Anda di halaman 1dari 27

c  


 
c c 

` 





c 
„ r

r


½ Ketuban pecah dini merupakan masalah penting
dalam obstetrik berkaitan dengan penyulit
kelahiran prematur dan terjadinya infeksi
khorioamnionitis sampai sepsis, yang
meningkatkan morbiditas dan mortalitas perinatal,
dan menyebabkan infeksi ibu.
½ Saat ini banyak sekali kasus ketuban pecah dini,
khususnya di RS Salatiga. cenanganan yang
tepat sangat mempengaruhi prognosis dari ibu dan
janin.
½ ilema sering terjadi pada pengelolaan Kc
dimana harus segera bersikap aktif terutama pada
kehamilan yang cukup bulan, atau harus
menunggu sampai terjadinya proses persalinan,
sehingga masa tunggu akan memanjang
berikutnya akan meningkatkan kemungkinan
terjadinya infeksi.
½ Sedangkan sikap konservatif ini sebaiknya
dilakukan pada Kc kehamilan kurang bulan
dengan harapan tercapainya pematangan paru dan
berat badan janin yang cukup.
x „„„„
½ x
| | 

]  
„
 




| |  
| 
|
O „ „„
½  !    
 !    "
 | | 
 
½      
     
       

#`$%%`&%'%
„=
c

da bermacam-macam batasan, teori dan definisi mengenai
ketuban pecah dini. Beberapa penulis mendefinisikan Kc
atau ÷   ÷  
  McROM) :
- Keadaan pecahnya ketuban sebelum proses persalinan.
- pabila ketuban pecah spontan dan tidak diikuti tanda-
tanda persalinan
- da juga yang menyatakan dalam ukuran pembukaan
servik pada kala I yaitu bila ketuban pecah sebelum
pembukaan pada primigravida kurang dari 3 cm dan pada
multipara kurang dari 5 cm.
alam keadaan normal selaput ketuban pecah dalam proses
persalinan
½ Bila ketuban pecah pecah dini terjadi sebelum
umur kehamilan 37 minggu disebut ketuban
pecah dini pada kehamilan premature atau
÷  ÷   ÷  
 
MccROM)
½ alam keadaan normal 8-10 % perempuan
hamil aterm akan mengalami ketuban pecah
dini. Kc prematur terjadi 1 % dari seluruh
kehamilan .

    
- Selaput ketuban M    yang membatasi
rongga amnion terdiri atas amnion dan chorion
- Selaput amnion merupakan jaringan avaskular
yang lentur tapi kuat.
- Bagian dalam selaput berhubungan dengan
cairan amnion, sel epitel kuboid. pitel ini
terikat erat dalam matrik kolagen I, III, V
- Bagian luar dari selaput ialah jaringan
mesenkim. apisan amnion ini berhubungan
dengan korion 
- Selaput ketuban berfungsi menghasilkan air
ketuban dan melindungi janin dari infeksi.
- Volume cairan amnion pada kehamilan aterm
rata-rata ialah 800 ml, cairan amnion
mempunyai p 7,2 dan massa jenis 1,0085.
Setelah 20 minggu produksi cairan berasal dari
urin janin
mekanisme
½ Terdapat keseimbangan antara sintesis dan degradasi
ekstraselular matriks. cerubahan struktur, jumlah sel
dan katabolisme kolagen menyebabkan aktivitas
kolagen berubah dan menyebabkan selaput ketuban
pecah 2.
½ egradasi kolagen dimediasi oleh matriks
metaloproteinasi MMMc) yang dihambat oleh inhibitor
jaringan spesifik dan inhibitor protease.
½ Mendekati waktu persalinan, keseimbangan antara
MMc dan TIMc-1 mengarah pada degradasi
proteolitik dari matriks ekstraselular dan membrane
janin.
½ ktivitas degradasi proteolitik ini meningkat
menjelang persalinan, karena perubahan biokimia
selaput ketuban pada trimester terakhir , bila ketuban
pecah merupakan hal yg fisiologis
½ Ketuban pecah dini pada kehamilan prematur
disebabkan oleh adanya faktor-faktor eksternal
misalnya infeksi yang menjalar dari
vagina,polihidramnion, gemelli dll.
½ Jika ada infeksi dan inflamasi ĺ terjadi peningkatan
aktifitas i-1 dan prostaglandin dan menghasilkan
kolagenase jaringan, sehingga terjadi depolimerasi
kolagen pada selaput korion/ amnion sehingga
menyebabkan selaput ketuban tipis,berkurangnya
kekuatan membran lemah dan mudah pecah spontan 
iagnosis

. namnesis
2. Inspeksi
3. cemeriksaan dengan speculum
4. cemeriksaan dalam
5. cemeriksaan aboratorium
6. cemeriksaan ltrasonografi M SG )
cenatalaksanaan

1. Konservatif
2. ktif
B. MIOcTC
j mniopatch adalah suatu tehnik penambalan selaput
ketuban M    
 ) pada ketuban
pecah dini.
- Tehnik amniopatch menggunakan Infus dari
konsentrat platelet autologus diikuti dengan
cryprecipitates
- Infus intra-amniotic trombosit konsentrat M÷
bertujuan untuk menyegel /menutup kebocoran
cairan dari selaput ketuban M   ) yang
diproduksi selama fetosocopy.
½ Infusi konsetrat trombosit diikuti dengan
cryoprecipitates yang mengandung fibrinogen,
fibronectin, faktor pertumbuhan cG ,
TGF_beta, faktor von Willebrand, F VIII dan F
XIII dalam konsentrasi tinggi menegembalikan
hubungan amnio-chorial yang terganggu olen
trauma iatrogenci, sehingga menyebabkan
proses perbaikan menjadi lebih efektif.
½ c  
 
- cengambilan darah autotranfusi padatrombosit
konsentrat dosis 30 ml, cryoprecipitate 20 ml,
aCl 0,9 %
- Jarum amniosentesis ukuran 22 dihubungkan
dengan 1 set tabung intravena dengan three way.
- ilakukan monitoring dengan SG
- cembersihan lapangan operasi dgn antiseptik
disekitar umbilicus
- Masukkan aCl 0,9 % 5 cc untuk memuat spase
antra dinding uterus dengan tubuh janin
j Kemudian akan tampak free space melewati three
way
- memasukkan Trombocit Concentrat autolog 30 ml
- Memasukkan cryoprecipitate 20 ml
- Flushing kembali dengan aCl 0,9 % 3 ml
- Jeda masing-masing suntikn 15 menit
- Jarum dicabut
- Tempat tusukkan jarum ditutup dgn gas betadine
valuasi post prosedur:
½ Bed Rest selama 7 hari
½ valuasi tanda vital sign, & tanda infeksi
½ Berikan ntibiotik
½ Jika ada tanda-tanda kontraksi uterus ĺ
tokolitik
½ valuasi SG hari ke-3 dan hari ke-7 post
procedur
c MBS
½ ari jurnal yang berjudul ³„ ÷ 
÷   ÷   ÷ 
  
        Î di dapat
hasil bahwa amniopatch dapat memperbaiki
secara fisiologis dan signifikan dapat
memperpanjang kehamilan, sehingga
menghasilkan hasil persalinan.
½ croposal pertama dari metode yang mendukung
memperbaiki membran sudah diusulkan sejak
1986 MBaumgarten) dan 1994 Mchide) yang
berdasarkan Instilasi Transcercival Fibrin.
½ Intra-amniotic infus konsentrat trombosit
Mplatelet) yang bertujuan untuk menutup
kantung amniotic yang diproduksi selama
fetosocopy untuk mengikat ari-ari dari janin
acardiac dalam janin dalam kehamilan
monoamniotic kembar, diusulkan pertama kali
pada tahun 1996 oleh Quintero.
½ Terdiri dari 5 kasus terjadinya ruptur membran
amniotic secara prematur dalam kehamilan
yang berusia antara 17 sampai 23 minggu.
½ iperoleh hasil observasi setelah dilakukan
tehnik amniopatch adalah terjadi penutupan
sempurna dari ruptur dan jumlah cairan
amniotic kembali normal dalam waktu 7 hari.
Case Gestational cROM mniopatch elivery Outcome
age
1 19 iatrogenic 1 Ces.sect. 32 good
w
2 17 iatrogenic 1 Sp.deliv.41 good
w.
3 23 Spontaneous 1 Ces.sect. 27 good
w.
4 21 iatrogenic 3 Ces.sect. 26 Brain
w hemorr
5 19 Spontaneus 1 Sp.abort. 22 Miscarriage
w.
 !cr




½  !cr

Ketuban pecah dini merupakan masalah penting dalam
obstetri. cenanganan ketuban pecah dini memerlukan
pertimbangan usia gestasi, adanya infeksi pada komplikasi ibu
dan janin, dan adanya tanda-tanda persalinan.
cada kasus ketuban pecah dini, harus dibatasi
dilakukannya pemeriksaan dalam karena dapat mengakibatkan
infeksi.
cenanganan ketuban pecah dini selain menggunakan
ntibiotik profilaksis untuk mencegah komplikasi pada ibu
dan janin,pada refrat ini dapat pula dilakukan dengan
amniopatch yang secara fisiologis dapat memperbaiki dan
secara signifikan memperpanjang durasi kehamilan,
meningkatkan hasil setelah persalinan.



crosedur amniopatch perlu terus
dikembangkan untuk menjawab permasalahan
ccROM di trimester kedua yang
mengakibatkan persalinan preterm dan
permasalahan prematuritas.

"
c 


1. Sualman K,2009. cenatalaksaan ketuban pecah dini pada


kehamilan preterm. niversitas Riau, cekanbaru diakses
÷

2. Wiknjosastro, anifa, dkk. 2010.  
  . Jakarta :
Yayasan Bina custaka Sarwono crawirohardjo.
3. Rustam Mochtar .1998. ! ÷ "
 #$Jakarta:
cenerbit Buku Kedokteran GC.
4. Cunningham, F. Gary., . 2006. "
 %   . Jakarta :
cenerbit Buku Kedokteran GC.
5. Contino, B., rmellino, F., Brokaj, ., et al. 2004. „ ÷ 
&÷ '  (  &÷ „  
)
   ! '    27-30. In
 #$$%%%== == &$  $'()*'+,-
p