Anda di halaman 1dari 16

ORGANIS

Wacana
The Organic Way, All In Harmony
Kalawarta Pertanian Organik Edisi 2/Th.1 (Januari-Februari 2003)

Dari Redaksi Daftar Isi


Perdagangan Produk Pertanian Organis Yang Berkeadilan ................2 Hasil Lokakarya Potensi dan Tantangan Pengembangan PO Tanah yang Hidup, Sifat dan bentuknya.......6 Jodohkan, Hama Pun Hilang.........8 Membuat Sendiri Pestisida Alami.................................9 Daun Bambu-Pun Pindah Ke Sawah..........................11 Pengujian Sederhana Kualitas Tanah..........................13 PO, Menuju Pertanian Alternatif & Berkelanjutan...............14 Pemasaran Produk Organik Dunia mencapai $26 Milyar...........................15 39 % Konsumen AS Memilih Pangan Organik...........................16 Salam organis,
Awalnya, perdagangan merupakan sebuah cara yang digunakan oleh manusia untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya. Kenyataan perdagangan selalu memiliki sisi positif dan negatif. Secara positif, perdagangan bagi sebuah negara merupakan salah satu cara untuk meningkatkan pendapatan negara, yang kelak akan digunakan untuk melaksanakan pembangunan di dalam negeri dan membantu meningkatkan taraf hidup warga negaranya dan dapat menjadi stimulus bagi kehidupan sektor-sektor ekonomi yang lain seperti pertanian, industri dan bahkan teknologi. Sebaliknya, jika tidak dikelola dengan baik dan diikuti oleh peraturan yang adil maka ia dapat menghancurkan kehidupan manusia dan lingkungan sekitarnya. Bukan hal yang aneh jika pengusaha bermodal besar melakukan kerjasama dengan kaum birokrat untuk melindungi sekaligus memperbesar usaha bisnis mereka. Akibatnya produsen kecil semakin terjepit. Terjadi eksploitasi dalam hampir semua aspek kehidupan. Situasi perdagangan tersebut tentu saja dialami oleh produsen kecil (nelayan, petani, buruh, perajin) di Indonesia. Mereka tidak memiliki kekuatan untuk melakukan tawar-menawar dan melawan sistem yang ada. Sebuah sistem yang tidak adil (karena hanya menguntungkan sekelompok kecil orang), sekaligus eksploitatif. Celakanya, sistem ini semakin dikukuhkan dengan berbagai peraturan dan produk legislasi lainnya, baik yang dibuat oleh pemerintah (ekskutif) maupun lembaga legisatif. Ketidakadilan pemasaran merupakan ancaman bagi pertanian berkelanjutan. Sekalipun petani (sudah) bebas dari ketergantungan dengan asupan eksternal dan biaya produksi dapat dikurangi, petani tetap tertindas dan dieksploitasi, bila isu-isu pemasaran tidak diajukan. Petani tetap berada di bawah belas kasihan pedagang, yang mendikte harga dan mungkin juga praktek budaya atau kualitas pangan. Petani tetap dalam situasi tak berdaya untuk menawar harga lebih tinggi. Kendali yang mereka miliki atas sumberdaya lahan mereka atau asupan luar tetap terancam. (SIBAT Mei 1992). , Maka diperlukan praktek-praktek pemasaran yang berkeadilan. Pemasaran produk pertanian organis memang harus dilihat sebagai bagian dari proses pembangunan kehidupan yang berkelanjutan, dimana di satu sisi pertanian semakin memperhatikan kelestarian alam, di sisi lain juga memperbaiki penghidupan petani dan konsumen. Organis -saling memberimerupakan bagian dari kehidupan berkelanjutan. Dalam edisi kali ini, teman-teman dari Kelompok Tani Subur Makmur, Dukuh Waru, Desa Pengkol, Kecamatan Klego, Kabupaten Boyolali berbagi pengalaman dalam budidaya PO yang difasilitasi oleh World Education dan LPTP. Akhirnya, kami mengucapkan Selamat Idul Fitri 1423 H dan Natal 2002 bagi pembaca sekalian. Dan tak lupa kami ucapkan Selamat Tahun Baru 2003, tahun yang hadir dengan tarif baru. ***(Redaksi)

ORGANIS
The Organic Way, All in Harmony

WACANA

PENERBIT: BIOCert (Board of Indonesian Organic Certification). PEMIMPIN REDAKSI : Agung Prawoto. TIM REDAKSI : Agung Prawoto, Rasdi Wangsa, Indro Surono, St. Wangsit, Prof. Dr. Rahman Sutanto, M.Sc, YP. Daryanto, Listiani. DESIGN GRAFIS : Agung Prawoto

Alamat Redaksi : BIOCert Jl.Panataran 17 Perum Cimanggu Permai I Bogor 16313 - Indonesia Telp/Fax. 62-251.336906 Email biocert@indo.net.id. Rekening Bank : Bank NISP Cab. Juanda Bogor No. 040-130-32667-9 (An. Indro Surono/Agung Prawoto). Redaksi menerima masukan, baik dalam bentuk materi, komentar maupun tanggapan. Redaksi menerima kritik dan saran atas artikel yang di muat. Silahkan untuk mengirimkan masukan Anda ke Redaksi. Artikel yang diterima redaksi, tidak akan dikembalikan dan menjadi milik redaksi sepenuhnya. Setiap artikel yang dimuat, tidak mendapatkan honor. Materi di dalam buletin ini dapat diperbanyak tanpa seijin redaksi, dengan mencantumkan sumbernya.
Wacana Organis, Edisi 2/Th.1 (Januari-Februari 2003) 1

Wacana

Perdagangan Produk Pertanian Organis Yang Berkeadilan


1

Sabastian Saragih Gerakan Perdagangan Produk PO Agak sulit memisahkan gerakan pertanian organis yang berorientasi pasar secara internasional dari gerakan IFOAM (International Federation for Organic Agricultural Movement). Klaim organis dari produsen, komplain oleh konsumen, meningkatnya permintaan produk pertanian organis, dan tidak sehatnya kompetisi diantara para penggiat pertanian organis merupakan latar belakang pendirian IFOA, disamping terutama adanya keyakinan kekuatan pasar untuk memasyarakatkan gerakan pertanian organis. Oleh sebab itu gerakan pertanian organis yang tidak berhubungan dengan pasar ataupun lebih mempunyai kesempatan mempertemukan produsen dan konsumen menjadi tidak lagi cocok mengacu kepada gerakan IFOAM. IFOAM yang didirikan pada tahun 1972 saat ini telah memiliki standar pertanian organis, mekanisme memperbaharui standard, mekanisme sertifikasi untuk menjamin bahwa sebuah produk diproduksi secara organis, dan mekanisme pengambilan keputusan di dalam organisasi secara teratur Dan demokratis. D a l a m u p a y a n y a memasyarakatkan pertanian organis, terutama dengan semakin berkembangnya istiah-istilah yang mirip dengan pertanian organis maka pada saat ini IFOAM sedang berjuang agar istilah pertanian berkelanjutan (sustainable agriculture) dalam dokumen resmi Perserikatan BangsaBangsa diganti menjadi pertanian organis, ini terutama karena istilah sustainable agriculture sudah dimanipulasi oleh banyak pihak sehingga mengaburkan pemahaman pertanian organis yang disebut sebagai salah satu contoh bentuk pertanian berkelanjutan. Bagi IFOAM pertanian organis adalah sistem pertanian dari pra produksi, produksi, dan pasca produksi yang
2 Wacana Organis, Edisi 2/Th.1 (Januari-Februari 2003)

yyang disebut organis tersebut tentu saja sudah disertifikasi oleh lembagaSesuai dengan standar yang lembaga sertifikasi yang diakreditasi disepakati di setiap pertemuan dua oleh 1FOAM melalui salah satu tahunan (General Assembly) anggota badannya yang bernama IOAS IFOAM. Bukti bahwa sebuah produk (International Organic Accreditation sesuai dengan standar IFOAM adalah Services). Ciri sertifikasi organis versi dengan ditempelkannya label atau IFOAM adalah menjamin bahwa sertifikat organis pada produk proses produksi yang dilakukan sesuai tersebut. dengan standar IFOAM dan bukan Sejarah perdagangan produk mensertifikasi produk. pertanian organis memang dimulai di Di Indonesia negara utara gerakan pertanian terutama Eropa. organis berkembang Oleh sebab itu sebagai kritik terhadap t i d a k gerakan pertanian mengherankan konvensional yang k a l a u disebut revolusi hijau pertumbuhan yang ditenggarai telah pertanian mengakibatkan organis di Eropa kerusakan dan krisis sangat pesat sumber daya hayati, dari tahun ke termasuk sumber daya tahun. Menurut hayati tanah, laporan Geir meningkatkan (1998) ada ketergantungan petani sekitar 30.000 terhadap input import, petani di Italia dan memperbesar y a n g jurang antara kaya dan pertaniannya miskin dan antara lakisudah mendapat laki dan perempuan. sertifikat Gerakan ini dimotori organis. Di oleh para aktifis NGO w i l a y a h Foto : istimewa S k a n d i n a v i a Pemasaran produk pertanian organis d a n k a l a n g a n seperti Swedia, memang harus dilihat sebagai bagian dari rohaniawan. Finlandia dan proses pembangunan kehidupan yang S e b a g a i s e b u a h Swiss sekitar berkelanjutan, dimana di satu sisi gerakan alternatif, pada 8 % d a r i pertanian semakin memperhatikan a w a l n y a p e r t a n i a n kelestarian alam, di sisi lain juga p e t a n i n y a memperbaiki penghidupan petani dan o r g a n i s d i p e r c a y a mempunyai potensi s u d a h konsumen. untuk membebaskan mendapatkan p e t a n i d a r i sertifikat. ketergantungannya terhadap input Negara yang tertinggi adalah Austria import mengkonservasi tanah dan dimana sekilar 10% petaninya sudah sumber daya alam, dan Juga organis, malah dibeberapa propinsi mendorong petani lebih kreatif seperti Salzburg dan Tirol mencapai membangun kestabilan ekosistem 50. Lebih lanjut disebutkan termasuk membangun organisasi pertumbuhan pasar organis seliap petani dan mengembangkan teknologi tahunnya sekilar 20-30%, dimana untuk menghadapi persoalan lokalnya 10 tahun ke depan pasar global akan dengan sumber daya lokal. Kemudian naik dari US$ 11 milyar menjadi US$ faktor harga dianggap faktor penting 100 milyar. USA, Eropah dan Jepang dalam pendorong pemasyarakatan diperkirakan akan menjadi pasar pertanian organis. Harga yang baik produk pertanian organis terbesar. hanya bisa tercapai jika konsumen P r o d u k p e r t a n i a n

Wacana
perduli dengan kehidupan dirinya, petani, dan kehidupan masa depan anak cucunya. Pasar sebagai salah satu kekuatan untuk memasyarakatkan pertanian organis sebenarnya masih menjadi perdebatan di kalangan aktifis gerakan pertanian organis di Indonesia. Ini juga salah satu penyebab mekanisme penjaminan ataupun sertifikasi tidak berkembang dengan baik. Jadi yang ada adalah proses klaim bahwa produk yang ditawarkan adalah produk organis, dan konsumen percaya. Namun perbedaan harga antara produk organis dan tidak organis relatif sangat rendah di pasar domestik rata-rata masih di bawah 20 di tingkat konsumen dan di bawah 10 di tingkat produsen. Untuk pasar ekspor produk pertanian organis Indonesia juga sudah mulai dikenal dengan baik. Beberapa produk yang sudah menembus pasar ekspor antara lain sayur-sayuran dari Bina Sarana Bhakti (disertifikasi NASSAAustralia), Kopi Gayo (disertifikasi EKO dan Max Havelaar), dan beberapa produk rempah-rempah. Saat ini Alternative Agriculture Certification Thailand juga sedang melakukan proses sertifikasi untuk udang organis yang diprouksi oleh petani tambak di Sidoarjo atas dukungan Japan Alternative Trade, sebuah NGO Jepang. Tantangan Pasar Produk Pertanian Organis di Indonesia Ketakutan pertama dengan meningkatnya permintaan akan produk pertanian organis adalah terjadi ecological dumping dan social dumping. Tantangan yang lain adalah terjadinya bio-colonialism terutama k a r e n a m a s y a r ak a t d e n g a n purchasing power yang lebih tinggi (negara utara) akan lebih mampu membeli dengan harga yang lebih baik dan kemudian lebih lanjut akan men-drive produser hanya akan menanam cash crops untuk kepentingan pasar ekspor. Lebih jauh juga lahir kekhawatiran berkembangnya industri pertanian organis yang dalam sejarahnya berpotensi memarginalkan petani kecil. Secara khusus mahalnya proses s e r t i f i k a s i juga menjadi persoalan yang dihadapi oleh petani kecil. Di sisi lain proses perdagangan produk organis di pasar domestik saat ini juga sudah mulai menghadapi komplain dari konsumen terutama dengan semakin banyaknya claim organis dari produk yang masuk ke pasar. Padahal ketika ditelusuri lebih jauh tidak jelas siapa yang memproduksi produk tersebut dan organis seperti apa yang mereka maksud. Ini jelas akan berdampak buruk terhadap perkembangan gerakan pertanian organis yang sudah dikembangkan bersanna-sama selama ini terutama bagi mereka yang mempercayai bahwa pasar merupakan salah satu alat untuk memasyarakatkan pertanian organis. Oleh sebab itu menjadi penting mengembangkan alat-alat pasar yang mampu melindungi petani kecil.Secara internasional IFOAM sejak tahun 1996 sudah mulai memasukkan dimensi keadialn sosial di dalam standar yang sertifikat fair trade yang ditempel pada kemasan produk. Namun sampai saat ini proses sertifikasi fair trade dan organis masih belum disatukan, terutama belum tentu produk yang disertifkasi oleh fair trade merupakan produk organis dan belum adanya lembaga sertifikasi fair trade. IFOAM/IOAS merupakan satusatunya lembaga akreditasi organis dan itu berarti bahwa seluruh lembaga sertifikasi organis mengacu pada standar yang dikembangkan IFOAM. Sementara FLO (Fair trade Labeling Organisation) belum menjadi lembaga akreditasi dari lembaga sertifikasi fair Trade. Ada perbedaan mendasar proses sertifikasi yang dilakukan oleh lembaga sertifikasi fari trade. Pada proses sertifikasi organic yang mendapat beban dari biaya sertifikasi adalah produsen, sementara pada lembaga sertifikasi fair trade itu dibiayai oleh konsumen. Sejak tahun Peluang untuk memperbaiki 2000, IFOAM mulai harga di tingkat petani organis memprakarsai sistem sebenarnya cukup besar terutama sertifikasi bagi petanidengan semakin banyaknya petani berlahan sempit, permintaan domestik akan produk dan mendesentralisasi pertanian organis. Namun proses sertifikasi. Ini merupakan upaya untuk disamping kampanye yang lebih mengurangi biaya gencar maka perlu dibangun alatsertifikasi. alat pasar yang mampu menjamin Seperti juga pasar petani kecil dan konsumen. Peluang Pengambangan PO Di Indonesia pasar produk pertanian organis maupun pasar fair trade masih belum berkembang optimal. Perkembangan cukup baik pada tingkat kampanye nilai-nilai organis dan fair trade untuk mempengaruhi konsumen, namun petani belum mendapat harga premium dari pasar yang terbentuk. Peluang untuk memperbaiki harga di tingkat petani organis sebenarnya cukup besar terutama dengan semakin banyaknya permintaan domestik akan produk pertanian organis. Namun disamping kampanye yang lebih gencar maka perlu dibangun alat-alat pasar yang mampu menjamin petani kecil dan konsumen Salah satu alat yang penting dikembangkan adalah standar
Wacana Organis, Edisi 2/Th.1 (Januari-Februari 2003) 3

dikembangkannya. Sebenarnya ada gerakan pergangan lain yang menonjolkan dimensi keadilan sosial yang disebut gerakan fair trade (perdagangan yang berkeadilan). Gerakan ini juga berhasil membangun kesadaran baru pada konsumen di negara utara dan membentuk pasar baru yang disebut pasar fair trade. Salah satu hasil sukses gerakan ini adalah berhasilnya kopi cafedirect mempengaruhi para anggota parlemen di Eropa untuk mengosumsi kopi yang diproduksi oleh petani kopi miskin di Amerika Latin. Peminum kopi tidak lagi hanya meminum kopi tetapi mengetahui siapa yang menghasilkan kopi yang diproduksi oleh petani yang memproduksinya. Saat ini kopi cafedirect menguasai 4% dari pasar kopi biji dan 2% kopi instant di Inggris. Produk fair trade juga dikenal dengan

Wacana
yang menggambarkan keunikan petani kecil yang tidak bisa ditiru oleh petani yang hanya mengandalkan modal besar, dan simbol (brand) yang mempermudah proses kampanye penyadaran publik dan mempermudah publik membedakan mana yang organis dalam kerangka gerakan pertanian organis dan mana yang tidak. Kampanye dengan standard lokal juga bisa menjadi alat untuk melindungi petani kecil di pasar alternatif dari serbuan produk pertanian organis dari negara utara yang prosesnya disubsidi oleh pemerintahnya. Meningkatnya kesadaran masyarakat untuk mengkomsumsi produk organis juga merupakan peluang pasar dari produk pertanian organis. Sudah banyak penelitian yang menggambarkan betapa produk konvensional yang berorientasi produk, apakah itu dengan perlakukan hormonal, rekayasa genetika, telah melahirkan mimpi yang mengerikan bagi kehidupanMasyarakat dan keberlanjutan kehidupan di muka bumi. Pemasaran produk pertanian organis memang harus dilihat sebagai bagian dari proses pembangunan kehidupan yang berkelanjutan, dimana di satu sisi pertanian semakin memperhatikan kelestarian alam, di sisi lain juga memperbaiki penghidupan petani dan konsumen. Tulisan singkat ini saya akhiri dengan pendapat Pater Agatho yang menyebutkan bahwa lawan kata dari pertanian organis bukanlah pertanian konvensional atau pertanian yang Menggunakan kimia sintetis/buatan, tetapi lebih tepatnya adalah pertanian egois. Oleh sebab itu perdagangan produk organis seharusnya juga tidak dilakukan secara egois. Perdagangan produk organis seharusnya lebih menekankan harmonisasi gerak antara organ-organ yang bekerja di dalamnya, termasuk petani, konsumen, micro-organisma, alam, dsbnya.******* Catatan Kaki: 1.
Disampaikan dalam Acara Lokakarya "Prospek dan Tantangan Pertanian Organik", Medan, 5 November 2002, Kerjasama NGO Sumatera Utara Untuk Pengembangan Pertanian Organik dan BIOCert. Ada beberapa prinsip dasar dalam fair trade seperti misalnya : 1. memperbaiki penghidupan produsen. 2. mempromosikan peluang usaha dan kesempatan bagi produsen lemah atau termarjinal. 3. meningkatkan kesadaran konsumen melalui kampanye fair trade. 4. mempromosikan model kemitraan dalam perdagangan yang adil. 5. mengkampanyekan perubahan dalam perdagangan konvensional yang tidak adil. 6. melindungi HAM. 9. Pada tahun 1991 pertama kali dimasyarakatkan cafedirect, bisnis yang didirikan oleh TWIN Trading, Oxfam, Traidcraft dan Equal Exchange yang bekerjasama dengan petani kecil termarjinalkan yang memproduksi kopi, the, kemudian menyusul cacao, pisang, madu, dsb. 10. Di Belanda pada tahun 1988 Max Havelaar mengeluarkan label garansi fair trade pertama kali. Sampai saat ini ada 17 lembaga sertifikasi fair trade yang kemudian pada bulan April 1997 mendirikan FLO (Fair Trade Labeling Organisatiion) 12. Pater Agatho adalali Direktur dan Yayasan Bina Sarana Bakti-Cisarua Bogor dan merupakan salah seorang perintis pertanian organis di Indonesia. Organis berasal dari organic; organ (Inggris) yang akar katanya dari bahasa Yunani organikos; organo yang berarti alat kerja. Juga dekat dengan kosa kata ergo yang berarti kerja atau hasil kerja. Organ berarti bagian dari tumbuhan atau hewan yang mempunyai fungsi-fungsi khusus. Organic sebagai kata sifat lebih tepatnya menggambarkan suatu hasil kerja dari organ-organ/atau alat-alat kerja yang masing-masing memiliki fungsi-fungsi khusus. Kalau masing-masing organ dengan fungsi-fungsi khusus tidak dapat bekerjasama atau masing-masing organ egois maka tidak dapat disebut organic dan pasti akan menghancurkan organ-organ itu juga. Beliau mencontohkan manusia dan organ-organnya. Bayangkan kalau mata, kaki, tangan dengiin egois hanya berfungsi menurut kepentingannya masing-masing maka kehidupan manusia akan sangat kacau dan antar organ akan tersiksa. ****

2. Staff Oxfam GB Indonesia Field Office. 3. Bemward Geier saat ini adalali Direktur Rksckutifdari IFOAM. Perkiraan tersebut diambil dari tulisannya pada 1LEIA Newsletter Desember 1998. Hal 6-7. 4. Jumlah petani di Italia ada sekitar 3 juta, atau sekitar 5 % dari jumlah penduduk Italia. Jumlah petani di Swedia sekitar 312 ribu atau sekitar 3 ,5% dari jumlah penduduknya, petani di Finlandia sekitar 308 ribu atau sekitar 6 % dari jumlah penduduknya. Petani di Swiss sekitar 469 ribu atau sekitar 6% dari jumlah pcnduduknya. 5. Ecological dumping seperti monokulturisasi atau penggunaan humus hutan, dsbnya. 6. Social dumping seperti pengabaian upah dan perkiraan keuntungan yang wajar bagi petani. 7. Observasi yang dilakukan oleli Mitra Bumi Indonesia (Malang) terhadap produk pertanian organis yang ada di bcberapa super market di Surabaya menunjukkan bahwa ada beberapa produk yang diklaim organis namun tidak mcncantumkan alamat produsemya. Adajuga yang mengklaim organis dengan berdasarkan hasil analisis laboratorium yang bebas dari beberapa jenis residu pestisida. 8. Gerakan fair trade atau semula disebut alternative trade mulai bangkit ketika lembaga-lembaga donor mulai mempertanyakan efektifitas kerja-kerja kemanusiaan dan mulai bergerak kea rah penyebab dari kemiskinan. UNCTAD (United Nation Conference on Trade and development) mengangkat pesan Trade not Aid yang mendorong lembaga-lembaga pembangunan mulai membangun perdagangan alternative.

Hasil Lokakarya Potensi dan Tantangan Pengembangan PO


P engembangan sumberdaya manusia di tingkat petani/LSM dan proaktifitas pengembangan Pertanian organic (PO) dengan mengajak petani lain untuk ber-PO, membuat zonazona PO, dan membangun jaringan petani dan konsumen PO, serta penyebaran info di berbagai media, m e n j a d i r u m u s a n
4 Wacana Organis, Edisi 2/Th.1 (Januari-Februari 2003)

Lanjutan lokakarya Potensi dan Tantangan Pertanian Organik yang diadakan di Parpem GBKP-Medan tanggal 3-5 November 2002. Lokakarya yang diselenggarakan atas kerjasama antara Jaringan LSM Sumatera Utara dengan BIOCert. Lokakarya yang dihadiri oleh para

LSM, petani dan pemerintah tersebut juga mengharapkan adanya dukungan dari pemerintah dan akademisi untuk pengembangan PO di Sumatera Utara. Dalam lokakarya tersebut mengemuka permasalahan

Wacana
-permasalahan yang terkait dengan produk, pemasaran serta konsep tentang PO dan pengembangannya. Prof. Dr Rachman Sutanto, guru . besar ilmu tanah UGM yang juga Dewan Perwakilan Anggota (DPA) BIOCert mengatakan bahwa konsep PO itu prinsipnya mempertahankan sesuatu sebagaimana adanya, menuju pertanian lestari. Ia menambahkan, PO dapat diandalkan karena basis PO ada di sekitar dengan prinsip daur ulang. Operasionalnya dengan membatasi penggunaan obat-obatan, pupuk kimia dan mengurangi pencemaran. Model PO berupa penggalian kearifan tradisional yang tidak hanya menyangkut keterampilan teknis tetapi juga menyangkut nilai-nilai di dalamnya. Pertanian tradisional menjadi aspek penting yang sangat tepat dan dinamis untuk pengembangan PO karena sesuai dengan kondisi lingkungannya. Rachman menambahkan, prinsip PO yakni menghasilkan pangan berkualitas tinggi dan bebas residu pestisida; mempertahankan interaksi antara tanaman dengan ekosistemnya; memperhitungan secara lebih luas dampak PO terhadap fungsi sosial dan ekologis; mendorong dan meningkatkan daur biologi dengan melibatkan mikroorganisma, tanah dan ternak; mempertahankan dan meningkatkan kesuburan tanah jangka panjang dan b e r k e l a n j u t a n ; d a n mempertahankan keragaman genetika dalam sistem produksi dan lingkungan sekitar. Pada sesion selanjutnya, St. Wangsit (Jaker PO / DPA BIOCert) membahas mengenai bagaimana menjadikan PO sebagai gerakan. Gerakan PO di Indonesia beda dengan yang di negara Barat. PO disana justru di dorong oleh konsumen, karena kesadaran konsumen terhadap kualitas produk yang mereka makan, dan tak mau lagi makanan yang mengandung residu. Sedangkan perkembangan di Indonesia muncul akhir tahun 80-an atau awal 90-an yang digerakkan oleh LSM. Wangsit menambahkan, gerakan ini dimaknai sebagai upaya rakyat untuk memperjuangkan Rakyat. Akibatnya warna perjuangan kedaulatan petani kelihatan. Juga untuk perlindungan lingkungan. Dimensi pergerakannya untuk sosial dan menjadikan petani tidak lagi tergantung -akibat benih, pestisida, dan lain-lain. Beberapa analisis menyatakan bahwa gerakan ini lebih dilatari oleh (1) sosial dan (2) ekologi. Ini yang kemudian berkembang menjadi "selaras alam" atau "pertanian berkelanjutan". Bagi LSM, PO dapat menunjang kemandirian petani. Mayoritas petani melakukan PO karena tingginya harga pupuk kimia dan pestisida, walau ada juga yang karena kesadaran terhadap lingkungan, kesehatan dan kemandirian. Tetapi yang justru lebih banyak karena alasan ekonomi. Di tingkat nasional ada juga standarnya. Contoh Jepang dan Amerika. Kedua negara ini memiliki standar lebih tinggi dibandingkan dengan standar internasional. Di Jepang ada mekanisme sendiri. Jadi meskipun ada produk yang sudah distandardisasi oleh IFOAM belum tentu dapat diterima di Jepang. Sertifikasi itu hanya untuk menjamin produknya organik dan dilakukan oleh lembaga independen supaya tidak ada konflik kepentingan. Lembaga independen memiliki inspektor yang menilai catatan usaha tani dan sebagainya dan memberikan laporannnya kepada tim sertifikasi. Tim akan mengeluarkan sertifikasi apakah PO sudah murni atau masih mendekati PO. Sertifikasi PO bukan menjadi hal yang mutlak. Ini tergantung dari motivasi kita dalam melakukan PO, misalnya melakukan PO karena kesadaran akan lingkungan. Di Jepang ada paguyuban konsumen dan petani PO yaitu "Tenkei", di Kanada namanya community support agriculture". Asumsinya ada hubungan langsung antara petani dengan konsumen. Pengalaman di E L S P P A T, s e j a u h i n i t i d a k menggunakan sertifikasi karena penjaminnya adalah LSM yang mendampingi kemudian kita mengorganisir konsumen. Konsumen tidak berhubungan langsung dengan petani. Persoalannya agak lain jika produknya seperti cacao yang tidak bisa dipasarkan hanya di tingkat lokal tetapi juga harus dipasarkan keluar. Bisa saja konsumen tidak percaya dengan label organik di kemasan. Jadi, kita perlu berfikir ketika mulai memasarkan produk keluar. Pembicara lain dalam lokakarya tersebut Sabastian Saragih (Oxfam) yang berbicara mengenai PO dan fair trade (baca : Perdagangan produk PO yang berkeadilan) dan Efnizon dari Forest Trade mengenai gambaran sertifikasi organic.***

Penjaminan Produk PO
Pada kesempatan yang sama, Indro Surono (Elsppat Bogor / DPA BIOCert) membahas mengenai penjaminan produk organic. Tren permintaan produk organik di negara maju sangat tinggi yaitu 12% tetapi stok hanya 2-5%, sehinggga importir negara maju mencari stok dari negara berkembang. Itulah mengapa PO menjadi semacam idola baru. Untuk memenuhi kebutuhan internasional, PO tidak bisa dipisahkan dengan perdagangann internasional. Salah satu konsekuensinya, timbul perdagangan yang tidak fair sehingga menimbulkan komplain-komplain dari konsumen luar negeri terhadap kualitas. Untuk itu timbullah sertifikasi yang dipandang sebagai alat/instrumen perdagangan. Kalau tidak ada perdagangan maka mungkin tidak ada persoalan dengan sertifikasi. Indro menambahkan, ada 2 hal dalam sistem PO yaitu standar dan sertifikasi. Standar menjadi semacam panduan / pedoman dalam melaksanakan proses produksi/pengolahan PO. Standar berisi prinsip umum, yang harapannya itu diterjemahkan lebih jauh lagi sesuai lokalnya. Sertifikasi dilakukan oleh lembaga penjaminan yang bekerja untuk menilai kesesuaian terhadap standar dasar IFOAM (International Federation of Organic Agriculture Movements).

Kebenaran tak pernah merusak.


Mohandas Gandhi, Inspirator India. 1869-1948
Wacana Organis, Edisi 2/Th.1 (Januari-Februari 2003) 5

Standar

Tanah yang Hidup, Sifat dan Bentuknya


adalah lapisan tipis yang menutupi permukaan bumi dimana tanaman biasanya tumbuh. Tanah merupakan permukaan paling atas dari bumi, yang telah berubah secara perlahan melalui pelapukan oleh aksi iklim, vegetasi dan manusia. Dengan berlalunya waktu, tanah selalu diciptakan atau dikembangbiakan dan dirubah dari batuan atau endapan dari sungai dan laut atau dari angin. Komposisi tanah ditentukan oleh tingkat perkembangan atau tahap perusakan iklim dari bahan dasar. Ia telah mengalami proses disintegrasi dari mineral utama, diciptakan dalam proses mineral baru dan integrasi secara dinamis dari bahan yang dilapukkan dan bahan organik. Proses perusakan oleh iklim membutuhkan waktu ribuan tahun sebelum dapat menghasilkan tanah yang baru. Isitilah dan konsep dasar : bahan organik. Bahan organik adalah produk dari proses pelapukan yang terus menerus, yang memperbaiki struktur tanah. Ini berasal dari bahan-bahan kompos dari alam seperti bagian tanaman dan hewan yang telah membusuk. Siklus zat hara. Untuk tanaman agar dapat menghasilkan makanan, mereka menggunakan bahan kimia yang terdapat dalam atmosfir dan tanah. Hara di dalam struktur tanaman kemudian dikonsumsi dan digunakan oleh mikroorganisme dan serangga. Organisme kecil dan serangga bertindak sebagai makanan untuk makluk hidup yang lebih tinggi, seperti anggota kerajaan hewan. Organisme hidup dari jamur sampai hewan memperkaya tanah dengan memberikan kotoran dan pelapukan akhir dari badan mati mereka. Hara akan kembali dilepaskan ke tanah dan ke udara untuk kembali meneruskan siklus hara. pupuk kimia. Setiap asupan anorganik atau sintetis ditambahkan ke tanah untuk
6 Wacana Organis, Edisi 2/Th.1 (Januari-Februari 2003)

Tanah

memberikan unsur yang diperlukan bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman

Bila kelembaban tanah berada dalam keadaa n berlebihan, ruang pori yang biaanya dipenuhi oleh udara akan terisi oleh aor sebagai akibat dari kurangnya pernyediaan udara dalam tanah. 2. Udara Udara juga penting bagi mikroorganisme dalam tanah untuk hidup. Mikroorganisme menggunakan oksigen untuk pernafasan dan dalam pelapukan hewan mati dan sisa tanaman. Juga, keberadaan Nitrogen (N) dalam udara dapat diikat untuk disediakan agar digunakan tanaman.

Permukaan tanah

Lapisan Permukaan Tanah

Tiga Sifat Tanah


Ada tiga sifat tanah yang penting, yaitu : fisik, kimia dan biologi. 1. Sifat fisik. Sifat fisik mengacu kepada kandungan, jenis dan struktur tanah, proporsi tanah dan bahan organik dan kemampuan menahan air. Tanah yang bagus harus menahan air dan melepaskan kelebihan air. Tanah dengan sifat fisik yang baik menjalankan dua fungsi ini dengan baik. Tanah terdiri dari 3 unsur utama, yaitu : minaeral, air dan udara. Pada dasarnya segenggam tanah terdiri dari 3 unsur penting yaitu air, udara dan partikel tanah yang mengandung mineral, humus dan bahan organik lainnya.

Kandungan tanah
1. Air Tanaman agar dapat menunjukkan proses biologisnya membutuhkan air untuk pertumbuhan dan perkebangannya. Mikroorganisme yang mendukung kehidupan tanaman juga perlu air. Namun,

3. Mineral tanah Mineral tanah adalah pelapukan dari gabungan partikel kecil tanah; dari jenis yang terkecil sampai yang berbongkah. Unit tanah ini menyimpan zat hara yang membuatnya tersedia bagi tanaman. Humus, bahan organik yang dihasilkan dalam proses pelapukan, mengumpulkan dan menarik semua zat hara yang dihasilkan dari pembusukan hewan dan tanaman yang hidup. Humus memperbaiki struktur tanah sehingga memudahkan akar tanaman menembus tanah, mengeluarkan unsur-unsur penting yangd dibutuhkan. Saling mempengaruhi ketiga unsur ini sangatlah penting. Jumlah mineral yang terbatas dalam tanah, menyebabkan ketidakcukupan penyediaan zat hara untuk tanaman. Sedangkan kelebihan air akan mengurangi jumlah udara, yang sering menyebabkan kematian mikroorganisme. Dan bila tanah terlalu kering atau kandungan udaranya tinggi, penyediaan air akan terbatas untuk mikroorganisme. Oleh sebab itu penting bagi petani untuk mengamati dan memastikan keseimbangan antara udara, air dan

Standar
mineral tanah. Partikel padat dapat dikelompokkan oleh ukuran menjadi kerikil dan batu, pasir dan lempung.

Bentuk dasar tanah.


Pasir Partikel tanah jenis ini adalah besar dan padat serta mengandung humus dalam jumlah yang terbatas. Udara mendominasi ruang antara partikel pasir dan memiliki kemampuan mengikat air yang rendah. Tanaman yang ditanam atau tumbuh dalam jenis tanah ini akan mudah layu. Tanah liat Partikel tanah dari tanah liat ini adalah halus dan lunak. Bila tanah liat basah, ia akan kental seperti bubur dan keras bila kering. Tanah liat mempunyai kemampuan mengikat air yang baik tetapi tidak baik dalam drainasi atau aerasi. Karena jenis tanah ini sangat lembab, maka mempunyai keterbatasan untuk mengikat udara sehingga akan menyebabkan tanaman layu. Tanah lempung Jenis tanah ini adalah jenis tanah pasir dan liat. Umumnya mempunyai perbandingan yang seimbang antara air dan udara. Mempunyai kemampuan menahan air yang bagus dan drainase yang bagus. Tanah ini tidak akan mudah kering atau banjir. Ia mengandung banyak humus, sedikit mikroorganisme , mineral dan hara. Sifat ini membuat tanah lempung disukai untuk pertanian. Tekstur tanah menunjukkan proporsi relatif dari kandungan pasir, kerikil dan tanah liat dalam tanah. Tergantung kepada teksturnya, tanah digambarkan sebagai pasir, lempung berpasir, lempung, lempeng liat, liat dsb. Tanah juga disebutkan dengan tekstur ringan (misalnya pasir dan lempung berpasir, sedang (lempung) atau berat (lempung liat dan liat).

Kandungan garam atau kapur. Tanah merah menunjukkan keasaman atau tanah tersebut mempuyai keasaman yang tinggi. Warna karat menunjukkan buruknya aerasi sedangkan warna biru, abu-abu atau hijau pada bagian terendah tanah menunjukkan lamanya air tergenang. Warna hitam menunjukkan tingginya kandungan humus organik.

2. Sifat Kimia
Sifat kimia tanah merupakan hasil dari reaksi atau kemampuannya untuk menyerap hara. Ini mempengaruhi kemampuan hara tanah dan keseimbangnnya. Reaksi tanah diukur dengan alat pH. Nilai pH menunjukkan tingkat keasaman dan kebasaan tanah dengan nilai 1-14. pH 7 berarti bahwa tanah tersebut netral secara kimia, nilai lebih rendah menunjukkan bahwa tanah tersebut asam (dengan kelebihan konsentrasi ion hidrogen (H) pada penyerapan komplek); dan nilai lebih tinggi menunjukkan kebasaan (dominan terdapat kalsium (Ca) dan natrium (Na). Ta n a m a n a k a n m e m p u n y a i pertumbuhan yang lambat atau kurang hara bila tanah terlalu asam atau terlalu basa. pH normal tanah produksitf berkisar antara 5,5 dan 7,5. Humus memainkan peranan penting dalam menstabilkan keasamankebasaan tanah karena humus mempunyai basa netral dan dapat menahan tanah dari keasaman tanah dan merubah keseimbangan pH tanah. Disarankan untuk menanam tanaman yang sesuai menurut sifat dan potensi tanah ketimbang menyesesuaikan keasaman tanah dengan mengabaikan faktor-faktor ini.

Warna Tanah
Beragam warna menunjukkan implikasi yang penting dari tanah. Warna putih menunjukkan tingginya

organisme yang bermanfaat. Organisme memainkan peranan penting dalam pembentukan tanah dan kesuburan tanaman. Organisme tanah melapukkan bahan-bahan organik dan mengembalikannya dalam bentuk humus dan membantu melepaskan hara. Oleh sebab itu, semakin banyak organisme dalam tanah, semakin banyak humus dan hara untuk tanaman. Ada 2 klasifikasi organisme dalam tanah. Pertama adalah kelompok organisme yang menghancurkan atau menyebabkan penyakit tanaman sedangkan kelompok organisme yang kedua, membantu dan mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Seperti dalam kerajaan hewan, terdapat dua hubungan dasar antara kelompok organisme ini. Yang berupa predator dan saling membantu. Satu kelompok tergantung kepada yang lain untuk dapat hidup sedangkan organisme lain harus bersaing dengan yang lain. Tetapi kita hanya akan memusatkan pada kelompok organisme yang m e m b a n t u t a n a m a n . Organisme membantu memperkaya tanah dengan melapukkan bahan-bahan organik. Melalui pelapukan, hara yang terdapat dalam badan mati atau bahan organik dari tanaman dan hewan akan diproses dan dilepaskan kembali ke tanah. Bila organisme jenis ini tidak ada, pelapukan dan penguraian hara akan lambat. Bila pelapukan terbatas, hara tidak akan dilepaskan dan tersedia dalam jumlah yang cukup yang mungkin dapat menyebabkan kematian t a n a m a n . Pengaruh menguntungkan dari organisme bagi tanah haruslah mengikuti sistem pemeliharaan dan Bersambung ke halaman 12
Wacana Organis, Edisi 2/Th.1 (Januari-Februari 2003) 7

Sifat Biologi
Tanah merupakan rumah bagi

Budidaya

Jodohkan, Hama Pun Hilang


ersatu kita teguh. Pepatah lama itu ternyata relevan dalam budidaya tanaman. Banyak jenis tanaman jika dikombinasikan dengan tanaman tertentu memberikan dampak positif. Misalnya, sawi yang ditanam dekat kubis mampu mencegah serangan ulat. Tomat yang ditumpangsarikan dengan cabai, menangkal gangguan thrips. Perpaduan ini tidak hanya mencegah serangan serangga organisme pengganggu tanaman, tetapi juga menjaga kelembaban tanah dan membantu penyerbukan. Yang pasti kombinasi itu harus memenuhi kriteria : tanaman dapat hidup berdampingan, saling menguntungkan dan hasilnya optimal. Berikut beberapa contoh perpaduan tersebut : 1. Alfalfa (Medicago sativa) Anggota kacang-kacangan ini mempunyai perakaran dalam. Akarnya mampu menghimpun zat besi, magnesium, fosfor, dan kalsium serta mengikat nitrogen. Tanaman yang tumbuh tegak ini umumnya digunakan untuk tanaman ternak. Alfalfa atau Luzerne dapat ditumpangsarikan dengan berbagai tanaman buah. Akarnya yang panjang menjaga kelembaban lahan. Ketika kemarau panjang tiba, dapat memasok kebutuhan air bagi tanaman yang ditumpangsarikan bersamanya. 2.Asparagus (Asparagus officinalis) Asparagus dan tomat sejoli i s t i m e w a . To m a t m e n c e g a h serangan kumbang (Crioceris a s p a r a g i) p a d a a s p a r a g u s . Sebaliknya, asparagus melindungi tomat dari gangguan nemotoda Trichodorus. Akar asparagus

Trubus

Tumpangsari membantu mengurangi hama dan mengoptimalkan lahan, sinar matahari dan air lebih efisien.

mengeluarkan sejenis zat yang tidak disukai nematoda penyerang akar tomat tersebut. Selain dengan tomat, asparagus pun dapat dikombinasikan dengan peterseli. 3. Bawang putih (Allium sativum) Sayuran umbi berbau menyengat ini tidak disukai tikus dan serangga. Jika ditumpangsarikan dengan wortel, serangga lalat wortel (Psila rosae) berkurang. Bawang putih juga cocok dikombinasikan dengan mawar dan tanaman buah. 4. Buncis (Phaseolus vulgaris) Kemampuannya mengikat nitrogen bisa menyuburkan tanah. Berbagai sayuran dapat dikombinasikan dengan sayuran ini. Tumpangsari dengan bit mencegah burung pemangsa daun khususnya saat bit masih muda. Kombinasi buncis dengan stroberi mempercepat masa panen. Tanaman lainnya yang cocok berteman dengan buncis adalah wortel, mentimun, kentang, labu tomat. 5.Bunga matahari (Helianthus annuus) Tumpangsarikan bunga matahari dengan mentimun, melon, dan jagung manis. Hasilnya, proses

Ppenyerbukan tanaman-tanaman itu lebih cepat. Bunga matahari sangat menarik bagi lebah yang akan membantu proses penyerbukan. Bunga matahari juga berfungsi sebagai tanaman jebakan. Kombinasi bunga matahari dengan kendang menangkal serangan kutu daun dan aphid yang biasanya menyerang kentang. Serangga lebih tertarik pada bunga matahari yang berwarna kuning ketimbang daun kentang. 6.Jagung (Zea mays) Jagung menyuburkan lahan pertanian. Tanaman yang cocok ditumpangsarikan adalah keluarga kacang-kacangan, labu, dan kentan. Tanah merambat juga dapat ditumpangsarikan dengan jagung. Bahkan mengurangi biaya produksi lantaran tanaman itu langsung dirambatkan pada jagung. 7. Kentang (Solanum tuberosum) Ta n a m a n y a n g c o c o k ditumpangsarikan dengan kentang antara lain buncis, jagung manis, kecang polong dan kubis. Kentang mengambil nitrogen dari hasil penghimpunan akar kacang polong. Kentang yang ditumpangsarikan dengan tami (Boehmeria nivea) mencegah serangan Phytophtora infestans. Sedangkan, kombinasi kentang dan buncis menangkal kumbang yang banyak menyerang buncis. 8. Tomat (Lycopercon esculentum) Tomat dan kubis merupakan 'pasangan' serasi. Aroma tak sedap dari daun tomat mencegah gangguan kupu-kupu putih dan ulat yang mengganggu kubis.***** (Sumber : Majalah Trubus)

Wacana Organis, Edisi 2/Th.1 (Januari-Februari 2003)

Budidaya

Membuat Sendiri Pestisida Alami


emakaian pestisida menimbulkan banyak masalah. Selain merusak lingkungan, juga menjadi penyebab timbulnya kanker (karsinogenik). Pilihannya, gunakan pestisida alami. Bisa dibuat sendiri, kok. Pestisida berasal dari kata pest yang berarti hama, sedangkan cide bermakna membunuh. Pestisida adalah nama lain untuk racun yang digunakan untuk membunuh penggangu tumbuhan, ternak dan sebagainya. Pemakaian pestisida berlebihan akan membawa dampak negatif terhadap lingkungan terutama kerusakan tanah. Belum lagi dampak buruknya terhadap kesehatan kita. Nah, agar hasil panen Anda lebih aman untuk dikonsumsi, sebaiknya menggunakan pestisida alami yang justru akan mendapatkan beberapa keuntungan, diantaranya : daya kerja selektif, pestisida alami tidak mempengaruhi tanaman, tapi hanya berpengaruh pada hama pengganggu, tidak meracuni hasil pertanian, musuh alami tidak ikut musnah, tidak menimbulkan kekebalan pada serangga, dan murah. Dari bahan-bahan sekitar, kita bisa membuat pestisida sendiri. Hasilnya pun tidak kalah dibandingkan pestisida kimia yang jelas-jelas merugikan, baik bagi kesehatan maupun bagi kantong kita. Bahanbahan seperti bawang putih, merica, cabai, sambiloto bisa dipakai untuk mengusir hama. Termasuk juga tanaman yang biasa kita lihat dipinggir selokan, seperti tanaman babandotan. Berikut beberapa jenis tumbuhan yang dapat digunakan sebagai pestisida alami. Nimba (Azadiracta indica) Ambil dua genggam bijinya, ditumbuk dan dicampur dengan 1liter air. Lalu, aduk sampai rata. Setelah didiamkan 12 jam, kemudian saring. Bahan tersebut merupakan bahan aktif yang penggunaanya harus ditambah dengan air sebagai pengencer.

Selain biji, daunnya juga bisa digunakan untuk pestisida. Ambil daun sebanyak 1 kg, lalu rebus dengan 5 liter air. Diamkan selama 12 jam, kemudian saring. Air saringannya merupakan bahan pestisida alami yang digunakan sebagai pengendali berbagai hama tanaman. Tembakau (Nicatium tabacum) Batang atau daunnya dapat digunakan sebagai bahan pestisida alami. Caranya rendam batang atau daun tembakau selama 3-4 hari. Setelah direbus selama 15 menit, saring dan dinginkan. Pestisida ini bisa digunakan untuk mengusir kutu daun. Tuba (Derriseleptica) Akar dan kulit kayu ditumbuk sampai hancur benar. Kemudian campur dengan air dibuat ekstrak. Campur enam sendok makan esktrak dengan 3 liter air. Bisa digunakan untuk mengendalikan berbagai jenis hama tanaman. Temu-temuan Ambil rimpangnya, kemudian tumbuk halus dicampur air urine (air seni) sapi. Kemudian diencerkan dengan perbandingan 1 : 2-6 liter. Campuran ini dapat digunakan untuk mengendalikan berbagai jenis serangga penyerang tanaman. Kucai (Allium schonaoresum) Seduh kucai dengan air mendidih, kemudian disaring dan biarkan dingin. Ramuan ini dapat mengusir pengganggu tanaman mentimun. Bawang putih (Allium sativum) Bawang putih atau bawang bombai digiling bersama cabai, tambahkan sedikit air. Diamkan sekitar 1 jam. Lalu, berikan 1 sendok makan deterjen, aduk sampai rata, setelah itu ditutup. Simpan selama 7-10 hari di tempat sejuk dan terhindar dari sinar matahari langsung. Bila ingin menggunakannya, campur ekstrak tersebut dengan air. Berguna untuk membasmi serangga.

Abu bakaran kayu Taburkan abu disekeliling akar tanaman bawang Bombay, kol atau lobak. Abu berguna mengendalikan siput, ulat grayak serta belatung berakar (root maggot). Cabai merah (Capsium annum) Jemur cabai sampai kering, kemudian gilinglah hingga menjadi tepung. Untuk menggunakannya, anda cukup menbuat tepung cabai dengan air secukupnya sebagai pengendali semut. Kemangi (Ocium sanetu) Daun kemangi dijemur hingga kering kemudian direbus sampai mendidih. Air rebusan tersebut dapat kita gunakan sebagai pestisida alami yaitu mengusir serangga. Biji Srikaya ( Anoma squamosa) Tumbuk beberapa buah biji srikaya hingga menjadi tepung. Kemudian campur dengan air secukupnya. Ramuan ini dapat mengusir apit, semut, dan hama lain yang menyerang tanaman. Selain berasal dari rempahrempah dan dedaunan, kita bisa memantaatkan buah-buahan busuk sebagai pestisida Effectives Microorganismes (EM) . Ambil buah-buahan busuk kirakira 4 buah (5 kg) untuk diperas atau diparut hingga halus dan disaring untuk diambil sarinya. Siapkan juga kg bawang putih yang sudah dihaluskan. Campur keduanya dan t a m b a h k a n a i r t a p e ketan/cuka/alkohol sebanyak 10 sendok makan. Ditambahkan air bekas cucian beras 1 liter dan 1 ons gula pasir. Masukkan cairan kedalam botol diperam ditempat yang terhindar dari sinar matahari langsung selama 2 minggu. Untuk menggunakannya larutan itu dicampur air dengan perbandingan 10 sendok makan EM : 10 liter air. (Sambungan ke halaman 16)
Wacana Organis, Edisi 2/Th.1 (Januari-Februari 2003) 9

Kisah

DAUN BAMBU-PUN PINDAH KE SAWAH


Studi Kasus tentang Upaya Petani Dusun Waru Desa Pengkol, Kecamatan Klego Boyolali, dalam Menggantikan Pupuk Kimia dengan Pupuk Organik
erkembangan teknologi pertanian selama ini dapat memberikan andil besar dalam peningkatan produksi pertanian. Namun saat ini, diketahui bahwa penggunaan pupuk kimia mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, menyebabkan biaya usaha tani semakin tinggi dan juga berdampak pada kesuburan tanah. Laporan ini mendeskripsikan pengalaman Kelompok Tani Subur Makmur, Dukuh Waru, Desa Pengkol, Kecamatan Klego, Kabupaten Boyolali dalam menggunakan pupuk kompos sebagai pupuk alternatif pengganti pupuk kimia. Kelompok tani ini dipilih karena kelompok ini sudah melakukan proses belajar di lapangan selama 3 tahun, yang meliputi pemahaman teknik budidaya tanaman maupun pemakaian kompos. Sehingga efisiensi kompos di tingkat usaha tani sudah dapat diukur. Penelitian dilakukan dari bulan Juli Nopember 2002. dengan melakukan pengamatan, wawancara dan diskusi kelompok dengan individu dan kelompok. Program pertanian berkelanjutan, kerjasama World Education dengan LPTP, memberikan konstribusi positif terhadap petani, diantaranya: peningkatan keterampilan dan pengetahuan yang mendorong perubahan sikap dalam melakukan usaha tani. Salah satu contoh dari kreativitas petani dengan melakukan pengurangan biaya produksi, terutama pupuk kimia. Caranya mengoptimalkan penggunaan pupuk kompos sebagai pupuk alternatif. Penggunaan pupuk kandang bisa meningkatkan efisiensi usaha tani, khususnya mengurangi biaya pupuk sebesar 21-38%. Kondisi Pertanian Dukuh Waru Sebelum Revolusi Hijau Warga Dukuh Waru pada tahun 1950 masih mengelola pertanian
10 Wacana Organis, Edisi 2/Th.1 (Januari-Februari 2003)

dengan cara-cara tradisional dan sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kebudayaan lokal. Petani pada saat itu selalu melestarikan beberapa jenis varietas lokal (Sempol, Serung, Rening, Cempo Wungkal, Grentel, Ketan Merah) yang rata-rata memiliki umur 8-9 bulan agar tidak mengalami kesulitan benih pada musim berikutnya. Petani hanya menanam padi setahun sekali. Sedangkan pupuk yang dipergunakan hanya pupuk kandang, dedaunan kering dan limbah pertanian yang lainnya. Sedangkan pupuk kimia maupun pestisida belum dipergunakan dan bahkan belum dikenal. Dengan hanya mengandalkan pupuk kandang pada saat itu, tanaman sudah tumbuh subur dan bahkan tanaman padi sering roboh karena terlalu subur. Peran perempuan amat penting terutama saat pengolahan dan pasca panen. Saat itu, petani Dukuh Waru telah memiliki forum rembuk untuk menyepakati waktu pengolahan tanah, waktu tanam, sampai dengan jenis padi yang akan ditanam. Kondisi Pertanian Dukuh Waru Saat Revolusi Hijau Kemunculan pupuk DS (dasar) pada tahun 1954 (pupuknya mirip tepung dan berwarna coklat) merupakan input dari luar yang pertama kali. Mulai saat itu petani mulai mencoba menggunakan pupuk kandang ditambah dengan pupuk DS tersebut. Program Revolusi Hijau memberikan pengaruh yang besar terhadap pola pertanian Dukuh Waru. Awalnya belum semua petani mau menerima kehadiran pupuk urea tersebut dan verietas unggul (PB 5 dan PB 8). Lalu, peran aparat pemerintah/ pamong (desa dan kecamatan) mempromosikan pupuk tersebut dengan cara membuat demplot/ ujicoba di lahan bengkok di beberapa tempat dalam wilayah Desa

Pengkol. Demplot tersebut membuahkan hasil yang cukup baik, dimana varietas padi sentral yang ditanam menghasilkan produksi lebih tinggi. Akhirnya, dari situ mulai beberapa petani Dukuh Waru mulai mencoba pupuk urea beserta varietas padi. Pengaruh yang ditimbulkan dari penerapan padi sentral dan pupuk urea ini berupa hilangnya jenis padi lokal karena digantikan oleh varietas baru yang memiliki banyak kelebihan, diantaranya adalah: umur pendek dan produksi tinggi; penggunaan pupuk kandang mengalami penurunan karena pupuk urea dapat dipergunakan dengan lebih praktis dan hasilnya bisa segera dilihat oleh si pemakai; banyak tenaga kerja yang tidak terpakai, karena kegiatan usaha tani telah menggunakan alat-alat yang lebih maju dan praktis, misalnya; bajak dengan traktor, pemanenan menggunakan sabit, perontokan telah menggunakan mesin dan penggilingan padi pun sudah menggunakan mesin juga; terjadi penanaman padi setahun 2-3 kali; tidak terpakainya alat-alat pertanian tradisional, seperti halnya: ani-ani, alat penumbuk padi, dll; hilangnya kebiasaan tradisional untuk mengendalikan hama, penyakit maupun gulma, karena telah digantikan oleh pestisida (racun pamungkas) seperti: endrin, DDT, Thiodan, dll., serta herbisida sebagai pembasmi rumput Sekolah Lapangan Menjawab Masalah Hama Penggerek Batang dan Tikus Dari penggalian masalah yang dilakukan pada awal Program pertanian berkelanjutan, salah satu nya mengenai permasalahan tanah yang semakin kritis karena pH tanah berkisar antara 4 sampai 5 dan banyak mengandung zat besi. Sehingga petani mengatakan bahwa tanaman padi tidak bisa tumbuh

Kisah
Nnormal, menguning kerdil (asemasemen). Masalah selanjutnya mengenai adanya serangan penggerek batang dan serangan tikus, serta penggunaan pupuk kimia yang selalu mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Berangkat dari hal-hal tersebut, pada tahun 1988 dibuat sekolah lapangan (SL). Permasalah pertama yang dipecahkan adalah hama penggerek batang padi dan tikus melalui pengorganisasian h a m p a r a n . K e g i a t a n pengorganisasian hamparan ini melibatkan Dukuh Bongkol, Dukuh Mojosari dan Dukuh Waru. Dengan keterlibatan ke tiga dukuh tersebut memberikan dampak positif pada kelompok hamparan, karena selain dapat menyelesaikan persoalan penggerek batang dan tikus, juga melahirkan forum bersama yang berjalan dengan baik yang tidak hanya membahas persoalan pertanian tetapi juga membahas pembangunan desa. Belajar Kompos Untuk Memecahkan Masalah Kesuburan tanah Setelah proses belajar selama 1 musim, maka kegiatan berikutnya adalah melakukan uji coba. Sebagai contoh, untuk mengetahui jarak tanam padi yang baik dan cocok, petani melakukan proses ujicoba, akhirnya hasil menunjukan bahwa jarak 20 cm X 20 cm sementara dipilih sebagai jarak tanam yang baik. Untuk menjawab persoalan tanah, petani belajar bersama tentang kompos dengan praktek langsung. Semula petani ragu untuk menggunakan kompos di lahannya. Namun setelah mengikuti proses belajar khusus untuk kompos selama 3 tahun, akhirnya 15 petani lambat laun mulai menggunakan kompos dan mengurangi penggunaan pupuk kimia. Ujicoba yang dilakukan memberikan hasil yang memuaskan, sehingga banyak petani lain menjadi tertarik. Pada saat dilakukan penelitian ini hampir seluruh warga Dukuh Waru telah menggunakan kompos. Perkembangan Teknologi Kompos Teknologi kompos memang sangat diharapkan karena selama Iini sebagian besar petani sangat tergantung dengan sarana produksi pertanian buatan pabrik. Selain mahal, bahan kimia menimbulkan dampak yang kurang baik terhadap lingkungan, baik bagi ekosistem sawah maupun kesehatan manusia. Teknologi kompos dipilih sebagai alternatif untuk memecahkan persoalan tanah. Adalah kebiasaan petani memberikan pupuk kompos secara turun temurun, meskipun mereka tidak mengenal istilah kompos atau pupuk organik. Misalnya Mbah Kasemo, ketika ia ditanya apakah pernah menggunakan pupuk organik?. Jawabnya,saya belum tahu apa itu dan saya belum pernah diajari tentang organik. Namun sudah lama saya menggunakan pupuk kandang. Pengadaan pupuk organik pada saat itu cukup sederhana, yaitu dengan cara membawa kotoran ternak dan langsung ditaburkan di sawah. Mulanya, program mengajak petani Dukuh Waru untuk belajar bersama tentang kompos dan manfaatnya bagi tanah dan tanaman mengacu pada pengalaman yang telah dimiliki oleh petani. Beberapa petani mengatakan pupuk kandang, yang kandungannya tunggal, ternyata menyebabkan pertumbuhan tanaman terlalu subur sehingga sangat disukai oleh hama tikus maupun wereng. Program lebih mengutamakan bahanbahan potensial di wilayah tersebut. Bahan pembuatan terdiri dari bahan dasar dan bahan tambahan. Bahan dasar, merupakan bahan-bahan penyususun kompos yang diperlukan dalam jumlah besar dan tersedia di wilayah setempat, seperti jerami, kotoran ternak, abu sekam, dan limbah-limbah pertanian yang lain. Sedangkan bahan tambahan seperti kapur, bakteri, starbio dan daun bamboo berasal dari beberapa sumber dari hasil tukar pengalaman antar dan sesama petani, melalui forum kecamatan maupun studi banding. Saat ini petani telah dapat memperbanyak bakteri yang berfungsi sebagai starter pelapukan pada proses pembuatan kompos. Praktek pembuatan kompos dengan menggunakan bakteri memerlukan waktu selama 10 sampai 20 hari. Sedangkan pembuatan kompos tanpa bakteri memerlukan waktu 1 sampai 6 Bulan. Saat ini petani sudah dapat menggantikan starbio produksi pabrik yang mahal. Penggunakan kompos tidak langsung memberikan hasil yang bagus, tanaman padi mereka masih kuning dan kerdil. Dugaannya karena rendahnya pH tanah, yang belum bisa diselesaikan hanya dengan menggunakan kompos. Lalu ada usulan dari petani untuk penambahan kapur dalam pembuatan kompos. Menurut Pak Parman, kapur dipergunakan dalam pembuatan kompos apabila lahan yang ditanami menunjukan gejala asem-asemen. Sebaliknya, jika lahan sudah baik maka penggunaan kapur dalam pengomposan dapat dikurangi atau tidak sama sekali. Menurut Pak Partin, bila kompos akan digunakan pada musim kemarau, maka kapur tidak perlu diberikan, karena tanah sudah terjemur cukup lama dan tanaman sudah baik. Berawal dari informasi salah satu petani dari desa lain, sesama peserta SL, bahwa daun bambu banyak mengandung unsur P dan K. Kedua unsur ini menurut yang bersangkutan sangat berguna bagi perbaikan struktur tanah dan pertumbuhan tanaman. Petani tersebut telah mencobanya di lahan sendiri. Dengan menambahkan daun bambu kering ke lahan sawah, ia tidak perlu lagi menggunakan pupuk P dan K. Dengan demikian petani tersebut tidak lagi menggunakan pupuk kimia sama sekali setelah memakai kompos ditambah dengan daun bambu kering. Mbah Wiro dan Pak Mulyadi mencoba pengalaman tersebut di lahan mereka. Ternyata dari hasil percobaan terbukti bahwa kesuburan dan produksi padi yang dipupuk dengan P dan K kimia tidak berbeda dengan padi yang hanya diberikan daun bambu kering. Mulai saat itu daun bambu yang semula hanya dibakar dan dibiarkan berserakan di kebun tegalan sekarang seperti menjadi barang berharga dan selalu mendapat perhatian bagi semua orang di Waru.

Sambungan Ke Halaman 14
Wacana Organis, Edisi 2/Th.1 (Januari-Februari 2003) 11

Mutu

Pengujian Sederhana Kualitas Tanah


tanah di lahan anda dengan menggunakan parameter kualitas tanah berikut : Adanya cacing tanah. Tanah dengan cacing tanah berarti tanahnya 7 kali lebih tinggi nitrogen, 15 kali lebih tinggi pospor, dan 11 kali lebih tinggi k a n d u n g a n kalium/potassium. Penyerapan air. Tanah yang jelek dan kering menyerap air dengan buruk sedangkan tanah yang baik menyerap dan mengikat air dengan baik. Beragam gulma. Banyaknya spesies gulma menunjukkan buruknya kualitas tanah. Keragaman tanaman dan gulma menunjukkan kondisi tanah yang disukai.

Periksa

Gejala kekurangan unsur-unsur. Tanaman bila kekurangan nutrisi akan terlihat gejala berikut :

1. Kekurangan nitrogen (N) : tanaman menjadi kuning dan tipis dan kerdil karenan tidak cukup klorofil. 2. Kekurangan pospor (P) : Batang tanaman kecil daribiasa, daun menjadi merah ungu. 3. Kekurangan potassium (K) : Ujung daun kekuningan, kemudian menjadi doklat dan terpelintir secara memanjang. 4 . Kekurangan Magnesium (Mg) Daun dewasa menjadi kuning mulai dari bawah ke atas. 5. Kekurangan sulfur (S) Daun menjadi kuning dari atas ke bawah (kebalikan dari magnesium).***
Sumber : Alternatif Pengendalian Hama Manual Pelatihan Untuk Tanaman Padi. Kerja bareng : PAN Indonesia, Sibat, RRAFA, PAN Asia Pasific. 2001.

Tanah yang Hidup, Sifat dan Bentuknya


pengaturan bagi pertumbuhan dan perkembangan mereka. Ini dapat dilakukan dengan tambahan bahanbahan organik seperti manur hewan, daun dan cabang serta melalui penanaman pohon dan tanaman kacang-kacangan. Pembajakan tanah dan pengaturan air yang cukup juga penting. Yang penting adalah tanah ditata dengan baik utuk mereka dapat tumbuh dan berkembang biak. Ini merupakan dasar untuk menjamin cukupnya penyediaan makanan (bahan organik), air, udara dan temperatur yang tepat untuk mereka.

Sambungan halaman 7

Jenis organisme dalam


Cacing. Cacing adalah pahlawan dalam tanah. Mereka membuat jejak dalam tanah, yang memperbaiki aerasi atau sirkulasi udara dengan bagus. Manur atau kotoran cacing sangat bergizi untuk tanah. Keberadaannya menunjukkan kesuburan tanah yang bagus. Jamur. Adalah mikroorganisme yang tidak dapat menciptakan atau memproduksi makanannya sendiri. Namun, ia menggunakan trace element dan air yang ada dalam bahan organik dalam proses pelapukan khususnya makan pada jaringan hidup.

Setelah berkembang, nutrisi yang ada dalam tubuhnya diserap oleh tanaman melalui akar. Bakteri. Membantu dalam pelapukan bahan-bahan organik. Alga adalah tanaman yang paling rendah kelasnya, yang bersifat fotosintesis dan umumnya terdapat di permukaan tanah. Alga biru hijau dapat mengikat nitrogen udara, yang akan mempertinggi tingkat nitrogen tanah.****
Sumber : Alternatif Pengendalian Hama Manual Pelatihan Untuk Tanaman Padi. Kerja bareng : PAN Indonesia, Sibat, RRAFA, PAN Asia Pasific. 2001.

12 Wacana Organis, Edisi 2/Th.1 (Januari-Februari 2003)

Pustaka

PO, Menuju Pertanian Alternatif dan Berkelanjutan


Judul : Pertanian Organik Menuju Pertanian alternatif dan Berkelanjutan. Penulis : Prof.Dr. Rachman Sutanto, M.Sc Penerbit : Kanisius Cetakan : I, 2002
pakar bidang pertanian untuk mencari teknologi alternatif dalam mencukupi kebutuhan pangan dengan kualitas baik dan menyehatkan, tetapi tidak menimbulkan kerusakan lingkungan. Kepedulian u t k a n t e r s e b u t dilanj deng a n mel aks Penggunaan pupuk hijau, pupuk hayati, peningkatan biomassa, penyiapan kompos yang diperkaya dan pelaksanaan pengendalian hama dan penyakit secara hayati diharapkan mampu memperbaiki kesehatan tanah sehingga hasil tanaman dapat ditingkatkan, tetapi aman dan menyehatkan manusia yang mengosumsinya. Sebenarnya PO ini sudah menjadi kearifan/pengetahuan tradisional (indigenous knowledge) yang membudaya di kalangan kaum tani di Indonesia. Namun taknologi pertanian organik ini mulai ditinggalkan oleh petani ketika teknologi intensifikasi yang mengandalkan bahan agrokimia diterapkan di bidang pertanian. Setelah muncul persoalan dampak lingkungan akibat penggunaan bahan kimia di bidang pertanian, teknologi PO yang akrab lingkungan dan menghasilkan pangan yang sehat mulai diperhatikan kembali. ana kan usaha-usaha yang terbaik untuk menghasilkan pangan tanpa menyebabkan terjadiinya kerusakan sumber daya tanah, air, dan udara. Salah satu usaha yang telah dirintis adalah pengembangan pertanian organik (PO) yang akrab lingkungan dan menghasilkan pangan yang sehat (bebas dari obat-obatan dan zat aktif kimia yang mematikan). Banyak pakar pertanian dan LSM internasional berusaha mengembangakan pertanian alternatif yang bertujuan untuk merehabilitasi kondisi tanah yang sakit. Salah satu usaha mengingkatkan kesehatan tanah adalah membangun kesuburan tanah yang dilaksanakan dengan cara meningkatkan kandungan bahan organik melalui kearifan tradisional, atau menggunakan masukan dari dalam usaha tani (on farm inputs) itu sendiri. Buku ini disusun dengan tujuan untuk memberikan wawasan dalam mengembangkan teknologi PO, baik untuk tanaman pangan maupun perkebunan di Indonesia.******

Dalam kurun waktu 30 tahun terakhir, negara-negara industri mulai berpendapat bahwa paketpaket pertanian modern yang memberikan hasil panen yag tinggi ternyata menimbulkan dampak terhadap lingkungan. Paket pertanian modern yang dimaksud termasuk penggunaan varietas unggul berproduksi tinggi, pestisida kimia, pupuk kimia/sintetis dan penggunaan mesin-mesin pertanian untuk mengolah tanah dan memanen hasil. Dampak yang ditimbulkan oleh pertanian modern pertama kali diungkapkan oleh pakar biologi Rachel Carson (1962), ujarnya, pestisida kimia selalu bersifat racun pada organisme lain bukan target/bukan penggangu tanaman. Semenjak itu, resiko penggunaan bahan kimia pertanian mulai mendapatkan perhatian dari pakar lingkungan, disamping mulai muncul masalah-masalah lingkungan lainnya akibat penggunaan paket pertanian modern ini. Dalam 25 tahun mendatang kebutuhan pangan akan semakin meningkat sejalan dengan meningkatnya penduduk Indonesia. Dengan demikian kebutuhan masukan teknologi tinggi berupa pupuk makin meningkat, begitu juga kebutuhan akan pestisida akan lebih besar daripada yang diperlukan sekarang. Dengan makin meningkatnya masukan kebutuhan energi, maka biaya produksi yang diperlukan akan makin meningkat. Hal ini merupakan tantangan para

BIOCert dan Organis Redaksi Wacana Mengucapkan : 1 Syawal 1423 H Selamat Idul Fitri n Maaf Lahir Bathi Dan 2002 Selamat Hari Natal Tahun Baru 2003

Wacana Organis, Edisi 2/Th.1 (Januari-Februari 2003)

13

DAUN BAMBU-PUN PINDAH KE SAWAH


Di kebun bambu milik petani, daun bambu yang ada terkumpul di salah satu lubang yang sengaja dibuat untuk penampungan. Selain itu, meskipun sawah dalam kondisi bero (habis panen), terlihat banyak daun bambu yang terikat dengan rapi dan ditaruh berjajar di sawah. Pada perkembangannya masingmasing petani memiliki teknik pembuatan kompos sendiri-sendiri; misalnya: Mbah Mulyadi, lebih suka membuat kompos di dalam kandang sapi. Alasannya daun bambu plus bahan dasar yang lain terlebih dulu digunakan sebagai alas tidur sapinya sehingga akan bercampur dengan urin sapi yang membantu mempercepat pelapukan. Setiap pagi hari, yang bersangkutan sambil membersihkan kandang sapinya, is mengumpulkan alas tidur sapi tersebut menjadi satu. Hasilnya akan lebih jos katanya. Sementara pengalaman Mbah Wiro: diawali memotong-motong jerami sebagai bahan dasar sebelum dicampur dengan bahan dasar yang lainnya dengan maksud untuk mempermudah pengelolaan dan mempercepat proses pelapukkan. Cara ini memerlukan banyak tenaga. Bagi petani yang tidak mempunyai ternak, seperti pak Parman, mencukupi kebutuhan pupuk kandangnya dengan kerjasama dengan petani yang memiliki ternak. Bentuk kerjasamanya , Pak Parman bersedia membuatkan kompos dengan bahan dasar yang ada (kotoran ternak) dan hasil komposnya dibagi dua. Model ini sudah menjadi kesepakatan tidak tertulis antara petani yang mempunyai ternak dan yang tidak memiliki ternak. Selain dari 3 contoh teknik pembuatan kompos oleh petani, kebanyakan petani yang membuat kompos langsung di sawah karena pengangkutannya mudah. Dari analisis 3 petani yang diwawancarai didapatkan data efisiensi biaya pupuk berkisar 2138%. Penghematan ini karena pupuk kandang dan bahan kompos yang lain tidak membeli. Semuanya diambil dari ternak/kebunnya sendiri. Biaya kompos dihitung dengan mengandaikan apabila mereka mengupah orang untuk mengangkut kompos tersebut dari rumah ke sawah. Biaya angkutnya sebesar Rp 1000 tiap pikulnya (per pikul rata-rata = 10 kg.). Padahal biasanya mereka mengangkut pupuk tersebut sebagai cangkingan (sambilan) apabila mereka akan ke sawah untuk mencari pakan ternak, atau waktu mereka akan berangkat ke lahan. Sehingga secara tidak langsung mereka menghemat biaya atau tenaga produksi. Sekarang ini saya merasa lebih ringan dalam bertani. Sebab saya tidak lagi tergantung dengan pupuk kimia kata Pak Parjono. Memang pupuk kimia, khususnya urea, saat ini masih kita gunakan. Tetapi dalam jumlah yang sangat sedikit, kurang lebih 10 kg. Penggunaannya pun sangat tergantung dengan pertumbuhan tanaman dan tingkat serangan hama. Seandainya tidak terjadi serangan maka urea tersebut tidak digunakan. tambah Mbah Wiro. Terjadi peningkatan pendapatan setelah mereka mengikuti program Sekolah Lapangan dan menggunakan kompos. Perbedaan keuntungan disebabkan karena biaya penggunaan benih yang lebih sedikit, tidak ada biaya pengendalian dan efisiensi biaya pupuk. Kini banyak penebas padi menanyakan jenis pupuk yang digunakan, karena gabah yang dihasilkan sangat bernas atau padat dan berisi. Mbah Mulyadi memberikan contoh tanaman padi miliknya: Ya sawah yang ada di samping lahan saya 1 patok ditawar orang 800 ribu rupiah. Sedangkan di lahan saya ditawar dengan harga 1 juta rupiah untuk satu patok. Ini khan perbedaan y a n g c u k u p m e n g e j u t k a n . Perbedaan harga ini mengntungkan petani. Artinya penghasilan mereka meningkat. Ya jelas to dari segi uang Saja meningkat Rp.200 ribu tambah Mbah Mulyadi. Penuturan Mbah Kasemo, Untuk luas lahan 900m 2, penebas berani membeli seharga

Sambungan halaman 11

Rp. 500 ribu, biasanya hanya ditawar Rp 360 ribu saja. Penggunaan kompos dapat mengurangi biaya dan waktu penyiangan karena tanah menjadi gembur, sehingga rumput lebih gampang dicabut. Ekologi Dalam sumbangannya terhadap perbaikan ekologi, kompos berperan dalam perbaikan : - Tanah. seperti tanah dapat menahan air lebih lama. Beda dengan tanah yang sudah biasa menggunakan pupuk kimia, tidak ada hujan selama seminggu saja tanah sudah mulai keras dan susah sekali untuk diolah. Tetapi jika tanah memakai kompos, meskipun tidak ada hujan satu minggu masih mudah diolah. Karena tanah masih basah dan gembur. Selain itu tanah tidak lengket dan berwarna hitam. Apalagi jika bahan komposnya ditambah dengan daun bambu, tanah lebih mudah diolah. - Tanaman. Tanaman padi yang menggunakan pupuk kimia, warna gabah kuning kusut, daun cepat kering, dangkel (tunggul) padi menjadi cepat kering dan jerami berwarna kusam dan bekatul rasanya pahit dan tidak enak dimakan. Jika dipupuk kompos, daun awet hijau, dangkel mengandung air dan sehat, warna gabah kuning terang, jerami coklat mengkilat. Padi yang dipupuk kompos, bekatulnya rasanya manis. Satu kali memupuk dengan kompos bisa dapat panen dua kali. Malah justru panen pada musim kedua hasilnya akan lebih baik. Sebab kompos bisa berfungsi jangka panjang. - Hama dan Penyakit. Penggunaan kompos ternyata dapat mengurangi serangan hama maupun penyakit. Menurut Pak Parjono dan Mbah Kasemo, tanaman yang dipupuk dengan kompos justru tidak terserang hama maupun penyakit. Sedangkan sawah yang menggunakan pupuk kimia justru terserang hama. Lagi menurut mereka, tanaman yang dipupuk dengan kompos batangnya menjadi kuat dan pertumbuhan daun pun Bersambung ke halaman 15

Manfaat Kompos
Menurut mereka yang telah memanfaatkan kompos selama tiga tahun, kompos bermanfaat bagi: Lebih Hemat dan Lebih Untung Penggunaan kompos dapat meningkatkan efisiensi usaha tani.
14 Wacana Organis, Edisi 2/Th.1 (Januari-Februari 2003)

Pasar

Pemasaran Produk Organik Dunia mencapai $26 Milyar


asar dunia untuk pangan organik diperkirakan berkembang dari sebesar 23% dalam tahun 2001 atau sebesar US $26 milyar menjadi mendekati $80 milyar di tahun 2008. Demikian yang dikatakan oleh Amarjit Sahota, pendiri Organic Monitor. Tahun ini, pertumbuhan pasar tertinggi terdapat di Eropa. Untuk pasar Jerman, Italia, Perancis dan Inggris dalam periode ketiga tahun 2001 sebesar nilainya $12 milyar. Disemua negara ini kecuali Inggris, pertumbuhan yang tinggi dalam pasar disebabkan karena perubahan cara pemasaran dari pasar khusus ke saluran pasar mainstream. Masuknya produk organic ke berbagai supermarket, memperluas ketersediaan pangan organik yang bergandengan dengan tumbuhnya kesadaran konsumen terhadap produk yang sehat dan alami. Ini mempengaruhi nilai penjualan produk organik.

Pasar produk organic di Amerika serikat (AS) juga menunjukkan pertumbuhan yang tinggi di tahun 2001 dengan nilai $9,7 milyar. Pasar AS dan Kanada telah mengenal standar nasional untuk produksi pangan organik pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan yang tinggi ini diperkirakan karena kesadaran konsumen terhadap keterkaitan pangan organic dengan kesehatan dan kelestarian alam di wilayahnya. Jepang merupakan pasar ketiga pangan organik setelah Uni Eropa dan AS, dan tercatat sebagai pasar terbesar di Asia. Pertumbuhan pasar organik juga terdapat di Singapura, Hong Kong dan Taiwan, biarpun pasar-pasar di negara ini lebih kecil dari pasar Jepang. Sebagian besar lahan pertanian organik (PO) dunia berada di Kawasan Oceania, seluas 7.6 juta hektar dan sebagian besar untuk tujuan ekspor. Sementara pemasaran produk organic di kawasan ini mencapai $190 juta.
Sambungan halaman 15

Sahota memperkirakan pengingkatan terbesar luas lahan organik akan terdapat di negara berkembang. Perkembangan ini disebabkan karena memandang PO sebagai salah satu bentuk yang dapat dijalankan dari pertanian berkelanjutan, selain karena keuntungan ekonomi dari produksi PO. Industri pangan organik diperkirakan mengalami pertumbuhan yang tinggi pada tahun mendatang, biarpun dihadapkan pada berbagai tantangan. Kata Sahota, tantangan utama yang dihadapi industri adalah permasalahan sertifikasi, mencegah praktek bisnis yang curang, melindungi petani dengan harga premium, mendukung peraturan pemerintah bagi perkembangan industri.***
Sumber : www.organicmonitor.com, 6 November 2002

DAUN BAMBU-PUN PINDAH KE SAWAH


tidak begitu subur dan berwarna hijau muda. Sehingga hama (tikus, wereng dan ulat daun) maupun penyakit enggan menyerang. Tetapi sebaliknya jika dipupuk kimia terutama pupuk yang mengandung N maka batang tanaman menjadi lunak (empuk) dan pertumbuhan daun begitu cepat subur dan berwarna hijau kebiruan). Hal ini menjadi faktor rangsangan bagi hama dan penyakit untuk menyerang. Produksi Belum semua petani menghitung secara lebih rinci usaha tani yang mereka lakukan, tetapi berdasarkan pengalaman, bobot padi yang dipupuk dengan kompos lebih berat sekitar 5% di atas produksi padi yang menggunakan pupuk kimia

Penggunaan kompos berupa ketersediaan kompos dalam jumlah banyak, mutu kompos perlu ditingkatkan, biaya transportasi untuk mengangkut kompos dari rumah ke sawah, dan ketersediaan waktu petani yang relatif sedikit. Pengalaman petani dari Dukuh Waru memberikan alternatif dalam memecahkan persoalan tersebut. Mereka belajar bagaimana memecahkan persoalan tersebut di atas. Mereka belajar bagaimana membawa kompos dan bahan organik sebanyak mungkin ke sawah tanpa perlu menambah jam kerja. Petani Dukuh Waru membawa daun bambu dan kotoran hewan ketika berangkat ke sawah sehari 2 kali. Dan itu dilakukan oleh perempuan maupun laki-laki dengan cara dipikul maupun digendong, ada juga yang menggunakan gerobak dorong. Mbah Wiro membuat kompos jadi hanya untuk digunakan pada saat awal musim saja. Selebihnya bahanbahan organic, seperti daun bambu,dibawa ke sawah pada saat musim kemarau. Daun bambu dan bahan-bahan organic tersebut akan lapuk karena sinar matahari di sawah. Sehingga pada musim hujan Sambungan ke halaman 16
Wacana Organis, Edisi 2/Th.1 (Januari-Februari 2003) 15

(Petani kebanyakan hanya menggunakan pupuk urea saja). Dari segi pengisian malai, padi yang dipupuk kompos bisa berisi penuh dari pangkal malai sampai ujung malai, sehingga biji hampa relatif sedikit. Tanaman yang dipupuk kompos, daun benderanya tidak cepat kering, sehingga pengisian bisa penuh. Biji muda atau yang masih kelihatan hijau, dari padi yang menggunakan kompos, jika dijemur biji tersebut bisa mengeras. Tetapi biji muda perlakuan kimia jika dijemur maka biji tersebut tetap saja gepeng (tidak berisi). Gabah dari perlakuan kompos tidak mudah patah kalau digiling. Butiran gabah hasil perlakuan kompos jika dijemur berwarna kuning cerah, dan rasa nasi yang kas yaitu manis dan pulen. Berinovasi Mengatasi Kesulitan Persoalan yang dihadapi petani dalam

Pasar

39 % Konsumen AS Memilih Pangan Organik


Trend Konsumen Organik tahun 2002 yang diterbitkan oleh The Natural Marketing Institute (NMI) and SPINS, San Francisco Amerika Serikat (AS) menyatakan bahwa 39% penduduk AS atau lebih dari 40 juta rumah tangga menggunakan produk organik dengan nilai penjualan sebesar $ 6.9 milyar untuk pangan dan minuman organic. Laporan tersebut juga memperkenalkan segmen-segmen konsumen organik, dengan membandingkan pola dari sikap, perlakuan dan pembelian utama dari masing-masing segmen tersebut.
Sambungan hal 9

Laporan

Tiga segmen konsumen organik di AS ditentukan dalam tiga kategori : Kelompok Organik, yang memegang teguh sikap terhadap keorganikan pangan dan mengosumsi pangan organik lebih dari sekali dalam sehari. Jumlah kelompok ini sebesar 37 % dari semua konsumen organik. Kelompok Menengah adalah kelompok yang mewakilkan 39% dari semua konsumen organik dan mengonsumsi pangan organik paling sedikit seminggu sekali.

Terakhir adalah kelompok yang mengosumsi pangan organik sesekali saja. Jumlah kelompok ini sebesar 24 % dari seluruh konsumen organik. Steve French, Managing Partner NMI, mengatakan lebih sedikit dari setengah konsumen organik di AS yang memahami mengapa memilih produk organik. Pemasar produk organik perlu mengambil tanggung jawab untuk mengomunikasikan manfaat penting dari produk organik kepada konsumen, ujar French.***
(Sumber: Supermarket News http://www.supermarketnews.com/ViewStori es.cfm#3903)

Sambungan hal 15

Membuat Sendiri Pestisida Alami


Selain bertindak sebagai pestisida, EM dapat berfungsi sebagai pupuk tanaman. Oleh karena teridir dari mikroorganisme nabati alami, larutan ini hanya bertahan selama 3 bulan. Cara pemakaiannya cukup mudah. Apabila terdapat tanda-tanda serangan hama, larutan EM yang sudah dicampur dengan air disemprotkan langsung pada tanaman.***
Sumber : Tabloid Nova No. 746/XV- 20 Oktober 2002

DAUN BAMBU-PUN PINDAH KE SAWAH


tiba, sudah siap menjadi kompos. Kompos diperlukan untuk memacu pertumbuhan awal tanaman. Persoalan jumlah mereka atasi dengan menggunakan daun bambu dan seresah tanaman lainnya. Persoalan biaya pengangkutan mereka atasi dengan mengangkutnya sepanjang musim kemarau, dimana petani tidak banyak pekerjaan. Sedangkan mengenai persoalan banyaknya tenaga pembuatan, diatasi dengan cara membuat sedikit saja, hanya untuk starter.***
Sumber : Ir. Sutoyo. Studi Kasus tentang Upaya Petani Dusun Waru Desa Pengkol, Kecamatan Klego Boyolali, dalam Menggantikan Pupuk Kimia dengan Pupuk Organik. World Education-Indonesia, O k t o b e r 2 0 0 2

Kebebasan adalah kemungkinan untuk meragukan, kemungkinan berbuat kesalahan, kemungkinan mencari dan mencoba kemungkinan mengatakan tidak kepada otoritas apapun-sastra, seni, filsafat, keagaamaan, sosial dan bahkan politik.
Ignazio Silone, Sastrawan 1900-1978

Waktu ibarat garis linear. 2002,2003, 2004,..dst. Tidak Masalah berapa panjang kita lalui garis linear tersebut. Masalahnya adalah mengapa dan dengan apa kita warnai garis linear tersebut.
(Anonim)

Wacana Organis diterbitkan oleh BIOCert (Board of Indonesian Organic Certification) atau Lembaga Penjamin Pertanian Organik Indonesia, sebuah perkumpulan yang memiliki kekuatan hukum yang dibentuk oleh sejumlah LSM, organisasi tani, akademisi di bidang Pertanian Organik di Indonesia, bertujuan demi terlindunginya petani kecil dari sistem yang menindas, terjaganya keseimbangan ekologi, berkeadilan sosial dan terjaminnya proses dan produk pertanian organik dengan keberpihakan prinsip kepada petani, kesetaraan, demokratis, transparansi, menghargai kearifan lokal, independen, akuntabilitas. Buletin dwi bulanan ini merupakan media komunikasi mengenai pertanian organik yang berprinsip pada nilai-nilai yang dianut oleh BIOCERT. Penerbitan buletin ini difasilitasi oleh OXFAM GB Indonesia Office. Fasilitator tidak bertanggungjawab terhadap materi buletin ini.

16 Wacana Organis, Edisi 2/Th.1 (Januari-Februari 2003)