Anda di halaman 1dari 8

Tugas Manajemen Farmasi

Desi Ekarmila S.R 09040024 Farmasi A

Tabel yang Dapat Merinci Perbedaan Narasi antara UU 23 th 1992 vs UU no. 36 th 2009 Pointer UU 36 th 2009 Bagian ke- 15 pasal 98 Ayat (1) : Sediaan farmasi dan alat kesehatan harus aman, berkhasiat, bermutu dan terjangkau (2) : Dilarang mengadakan, menyimpan, mengolah, mempromosikan dan mengedarkan sediaan farmasi dan alat kesehatan yang berkhasiat bagi yang tidak memiliki keahlian di bidangnya UU 23 th 1992 Bag. Ke-11 Pasal 41 Ayat (1) : Sediaan Farmasi dan alat kesehatan dapat diedarkan setelah ada izin edar (2) : Sediaan Farmasi dan alat kesehatan harus memenuhi persyaratan objectivitas agar tidak menyesatkan keterangan
Pada uu 2009, sudah merefisi atau memperbaiki maksud dari UU 1992, sehingga lebih jelas dan mudah dimengerti. Namun pada kenyataannya di lapangan belum memenuhi seperti yang tertera pada UU 2009, dimana masih banyak orang/individu yang bukan dari orang-orang kesehatan yang masih menyalahgunakan peluang tersebut sebagai mata pencaharian, dan sebaliknya masih banyak pula orang-orang dari bidang kesehatan yang tidak tahu menahu tentang lingkup kerjanya.

Pengamanan dan pengelolaan sediaan Farmasi dan alat kesehatan

Pointer

UU 36 th 2009

UU 23 th 1992

keterangan

Pengobatan Tradisional

Bagian ke 3 Ayat (1) : Pengobatan tradisional dibagi 2 : Keterampilan dan Ramuan

Bagian ke- 15 pasal 98 Ayat (1) : Pengobatan tradisional adalah Upaya alternative pengobatan di luar ilmu Kedokteran dan perawat

Pada UU 36 tidak menjelaskan pengertian pengobatan tradisional seperti halnya pada UU 23, serta tidak menjelaskan bahwa dalam pembuatan obat tradisional (jamu) hanya boleh mencampurkan bahannya dari bahanbahan alam saja, tidak boleh adanya penambahan dari sediaan obat yang sudah jadi.

Pointer

UU 36 th 2009

UU 23 th 1992

keterangan

Obat

Bagian ke-3 Pasal 36 ,37,38,39,40 dan 41 Ayat (1) : Pemerintah menjamin ketersediaan, pemerataan dan keterjangkauan perbekalan kesehatan terutama obat esensial (2) : Dalam menjamin ketersediaan obat keadaan darurat, pemerintah dapat melakukan kebijakan khusus untuk pengadaan dan pemanfaatan obat dan bahan yang berkhasiat obat

Bagian ke-4 Pasal 60 : Perbekalan kesehatan yg diperlukan dalam penyelenggaraan upaya kesehatan meliputi sediaan farmasi Pasal 63 Ayat (1) : Pekerjaan kefarmasian dalam pengadaan,produk si, distribusi dan pelayanan sediaan farmasi harus diakukan oleh tenaga kesehatan yang ahli dalam bidang kesehatan.

Ke 2 UU tersebut mencakup peraturan yang berbeda tetapi secara umum maksud dan tujuanya sama, untuk upaya kesehatanya. Tapi pada kenyataannya sekarang berbeda, kebanyakan pabrik tidak mau memproduksi obat esensial dalam jumlah banyak karena masalah biaya produksi.

Pointer
Makanan dan Minuman

UU 36 th 2009
Bag. Ke-16 Pasal 111 : Ayat 1 : Makanan dan minuman harus memenuhi standar atau syarat kesehatan. (2) : Mkanan dan minuman harus ada izin edar sesuai UU. (3) : Makanan yang dikemas wajib memberi tanda atau label

UU 23 th 1992
Bag. Ke-4 Pasal 21 Ayat (1) : Pengamanan makanan dan minuman diselenggarakan untuk melindungi masyarakat dari tidak memenuhinya persyaratan kesehatan. (2): Setiap makanan wajib di beri tanda atau label. (3): Makanan dan minuman yang tidak memenuhi standar dapat membahayakan kesehatan masyarakat.

keterangan
Dari ke dua UU tersebut sudah jelas pernyataannya, tetapi masih banyak pula produsen terutama dari luar negri yang menjual makanan dan minuman ke indonesia secara ilegal, sehingga tidak melewati BPOM terlebih dahulu, jadi kualitas makanan dan minuman masih diragukan. Dan pemerintah harus aktif menanggapi hal tersebut.

Pointer
Kosmetika

UU 36 th 2009
Bag. 15, pasal 105 ayat (2) : Sdiaan farmasi berupa obat tradisional dan kosmetika serta alat kesehatan harus memenuhi standar dan persyaratan yang di tentukan

UU 23 th 1992
Bag. Ke-11, pasal 40 ayat (2): Sediaan farmasi yang berupa obat tradisional dan kosmetika serta alat kesehatan harus memenuhi standart atau persyaratan yang ditentukan

keterangan
Ke 2 UU tersebut tidak mencakup perbedaan yang signifikan untuk perbedaan karena peraturanya sama.

Pointer Sangsi hukum yang berlaku

UU 36 th 2009

UU 23 th 1992 Bab X, pasal 80 : (1): mengedarkan makanan dan minuman yang tidak memenuhi standar atau persyaratandan atau membahayakan kesehatan sebagiamana menurut pasal 21 ayat 3. (2): Memproduksi atau mengedarkansediian farmasi berupa obat atau bahan obat yang tidak memenuhi syarat farmokope indonesia menurut pasal 40 ayat 1. (3):Dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 thun dan pidana denda paling banyak Rp.300.000.000

keterangan Pada UU no 36 th 2009 dan UU no 23 th 1992, mencakup pidana dengan waktu dan denda yg di keluarkan berbedabeda untuk orang yg melanggar peraturan yang berlaku dalam kesehatan masyarakat.

Bab XX , pasal 196 : Setiap orang yang sengaja memproduksi dan mengedarkan sediaan farmasi atau alat kesehatan yg tidak memenuhi standar kesehatan akan di pidana paling lama 10 tahun dengan denda uang sebesar Rp. 1.000.000.000. Pasal 198 : Setiap orang yang tidak memiliki keahlian dan kewenangan untuk melakukan praktik kefarmasian akan dikenakan denda Rp. 100.000.000 juta

Alamdulililah Hirrobillalaaminnn

Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabbarakatuh