Anda di halaman 1dari 16

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG Proses menua adalah suatu proses yang tidak dapat dihindari. Seiring berjalannya usia, kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri atau mempertahankan fungsi normalnya terganggu sehingga tidak dapat bertahan terhadap infeksi. Hipertensi merupakan salah satu gangguan yang banyak dijumpai pada lansia, begitu juga di PSTW Puspa Karma Mataram ini. Hipertensi merupakan gangguan kesehatan yang sering dijumpai dan termasuk problem kesehatan masyarakat yang perlu ditanggulangi sebelum timbul komplikasi dan akibat jelek lainnya. Dewasa ini hpertensi begitu umum, sehingga kebanyakan orang sekurang- kurangnya pernah mendengar dan terlalu banyak orang mengalaminya atau mengetahui orang lain menderita. Namun lebih banyak orang yang tidak tahu kalau dirinya menderita hipertensi, mempunyai pengetahuan yang sama tentang apa yang dimaksud hipertensi dan apa akibatnya. Untuk mengendalikan tekanan darah, penderita hipertensi umumnya minum obat setiap hari. Tetapi, rutinitas ini sering tidak disukai penderita. Selain membuat bosan dan harganya relatif mahal, konsumsi obat dalam jangka panjang membuat penderita takut pada efek sampingnya. Pengobatan alternatif menjadi pilihan beberapa orang untuk mengatasi hipertensi. Salah satunya melakukan terapi herbal yang telah diakui kalangan medis untuk mengobati gangguan hipertensi. Terapi ini menggunakan tanaman yang telah terbukti secara medis memiliki kandungan obat herbal sebagai obat antihipertensi. Dengan pemakaian yang tepat dan benar, kandungan obat herbal dalam tanaman bisa membantu proses pengendalian tekanan darah. Misalnya, kumis kucing dan mengkudu, yang digunakan untuk kesehatan dan untuk keperluan pengobatan, termasuk sebagai obat herbal penurun hipertensi. Banyak penelitian yang dilakukan oleh ahli medis dari berbagai negara mengenai khasiat dari buah mengkudu dan kumis kucing.

Pada analisis jurnal mengenai efek ramuan buah mengkudu dan daun kumis kucing untuk menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi, akan dibahas mengenai efektifitas dan efek samping yang seminimal mungkin pada lansia khususnya terhadap hasilnya secara ilmiah.

1.2 TUJUAN UMUM Mengetahui efektifitas dan efek samping yang seminimal mungkin pada penderita hipertensi pada lansia.

1.3 TUJUAN KHUSUS 1. Untuk menambah informasi tentang efektifitas buah mengkudu dan kumis kucing pada penderita hipertensi pada lansia 2. Untuk menurunkan dan efek samping yang seminimal mungkin pada penderita hipertensi pada lansia

BAB 2 TIINJAUAN PUSTAKA

2.1 JURNAL efek ramuan buah mengkudu dan daun kumis kucing untuk menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi Oleh : Lestari Handayani, Didik Budijanto

2.2 TEORI TERKAIT 2.2.1 Konsep Teori 1. Mengkudu a. Definisi Mengkudu merupakan buah makanan bergizi lengkap. Zat nutrisi yang dibutuhkan tubuh, seperti protein, viamin, dan mineral penting, tersedia dalam jumlah cukup pada buah dan daun mengkudu. Selenium, adalah salah satu mineral yang terdapat pada mengkudu merupakan antioksidan yang luar biasa. b. Zat dan senyawa yang terkandung dalam mengkudu xeronine, plant sterois,alizarin, lycine, sosium, caprylic acid, arginine, proxeronine, antra quinines, trace elemens, phenylalanine, dan magnesium. Zat Terpenoid ini membantu dalam proses sintesis organic dan pemulihan sel-sel tubuh. Salah satu alkaloid penting yang terdapt di dalam buah mengkudu adalah xeronine. Xeronine adalah salah satu zat penting yang mengatur fungsi dan bentuk protein spesifik sel-sel tubuh manusia. Buah mengkudu mengandung sedikit xeronine, tapi banyak mengandung bahan pembentuk (precursor) xeronine alias proxeronine dalam jumlah besar. Proxeronine adalah sejenis asam nukleat seperti koloid-koloid lainnya. Xeronine diserap sel-sel tubuh untuk mengaktifkan protein-protein yang tidak aktif, mengatur struktur dan bentuk sel yang aktif.

c.

Beberapa penyakit yang dapat disembuhkan berdasarkan Survei yang dilakukan oleh Dr. Neil Solomon terhadap 8000 pengguna sari buah

No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Kanker

Kondisi

Jumlah Pasien 874 1058 983 2434 7 931 1545 709 2638 721 447 673 3785 781 851 1509 2727 1148 301

% Tertolong 67 80 58 83 91 88 71 72 87 58 80 87 77 85 89 78 72 89 79 73 66 71

Sakit jantung Stroke Diabetes, tipe 1&2 Lesu Peningkatan daya seksual Penguatan otot Kegemukan (obesitas) Tekanan darah tinggi

10. Perokok 11. Artritis 12. Nyeri 13. Depresi 14. Alergi 15. Masalah pencernaan 16. Masalah pernapasan 17. Sulit tidur 18. Lemah konsentrasi

19. Peningkatan perasaan sehat 3716 20. Kestabilan mental 21. Sakit ginjal 22. Stress d. 2538 2127 3273

Berikut ini adalah manfaat-manfaat lainnya dari buah Mengkudu yang sudah terbukti secara ilmiah. 1) Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

2) Menormalkan Tekanan Darah 3) Melawan Tumor dan Kanker 4) Menghilangkan Rasa Sakit 5) Anti-peradangan dan Anti-alergi 6) Anti-bakteri 7) Mengatur Siklus Suasana Hati (Mood) 8) Mengatur Siklus Energi Tubuh

1) Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Penyelidikan klinis yang dilakukan oleh Dr. Schechter (Institut Pengobatan Alami di California) menghasilkan data-data penting tentang kemampuan sari buah Mengkudu, diantaranya yaitu merangsang produksi sel T dalam sistem kekebalan tubuh (sel T berperan penting dalam melawan penyakit); memperkuat sistem kekebalan tubuh, terutama makrofaset dan limfosit dari sel darah putih; menunjukkan efek anti-bakteri; mempunyai efek anti rasa sakit/nyeri (analgesik); menghambat pertumbuhan sel-sel pra

kanker/tumor yaitu dengan kemampuannya menormalkan fungsi sel-sel yang abnormal. Mona Harrison, MD dari Boston University School of Medicine dan direktur medis pada D.C. General Hospital, USA melaporkan bahwa Mengkudu meningkatkan fungsi kelenjar tiroid dan kelenjar timus, yang dipercaya bertindak melawan infeksi dan masalah-masalah yang berhubungan dengan sistem kekebalan tubuh. 2) Menormalkan Tekanan Darah Menurut Neil Solomon, MD.PhD, peneliti masalah kesehatan dari Amerika melaporkan bahwa buah Mengkudu mengandung sejenis fitonutrien, yaitu scopoletin yang berfungsi untuk memperlebar saluran pembuluh darah yang mengalami penyempitan. Hal ini menyebabkan jantung

tidak perlu bekerja terlalu keras untuk memompa darah, sehingga tekanan darah menjadi normal. Hasil uji coba pada hewan menunjukkan bahwa scopoletin menurunkan tekanan darah tinggi dan normal menjadi rendah (hipotensi yang abnormal). Namun

demikian, scopoletin yang terdapat dalam buah Mengkudu dapat berinteraksi sinergis dengan nutraceuticals (makanan yang berfungsi untuk pengobatan) lain untuk mengatur tekanan darah tinggi menjadi normal, tetapi tidak

menurunkan tekanan darah yang sudah normal. Tidak pernah ditemukan kasus di mana tekanan darah normal turun hingga mengakibatkan tekanan darah rendah

(hipotensi). Para ahli dari Universitas Stanford, Universitas Hawaii, University of California (UCLA), Union College of London, Universitas of Meets di Perancis yang telah mempelajari Mengkudu setuju bahwa tanaman ini berperan menurunkan tekanan darah dalam banyak kasus. Percobaan klinis sederhana yang dilakukan oleh Scott Gerson, MD (dari Mt. Sinai School of Medicine di New York) menunjukkan bahwa banyak pemakai Mengkudu melaporkan bahwa tekanan darah mereka menjadi tinggi bila berhenti minum sari buah Mengkudu dan kembali normal bila mengonsumsi sari buah Mengkudu secara teratur. 3) Melawan Tumor dan Kanker Sebuah makalah menarik yang dihadirkan pada pertemuan tahunan American Association fin. Cancer Research ke-83 di San Diego, California, tahun 1992 adalah "Aktivitas Anti-tumor Morinda citrifolia pada Lewis Lung Carcinoma yang Disuntikkan pada Tikus." Dalam

penelitian ini, tikus-tikus percobaan diberi suntikan Lewis Lung Carcinoma aktif (sejenis kanker). Semua tikus yang tidak mendapatkan perawatan dengan Mengkudu mati dalam 9-12 hari akibat kanker. Sedangkan tikus-tikus yang mendapat perawatan dengan Mengkudu mampu bertahan hidup 105 hingga 123 persen lebih lama (40 persen dari tikus-tikus percobaan tersebut hidup hingga 50 hari atau lebih). Studi ini diulangi beberapa kali dan setiap kali Mengkudu terbukti secara signifikan memperpanjang umurumur tikus yang terkena kanker dibanding dengan tikustikus yang tidak dirawat dengan Mengkudu. Singkatnya, hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa Mengkudu dapat menghambat pertumbuhan tumor. Setahun kemudian jurnal Cancer Letters (vol.3, tahun 1993) melaporkan penemuan zat anti kanker/damnacanthal dalam ekstrak Mengkudu yang mampu menghambat pertumbuhan sel-sel kanker. Ada beberapa kasus pasien kanker yang mengkonsumsi sari buah Mengkudu dan menjadi sembuh, antara lain kasus pasien Dr. Harrison (D.C. General Hospital), yang menderita kanker hati dan pembengkakan perut yang disebabkan oleh cairan yang berlebihan. Selama 7 hari mengonsumsi sari Mengkudu, bengkak pada perutnya berkurang secara nyata. Pengujian haru terhadap cairan perutnya menunjukkan bahwa sel-sel kanker tersebut telah lenyap. Menurut Dr. Judah Folkman dari Harvard University, Mengkudu bekerja sinergis dengan mikronutrien lain dalam menghamhat aliran darah yang menuju ke sel-sel tumor. Mekanismenya hampir sama dengan minyak squalen (dari hati ikan hiu) yang mengontrol pertumbuhan tumor otak

dan memperpanjang usia tikus eksperimen dengan merusak alat-alat peredaran yang mensuplai darah menuju ke sel-sel tumor. 4) Menghilangkan Rasa Sakit Kemampuan buah Mengkudu sebagai zat analgesik telah dikenal dalam sejarah pengobatan tradisional,

sehingga tanaman ini disebut "painkiller tree" atau "headache tree". Riset-riset ilmiah telah membuktikan efek menguntungkan dari Mengkudu untuk mengatasi rasa sakit. Pada tahun 1990, para peneliti menemukan adanya hubungan yang signifikan antara dosis ekstrak sari buah Mengkudu dengan aktifitas analgesik tikus-tikus percobaan (umumnya, semakin banyak digunakan efek analgesiknya akan semakin kuat). Banyak teori yang menjelaskan tentang bagaimana mekanisme kerja Mengkudu menghilangkan rasa sakit. Salah satunya adalah teori Dr. Ralph Heinicke (ahli biokimia terkenal dari AS) yang mengatakan bahwa xeronine-lah yang berperan dalam menghilangkan rasa sakit. Hal ini dikaitkan dengan kemampuan xeronine

menormalkan protein pada sel-sel yang abnormal, termasuk sel-sel jaringan otak, tempat berasalnya rasa sakit. Beberapa kasus rasa sakit yang kronis seperti sakit kepala terus menerus, rasa sakit pada otot saraf dan nyeri sendi disembuhkan setelah mengkonsumsi sari buah Mengkudu. 5) Anti-peradangan dan Anti-alergi Senyawa scopoletin (hidroksi-metoksi-kumarin) sangat efektif sebagai zat anti-radang dan anti-alergi. Literaturliteratur kedokteran melaporkan keberhasilan pengobatan pada arthritis, bursitis, carpal tunnel syndrome dan alergi dengan menggunakan scopoletin.

Bryant Bloss, MD, ahli ortopedi dari Indiana, AS melaporkan keberhasilan sari buah Mengkudu

menyembuhkan sakit punggung yang dialaminya dan juga 15 orang pasiennya. Sementara itu, 8 orang pasiennya melaporkan bahwa sakit lutut (osteoarthritis) hampir tidak terasa selama mengonsumsi sari buah Mengkudu. Tiga dari pasien Dr. Bloss yang menderita asma mengalami kemajuan dengan semakin berkurangnya batuk. Beberapa pasien yang mengalami radang sendi juga mulai mengalami kemajuan secara nyata setelah minum sari buah Mengkudu. Beliau menawarkan sari buah Mengkudu sebagai makanan tambahan/suplemen dan bukan sebagai obat kepada para pasiennya. 6) Anti-bakteri Hasil penelitian yang dimuat darn jurnal Pacific Science (vol 1.4, tahun 1950) melaporkan bahwa Mengkudu mengandung bahan anti-bakteri yang dapat digunakan untuk mengatasi penyakit jantung dan masalah pencernaan. Senyawa antraquinon yang banyak terdapat pada akar Mengkudu ternyata dapat melawan bakteri Staphylococcus yang menyebabkan infeksi pada jantung dan bakteri Shigella yang menyebabkan disentri. Mengkudu bersifat anti-bakteri terhadap: Bacillus subtilis, Escherichia coli, Proteus morganii, Pseudomonas aeruginosa, Salmonella montevdleo, Salmonella

schotmuelleri, Salmonella typhi, Shigella dysenteriae, Shigella flexnerii, Shigella paraciysenteriae BH und III-Z, Staphylococcus aureus. Dr. Robert Young, ahli mikrobiologi dari Utah, USA menemukan yeast molds dan jamur beserta racun yang dihasilkannya dapat menyebabkan sel-sel sakit karena derajat keasamannya (pH) meningkat. Dengan

mengonsumsi sari buah Mengkudu, keadaan tersebut dapat diatasi karena pH Mengkudu tubuh, membantu sehingga mengatur

keseimbangan

meningkatkan

kemampuan tubuh menyerap vitamin-vitamin, mineral dan protein. 7) Mengatur Siklus Suasana Hati (Mood) Salah satu kemampuan lain yang dimiliki oleh scopoletin adalah dapat mengikat serotonin. Menurut Dr. Harrison (DC.General Hospital, USA) scopoletin dapat meningkatkan kegiatan kelenjar peneal yang terdapat di dalam otak, yang merupakan tempat dimana serotonin diproduksi dan kemudian digunakan untuk menghasilkan hormon melatonin. Serotonin adalah salah satu zat penting di dalam butiran darah (trombosit) manusia yang melapisi saluran

pencernaan dan otak. Di dalam otak, serotonin berperan sebagai neurotransmitter, penghantar sinyal saran dan prekursor hormon melatonin. Serotonin dan melatonin membantu mengatur beberapa kegiatan tubuh seperti tidur, regulasi suhu badan, suasana hati (mood), masa pubertas dan siklus produksi sel telur, rasa lapar dan perilaku seksual. Kekurangan serotonin dalam tubuh dapat mengakibatkan penyakit migrain, pusing, depresi, bahkan juga penyakit Alzheimer. 8) Mengatur Siklus Energi Tubuh Dr. Harrison juga melaporkan bahwa perubahan frekuensi energi tubuh juga disebabkan oleh kegiatan positif sari buah Mengkudu. Efek yang ditimbulkan antara lain; dapat menstabilkan gula darah, mengurangi rasa sakit waktu menstruasi, mengurangi keinginan buang air kecil pada malam hari untuk pria yang mengalami pembengkakan prostat.

Menurut Dr. Heinicke (ahli biokimia dari AS), xeronine juga turut berperan dalam proses siklus energi tubuh. Ia menjelaskan mekanismenya sebagai berikut, xeronine akan diserap pada tempat yang berdekatan dengan tempat penyerapan endorphin dan bertindak sebagai prekursor hormon (co-hormone) untuk mengaktifkan protein reseptor yang memberikan perasaan enak/nyaman. Akibatnya orang akan merasa enak dan memiliki banyak energi setelah mengonsumsi sari buah Mengkudu.

2. Kumis Kucing a. Definisi Kumis kucing (Orthosiphon Spicatus BBS) berbentuk semak, batangnya basah, tingginya bisa mencapai 1,5 meter itu. Bisa tumbuh di tempat yang kering maupun basah pada ketinggian 700 meter di atas permukaan laut, tanaman ini memiliki daun berbentuk telur taji, tepi daunnya bergerigi kasar. Bunganya mengeluarkan benang sari dan putik berwarna putih atau ungu. b. Kandungan Kumis Kucing mengandung glikosida orthosiphonin yang berkhasiat untuk melarutkan asam urat, fosfat dan oksalat, kandung kemih, empedu dan ginjal dari tubuh, dan manfaat kumis kucing sebagai obat pun bisa dibuat sendiri dengan mudah. c. Bagian yang dipakai : Seluruh tumbuhan, basah atau kering (dianginkan dahulu, lalu dijemur di panas matahari). d. Kegunaan: 1) Infeksi ginjal (Acute dan chronic nephritis), infeksi kandung kemih 2) (Cystitis). 3) Sakit kencing batu.

4) Encok (Gout arthritis). 5) Peluruh air seni (Diuretic). 6) Menghilangkan panas dan lembab. e. Pemakaian : 30 60 gr. (kering) atau 90 120 gr (basah) direbus, atau yang kering/basah diseduh sebagai teh. f. Bahan-bahan untuk mengobati darah tinggi secara alami antara lain : buah mengkudu 1 butir mentimun Gula aren secukupnya

Cara membuat ramuan : Mengkudu dibuang bijinya, lalu ditumbuk menjadi satu dengan mentimun, disaring dan diambil airnya. Kemudian diaduk dengan gula aren lalu diberi air panas. Cara meminumnya ramuan tersebut diminum 1 gelas pada pagi dan 1 gelas pada sore hari. Lakukan secara rutin selama 3 hari berturut-turut.

2.2.2 Penyediaan bahan Buah mengkudu yang sudah matang dipotong tipis-tipis Dikeringkan selama 2 hari dengan cara diangin-anginkan dan dimasukkan ke dalam almari pengering bersuhu 38o - 40oC sampai kering. Disimpan dalam wadah yang tertutup rapat Herba kumis kucing cukup dikeringkan 1 hari diangin-anginkan dan dimasukkan ke dalam almari pengering bersuhu 38o - 40oC sampai kering. Herba kumis kucing digiling menggunakan mesin gilimg menjadi serbuh halus dan disimpan dalam wadah yang tertutup rapat.

2.2.3 Pengobatan

10 gram buah mengkudu dan 2,5 gr serbuk herba kumis kucing yang kering dimasdalam kantong plastik Kantong plstik diirebus ditambahkan dengan 2 gelas belimbing sampai 1 gelas/ 200 ml Air rebusan disaring, danampasnya dibuang Air diminum masing-masing setengah gelas.

BAB 3 ANALISA JURNAL

Seiring berjalannya usia, kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri atau mempertahankan fungsi normalnya terganggu sehingga tidak dapat bertahan terhadap infeksi. Hipertensi merupakan salah satu gangguan yang banyak dijumpai pada lansia, begitu juga di PSTW Puspa Karma Mataram ini. Untuk mengendalikan tekanan darah, penderita hipertensi umumnya minum obat setiap hari. Tetapi, rutinitas ini sering tidak disukai penderita. Selain membuat bosan dan harganya relatif mahal, konsumsi obat dalam jangka panjang membuat penderita takut pada efek sampingnya. Pengobatan alternatif menjadi pilihan beberapa orang untuk mengatasi hipertensi. Salah satunya melakukan terapi herbal yang telah diakui kalangan medis untuk mengobati gangguan hipertensi. Terapi ini menggunakan tanaman yang telah terbukti secara medis memiliki kandungan obat herbal sebagai obat antihipertensi. Dengan pemakaian yang tepat dan benar, kandungan obat herbal dalam tanaman bisa membantu proses pengendalian tekanan darah. Misalnya, kumis kucing dan mengkudu, yang digunakan untuk kesehatan dan untuk keperluan pengobatan, termasuk sebagai obat herbal penurun hipertensi. Banyak penelitian yang dilakukan oleh ahli medis dari berbagai negara mengenai khasiat dari buah mengkudu dan kumis kucing. Penelitian yang dilakukan pada seluruh penderita hipertensi yang berobat di p4OT pada tahun 1994 dengan kriteria tidak menderita penyakit berat lainnya, tidak minum obat lain selain yang diberikan dalam penelitian ini, minum obat secara teratur, dan bersedia mengikuti prosedur pengbatan tanpa paksaan. Penelitian ini memperlihatkan adanya pergeseran tekanan darah ke arah membaik pada 43 orang penderita hipertensi yang diteliti. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan pre and post test design. Gambar 3.1 : Tabel distribusi frekuensi tekanan darah sistolik/ diastolic bedasarkan pengelompokan sebelum minum ramuan, 1 dan 2 minggu setelah minum ramuan

Pengelompokan tekanan darah Normal Hipertensi ringan H.Sedang/ berat Jumlah

Pre N 0 33 10 % 0,0 76,7 23,3

Minum Ramuan Post 1 mg N % 5 11,6 34 4 79,1 9,3 43 Orang

Post 2 mg N % 3 11,5 20 3 77,0 11,5 23 Orang

43 Orang

Tabel tersebut menunjukkan adanya pergeseran distribusi kea rah membaik, dan distribusi setelah pengobatan 2 minggu, hasilnya tidak jauh berbeda. Dari sisi teori, pemakaian yang tepat dan benar, kandungan obat herbal dalam tanaman bisa membantu proses pengendalian tekanan darah, dan para ahli naturopati memiliki keyakinan, manfaat obat herbal tidak kalah dengan obat-obat kimia. Bahkan ada keuntungannya, karena terapi herbal tidak memiliki efek samping. Hal ini menjadi perlu untuk dipertimbangkan, oleh karna ramuan mengkudu dan kumis kucing diperhirtungkan sebagai salah satu yang digunakan untuk pengobatan hipertensi yang didukung bukti empiris oleh masyarakat. Dengan pembudidayaan tanaman obat ini sekiranya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat secara benar sebagai obat laternatif dari obat modern. Pembudidayaan dapat dilakukan di panti werda (PSTW) puspakarma Implikasi Keperawatan 1. Diharapkan kegiatan pembudidayaan tanaman obat herbal lebih banyak dilakukan sebagai kegiatan pembudidayaan tanaman 2. 3. Diharapkan hipertensi yang dialami para lansia semakin berkurang Diharapkan ramuan herbal bukan hanya diberikan untuk kalangan lansia saja, namun pada semua orang yang menerita hipertensi

BAB 4 PENUTUP

4.1 KESIMPULAN Ada efek ramuan buah mengkudu dan daun kumis kucing untuk menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi pada 43 penderita hipertensi

4.2 SARAN 1. Berikan arahan tentang pembuatan ramuan tradisional mengkudu dan kumis kucing 2. Berikan pandangan dan informasi yang mudah dimengerti oleh para lansia agar mudah dicerna/ dimengerti dan dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya. 3. Pada pasien yang telah mampu melakukan mandiri, anjurkan untuk membuat ramuan secara mandiri. 4. Bagi PSTW Puspa Karma, diharapkan dapat memberi pelatihan mengenai pengobatan tradisional pada perawat yang bertanggung jawab pada tiap kelayan atau wisma, agar dapat mendukung aplikasi aktivitas keperawatan.