Anda di halaman 1dari 7

Journal Reading Engl J Med 2012;366:2161-70 Selasa, 3 Juli 2012 Ardy Moefty

National Survey of Drug-Resistant Tuberculosis in China


Zhao Y, Xu S, Wang L, Chin DP, Wang S, Jiang G, et al.
China sebagai Negara dengan penyebaran Tuberkulosis (TB) terbesar didunia selama ini hanya terdapat penelitian lokal maupun regional untuk survey resistensi obat TB. Resistensi obat TB khususnya multidrug-resistance (MDR) dan extensively drug-resistant (XDR) TB, yang juga menjadi permasalahan di China. Survey yang pernah dilakukan di China dimana terdapat resistensi obat anti tuberkulosa (OAT) pada 10 dari 31 provinsi. Beberapa penelitian juga berusaha untuk mengindentifikasi faktor risiko terjadinya resistensi. Oleh karena itu survey ini dilakukan untuk mengetahui survey secara Nasional di China untuk resistensi OAT. Pengambilan sampel secara Cluster-randomized. Ukuran sampel pada pasien kasus baru sebanyak 3542 orang, dengan asumsi 6% TB akan resisten Rimfapin. Sampel pasien yang sudah pernah mendapatkan obat TB didapatkan sampel 1189 orang , dengan asumsi yang sama, kecuali proporsi terhadap resistensi rimfapin sebanyak 16% dan presisi yang diharapkan 95% dengan confidence interval 3.2%. Pengambilan sampel ini selama 9 bulan dengan mencakup 70 cluster yang mewakili semua provinsi. Pasien diperiksa sputum sebelum terapi sebanyak 2 kali dan diperiksakan resistensi OAT lini pertama seperti isoniazid, rifampin, ethambutol, and streptomycin dan OAT lini kedua ofloxacin and kanamycin. Penelitian ini mencari insidensi TB dan mengestimasi insidensi resistensi obat TB. Dengan menggunakan wawancara terhadap pasien dicari informasi faktor-faktor yang berhubungan dengan terjadinya resistensi obat. Hasil penelitian ini didapatkan 3037 pasien dengan kasus baru TB dan 892 pasien yang sudah pernah diberikan terapi, dimana pada kasus baru didapat 5.7% (95% confidence interval [CI], 4.5 to 7.0) MDR TB. Sementara kasus yang pernah mendapatkan terapi sebanyak 25.6% (95% CI, 21.5 to 29.8) MDR TB. Perhitungan dari semua penderita TB didapatkan 1 dari 4 resisten terhadap isoniazid, rifampin, atau keduanya dan 1 dari10 terdapat MDR TB. Perkiraan 8% pasien dengan MDR TB akan menjadi XDR TB. Selama tahun 2007 terdapat 110.000 kasus MDR TB (95% CI, 97,000 to 130,000) dan 8200 kasus kejadian XDR TB (95% CI, 7200 to 9700). Kasus MDR dan XDR TB didapatkan tersering pada transmisi primer. Pasien dengan terapi sebelumnya dan yang mendapatkan OAT multiple pada rumah sakit khusus TB mempunyai resiko tinggi MDR TB (adjusted odds ratio, 13.3;95% CI, 3.9 to 46.0). Sebanyak 226 pasien MDR TB diketahui sebanyak 43.8% memang tidak menuntaskan terapi sampai selesai (terapi dilakukan di RS). Pasien yang telah menjalani terapi komplit, TB terjadi lagi setelah penderita berobat ke pusat kesehatan umum. China dengan penduduk yang besar dengan angka MDR TB terbesar di dunia yaitu seperempat kasus didunia. Beberapa klinik tidak melakukan kultur dan resistensi sputum sebelum pemberian terapi sehingga tidak diketahui apakah pasien tersebut memang MDR TB sejak awal sebelum diterapi. Pasien dengan pemberian OAT multiple yang diberikan di RS TB dimana sebenarnya pasien sudah MDR TB sejak awal sehingga tidak mendapatkan terapi yang efektif untuk MDRTB, juga terdapat infeksi nosokomial selama pengobatan, sehingga perlu dilakukan perbaikan sistem pengobatan di RS TB. Sebanyak 11% pasien yang mendapatkan terapi OAT ternyata pasien tidak terdiagnosa TB secara tepat. Keterbatasan studi ini yaitu dimana resistensi obat TB kemungkinan penafsiran yang kurang tepat dimana tidak mengikutsertakan pasien RS kedalam survey, dimana kemungkinan terjadinya resistensi yang lebih besar. Kejadian XDR TB TB kemungkinan penafsiran yang kurang tepat dimana hanya mendata resistensi terhadap ofloxacin and kanamycin saja tanpa capreomycin atau aminoglikosida lainnya. Keterbatasan lainnya survey ini tidak mendata informasi pasien dengan status infeksi HIV, dan informasi tentang pengobatan sebelumnya hanya didapat dari wawancara pasien, sehingga kemungkinan tidak akurat.

Survey ini menunjukkan secara komprehensif mendata epidemik resistensi OAT di China. China merupakan Negara dengan kasus MDR terbesar didunia dan terjadi terutama dari transmisi primer. Terjadinya MDR TB karena terapi yang inadekuat, baik dari pusat kesehatan masyarakat maupun rumah sakit yang menangani TB.