Anda di halaman 1dari 2

Polymerase Chain Reaction Detection Of Sepsis-Inducing Pathogens In Blood Using SepsiTest Claudia Disqu1, Anna-Julia Kochem2, Helge Mhl1,

Michael Lorenz1, Samir Sakka2 1Molzym GmbH & Co. KG, Bremen, Germany; 2Universitt Witten/Herdecke, Kliniken der Stadt Kln gGmbH, Krankenhaus Merheim, Klinik fr Ansthesiologie und Operative Intensivmedizin, Kln, Germany

Background PCR dapat digunakan untuk identifikasi DNA bakteri pada kultur sampel negative dari pasien suspect infeksi, sesuai dengan konfirmasi, sebagai contoh, meningitis dan septic arthritis. Perbedaan yang besar pada timbulnya hasil positif dari kultur dan PCR telah dilaporkan. Tujuan dari uji PCR dari sampel pathogen adalah untuk mengembangkan pengawasan penyakit, pedoman awal pemilihan antibiotik dalam pengobatan.

Metode SepsiTest adalah tes PCR baru untuk mendeteksi adanya bakteri dan jamur patogen dalam sampel darah. Tes menggabungkan persiapan sampel, ekstraksi DNA patogen dari 1 ml darah, dengan tes PCR untuk deteksi universal dari bakteri dan jamur berdasarkan amplifikasi dan pemantauan urutan rDNA 16S dan 18S. Darah dari pasien sepsis diekstraksi dan dianalisis, dengan menggunakan SepsiTest bersama-sama dengan urutan amplikon dari sampel positif dan analisis untuk identifikasi patogen secara online dengan BLASTN.

Hasil Tes ini divalidasi oleh penentuan batas-batas mendeteksi patogen dalam darah (puncak percobaan,> 95% sensitivitas, n = 6), termasuk (unit pembentuk koloni / ml) Staphylococcus epidermidis (20), Staphylococcus aureus (40), Streptococcus pneumoniae (40), Escherichia faecalis (120), Escherichia coli (150), Klebsiella pneumoniae (110), Enterobacter aerogenes (210), Pseudomonas aeruginosa (460) dan Candida albicans (400). Secara total, sampel dari 55 pasien dengan kriteria sindrom respon inflamasi sistemik dianalisis dalam penelitian

berkelanjutan. Dibandingkan dengan kultur darah, data awal menunjukkan sensitivitas diagnostik 60%, spesifisitas 98%, negatif prediksi nilai 91% dan nilai prediksi positif 86%.

Kesimpulan Data yang dibahas sehubungan dengan signifikansi dari uji molekuler untuk diagnosis sepsis. Penekanan khusus diletakkan pada data klinis yang tersedia mendukung temuan hasil PCR positif tetapi kultur menunjukkan hasil negative