Anda di halaman 1dari 4

Case 3-1 Southwest Airlines Corporation

Latar Belakang Southwest Airlines didirikan pada 8 juni 1971, saat itu baru memiliki 3 unit pesawat boeing 737 dan melayani 3 rute penerbangan yakni ke Dallas, Houston, dan San Antonio. Di 2004 perusahaan ini jauh berkembang hingga memiliki 407 unit pesawat boeing 737 dan melayani penerbangan ke 60 bandara di 31 wilayah di amerika serikat. Di 2005 perusahaan ini kembali memperoleh keuntungan untuk 32 tahun berturut-turut, rekor yang belum terkalahkan di industry penerbangan. Southwest dikenal sebagai perusahaan jasa penerbangan dengan julukan low-fare, high satisfaction airline. Southwest memiliki operating cost yang jauh lebih kecil dibandingkan pesaing-pesaingnya, dan secara konsisten memberikan jasa penerbangan yang murah dan simple. Di 2004 perusahaan ini memiliki 31.000 karyawan dan menghasilkan total operating revenues sebesar $6,5 miliar. Di 2005 untuk 9 kali secara berturut-turut southwest airlines di nobatkan oleh fortune magazine sebagai perusahaan jasa penerbangan yang paling disukai di dunia. Jawaban atas Pertanyaan 1. Strategi Southwest Airlines Corporation Strategi yang diterapkan oleh Southwest Airlines Corporation adalah 1. Menyediakan layanan penerbangan yang rutenya tidak terlalu jauh (short haul) dan point to point, sehingga meskipun keuntungan dari per pelanggannya tidak terlalu besar, tetapi karena frekuensi penerbangannnya sangat tinggi maka pada akhirnya keuntungan yang didapat pun besar. 2. Pilot-pilot di southwest tidak tergabung di dalam national union, dimana pilot-pilot yang tergabung disana dibatasi jam terbangnya, sehingga pilot-pilot di southwest dapat melakukan penerbangan rata-rata lebih banyak daripada penerbangan yang dapat dilakukan pesaing-pesaingnya. 3. Southwest secara konsisten terus mencari cara untuk meningkatkan efisiensinya, sehingga pada 2004 tercatata southwest dapat menekan kebutuhan akan bahan bakar dan oli hingga 85% dan dapat menghemat biaya hingga $455 juta, ini juga yang menyebabkan harga yang ditawarkan southwest lebih murah dari yang ditawarkan pesaingnya

4. Penerapan sistem booking secara online yang dapat memudahkan pelanggan untuk memesan tiket pesawat kapan pun dan dimana pun. Tercatat bahwa sekitar 60%

pendapatan SAC berasal dari online booking melalui southwest.com. 5. Mencipatakan sistem/prosedur pelayanan yang lebih sederhana dan distandardisasi Pimpinan dapat lebih menyempurnakan strategi dan prosedur yang lebih sederhana. Dengan prosedur yang lebih sederhana ini maka : a. kebutuhan akan latihan dan pengembangan karyawan dapat dikurangi. Pengurangan ini secara langsung akan mengurangi biaya tetap yang harus ditanggung perusahaan b. karyawan mempunyai waktu lebih yang dapat dipergunakan untuk lebih berinteraksi dengan para pelanggan. Interaksi dengan para pelanggan ini memberikan manfaat berupa umpan balik dari pelayanan yang telah diberikan.

2. Control system yang diterapkan oleh southwest adalah bagaimana mereka harus membuat karyawan mereka nyaman bekerja disana terlebih dahulu, menurut pendirinya yakni CEO herb Kelleher bila mereka bahagia, puas, berdedikasi, dan bersemangat, mereka akan melayani pelanggan dengan baik, bila pelanggan senang, mereka akan kembali, dan itu akan membuat pemegang saham pun senang. Sekilas dapat dilihat kata-kata tersebut menunjukkan bahwa semuanya penting, tapi ada penekanan pada karyawan, di southwest para manajernya selalu berusaha bagaimana agar karyawan betah dengan menciptakan suasana kerja yang baik, sehingga turnover karyawan di southwest pun menjadi rendah. Budaya di southwest yang penuh kerja keras, bersemangat, tetapi menyenangkan membuat karyawan terus termotivasi. Budaya inilah yang akhirnya mampu membawa southwest menjadi southwest seperti sekarang ini. Filosofi yang diterapkannya adalah, Bila mereka gembira, puas, penuh dedikasi, dan energik, mereka akan sungguh memberi perhatian baik kepada pelanggan. Jika pelanggan gembira, mereka akan datang kembali. Dan itu membuat pemegang saham gembira. Untuk memertahankan kualitas para karyawannya, proses peneriman Southwest juga unik, pilot menerima dan mewawancarai calon pilot, begitu juga dengan petugas pintu gerbang menerima petugas pintu gerbang. Hal ini dilakukan karena mereka merupakan orang yang paling tahu bagaimana rincian kualifikasi atas orang-orang yang akan bekerja di dalam posisi yang sama seperti mereka.

Case 4-6 Grand Jean Company Latar Belakang Grand Jean dibentuk pada pertengahan abad ke 19, perusahaan ini telah melewati tahun-tahun sulit dan depresi di tahun 1929 yang menyebabkan produk andalan mereka menjadi tidak laku. Di 1989

perusahaan ini menjadi salah satu perusahaan manufaktur pakaian terbesar di dunia, perusahaan ini menyediakan berbagai macam jenis gaun dan jeans untuk pria dan wanita, barang mereka dikenal dengan harga yang lumayan untuk dan berkualitas. Perusahaan ini sudah menjual 40 juta pasang celana tahun kemarin. Jawaban atas Pertanyaan 1. Tujuan perusahaan secara keseluruhan yaitu menghasilkan laba (profit oriented), untuk menyediakan bermacam-macam baju dan pakaian jean untuk pria dan wanita dan celana panjang wanita dengan jenis yang lengkap. Tujuan perusahaan untuk menghasilkan produ yang berkualitas.Hal ini tidak sejalan dengan tujuan organisasi pemasaran dan 25 manajer perusahaan pelaksana manufaktur, karena perusahaan memiliki tujuan yang profit oriented, perusahaan menempatkan divisi sebagai pusat pendapatan, sedangkan divisi marketing harus bekerja keras untuk menguasai pasar dengan model pemasaran. Perusahaan menempatkan divisi sebagai pusat laba pemasaran (pusat laba), dengan kata lain pasar menjadi ujung tombak perusahaan dalam menjual produknya (dengan perkiraan menggunakan pemasaran dalam menentukan unit dasar dari penjualan). Karena perusahaan yang mengoperasikan sebuah patokan untuk mengukur kinerja pemasaran dengan pandangan bahwa target dicapai merupakan dalam penjualan tujuan dari manajer produk. adalah

Juga berbeda

dengan manajer ke-25 produksi, yang

bagaimana untuk menjaga produksi dalam rangka memenuhi permintaan pasar(sesuai dengan estimasi pemasaran) dengan kecepatan dan menghemat waktu keduanya, biaya dan

usaha karena dibuat oleh perusahaan apakah ukuran kinerja manajer - manajer adalah manajer yang baik atau tidak, jika cepat dan hemat, perusahaan mengukur berarti bahwa manajer akan mendapatkan predikat baik, begitu sebaliknya. 2. Evaluasi rencana langsung manajemen dan sistem pengendalian untuk pelaksana manufaktur dan departemen pemasaran: Kekuatan: Grand Jeans memiliki 25 eksekutif manufaktur dengan 20 kontraktor yang handal dan terbukti selama 30 tahun bekerja sama untuk membuat celana

Departemen pemasaran memiliki 5 di bawah wakil direktur bidang pemasaran yang bekerja untuk jeans dasar, anak jean, AOS, pria, AOS kasual jeans, gaun kemeja dan jean, pakaian dan wanita, AOS jeans

Mengembangkan studi kurva sebagai dasar untuk menentukan standar produksi, waktu produksi, dan mengalokasikan biaya dalam produksi

Kelemahan: Telah terjadi dalam pelaksanaan gudang produksi yang dilakukan oleh manajer eksekutif berarti tidak adanya koordinasi Kurangnya komunikasi yang baik antara wakil direktur produksi lapangan dengan penerapan produksi sehingga akan banyak kehilangan produksi yang tidak sesuai dengan urutan yang diinginkan. 3. Setuju dengan konsep pusat laba untuk pelaksana 25 perusahaan manufaktur Grand Jean. Pendekatan ini bisa mempengaruhi keputusan manajer pelaksana, kinerjanya, dan seterusnya sehingga seorang manajer dalammenerapkan strategi perlu membuat tradeoff dalam bersaing, untuk memilih apa yang tidak boleh dilakukan. 4. Beberapa alternatif diharapkan untuk mencatat pendapatan setiap pelaksanaa: a. Menggunakan pencatatan harga jual oleh tenaga pemasaran Grand Jeanuntuk menjual celana panjang ke retailer dan distributor. Manajer pemasaran dapat memeriksa untuk setiap penjualan produk melalui laporan pemasaran penjualan. Ini cukup efektif dalam membangun komunikasi antara karyawan sebagai indikator kinerja markekting. Namun tidak cukup efektif, karena juga untuk mengantisipasi kebocoran laporan menjamin validasi, kebutuhan untuk distributor survei dan eceran. b. Menggunakan biaya standar produksi per unit ditambah mark persentase hingga laba kotor yang wajar. Mencatat model ini cukup efektif untuk mendeteksi kembalinya setiap pabrik. c. Menggunakan harga rata-rata kontrak yang dibayar Grand Jean pada perusahaanlain untuk membuat tipe celana panjang yang sama.