Anda di halaman 1dari 3

Limbah Medis Kesehatan merupakan hak asasi manusia yang telah dijamin oleh Konsitusi melalui amandemen Undang

undang Dasar 1945 pasal 28 huruf H ayat 1 : Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan. Sesuai dengan Undang undang Nomor 36 Tahun 2009 menyatakan bahwa setiap orang mempunyai hak dalam memperoleh pelayanan kesehatan yang aman, bermutu dan terjangkau.
Health is a human right that has been veritable by the Constitution through amendments 1945 Article 28 paragraph 1 letter H: Every person has the right to live in physical and spiritual wellbeing, living, and earn a good living environment and healthy and receive medical care. In accordance with the Law No. 36 of 2009 states that every person has the right to obtain health care safety, quality and affordable.

Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan pada Pasal 163 tentang Kesehatan Lingkungan : Upaya kesehatan lingkungan ditujukan untuk mewujudkan kualitas lingkungan yang sehat, baik fisik, kimia, biologi, maupun sosial yang memungkinkan setiap orang mencapai derajat kesehatan yang setinggitingginya.
Law No. 36 Year 2009 on Health on Article 163 of the Environmental Health: Environmental health efforts aimed at establishing the quality of a healthy environment, whether physical, chemical, biological, or social that allows each person to reach the degree of the highest health.

Rumah sakit merupakan sarana pelayanan kesehatan, tempat berkumpulnya orang sakit maupun orang sehat. Berbagai jenis limbah yang dihasilkan di rumah sakit dan unit-unit pelayanannya bisa membahayakan dan menimbulkan gangguan kesehatan bagi masyarakat, walaupun ada juga limbah yang tidak berbahaya. The hospital is a health care facility, a gathering place for the sick and the healthy person. Various types of waste generated in hospitals and service units can be dangerous and cause health problems for the community, although there are also hazardous waste.

Pengelolaan limbah yang baik harus mengikuti kaidah dan pedoman yang diberlakukan, dengan demikian diharapkan pengaruh buruk limbah dapat ditiadakan. Tujuan pengelolaan limbah di Rumah Sakit : 1. Mencegah kemungkinan terjadinya pencemaran lingkungan 2. Mencegah terjadinya gangguan kesehatan 3. Menjaga kebersihan lingkungan rumah sakit 4. Menjamin bahwa limbah yang dihasilkan RS sudah tidak berbahaya
Good waste management should follow the rules and guidelines are enforced, thus expected adverse effects of waste can be eliminated. Purpose of waste management in the Hospital: 1. Prevent the possibility of environmental pollution 2. Prevent the occurrence of health problems 3. Maintain cleanliness of the hospital environment 4. Ensure that the waste produced is not harmful RS

Beberapa peraturan yang mengatur tentang pengolahan lingkungan Rumah Sakit antara lain diatur dalam : 1. Permenkes 1204/Menkes/PerXI/2004, mengatur tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit 2. Kepmen KLH 58/1995, mengatur tentang Baku Mutu Limbah Cair Bagi Kegiatan Rumah Sakit 3. PP18 tahun 1999 & PP 85 tahun 1999, mengatur tentang pengelolaan limbah bahan berbahaya dan Beracun (B3) 4. Kepdal 01- 05 tahun 1995 tentang pengelolaan limbah B3
Some regulations governing the processing environment Hospital among others set forth in: 1. Permenkes 1204/Menkes/PerXI/2004, set about Health Requirements

Hospital Environment 2. KLH Decree 58/1995, regulating the Liquid Waste Quality Standard for Activities Home sick 3. PP18 PP 1999 & 85 of 1999, regulating the management of waste materials hazardous and toxic (B3) 4. Kepdal 01-05 1995 on the B3 waste management