Anda di halaman 1dari 13

Konsep Historical

Cost
Berawal dari adanya banyak kritik dari beberapa orang mengenai konsep historical
ini,seperti Sweeney, MacNeal, Paton. Historical Cost Accounting ini memiliki asumsi
bahwa uangmemegang daya beli yang konstan. Uang tidak akan mengalami perubahan
karena apapun,karena sifatnya konstan. Namun demikian, historical theory memiliki
kelemahan seperti yangdisebutkan oleh Elliot (1986), bahwa terdapat asumsi implisit
dan menyusahkan dalam modelbiaya Historical. Yaitu, unit moneter bernilai konstan
dan tetap dari waktu ke waktu.

Namun ada tiga komponen ekonomi modern yang membuat teori historical cost
menjadi kurang valid Yaitu:
1) perubahan tingkat harga secara spesifik,
2) 2) perubahan tingkatharga secara umum atau inflasi,
3) 3) adanya fluktuasi nilai tukar mata uang.
PoSelain itu, terdapat Problem of additivity yang mana,
dengan mengunakan konsep historical cost perusahaan
dapat melebih-lebihkan keuntungan pada saat kenaikan
harga, dengan distribusi keuntungan yang menyebabkan
erosi pada kapasitas operasi termasuk keuntungan yang
timbulpada periode sebelumnya dalam pendapatan tahun
berjalan mendistorsi hasil operasi tahun berjalan.

esMaka berdasarkanstandar akuntansi saat ini, apabila


masih tetap menggunakan historical cost, nilai
bukuperusahaan yang tercatat dalam laporan keuangan
bukanlah nilai wajar yang sebenarnyaentation
Dukungan atas Konsep Historical CostAda tiga hal yang membutat
eksistensi konsep historical cost bisa bertahan hingga saat ini yaitu:
 Metode dominan yang digunakan cenderung mempertahankan
dukungan profesi
 Jika tidak ditemukan entitas bisnis yang berguna pasti sudah
meninggalkannya
 Namun demikian, standar akuntansi terkini yang dirilis telah
menerapkan 'nilai wajar’ sebagai dasar pengukuran. Namun,
berbagai aset masih diukur berdasarkan biaya historis.Misalnya
persediaan, yang diukur pada nilai yang lebih rendah antara biaya
perolehandan nilai realisasi bersih, dan aset tetap dimana 'model
biaya' dan bukan 'model nilaiwajar'
Konsep Akuntansi
untuk Perubahan
Harga
Current Purchasing Power Accounting (CPPA)
CPPA Sering disebut juga daya beli akuntansi yang berlaku umum atau akuntansi tingkat
harga umum atau akuntansi tingkat dolar konstan. Konsep ini menilai uang menurut daya
belinya pada barang dan jasa secara umum. Tujuan konsep ini untuk mempertahankan nilai
modal menurut harganya yang tetap, dengan ukuran indeks harga. Nilai harta, hutang dan modal
yang terpengaruh oleh perubahan harga disesuaikan dengan faktor indeks harga, sehingga dapat
dinyatakan dengan nilai uang yang sama.
Konsep ini digunakan pada saat kenaikan harga, jika suatu entitas mendistribusikan
keuntungan yang disesuaikan berdasarkan harga perolehan hasilnya bisa menjadi penurunan
nilai riil dari suatu entitas. Penyeseuaian dalam CPPA dilakukan pada akhir periode akuntansi
atau yang biasanya dilakukan pada saat akhir tahun. Selain itu, pada saat inflasi, pemegang
aktiva moneter akan kehilangan secara riil pemegang keuntungan kewajiban moneter, mengingat
mereka harus mengalami penurunan daya beli pada akhir periode jika dibandingkan dengan
awal periode sedangkan pemegang aktiva non-moneter tidak mengalami perubahan daya beli.
Keuntungan atau kerugian daya beli yang timbul dicatat dalam laba rugi periode berjalan.
Beberapa kekurangan dari CCPA yaitu
a) Perubahan dalam harga barang dan jasa yang termasuk
dalam indeks harga umum mungkin tidak merefleksikan
barang dan jasa di industri yang berbeda.
b) Pengguna akan mengira nilai yang disesuaikan adalah
asset tertentu, padahal semua asset menggunakan indeks
yang sama sehingga hal ini akan membuat pengguna
menjadi bingung.

Dengan semua kekurangan tersebut maka banyak yang


menganggap bahwa data yang disajikan CPPA tidak relevan
terhadap pengambilan keputusan.
Current Cost Accounting (konsep akuntansi nilai sekarang )
Konsep dimana menyatakan nilai pos-pos laporan keuangan dengan harga
perolehan sekarang yaitu dengan harga perolehan dari pos yang mempunyai umur
dan kapasitas yang sama.
Kelebihan :
a) Jumlah yang seharusnya dibayar oleh perusahaan dalam periode berjalan untuk
memperoleh aktiva atau jasa.
b) Identifikasi dari penyimpangan laba atau rugi,sehingga mencerminkan hasil-hasil
keputusan manajmen asset dan dampak dari lingkungan atas perusahaan yang tidak
tercermin dalam transaksi rutin.
c) nilai aktiva pada perusahaan jika perusahaan melanjutkan untuk memperoleh aktiva
tersebut dan jika nilainya belum ditambah aktiva tersebut.
d) Penjumlahan aktiva yang dinyatakan dalam nilai sekarang lebih bearti dari pada
penambahan biaya historis yang terjadi pada periode yang berbeda.
e) Pelaporan current operating profit,yang dapat digunakan untuk meramalkan arus kas
masa depan.
Kelemahan :
Pengguna current cost adalah subyektif karena sangat sulit menentukan harga perolehan sekarang yang pasti setiap saat.
Masalah utama yang dihadapi dalam pelaksanaan Akuntansi Nilai Sekarang adalah pengukuran dari nilai sekarang (current
value) itu sendiri. Menurut Martin A. Miller ada dua metode yang paling sering digunakan dalam perhitungan yaitu : Sistem Nilai
Masukan (Entry Value System) dari Sistem Nilai Keluaran (Exit Value System).
a) Entry Value System didasarkan atas dasar harga pokok penggantian (Replacement Cost) atau harga pokok, untuk memproduksi
(Reproduksi Cost). Yang dimaksud dengan Replacement Cost adalah estimasi biaya yang harus dikeluarkan untuk memperoleh
aktiva baru atau ekuivalennya pada harga sekarang (current prices) setelah disesuaikan dengan depresiasi. Sedangkan
Reproduction Cost dimaksud sebagai estimasi biaya yang harus dikeluarkan untuk memproduksi aktiva baru atau ekuivalennya
pada harga sekarang setelah diasumsikan dengan depresiasinya.
b) Exit Value Sistem biasanya didasarkan atas nilai bersih yang dapat direalisasi (Net Realizable Value) dalam keadaan usaha yang
biasa atau kadang-kadang berdasarkan atas Discounted Cash Flow. Yang dimaksudkan dengan Net Realizable Value adalah
estimasi harga penjualan atas aktiva setelah didukungi biaya-biaya yang dikeluarkan untuk menjual aktiva tersebut. Sedangkan
Discounted Future Cash Flow dimaksudkan sebagai nilai sekarang (present value) dari estimasi pemasukan kas (Cash Inflow)
atau cast saving yang dijual pada tingkat bunga yang sesuai.
Elemen-Elemen Moneter dan Non Moneter
Dalam current cost accounting elemen-elemen di neraca perlu juga dibedakan dalam elemen
moneter dan non moneter.
Seperti juga halnya dengan elemen moneter, elemen non moneter juga dibagi kedalam aktiva
dan kewajiban non moneter. Untuk elemen non moneter umumnya ditetapkan kembali untuk
menghadapi perubahan harga sekarang (changes in current value).

Dalam menerapkan metode ini kesimpulan atas aktiva moneter dan non moneter adalah
sebgai berikut:

Karena aktiva moneter telah ditetapkan dalam jumlah uang yang tetap, mereka itu
menggambarkan sejumlah uang yang diharapkan untuk direalisasikan dalam waktu dekat,
oleh karenanya aktiva moneter secara efektif telah ditetapkan kembali untuk current value
financial statement (laporan keuangan dengan nilai sekarang). Namun aktiva non moneter
tidak ditetapkan dalam sejumlah uang yang tetap dan karena itu menggambarkan Net
Realizables Value mereka. Oleh karena itu, aktiva non moneter harus ditetapkan kembali untuk
disajikan pada Current Value.
Holding Gain Or Losses
Holding gain dan losses timbul dikarenakan adanya perbedaan antara perbedaan antara harga
pokok historis atau aktiva dengan harga pokoknya sekarang.
Holding gain terdiri atas dua komponen yaitu :
a) Realized Holding Gains yang dihasilkan dari penyelesaian (disposal) aktiva, apakah aktiva itu
dijual/digunakan dalam suatu periode akuntansi.
b) Unrealized Holding Gains yang dihasilkan dari penambahan dalam nilai sekarang (current
value) suatu aktiva dalam suatu periode akuntansi dimana aktiva tersebut masih ditahan oleh
perusahaan.

Langkah-langkah yang diperlukan dalam pengungkapan Akuntansi Nilai Sekarang adalah sebagai
berikut : (Smith-Skousen: 1991:566)
c) Tetapkan jumlah nilai berjalan persediaan, harta tak bergerak, pabrik, dan peralatan.
d) Terapkan “tes jumlah yang dapat diganti kembali” ke jumlah nilai berjalan dan pilih yang lebih
rendah.
e) Berdasarkan hasil langkah b), hitunglah harga pokok penjualan, penyusutan dan amortisasi.
f) Tetapkan perubahan dalam nilai berjalan persediaan dan harta tak bergerak, pabrik, dan
peralatan menurut jumlah nominal dan juga rupiah konstan.

Bila perusahaan beranggapan bahwa perubahan nilai sekarang (current cost) tidaklah besar
dan tidak memberikan pengaruh yang berarti atas laporan keuangan, maka pengungkapan atas
current cost ini tidak perlu dibuat, namun dalam catatan informasi tambahan perlu disebutkan
alasan yang mendukung.
Continuously Contemporary Accounting (CoCoA)
Menurut Continuously Contemporary Accounting (CoCoA), daya beli uang tidak konstan, tapi terus
berubah. Menurut model ini, nilai uang atau nilai realisasi bersih dari bisnis adalah setara kas saat ini
aset.
Sistem Akuntansi Adaptive
Sesuai dengan Continuously Contemporary Accounting (COCOA): bisnis, untuk bertahan hidup,
harus beradaptasi dengan ekosistem yang terus berubah di mana mereka beroperasi, dan oleh karena
itu harus jadi praktek akuntansi mereka. Untuk perusahaan, adaptasi menyiratkan penjualan aset
dianggap tidak layak dan akuisisi aset lebih cocok dengan lingkungan baru. Oleh karena itu, tujuan
akuntansi harus untuk menawarkan harga tunai saat aset untuk pembantu suatu perusahaan dalam
pengambilan keputusan yang lebih baik. Continuously Contemporary Accounting (CoCoA)
menegaskan, laporan keuangan bisnis harus mencakup harga jual prediksi saat ini setiap aset dan
Modern PowerPoint Presentation
karenanya keuntungan harus dihitung sebagai perubahan modal adaptif perusahaan selama periode
tersebut. Portfolio Presentation
Kekuatan
a) Mudah bagi akuntan untuk mempekerjakan dalam mengembangkan neraca
dan laporan keuangan.
b) Memprediksi biaya mengalokasikan untuk depresiasi jauh lebih sederhana
dan lebih akurat
c) Neraca Continuously Contemporary Accounting (CoCoA) memperkirakan apa
yang perusahaan akan terima jika menjual setiap aset pada tanggal saat ini
d) Laporan adalah panduan yang berguna bagi pemegang saham untuk menilai
risiko investasi dan manfaat
Kelemahan
e) Menuntut perubahan mendasar dalam praktik akuntansi
f) Aset mungkin memiliki harga jual rendah di pasar, tapi mungkin nilai tinggi
dalam perusahaan
g) Neraca Continuously Contemporary Accounting (CoCoA) gagal untuk
memperhitungkan nilai internal aset dan hanya mengukur dengan nilai harga
keluar di pasar
h) Gagal untuk memperhitungkan pengaruh suatu entitas pada lingkungan