Anda di halaman 1dari 9

CARA MENGGUNAKAN MIKROSKOP Macam-macam Mikroskop A.

Mikroskop Cahaya Mikroskop cahaya: Memiliki dua jenis lensa yaitu obyektif dan okuler, sistem kerjanya dibantu dengan cara pantulan cahaya yang menembus obyek yang diamati dan mampu memperbesar bayangan obyek hingga 1000 X. B. Mikroskop Binokuler Mikroskop binokuler(stereo) mampu memperjelas rincian permukaan obyek karena bayangan yang diperoleh pengamat merupakan pantulan cahaya yang jatuh dipermukaan obyek;perbesaran bayangan obyek mencapai 30x. C. Mikroskop Elektron Mikroskop elektron mempunyai daya resolusi (kemampuan daya beda mata manusia) sangat tinggi (0,1 nm), mampu memperbesar bayangan obyek hingga jutaan kali,bayangan benda dilihat pada layar monitor. D. Scanning Electron Microscope Scanning Electron Microscope (SEM) yang digunakan untuk studi detail arsitektur permukaan sel atau struktur jasad renik dan obyek teramati secara tiga dimensi Komponen-komponen mikroskop terdiri dari: 1. Lensa okuler Merupakan bagian yang dekat dengan mata pengamat saat mengamati objek. Lensa okuler terpasang pada tabung atas mikroskop. Perbesaran pada lensa okuler ada tiga macam, yaitu 5x, 10x, dan 12,5x. 2. Tabung mikroskop

Merupakan penghubung lensa okuler dan lensa objektif. Tabung terpasang pada bagian bergerigi yang melekat pada pegangan mikroskop sebelah atas. Melalui bagian yang bergerigi, tabug dapat digerakkan ke atas dan ke bawah. 3. Makrometer (sekrup pengarah kasar) Merupakan komponen untuk menggerakkan tabung mikroskop ke atas dank e bawah dengan pergeseran besar. 4. Mikrometer (sekrup pengarah halus) Merupakan komponen untuk menggerakkan tabung ke atas dan ke bawah dengan pergeseran halus. 5. Revolver Merupakan pemutar lensa untuk menempatkan lensa objektif yang dikehendaki. 6. Lensa objektif Merupakan komponen yang langsung berhubungan dengan objek atau specimen. Lensa objektif terpasang pada bagian bawah revolver. Perbesaran pada lensa objektif bervariasi, bergantung pada banyaknya lensa objektif pada mikroskop. Misalnya, ada perbesaran lensa objektif 10x dan 40x (mikroskop dengan dua lensa objektif); 4x, 10x, dan 40x (mikroskop dengan tiga lensa objektif); dan 4x, 10x, 45x, dan 400x (mikroskop dengan empat lensa objektif). 7. Panggung mikroskop Merupakan meja preparat atau tempat sediaan obek/specimen. Pada bagian tengah panggung mikroskop terdapat lubang untuk jalan masuk cahaya ke mata pengamat. Panggung digunakan untuk meletakkan sediaan objek atau specimen. Pada panggung terdapat dua penjepit untuk menjepit object glass. Pada beberapa mikroskop lain, panggung dapat digerakkan ke atas dan ke bawah.

8. Diafragma Merupakan komponen untuk mengatur banyak sedikitnya cahaya yang masuk melalui lubang pada panggung mikroskop. Diafragma ini terpasang pada bagian bawah panggung mikroskop. 9. Kondensor Merupakan alat untuk memfokuskan cahaya pada objek atau specimen. Alat ini terdapat di bawah panggung. 10. Lengan mikroskop Merupakan bagian yang dapat dipegang waktu mengangkat mikroskop atau menggeser mikroskop. 11. Cermin reflektor Digunakan untuk menangkap cahaya yang masuk melalui lubang pada panggung mikroskop, yakni dengan cara mengubah-ubah letaknya. Cermin ini memiliki permukaan datar dan permukaan cekung. Permukaan datar digunakan jika sumber cahaya cukup terang dan permukaan cekung digunakan jika cahaya kurang terang. 12. Kaki mikroskop Merupakan tempat mikroskop bertumpu. Kebanyakan kaki mikroskop berbentuk seperti tapal kuda. Cara Menggunakan Mikroskop 1. Letakkan mikroskop di atas meja dimana anda mudah melakukan pengamatan melalui tabung mikroskop. 2. Bukalah diafragma secara penuh. 3. Aturlah letak cermin supaya cahaya terpantul melalui lubang meja objek. Melalui lensa okuler terlihat sebuah lingkaran terang. 4. Letakkan yang akan diperiksa di atas meja objek jepitan.

5. Mulailah melakukan pengamatan dengan menggunakan lensa objek yang berkekuatan rendah. Jika letak lensa objektif sudah tepat, akan terdengar bunyi berdetik. Miringkan kepala anda ke satu mikroskop dan putarlah tombol pengatur kasar. Rendahkan lensa objektif atau naikkan meja objek sampai lensa objektif terletak mm dari sediaan yang diamati. Pergerakan pengaturan kasar pada beberapa mikroskop akan menyebabkan lensa objektif bergerak ke atas dan ke bawah. 6. Lihatlah melalui lensa okuler dan naikkan tabung mikroskop secara perlahan-lahan sehingga sediaan terlat. Jika setelah tabung dinaikkan kurang lebih 2 cm sediaan tetap tidak terlihat, itu berarti foto mikroskop untuk sediaan sudah terlewati atau sediaan yang diamati tidak terletak tepat di bawah lensa objektif. Jika hal ini terjadi maka turunkan tabung denga cara di atas ( cara ke 5) lalu naikkan lagi tabung seperti cara ke 6 atau geserkan sediaan sampai terletak tepat di bawah lensa objektif. Jangan menurunkan tabung atau menaikkan meja sambil melihat sediaan melalui lensa okuler. Hal ini untuk mencegah lensa objektif membentur kaca penutup sediaan sehingga akan menyebabkan tergoresnya lensa objektif atau pecahnya kaca penutup. 7. Setelah sediaan tampak, putar pengatur halus ke depan dan ke belakang untuk mendapatkan fokus mikroskop sebaik-baiknya. Sediaan ini dapat diperjelas dengan mengatur besarnya lubang diafragma. 8. Jika diperlukan perbesaran yang lebih tinggi, putarlah revolver sehingga lensa objektif kuat berada pada posisi kerja yang baik. Sewaktu memutar revolver, jagalah agar sediaan tidak bergeser. Jika hal ini terjadi, ulangi seluruh urutan kerja yang dimulai dengan mencari fokus lensa objektif lemah. Untuk mendapatkan fokus objektif kuat tidak sampai diperlukan satu putaran penuh ke depan atau ke belakang pada pengaturan halus. 9. Bersihkan mikroskop setelah dipakai, terutama lensanya dan turunkan tabung lensa sampai habis kebawah.

LAMPIRAN I Macam Mikroskop 1. Mikroskop Cahaya

2. Mikroskop Binokuler

3. Mikroskop Elektron

4. Scanning Electron Microscope

LAMPIRAN II Cara Menggunakan Mikroskop 1.

2.

3.

4.

5.

6.