Anda di halaman 1dari 36

Pengkajian Sis Imun

Riwayat kesehatan Sekarang Keluhan umum yang dialami oleh pasien yang mengalami gangguan imunologi termasuk diantaranya fatigue atau kekurangan energi, kepala terasa ringan, sering mengalami memar, dan penyembuhan luka yang lambat. Ajukan pertanyaan untuk mendapatkan informasi yang lebih detail tentang penyakit pasien

Tanyakan?
Apakah anda menyadari adanya pembesaran nodus limph? Apakah anda pernah mengalami kelemahan atau nyeri sendi? Jika iya, Kapan anda pertama kali merasakan keluhan tersebut? Apakah hal itu menimpa sebagain dari tubuh anda atau keduanya? Pernahkah dalam waktu dekat ini anda menderita rash, perdarahan abnormal, atau slow healing sore? Pernahkah anda mengalami gangguan penglihatan, demam, atau perubahan dalam pola eliminasi?

2. Riwayat Kesehatan Dahulu


Eksplorasi penyakit utama yang pernah diderita oleh pasien, penyakit ringan yang terjadi secara berulang, kecelakaan atau cedera, tindakan operasi, dan alergi. Tanyakan jika ia pernah mengalami tindakan/ prosedur yang berdampak terhadap sistem imun, seperti transdusi darah atau transplantasi organ

Riwayat Keluarga dan Sosial


Klarifikasi jika pasien memiliki riwayat kanker dalam keluarga atau gangguan hematologi atau imun. Tanyakan tentang lingkungan dimana ia bekerja dan tinggal utnuk membantu menentukan jika ia terpapar oleh bahan kimia berbahaya atau lainnya.

Pemeriksaan Fisik
Efek dari gangguan sistem imun biasanya sulit untuk diidentifikasi dan dapat berdampak pada semua sistem tubuh. Berikan perhatian khusus pada kulit, rambut, kuku, dan membran mukosa.

a. Inspeksi
observasi terhadap pallor, cyanosis, dan jaundice. Juga cek adanya erithema yang mengindikasi inflamasi lokal dan plethora. Evaluasi integritas kulit. Catat tanda dan gejala inflamasi atau infeksi, seperti kemerahan, pembengkakan, panas, tenderness, penyembuhan luka yang lama, drainage luka, induration (pengerasan jaringan) dan lesi. Cek adanya rash dan catat distribusinya

Observasi tekstur dan distribusi rambut, catat adanya alopecia. Inspeksi kuku terhadap warna, tekstur, longitudinal striations, onycholysis, dan clubbing. Inspeksi membran mukosa oral terhadap plak, lesi, oedem gusi, kemerahan, dan perdarahan Inspeksi area dimana pasien melaporkan pembengkakan kelenjar atau lump terutama abnormalitas warna dan pembesaran nodus lymp yang visible

Observasi respiratory rate, ritme, dan energi yang dikeluarkan saat melakukan upaya bernafas. Catat posisi pasien saat bernafas. Kaji sirkulasi perifer. Inspeksi adanya Raynauds phenomenon (vasospasme arteriol pada jari tangan & kaki terkadang teling dan hidung- secara intermitten) Inpeksi inflamasi pada anus atau kerusakan permukaan mukosa

Palpasi
Palpasi nadi perifer, dimana seharusnya simetris dan reguler Palpasi abdomen, identifikasi adanya pembesaran organ dan tenderness Palpasi joint, cek pembengkakan. Tenderness, dan nyeri Palpasi nodus lymph superfisial di area kepala, leher, axilla, epitrochlear, inguinal dan popliteal. Jika saat palpasi reveals pembesaran nodus atau kelainan lain, catat lokasi, ukuran, bentuk, permukaan, konsistensi, kesimetrisan, mobilitas, warna, tenderness, suhu, pulsasi, dan vaskularisasi dari nodus.

c.Perkusi
Perkusi anterior, lateral, dan posterior dari thorax. Bandingkan satu sisi dengan sisi lainnya. Bunyi dull mengindikasikan adanya konsolidasi yang biasa terjadi pada pneumonia. Hiperesonan (meningkatnya bunyi perkusi) dapat dihasilkan oleh udara yang terjebak seperti pada asthma bronchial.

Auskultasi
Auskultasi diatas paru untuk mengecek suara tambahan yang abnormal. Wheezing bisa ditimbulkan oleh asthma atau respon alergi. Crackles disebabkan oleh infeksi saluran pernafasan seperti pneumonia. Auskultasi bunyi jantung diatas precordium. Auskultasi normal reveals hanya bunyi jantung 1 dan 2. Auskultasi abdomen untuk bunyi bowel. Gangguan autoimmun yang menyebabkan diare, bunyi bowel meningkat. Scleroderma (pengerasan dan penebalan kuit dengan degenerasi jaringan konektif) dan gangguan autoimmun lainnya yang menyebabkan konstipasi, bunyi bowel menurun

PEMERIKSAAN LABORATORIUM PADA PENYAKIT INFEKSI VIRUS

Penyakit infeksi virus sangat banyak sekali : Demam Dengue Demam berdarah dengue Morbili Varicella Hepatitis Menggitis Virus dll

Pemeriksaan Laboratorium DBD : - Isolasi virus


Cara paling baik Dibutuhkan virus yang > dalam darah Viremia waktu pendek Waktu lama Peralatan khusus mahal

- Uji hambatan hemaglutinasi Haemaglutination inhibition (HAI) - Gold standart - Darah diambil 2 x - Akut - Konvalesen (7 hr setelah diambil I) Ada peningkatan titer > 4 Infeksi - Waktu lama - Variasi antar lab > - Anti dengue IgM dan IgG Metode Elisa - Waktu pemeriksaan lama - Mahal - Sensitivitas & Spesifitas tinggi

Pemeriksaan Hematologi 1. Test tourniquet


(Percobaan pembendungan) Tujuan : Menguji ketahanan kapiler darah Alat : - Tensi meter - Stop watch Penilaian : Petechiae > 10 (+)

2. Trombosit Normal : 150.000 400.000/mm3 Alat : - Mikroskop - Hemocytometer - Kapas Alkohol - Lanset Hasil : < 150.000/mm3 Trombosytopenia > 400.000/mm3 Trombositosis 3. Sediaan hapus darah tepi Ditemui > Limposit Plasma Biru (LPB)

Hematokrit
Adalah : Volume eritrosit dalam 100 ml darah, dinyatakan dalam % Prinsip Pemeriksaan : Bila darah yang telah diberi antikoagulan dipusing maka partikel yang berat jatuh kedasar tabung, sedangkan partikel yang lebih ringan berada diatasnya Metode Pemeriksaan : - Makro Metoda - Mikro Metoda

Hematokrit menurun : Anemia Leukemia Hematokrit meningkat : polisitemia DHF DSS Dehidrasi

UNTUK MENDIAGNOSA SUATU PENYAKIT INFEKSI :


PENGKAJIAN GEJALA 2 TANDA PEMERIKSAAN FISIK PEMERIKSAAN LABORATORIUM DAN PENUNJANG LAINNYA

PEMERIKSAAN LABORATORIUM PADA PENYAKIT INFEKSI

PEMERIKSAAN LABORATORIUM PADA PENYAKIT INFEKSI HEMATOLOGI RUTIN


HEMOGLOBIN JUMLAH LEUKOSIT LAJU ENDAP DARAH HITUNG JENIS SEDIAAN DARAH APUS DARAH TEPI

URINE RUTIN ALBUMIN REDUKSI SEDIMEN MALARIA HAPUSAN DARAH DENGAN PEWARNAAN GIEMSA HAPUSAN DARAH TEBAL SEROLOGI TEST WIDAL UNTUK DEMAM THYPOID (INFEKSI KUMAN SALMONELLA) KULTUR DARAH FAESES, URINE UNTUK DEMAM THYPOID UNTUK INFEKSI SALURAN KEMIH

GOT / GPT (GLUTAMIC OXALO TRANSVERASE) GLUTAMIC PYRUVAT TRANVERASE) INI UNTUK PENYAKIT HEPATITIS ANTI DENGUE IqG /Ig M UNTUK DHF CRP (KUANTITATIF) C REAKTIF PROTEIN = REAKTAN FASE AKUT INDIKATOR PENYAKIT INFEKSI DAN RADANG - DEMAM REUMATIK AKTIF - RHEUMATOID ARTHRITIS Pe CRP BERKORELASI DENGAN Pe RADANG CRP DAPAT DIGUNAKAN UNTUK MEMANTAU RESPON TERAPI ANTI INFLAMASI

DEMAM ADALAH PERINGATAN DINI PROSES PENYAKIT INFEKSI DITANDAI DENGAN DEMAM DEMAM TYHPOID DHF MALARIA HEPATITIS BRONCHO PNEUMONIA

HEMATOLOGI RUTIN
HEMOGLOBIN
- N : 12 -14 gr % 14 16 gr % < NORMAL ANEMIA

LEUKOSIT
NORMAL DALAM DARAH TEPI

5000 10000/mm3 > 10 000 LEUKOSITOSIS INFEKSI BAKTERI


< 5000 LEUKOPENIA - MALARIA - DHF - DEMAM THYPOID

> 50 000 / mm3

REAKSI LEUKEMIK

JUMLAH LEUKOSIT DALAM DARAH PRODUKSI DALAM SUMSUM TULANG KECEPATAN MASUK KEDALAM SIRKULASI PERPINDAHAN ANTARA SIRKULASI DAN MARGINATING POOL KECEPATAN KELUAR KE JARINGAN CARA PEMERIKSAAN OTOMATIS MANUAL REAGEN TURK KAMAR HITUNG MIKROSKOP

NORMAL HITUNG JENIS : BASOFIL 0 1 % EOSINOPHIL 1 3 % NETROPHIL BATANG 2 6 % NETROPHIL SEGMEN 50 70 % LIMPOSIT 20 40 % MONOSIT 2 8 %

NETROFILIA FISIOLOGIS KEDINGINAN/KEPANASAN KERJA BERAT HAMIL, MELAHIRKAN/NEONATUS STRESS PATOLOGIS INFEKSI BAKTERI PARASIT JAMUR

HITUNG JENIS ABNORMAL

PERDARAHAN AKUT HEMOLISIS Rx. TRANSFUSI POLISITEMIA VERA LEUKEMIA GRANULOSITIK KRONIK

GANGGUAN HEMATOLOGIK

NEKROSIS JARINGAN INFARK MIOKARD LUKA BAKAR GANGREN

EOSINOFILIA
ALERGI ASMA BRONCHIAL URTIKARIA RINITIS ALERGIKA PENYAKIT KULIT : PSORIASIS PEMPHIGUS PARASIT ANKILOSTOMIASIS ASKARIASIS FILARIASIS
PENYAKIT DARAH LGK POLISITEMIA VERA ANEMIA PERNISIOSA POLIARTRITIS NODOSA PENYAKIT HODGKIN BASOFILIA PENYAKIT DARAH LGK POLISITEMIA VERA

INFEKSI VIRUS :

LIMFOSITOSIS

INFEKSI BAKTERI

MONONUKLEOSUS INFEKSIOSA HEPATITIS INFEKSIOSA VARISELLA TUBERKULOSIS PERTUSIS DEMAM TIFOID, PARATIFOID LEUKEMIA LIMFOSISTIK KRONIK LIMFOMA MALNUTRISI HIPERTIROIDISME PENYAKIT AUTOIMUN

KEGANASAN
LAIN-LAIN :

INFEKSI BAKTERI TUBERKULOSIS SUBAKUT BAKTERIAL ENDOKARDITIS INFEKSI VIRUS HEPATITIS PAROTITIS KEGANASAN LEUKEMIA MONOSITIK PENYAKIT HODGKIN PENYAKIT KOLAGEN LUPUS ERITEMATOSUS REUMATOID ARTHRITIS MALARIA

MONOSITOSIS

NETROPENIA
PRODUKSI SUM-SUM TULANG KERACUNAN OBAT, BAHAN KIMIA, RADIASI (KLORAMFENIKOL, FENOTIAZID, OBAT ANTITIROID) BENZEN X-RAY MIELOFIBROSIS, LEUKEMIA ANEMIA APLASTIK

LIMFOPENIA
IMUNODEFISIENSI AIDS DESTRUKSI LIMFOSIT CORTICOSTEROID RADIASI PANYAKIT HODGKIN KEGAGALAN GINJAL TUBERKULOSIS MILIER SYSTEMIC LUPUS ERYTHEMATOSUS (SLE)

TROMBOSIT
ADALAH KEPINGAN-KEPINGAN YANG BERASAL DARI SITOPLASMA MEGAKARIOSIT UMUR TROMBOSIT : 10 HARI FUNGSI TROMBOIT : HEMOSTASIS (PEMBEKUAN DARAH) HARGA NORMAL : 150.000-400.000/ul TROMBOSIT : TROMBOSITOPENIA TROMBOSIT : TROMBOSITOSIS

II. KEADAAN FISIOLOGIS YANG MEMPENGARUHI LED


JENIS KELAMIN HAID UMUR GERAK BADAN EMOSI

LED ARTI KLINIS

II. KEADAAN PATOLOGIS YG MEMPENGARUHI LED YANG MEMPERCEPAT/ MENINGKATKAN


ANEMIA INFLAMASI DEGENERASI JARINGAN SUPURASI NEKROSIS INFARK

PENGKAJIAN SPESIFIK GANGGUAN IMUN