0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
197 tayangan27 halaman

Analisis CP Dan Susun Atp

Dokumen ini membahas tentang implementasi kurikulum merdeka pada madrasah. Secara singkat, dokumen ini memperkenalkan pembicara dan latar belakangnya, kemudian membahas perbedaan teknis antara kurikulum 2013 dan kurikulum merdeka, langkah-langkah analisis capaian pembelajaran dan penyusunan alur tujuan pembelajaran.

Diunggah oleh

m revandra
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
197 tayangan27 halaman

Analisis CP Dan Susun Atp

Dokumen ini membahas tentang implementasi kurikulum merdeka pada madrasah. Secara singkat, dokumen ini memperkenalkan pembicara dan latar belakangnya, kemudian membahas perbedaan teknis antara kurikulum 2013 dan kurikulum merdeka, langkah-langkah analisis capaian pembelajaran dan penyusunan alur tujuan pembelajaran.

Diunggah oleh

m revandra
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

IMPLEMENTASI KURIKULUM

MERDEKA PADA MADRASAH

(disampaikan pada Pelatihan Implementasi


Kurikulum Merdeka KKM MIN Jombang)
Oleh
Dr. Asy’ariy, M.Pd
14 Februari 2023
1
Dr. ASY’ARIY, M.Pd
S-1 Pend. Bahasa Inggris STKIP PGRI Jombang (1995)
S-2 Pend. Bahasa dan Sastra (Inggris) UNESA Surabaya (2003)
S-3 MPI UIN SATU Tulungagung (2021)

PENGALAMAN PROFESIONAL
1. Pengawas sekolah madrya pada madrasah (2012- sekarang)
2. Fasilitator Provinsi PKB Guru dan Tendik Tahun 2021- sekarang
3. Fasilitator GERAMM Jombang Kanwil Kemenag Jatim 2019-2021
4. Tim Trainer Fakultas Tarbiyah IKAHA/UNHASY tahun 2004-2012
5. Ketua LPPM Fakultas Tarbiyah IKAHA/Unhasy tahun 2009-2015
6. Penjamin Mutu Pendidikan MTsN 3 Jombang
7. Penjamin Mutu Pendidikan Madrasah Al Hikam Jombang
8. Konsultan Pendidikan MTs PP Al Ishlah Ngasem Kediri
9. Pembina SDIT dan Yayasan Pelangi Kautsar Kediri
10. Anggota Majelis APKS PGRI Kabupaten Jombang 2021- sekarang
11. Ketua Editor Jurnal Al Tadib dan Irtifaq FAI UNHASY tahun 2011 – sekaang
12. Dosen Unhasy Tebuireng (2000-sekarang), Dosen STAI Arrosyid Surabaya (2020-sekarang)
13. Guru MTsN Model Pare (1997-2009), Guru MTsN PPDU Rejoso (2009-2012), Guru MA Al
Asyari (1992-2003), Guru MAPM Cukir (1995-2013), Guru SMAISA (2003-sekarang)
14. Kepala SMA Islam Sunan Ampel PP Seblak Jombang (2003-2013)DLL
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi

BAGAIMANA DENGAN TUGAS


GURU DALAM KURIKULUM
MERDEKA?
PENDEKATAN PEMBINAAN GURU ?
.

KOLABORATIF Abstraksi NON


(Kemampuan) DIREKTIF

Kuadran III :
Kuadran IV :
Analytical
Professional
Observer
Komitmen
(Motivasi)
Kuadran I : Kuadran II :
Dropout Unfocused Worker
DIREKTI KOLABORATI
F F
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi

MELAKUKAN PERENCANAAN

1. PROGRAM TAHUNAN
2. PROGRAM SEMESTER
3. PROGRAM ASESMEN
4. ANALISIS CAPAIAN PEMBELAJARAN
5. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN
6. MODUL AJAR
Dan administrasi lain terkait tupoksi
BEDA TEKNIS K-13 DAN KURIKULUM MERDEKA
NO KURIKULUM 2013 KURIKULUM MERDEKA
1 KTSP (Kurikulum Tingkat Satpen) KOSP (Kurikulum Operasional Satpen)
2 SKL/SI – KI-KD-TUJUAN-INDIKATOR SKL/SI-CP-TUJUAN

3 SILABUS ACUAN TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

4 ANALISIS KD ANALISIS CP (CAPAIAN PEMBELAJARAN)

5 RPP MODUL AJAR


6 ----- MODUL PROYEK
7 BAHAN AJAR BAHAN AJAR
8 JPL / MINGGU JPL / TAHUN
9 KKM MAPEL/KKM LEMBAGA KKM sesuai jenis penilaian
6
ANALISIS
CAPAIAN PEMBELAJARAN dan
PENYUSUNAN ALUR TUJUAN
PEMBELAJARAN
Latar Belakang
 Pada Kurikulum Merdeka pemerintah tidak
menyediakan silabus sebagaimana Kurikulum 2013;
tetapi hanya menyediakan Capaian Pembelajaran
(CP);
 Satuan Pendidikan harus menyusun silabus
(sekarang disebut ATP/Alur Tujuan Pembelajaran)
berdasarkan CP yang ada sesuai dengan fasenya
msing-masing;
Latar Belakang
 Untuk menyusun ATP diperlukan langkah-langkah:
(i) memahami seluruh komponen yang ada dalam
CP, (ii) menganalisis CP berdasarkan “kompetensi”
dan “konten”, (iii) merumuskan tujuan
pembelajaran, dan (iv) mengurutkan tujuan-tujuan
pembelajaran selama satu fase ( untuk SMP/fase D
selama 3 tahun) yang disebut ATP.
AKTIVITAS 1: SEKILAS KONSEP
CAPAIAN PEMBELAJARAN

Capaian Pembelajaran (CP) merupakan kompetensi


pembelajaran yang harus dicapai peserta didik pada
setiap fase, dimulai dari fase fondasi pada PAUD. Jika
dianalogikan dengan sebuah perjalanan berkendara,
CP memberikan tujuan umum dan ketersediaan waktu
yang tersedia untuk mencapai tujuan tersebut (fase).
Untuk mencapai garis finish, pemerintah membuatnya
ke dalam enam etape yang disebut fase. Setiap fase
lamanya 1-3 tahun.
AKTIVITAS 1: SEKILAS KONSEP
CAPAIAN PEMBELAJARAN
Komponen Capaian Pembelajaran

Rasional Mata Pelajaran Tujuan Mata Pelajaran Karakteristik Mata Pelajaran


● Alasan mempelajari mapel ● Deskripsi umum tentang apa
tersebut yang dipelajari dalam mata
Kemampuan yang perlu dicapai
● Keterkaitan antara Mapel pelajaran
peserta didik setelah mempelajari
dengan salah satu (atau lebih) ● Elemen-elemen (strands) atau
mata pelajaran tersebut
Profil Pelajar Pancasila dan domain mata pelajaran serta
Profil Pelajar Rohmatal Lil deskripsinya
Álamin

Capaian dalam Setiap Fase Capaian dalam Setiap


Secara Keseluruhan Fase menurut Elemen
Kompetensi pembelajaran yang
harus dicapai peserta didik pada Dibuat dalam bentuk matriks.
setiap fase. Dibuat dalam bentuk Setiap elemen dipetakan menurut
pernyataan yang disajikan dalam perkembangan peserta didik
paragraf yang utuh.
Perlu diketahui

Merumuskan Tujuan Pembelajaran

Pendidik diberikan keleluasaan dalam menggunakan rujukan teori


untuk merumuskan tujuan pembelajaran, diantaranya:
Pendidik diharapkan untuk tidak
fokus pada satu teori saja,
Taksonomi Bloom versi Revisi Anderson dan melainkan dapat menggunakan
Krathwohl (2001) teori atau pendekatan lain dalam
merancang tujuan pembelajaran,
selama teori tersebut dinilai
6 Aspek Pemahaman yang dikembangkan oleh relevan dengan karakteristik mata
Tighe dan Wiggins (2005)
pelajaran serta konsep/topik yang
dipelajari, karakteristik peserta
didik, serta konteks lingkungan
6 Level Taksonomi Marzano (2000)
pembelajaran.
Perlu diketahui
Taksonomi Bloom versi Revisi
Anderson dan Krathwohl
(2001)
Anderson dan Krathwohl mengelompokkan kemampuan kognitif menjadi tahapan-
tahapan berikut ini, dengan urutan dari kemampuan yang paling dasar ke yang
paling tinggi sebagai berikut:

(C1) (C2) (C3) (C4) (C5) (C6)


Mengingat Memahami Mengaplikasikan Menganalisis Mengevaluasi Menciptakan
mengingat kembali menjelaskan ide atau menggunakan memecah-mecah kemampuan untuk merangkaikan berbagai
informasi yang telah konsep seperti konsep, informasi menjadi membuat keputusan, elemen menjadi satu
dipelajari, termasuk menjelaskan suatu pengetahuan, atau beberapa bagian, penilaian, hal baru yang utuh,
definisi, fakta-fakta, konsep informasi yang telah kemampuan untuk mengajukan kritik melalui proses
pencarian ide, evaluasi
daftar urutan, atau menggunakan dipelajarinya pada mengeksplorasi dan rekomendasi
terhadap hal/ide/benda
menyebutkan kalimat sendiri, situasi berbeda dan hubungan/korelasi yang sistematis
yang ada sehingga
kembali suatu materi menginterpretasikan relevan atau kreasi yang diciptakan
yang pernah suatu informasi, membandingkan menjadi salah satu
diajarkan kepadanya. menyimpulkan, atau antara dua hal atau solusi terhadap
membuat parafrasa lebih, menentukan masalah yang ada.
dari suatu bacaan. keterkaitan antar termasuk memberikan
konsep, atau nilai tambah terhadap
mengorganisasikan suatu produk yang
beberapa ide sudah ada.
dan/atau konsep.
Perlu diketahui
6 Aspek Pemahaman
Tighe dan Wiggins
(2005)
6 Aspek/Facet Pemahaman ini merupakan
6 Aspek/Facet Pemahaman merupakan cara untuk
mengkonfirmasi pemahaman peserta didik atas apa yang modal untuk menentukan Tujuan
telah mereka pelajari dan tidak hirarkis/bukan merupakan Pembelajaran (TP), menyusun Alur Tujuan
siklus. Pembelajaran (ATP), menentukan asesmen,
dan instruksi yang tepat.
Jika peserta didik melakukan salah satu dari keenam
Aspek/Facet Pemahaman (mampu menjelaskan,
menginterpretasi, menerapkan/mengaplikasikan, berempati,
memiliki sebuah sudut pandang, atau memiliki pengenalan
diri), berarti mereka telah mendemonstrasikan sebuah
tingkat pemahaman.
6 Aspek Pemahaman (6 facet of understanding) (Wiggins and Tighe, 2005) Perlu diketahui
Merupakan bentuk-bentuk pemahaman yang digunakan dalam CP. Tidak harus hirarkis.

Mendeskripsikan suatu ide dengan kata-kata sendiri, membangun hubungan antar topik,
Penjelasan
mendemonstrasikan hasil kerja, menjelaskan alasan/cara/prosedur , menjelaskan sebuah teori
Explanation menggunakan data, berargumen dan mempertahankan pendapatnya.

Menerjemahkan cerita, karya seni, atau situasi. Interpretasi juga berarti memaknai sebuah ide, perasaan
Interpretasi
atau sebuah hasil karya dari satu media ke media lain, dapat membuat analogi, anekdot, dan model.
Interpretation Melihat makna dari apa yang telah dipelajari dan relevansi dengan dirinya.

Aplikasi Menggunakan pengetahuan, keterampilan dan pemahaman mengenai suatu dalam situasi yang nyata
Application dalam kehidupan sehari-hari atau sebuah simulasi (menyerupai kenyataan)

Perspektif Melihat suatu hal dari sudut pandang yang berbeda, siswa dapat menjelaskan sisi lain dari sebuah
Perspective situasi, melihat gambaran besar, melihat asumsi yang mendasari suatu hal dan memberikan kritik.

Empati Menaruh diri di posisi orang lain. Merasakan emosi yang dialami oleh pihak lain dan/atau memahami
Empathy pikiran yang berbeda dengan dirinya. Menemukan nilai (value) dari sesuatu

Pengenalan diri Memahami diri sendiri; yang menjadi kekuatan, area yang perlu dikembangkan serta proses berpikir
Perlu diketahui

Contoh Bentuk Pemahaman Dalam CP Bahasa Indonesia Fase D


elemen Menyimak

Peserta didik memahami Interpretasi Mendeskripsikan makna dari puisi serta emosi yang ditangkap
informasi berupa Interpretation dari puisi tersebut
gagasan, pikiran,
pandangan, arahan atau
pesan dari teks Aplikasi Membacakan/mendeklamasikan atau membuat karya untuk
deskripsi, narasi, puisi, Application merespons puisi
eksplanasi dan eksposisi
dari teks visual dan
audiovisual untuk Perspektif Melakukan bedah puisi melalui diskusi dari sudut pandang yang
menemukan makna Perspective berbeda.
yang tersurat dan
tersirat.
Menaruh diri di posisi penulis puisi dan mencoba merasakan
Empati
emosi yang dirasakan penulis dan dituangkan dalam media yang
Empathy
berbeda.
Perlu diketahui
6 Level Taksonomi Marzano
(2000)

Marzano menggunakan tiga sistem dalam domain pengetahuan yaitu sistem


kognitif, sistem metakognitif, dan sistem diri (self-system). Terdapat 6 level
taksonomi yaitu:

Tingkat 1:
Tingkat 4:
mengenali dan Tingkat 2: Tingkat 3: Tingkat 5: Tingkat 6:
pemanfaatan
mengingat kembali pemahaman analisis metakognisi sistem diri
pengetahuan
(retrieval)

mengingat kembali Pemahaman yang Cakupan analisis disini Pemanfaatan Sistem metakognisi Menentukan apakah
(retrieval) informasi dimaksud berupa kemampuan pengetahuan berfungsi untuk seseorang akan
menggenerasi digunakan saat memantau, melakukan atau tidak
dalam batas melibatkan dua seseorang ingin mengevaluasi melakukan sesuatu
mengidentifikasi proses informasi baru yang
menyelesaikan tugas dan mengatur fungsi dari tugas.
belum diproses oleh
sebuah informasi yang saling tertentu. semua jenis
seseorang.
secara berkaitan yaitu pemikiran lainnya. Ada empat jenis dari
Ada lima proses Ada empat kategori sistem diri:
umum. integrasikan dan analisis: umum pemanfaatan Ada empat fungsi dari (1) memeriksa
simbolisasi. (1) mencocokan, pengetahuan: metakognisi: kepentingan,
(2) mengklasifikasikan, (1) pengambilan (1) menetapkan tujuan, (2) memeriksa
(3) menganalisis keputusan, (2) memantau proses, kemanjuran,
kesalahan, (2) penyelesaian (3) memantau kejelasan, (3) memeriksa respon
(4) menyamaratakan masalah, (4) memantau ketepatan. emosional,
(5) menspesifikasikan. (3) percobaan, (4) memeriksa motivasi
(4) penyelidikan. secara keseluruhan.
Bagaimana strategi menyusun tujuan pembelajaran dalam alur tujuan
pembelajaran yang efektif?

Pendidik harus melakukan analisis Capaian Pembelajaran (CP) untuk kemudian disusun menjadi
Tujuan Pembelajaran (TP) dan Alur Tujuan Pembelajaran (TP).
Merumuskan tujuan pembelajaran dari CP dapat dilakukan melalui beberapa alternatif:

Alternatif 1

Merumuskan tujuan pembelajaran secara langsung dari CP

Alternatif 2
Merumuskan TP dengan Menganalisis ‘Kompetensi’ dan ‘Lingkup
Materi’ pada CP.

Alternatif 3

Merumuskan TP Lintas Elemen CP


Alternatif 1

Merumuskan tujuan pembelajaran secara langsung dari CP


Elemen Kompetensi Lingkup Materi

Bilangan 1. Memahami 1. Bilangan cacah sampai 10.000


Alternatif 2
Pada akhir Fase B, peserta didik menunjukkan pemahaman dan 2. Menentukan 2. Nilai tempat
intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 3. Membandingkan
Merumuskan
10.000. Mereka dapat membaca, menulis, menentukan nilaiTP dengan
3. Komposisi
Menganalisis ‘Kompetensi’ dan dekomposisi
dan ‘Lingkup
4. Mengurutkan
Materi’ pada
tempat, membandingkan, mengurutkan, menggunakan nilaiCP. 5. Mengidentifikasi bilangan
tempat, melakukan komposisi, dan dekomposisi bilangan 6. Melakukan 4. Menggunakan ribuan sebagai
tersebut. Mereka juga dapat menyelesaikan masalah berkaitan 7. Menyelesaikan satuan
dengan uang menggunakan ribuan sebagai satuan.peserta didik masalah 5. Operasi penjumlahan dan
dapat melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan pengurangan bilangan cacah
bilangan cacah sampai 1.000, dan seterusnya.
sampai 1.000
Alternatif 3

Merumuskan TP Lintas Elemen CP

Capaian Pembelajaran Tujuan Pembelajaran

Elemen Pengukuran 1. Menentukan hubungan antarsatuan baku panjang


Pada akhir Fase B, peserta didik dapat mengukur panjang dan berat (cm, m).
benda menggunakan satuan baku. Mereka dapat menentukan hubungan 2. Menjelaskan cara mengukur panjang benda
antar-satuan baku panjang (cm, m). Mereka dapat mengukur dan menggunakan satuan baku.
mengestimasi luas dan volume menggunakan satuan tidak baku dan 3. Menjelaskan ciri berbagai bentuk bangun datar
satuan baku berupa bilangan cacah. (segiempat, segitiga, segi banyak).
4. Menentukan ciri bagian-bagian dari bangun datar
Elemen Geometri (segiempat, segitiga, segi banyak).
Peserta didik dapat mendeskripsikan ciri berbagai bentuk bangun datar 5. Mengukur bangun datar (segiempat, segitiga, segi
(segiempat, segitiga, segi banyak). Mereka dapat menyusun (komposisi) banyak) menggunakan satuan baku
dan mengurai (dekomposisi) berbagai bangun datar dengan lebih dari
satu cara jika memungkinkan

Penting untuk diperhatikan: dapat mengembangkan dengan cara lain


selama Capaian Pembelajaran di akhir fase tercapai
Bagaimana strategi menyusun tujuan pembelajaran dalam alur tujuan
pembelajaran yang efektif?

Alur strategi yang dapat dilakukan, guna menyusun alur tujuan pembelajaran sebagai berikut:

Perhatikan kompetensi serta materi yang hendak dicapai pada CP Perhatikan hal berikut:
1 tersebut.
● CP berlaku untuk 1
FASE.
● Lihat karakteristik
Rumuskan tujuan pembelajaran dengan mempertimbangkan masing-masing mata
2 kompetensi dan lingkup materinya. Pastikan kompetensi utama yang pelajaran, karena
termuat dalam CP tercapai. terdapat CP berbasis
konten (PP,
Matematika), sintaks
Pertimbangkan beban jam pelajaran yang digunakan untuk mencapai (Seni), bahkan terdapat
pula yang berbasis
3 tujuan pembelajaran, agar selaras dengan beban JP pada mata
kompetensi (Bahasa).
pelajaran. ● Kalimat dalam tujuan
pembelajaran dapat
mengambil dari berbagai
Susun tujuan pembelajaran secara linear dari awal fase hingga akhir referensi, poin utamanya
4 fase. Dalam menyusun alur, perhatikan kesesuaian tujuan adalah “operasional”
pembelajaran terhadap kompleksitas dan perkembangan peserta didik. (kompetensinya terukur).
AKTIVITAS 2:
• Analisis Capaian Pembelajaran (CP) dan Perumusan Tujuan
Pembelajaran
AKTIVITAS 3
• Menyusun Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) yang runtut selama
satu fase D ( tiga tahun)
TUGAS GURU LEMBAGA/
MADRASAH

P2RLA
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi

thank you

Anda mungkin juga menyukai