Anda di halaman 1dari 1

Ergonovine (ergotrate) dan methylergonovine (methergine) adalah senyawa yang diperoleh baik secara langsung atau secara semi

sintetis dari ergot, sebuah jamur yang tumbuh pada gandum dan biji-bijian lainnya. senyawa ini merangsang otot polos uterus secara langsung, sehingga meningkatkan tonus otot dan meningkatkan kecepatan serta kekuatan kontraksi ritmis. Ergonovine juga merangsangi kontraksi serviks. obat ini mampu merangsang kontraksi berkelanjutan berhubung dgn kekejangan otot, yang dapat memperpendek tahap akhir persalinan dan membantu dalam mengurangi kehilangan darah setelah melahirkan. keduanya sering digunakan untuk pengeluaran plasenta setelah persalinan dan atonia postpartum/post aborsi serta perdarahan. Kedua obat ini merupakan agonis sebagian padareseptor 2-adrenergik serta pada beberapa reseptor serotinin dan dopamin; juga dapat menghambat pelepasan faktor relaksasi derived endotelial. Mereka mungkin diinduksi oleh vasokonstriksi arteri dan aksi kecil pada sistem saraf pusat. Aktivitas pemblokiran 2adrenergiknya relatif lemah dibandingkan dengan alkaloid ergot lainnya. penyerapan yang cepat dan sebagian besar selesai setelah pemberian oral, onset kerja terjadi pada 5 sampai 15 menit dan berlangsung sekitar 3 jam. Ergonovine dan methylergonovine dapat diberikan secara intramuskular maupun intravena, walaupun pemberian secara IV dapat dihubungkan dengan hipertensi yang sementara namun berat. senyawa ini mengalami metabolisme hepatik, dieliminasi terutama oleh ekskresi metabolit ginjal. Senyawa ini juga dapat ditemukan pada ASI, dan oleh karena itu obat seharusnya tidak diberikan lebih lama dari yang diperlukan, karena penggunaan jangka panjang dapat mengakibatkan keracunan ergot, termasuk gangren, pada bayi menyusui. reaksi buruk yang terkait dengan cara pemberiannya termasuk hipertensi, sakit kepala, dan kemungkinan kejang. Mual, muntah, nyeri dada, kesulitan bernafas dan kram kaki juga telah dilaporkan. alkaloid ini tidak boleh digunakan dalam kasus-kasus yang terancam aborsi spontan atau pada pasien dengan alergi obat-obatan. Kontraindikasi umumnya termasuk angina pektoris, infark miokard, kehamilan dan riwayat kecelakaan serebrovaskular, serangan iskemik sementara atau hipertensi.