Anda di halaman 1dari 14

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN

PERTEMUAN KE-4

Oleh : Hana Fadhilah, S.E., M.Si


METODE ALK
Metode analisis laporan keuangan terdiri dari 2, yaitu :

a. Metode Analisis Horizontal (Dinamis)


Metode analisis yang dilakukan dengan cara membandingkan laporan
keuangan untuk beberapa tahun (periode) sehingga dapat diketahui
perkembangan dan kecenderungannya. Teknik yang dilakukan adalah teknik
analisis perbandingan (komparatif), analisis trend (index), analisis sumber
dan penggunaan dana, dan analisis perubahan laba kotor.

b. Metode Analisis Vertikal (Statis)


Metode analisis yang dilakukan dengan cara menganalisis laporan keuangan
pada tahun (periode) tertentu, yaitu dengan membandingkan antara pos
yang satu dengan yang lainnya pada laporan keuangan yang sama untuk
tahun (periode) yang sama. Teknik yang dilakukan adalah teknik analisis
persentase perkomponen (common size), analisis rasio dan analisis impas.
ANALISIS PERBANDINGAN (KOMPARATIF)
Analisis Perbandingan (Komparatif) : Digunakan untuk
melakukan perbandingan laporan keuangan (laporan laba rugi,
neraca atau laporan arus kas) pada jangka waktu yang pendek
(dua atau tiga tahun).

Tujuannya adalah untuk mengetahui perubahan-perubahan


berupa kenaikan atau penurunan pos-pos laporan keuangan
atau data lainnya dalam dua atau lebih periode.
Berikut ini adalah beberapa aturan dalam melakukan analisis
perbandingan :
a. Jika jumlah negatif muncul di tahun dasar dan jumlah positif
di tahun berikutnya (atau sebaliknya), maka kita tidak dapat
menghitung perubahan persentase yang bermakna.
b. Jika di tahun dasar jumlahnya kecil dan di tahun berikutnya
jumlahnya besar, perubahan tersebut dapat dihitung, namun
angka tersebut harus diinterpretasikan dengan hati-hati.
Hasilnya dapat menunjukkan perubahan besar hanya karena
jumlah tahun dasar yang kecil dalam perhitungan perubahan.
c. Jika di tahun dasar memiliki jumlah sedangkan di tahun
berikutnya kosong (atau nol), penurunannya adalah 100%,
maka angka tersebut harus diinterpretasikan dengan hati-
hati.
($Miliar)
Laba Rugi 2005
2006 (Tahun Selisih Persentase
Dasar)
Penjualan Bersih 12.238 11.397 841 7,38%
Harga Pokok Penjualan 5.536 5.192 344 6,63%
Laba Kotor 6.702 6.205 497 8,01%
Beban Penjualan, Umum dan 4.355 3.921 434 11,07%
Administrasi
Beban (Penghasilan) Lainnya Bersih 186 69 117 169,57%
Laba Operasi 2.161 2.251 (90) -3,98%
Beban Bunga Bersih 159 136 23 16,91%
Laba Operasi (Sebelum Pajak) 2.002 2.079 (77) -3,70%
Cadangan Pajak Penghasilan 648 728 (80) -10,99%
Laba Bersih $1.354 $1.351 $3 0,22%
Berdasarkan tabel tersebut terlihat bahwa :
a. Penjualan naik sebesar 7,38% tetapi harga pokok penjualan
hanya naik 6,63% sehingga meningkatkan laba kotor sampai
8,01%, yaitu lebih tinggi dari pendapatannya. Hal ini
menunjukkan bahwa perusahaan dapat mengendalikan biaya
produksinya sehingga meningkatkan margin keuntungan
terhadap penjualan (margin keuntungan = laba kotor :
penjualan).
b. Beban penjualan, umum dan administrasi naik sebesar
11,07%. Peningkatan ini disebabkan karena biaya iklan besar-
besaran, beban yang berhubungan dengan program
restrukturisasi.
c. Laba sebelum pajak turun 3,7% tetapi biaya pajak turun
10,99% sehingga meningkatkan laba bersih sebesar 0,22%.
Biaya pajak ini turun karena insentif pajak.
ANALISIS TREN ANGKA INDEKS
Analisis Tren Angka Indeks : Digunakan untuk melakukan
perbandingan laporan keuangan (laporan laba rugi, neraca atau
laporan arus kas) pada jangka waktu yang panjang (lebih dari
tiga tahun).

Analisis ini memerlukan pemilihan tahun dasar untuk menjadi


rujukan, yang biasanya diberi angka indeks 100. Karena menjadi
tahun dasar, maka pilihlah tahun yang kondisi bisnisnya normal.

Untuk analisis tren, kita tidak perlu menganalisis semua pos


dalam laporan keuangan karena kita hanya ingin berfokus pada
pos yang signifikan saja.
Contoh :
Berikut ini adalah saldo kas PT. A pada tahun 2010-2014 :

Tahun Saldo Kas


2010 $12.000
2011 $18.000
2012 $9.000
2013 $10.000
2014 $15.000
Jawab
•  :

Tahun Saldo Kas Tren


2010
2010
(Tahun
(Tahun $12.000
$12.000
Dasar)
Dasar)
2011 $18.000
2012
2011 $9.000
$18.000
2013 $10.000
2014
2012 $15.000
$9.000

2013 $10.000

2014 $15.000
Indeks Kas PT. A
160

140
Indeks – Tahun Dasar 2010

120

100

80

60

40

20

0
2010 2011 2012 2013 2014
Berikut ini adalah beberapa aturan dalam melakukan analisis
tren angka indeks :
a. Kita harus berhati-hati karena perubahan angka indeks bisa
terjadi karena faktor ekonomi atau industri.
b. Interpretasi persentase perubahan, termasuk yang
menggunakan serial tren angka indeks harus dilakukan hati-
hati terhadap potensi penerapan prinsip akuntansi yang
tidak konsisten sepanjang waktu. Jika memungkinkan, kita
sesuaikan ketidakkonsistenan ini.
c. Makin panjang periode perbandingan, makin terdistorsi
dampak perubahan tingkat harga.
ANALISIS COMMON SIZE
 
•Analisis Common-Size : Digunakan untuk menghitung masing-
masing akun dalam laporan laba rugi dan neraca menjadi proporsi
dari total penjualan (untuk laporan laba rugi) dan dari total aset
(untuk laporan neraca). Analisis ini berguna dalam memahami
pembentuk (komposisi) internal laporan keuangan.

Pada laporan laba rugi, total penjualan dianggap 100% dan tiap pos
pada laporan laba rugi ini dinyatakan dalam persentase dari total
penjualan. Pada laporan neraca, total aset (atau kewajiban
ditambah ekuitas) dianggap bernilai 100% dan tiap pokok atau pos
pada kategori aset ini dinyatakan dalam persentase dari total aset.

Rumus Laba Rugi :


Rumus Neraca :
Tahun Common Size (%)
Laba Rugi
2015 2016 2015 2016
Pendapatan 150.000 200.000 100% 100%
Harga Pokok Penjualan 50.000 60.000 33,33% 30%
Laba Kotor 100.000 140.000 66,67% 70%
Biaya Pemasaran (25.000) (34.000) (16,67%) (17%)
Biaya Administrasi (20.000) (28.000) (13,33%) (14%)
Biaya Bunga (10.000) (14.000) (6,67%) (7%)
Laba Sebelum Pajak 45.000 64.000 30% 32%
Pajak (15%) 6.750 9.600 4,5% 4,8%
Laba Bersih 38.250 54.400 25,5% 27,2%
31 Desember Common Size (%)
Neraca
2015 2016 2015 2016
Kas 1.300 1.200 9,29 7,50
Piutang Dagang 1.200 1.000 8,57 6,25
Persediaan 2.200 2.600 15,71 16,25
Tanah 2.300 3.700 16,43 23,13
Gedung 4.000 4.000 28,57 25
Mesin 4.000 5.000 28,57 31,25
Akumulasi Depresiasi (1.000) (1.500) (7,14) (9,375)
Total Aset 14.000 16.000 100% 100%
Utang Lancar 2.500 2.200 17,86 13,75
Utang Jangka Panjang 4.500 6.000 32,14 37,50
Modal 7.000 7.800 50,00 48,75
Total Utang dan Modal 14.000 16.000 100% 100%