Anda di halaman 1dari 14

EKSKRETA

KEL. 1

Muhammad Reza Saputra

Rifky Nurdiansyah

Suci Rahmawati
PENGERTIAN

– Tinja adalah bahan buangan yang dikeluarkan dari tubuh manusia melalui anus
sebagai sisa dari proses pencernaan makanan di sepanjang sistem saluran
pencernaan (tractus digestifus).
– Pengertian tinja ini juga mencakup seluruh bahan buangan yang dikeluarkan
dari tubuh manusia termasuk karbon monoksida (CO2 ) yang dikeluarkan
sebagai sisa dari proses pernafasan, keringat, lendir dari ekskresi kelenjar, dan
sebagainya (Soeparman, 2002:11).
KARAKTERISTIK EKSKRETA

Karakteristik kotoran manusia


berdasarkan buangan yang
dihasilkan sebagai akibat kegiatan
biologis

Buangan yang berbentuk cair (air Buangan yang berbentuk padat


kemih atau air seni) (tinja atau feces)
METODE PEMBUANGAN
EKSRETA
Metode pembuangan kotoran manusia secara umum dapat dibagi menjadi dua, unsewered area dan sewered area.

Unsewered
sewered area
Areas
Metode unsewered area merupakan suatu cara pembuangan tinja yang tidak Pada sistem pembuangan limbah cair yang menerapkan water carriage system atau
menggunakan saluran air dan tempat pengolahan air kotor sewerage system, pengumpulan dan pengangkutan ekskreta dan air limbah dari rumah,
kawasan industri dan perdagangan dilakukan melalui jaringan pipa dibawah tanah yang
disebut sewers ke tempat pembuangan akhir yang biasanya dibangun di ujung kota

latrines suitable for


Non-service type (sanitary latrines) camps and temporary
Service type • Bore hole latrine use
(conservacy • Dug well or pit latrine • Shallow trench Sistem kombinasi Sistem terpisah (separated
• Water seal type of latrines latrine (combined sewer) sewer)
system)
• Septic tank • Deep trench latrine
• Aqua privy • Pit latrine
• Chemical closet • Bore hole latrine
PROSES PENGELOLAAN
EKSKRETA
Pengolahan Ekskreta dengan
Proses Biologis
Di dalam proses pengolahan air limPengolahan Proses pengolahan air limbah dengan proses
Ekskreta dengan Proses Biofilter Tercelup biofilm atau biofilter tercelup dilakukan dengan
cara mengalirkan air limbah ke dalam reaktor
bah khususnya yang mengandung polutan
biologis yang di dalamnya diisi dengan media
senyawa organik, teknologi yang digunakan
penyangga untuk pengebangbiakan
sebagian besar menggunakan aktifitas mikro-
mikroorganisme dengan atau tanpa aerasi.
organisme untuk menguraikan senyawa
Untuk proses anaerobik dilakukan tanpa
polutan organik tersebut. Proses pengolahan
pemberian udara atau oksigen. Posisi media
air limbah dengan aktifitas mikro-organisme
biofilter tercelup di bawah permukaan air.
biasa disebut dengan “Proses Biologis”
MANFAAT EKSKRETA

– Tinja potensial mengandung mikroorganisme patogen terutama jika manusia


yang menghasilkannya menderita penyakit saluran pencernaan makanan
– Coliform bacteria yang dikenal sebagai Echerichia coli dan Fecal stretococci
(enterococci) yang sering terdapat di saluran pencernaan manusia, dikeluarkan
dari tubuh manusia dan hewanhewan berdarah panas lainnya dalam jumlah
besar rata-rata sekitar 50 juta per gram (Soeparman, 2002)
MANFAAT EKSKRETA

Dari tinja, katakanlah satu kota berpenduduk 1 juta orang dapat dihasilkan: 1.200
ton Nitrogen, 170 ton Fosfor, 330 ton Potassium per tahun. Di Universitas Bochum
di Jerman, manfaat tinja manusia ini diteliti dan dibuat menjadi pupuk organik
untuk sektor pertanian. Metode yang paling umum dan terjangkau adalah melalui
pengomposan tinja dan sampah organik untuk dijadikan pupuk organic dan pellet.
KANDUNGAN TINJA YANG
BERBAHAYA BAGI KESEHATAN
MIKROBA

MATERI ORGANIK

TELUR CACING

NUTRIEN
MIKROBA

– Sebagian di antaranya merupakan mikroba patogen seperti, bakteri Salmonela


Typhi (penyebab demam tifus), bakteri Vibrio Cholerae (penyebab kolera,
hepatitis A, dan polio).
– Tinja manusia mengandung puluhan miliar mikroba, termasuk bakteri koil-tinja.
– Tifus mencapai 800 kasus/100.000 penduduk, tertinggi di seluruh Asia. Diare
mencapai 300 kasus/1000 penduduk. Polio masih dijumpai di Indonesia walau
di negara lain sudah sangat jarang.
MATERI ORGANIK

– Sebagian merupakan sisa dan ampas makanan yang tidak tercerna. Dapat
berbentuk karbohidrat, protein, enzim, lemak, mikroba, dan selsel mati. Satu
liter tinja mengandung materi organik yang setara dengan 200 – 300 mg BOD5.
– Kandungan BOD yang tinggi mengakibatkan air mengeluarkan bau tak sedap
dan berwarna hitam.
TELUR CACING

– Orang yang cacingan, akan mengeluarkan tinja yang mengandung telur-telur


cacing.
– Satu gram tinja berisi ribuan telur cacing yang siap berkembang biak di perut
orang lain.
NUTRIEN

– Umumnya merupakan senyawa nitrogen dan fosfor yang dibawa sisa-sisa


protein dan sel-sel mati. Nitrogen keluar dalam bentuk senyawa amonium,
sedang fosfor dalam bentuk fosfat.
– Satu liter tinja manusia mengandung amonium sekitar 25 mg dan fosfat sebesar
30 mgA
TERIMAKASIH
Title Lorem Ipsum

LOREM IPSUM DOLOR SIT AMET, NUNC VIVERRA IMPERDIET ENIM. PELLENTESQUE HABITANT MORBI
CONSECTETUER ADIPISCING ELIT. FUSCE EST. VIVAMUS A TELLUS. TRISTIQUE SENECTUS ET NETUS.