Anda di halaman 1dari 8

NONBIOLOGICAL TEST

M. Ryan Radix R., S.Farm

L/O/G/O
www.themegallery.com

Nonbiological test merupakan metode untuk mengetahui iritasi secara in vitro, dikenal dengan SKINTEXTM non-biologi (non living substance)

Dasar biokimia adalah dengan model dua kompartemen kuvet dibagi horizontal dari keratin/kolagen (biomembran) yang melekat berwarna merah, chamber bagian bawah yang berisi matrix makromolekul yang mengandung komponen lipid

Zat percobaan (cairan, emulsi, solid) ditambahkan di atas lapisan cairan yang dapat menyebabkan perubahan barrier membran, pelepasan zat warna tergantung konsentrasi.

Penetrasi agen toxic melalui biomembran juga dapat mengakibatkan terganggunya konformasi dari matriks makromolekul menyebabkan warna buram, dengan kurangnya transmisi cahaya dapat menyebabkan iritasi dapat digambarkan sebagai indeks potensi iritasi dermal atau PDII

Perubahan dianggap sebanding dengan in vivo pada stratum korneum, dalam hasil vitro selama lebih dari 5300 studi uji zat pada kulit kelinci dengan standar deviasi 5-8%, validasi dengan metode in vivo dengan angka Drize pada kelinci dengan nilai perbandingan 80-89% (Gad, 1994)

Pengujian SKINTEXTM pada manusia ( 82% sensitif, 71% spesifik, 82% nilai positif), Harvell and Maibach, 1995)

Terimakasih