkapi dengan alat pelepas untuk melepaskan nitrogen
ini. Tentukan laju aliran minimum massa nitrogen yang diperlukan
melalui alat pelepas untuk mencegah tekanan naik di dalam tangki
jika terjadi kegagalan regulator. Tentukan laju aliran massa dengan
asumsi (a) lubang dengan diameter tenggorokan sama dengan dia
meter pipa, (b) pipa adiabatik, dan (c) pipa isotermal. Putuskan
hasil mana yang paling dekat dengan situasi sebenarnya. Berapa
laju aliran massa yang harus digunakan?
Solusi
a. Laju aliran maksimum melalui lubang terjadi dalam kondisi terje
pit. Area pipa yaitu:

Tekanan absolut dari sumber nitrogen adalah


Po = 200 + 14,7 = 214,7 psia = 3,09 × 104 lbf / ft2.
Tekanan tersedak dari Persamaan 4-49 adalah, untuk gas diatomik,
Pchoked = (0,528) (214,7 psia) = 113,4 psia
= 1,63 × 104 lbf / ft2.
Aliran yang terhambat dapat digunakan karena sistem ventilasi ke
kondisi atmosfer. Persamaan 4-50 memberikan laju aliran massa m
aksimum. Untuk nitrogen, γ = 1.4
Solusi

Berat molekul nitrogen adalah 28 lbm / lb-mol. Tanpa informasi tambahan, a


sumsikan koefisien debit unit Co = 1.0. Jadi

b. Asumsikan kondisi aliran tersendat adiabatik. Untuk pipa baja komersial,


dari Tabel 4-1, ε = 0,046
Diameter pipa dalam milimeter adalah (1,049 in) (25,4 mm / in) = 26,6 mm.
Solusi

ε/(d ) =(0,046 mm)/(26,6 mm ) = 0,00173


Dari persamaan 4-34:

Untuk nitrogen, γ = 1,4.


Solusi
Nomor Mach hulu ditentukan dari Persamaan 4-67:

dengan Y1 diberikan oleh Persamaan 4-56. Mengganti angka-angka yang di


berikan memberi

Persamaan ini diselesaikan dengan coba-coba atau program solver atau


spreadsheet untuk nilai Ma. Hasilnya ditabulasikan sebagai berikut:
Solusi
Solusi

Tekanan outlet pipa harus kurang dari 49,4 psia untuk memastikan aliran ter
hambat. Fluks massa dihitung menggunakan Persamaan 4-66:
Prosedur yang disederhanakan dengan solusi langsung juga dapat digunaka
n. Kerugian head berlebihan yang dihasilkan dari panjang pipa diberikan ole
h Persamaan 4-30. Faktor gesekan f telah ditentukan:

diberikan pada Gambar 4-13 (atau persamaan pada Tabel 4-4). Untuk γ = 1.
4 dan Kf = 8.56

Ini mengikuti bahwa aliran adalah sonik karena tekanan hilir kurang dari 49,4
psia. Dari Gambar 4-14 (atau Tabel 4-4) faktor ekspansi gas Yg = 0,69. Kepa
datan gas dalam kondisi hulu adalah
Solusi

Dengan mensubstitusi nilai ini ke Persamaan 4-68 dan dengan menggunaka


n tekanan choking yang ditentukan untuk P2, kita memperoleh hasil ini pada
dasarnya identik dengan hasil sebelumnya, walaupun dengan usaha yang ja
uh lebih sedikit.
Solusi

c. Untuk kasus isotermal, nomor Mach hulu diberikan oleh Persamaan 4-83.
Mengganti angka yang disediakan, kita memperoleh Solusi ditemukan deng
an coba-coba:

Tekanan tersedak adalah, dari Persamaan 4-79,


Solusi

Laju aliran massa dihitung menggunakan Persamaan 4-82:


Solusi
Menggunakan solusi langsung dan disederhanakan, dari Tabel 4- 5 atau Ga
mbar 4-15,

Dan itu mengikuti bahwa alirannya adalah sonik. Dari Tabel 4-5 atau Gambar
4-16, Yg = 0,70. Mengganti ke Persamaan 4-68, mengingat untuk mengguna
kan tekanan choking di atas, memberikan = 1,74 lbm / detik. Ini dekat deng
an metode yang lebih detail.
Hasilnya dirangkum dalam tabel berikut: