Anda di halaman 1dari 2

http://serambinews.com/old/cetak.php?

aksi=cetak&beritaid=41271

Copyright 2008 Serambi Indonesia. All rights reserved. Rubrik: Serambi Bisnis Edisi: 20/01/2008 09:20:06

Industri Kecil Terancam Bangkrut


BANDA ACEH - Terkait dengan terus naiknya harga barang-barang kebutuhan, sejumlah usaha industri kecil terancam bangkrut. Bahkan, beberapa di antaranya dilaporkan telah menutup sementara usahanya. Seperti yang dialami salah satu pabrik roti bak pia di Banda Aceh. Menurut pemilik usaha tersebut, Syarifah kepada Serambi, Sabtu (19/1), pihaknya sudah seminggu ini tidak lagi memproduksi roti kacang tersebut. Akibatnya, sebanyak enam orang pekerja terpaksa diberhentikan. Dia mengaku sudah tidak sanggup lagi mengimbangi harga jual roti dengan kenaikan harga bahan baku yang terjadi. Terutama minyak goreng dan tepung terigu. Bahan baku roti, tepung terigu, minyak goreng, gula pasir, dan kacang merah. Nah kenaikan tepung terigu dan minyak goreng ini yang tidak sanggup kita imbangi, ucap Syarifah. Seorang pedagang, yang biasanya selalu menerima titipan roti dari Syarifah untuk dipasok ke Pulau Aceh, mengatakan bahwa ketika harga roti itu dinaikkan, daya beli masyarakat menjadi sangat rendah dan barang tidak laku. Sebelumnya harga hanya Rp 500 per buah. Sekarang karena bahan baku naik, harga dinaikkan menjadi Rp 1.000. Tetapi ketika dinaikkan orang tidak mau beli, ucapnya. Hal yang persis sama juga terjadi pada usaha pembuatan tahu tempe. Meski tidak sempat tutup seluruhnya, namun sebagaimana diutarakan pemilik pabrik, Sulaiman, pembuatan tempe terpaksa dihentikan. Selain itu, jumlah pekerja dari sebelumnya 18 orang menyusut menjadi hanya tinggal enam orang. Kalau harga kedelai ini terus naik, saya terpaksa harus menutup usaha ini. Masyarakat tidak mau beli bila harga tahu tempe mahal, katanya. Tidak hanya itu, usaha penjualan burger dan roti bakar ternyata juga ikut menanggung imbas dari naiknya harga barang. Seperti diutarakan Cipiet, harga tebus roti telah mengalami tiga kali kenaikan dalam sebulan terakhir. Kenaikan pertama kita telah naikkan harga jual burger dan roti. Namun kenaikan ternyata terus terjadi. Sedangkan kami tidak mungkin lagi menaikkan harga jual, orang tidak mau beli, ucapnya. Disebutkan, harga tebus roti bulat dari Rp 500 kini menjadi Rp 1.000 per buah. Sementara roti panjang dari Rp 1.000 menjadi Rp 1.700. Sedangkan harga roti bakar dan burger dari Rp 4.000 naik menjadi Rp 5.000. Belum lagi pengaruh kenaikan margarin serta bahan-bahan yang lain, tambah pemilik burger ini.(yos) Copyright 2008 Serambi Indonesia. All rights reserved.

1 of 2

1/25/2008 2:41 PM

http://serambinews.com/old/cetak.php?aksi=cetak&beritaid=41271

[ Tutup ]

2 of 2

1/25/2008 2:41 PM