Anda di halaman 1dari 6

AKUNTANSI KEUANGAN LANJUTAN II

TENTANG MASALAH UMUM AKUNTANSI KANTOR PUSAT DAN KANTOR CABANG

Oleh : Syafrin Rahmatullah (C1C110417)

JURUSAN AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT BANJARMASIN 2013

I.

MASALAH MASALAH UMUM Dalam rangka mencapai tujuan perusahaan berupa keuntungan yang optimal,

perusahaan dapat membuka daerah pemasaran baru. Adanya perluasan daerah pemasaran ini akan menimbulkan masalah yaitu bagaimana produk perusahaan dapat sampai ke tangan konsumen dengan cepat tanpa menimbulkan biaya anagkut yang besar dan tanpa memakan waktu yang lama. Untuk mengatasi masalah tersebut perusahaan dapat membentuk tempat tempat penjualan pada daerah daerah dan kota kota tertentu sebagai sarana untuk memperluas daerah pemasaran. Tempat penjualan yang dibentuk dapat berbentuk Agen (Agency) atau berbentuk Cabang (Brench) dari perusahaan yang bersangkutan. Agen dan Cabang dibentuk oleh perusahaan mempunyai tujuan yang sama yaitu berfungsi sebagai salah satu sarana untuk memperluas daerah pemasaran.

Perbedaan antara Agen dan Cabang dalam operasionalnya adalah sebagai berikut : AGEN Berfungsi sebagai wakil perusahaan sehingga tugas agen hanya mencari pemesan dan transaksi dapat dilakukan oleh kantor pusat KANTOR CABANG Berfungsi sebagai unit usaha yang berdiri sendiri

Agen tidak memiliki persediaan barang untuk dijual, tetapi memiliki sampel barang untuk dijual

Memiliki barang untuk dijual yang berasal dari kantor pusat dan pembelian sendiri

Persyaratan penjualan kredit ditentukan oleh kantor pusat

Punya wewenang untuk menentukan syarat penjualan kredit

Modal kerja untuk usaha sepenuhnya dari kantor pusat

Modal kerja untuk usaha bias berasal dari kantor pusat maupun dari hasil usaha

A. Akuntansi Untuk Kegiatan Agen Agen adalah merupakan suatu perwakilan yang bekerja sebagai suatu unit organisasi penjualan lokal pada suatu daerah tertentu dibawah pengawasan Kantor Pusat.

1. akuntansi untuk kantor agen


Agen tidak menyelenggarakan pencatatan secara lengkap, tetapi umumnya hanya menyelenggarakan pencatatan berupa Buku Kas untuk mencatat penerimaan dan pengeluaran kas. Penerimaan kas pada Agen berasal dari Kantor Pusat dan pengeluaran kas pada Agen berupa biaya operasional agen yang bersangkutan. Pengawasan dana yang diberikan oleh Kantor Pusat pada Agen, hampir sama pelaksanaannya dengan pengolahan Kas kecil (Petty Cash) dengan system Dana tetap (Imperest Fund System)

2. akuntansi untuk kantor pusat agen Pembukaan terhadap kegiatan usaha agen oleh Kantor Pusat ada 2 metode pencatatan : Laba atau rugi dari aktivitas Agen dicatat terpisah dari kantor Pusat Laba atau rugi dari aktivitas Agen dicatat tidak terpisah dari aktivitas kantor Pusat Metode mana yang dipilih tergantung pada kebijakan kantor pusat terhadap laba (rugi) dari aktivitas agen a. Laba (rugi) agen dicatat terpisah Pada metode ini, diselenggarakan rekening rekening khusus yang berkaitan dengan aktivitas agen yaitu dengan memberikan keterangan pada setiap transaksi yang terjadi pada agen dengan menyebutkan identitas agen yang bersangkutan pada setiap transaksi

b. Laba (rugi) agen dicatat tidak terpisah Pada metode ini tidak diperlukan rekening rekening khusus untuk mencatat aktivitas agen. Jadi, transaksi melalui agen maupun Kantor Pusat tidak perlu dipisahkan pencatatannya. B. Akuntansi Untuk Aktivitas Kantor Cabang Sistem akuntansi untuk kantor cabang pada dasarnya dapat dilaksanakan dari salah satu metode sebagai berikut : 1. Sistem Sentralisasi

2. Sistem Desentralisasi 3. Kombinasi Sistem Sentralisasi dan Sistem Desentralisasi Dari ketiga system tersebut, penggunaannya tergantung paada kebijakan yang diterapkan oleh kantor pusat 1. Sistem Sentralisasi Sistem Sentralisasi pada umumnya dilaksanakan dalam rangka penghematan biaya administrasi. Apabila system ini diterapkan, maka pencatatan terhadap transaksi yang terjadi pada kantor cabang diselenggarakan sepenuhnya oleh kantor pusat

2. Sistem Desentralisasi Sistem ini, kantor cabng diperlakukan sebagai unit usaha yang berdiri sendiri, sehingga proses pencatatan diselenggarakan sebagai unit usaha yang berdiri sendiri, sehingga proses pencatatan diselenggarakan secara terpisah dari kantor pusat, kecuali kantor cabng tidak menyelenggarakan rekening modal.

3. Kombinasi Sistem Pada sistemi ini, tidak semua transaksi diselenggarakan secara terpisah dari kantor pusat, misalnya atas pertimbangan tertentu oleh kantor pusat, diperlukan adanya rekening tertentu yang hanya diselenggarakan oleh kantor pusat, misalnya mengenai aktiva tettap

C. PROSEDUR PENULISAN LAPORAN KEUANGAN Kantor Pusat dan Kantor Cabang secara ekonomis merupakan satu kesatuan ekonomi, sehingga laporan keuangan yang disajikan masing masing nantinya akan digabungkan guna memberikan gambaran yang menyeluruh tentang aktivitas perusahaan sebagai satu kesatuan ekonomis. 1. Penulisan Neraca Gabungan Mengeliminasi (menghapuskan) rekening timbal balik (reciprocal account) seperti : Rekening Kantor Pusat Rekening Piutang kantor cabang Dll Kantor Cabang Utang Kantor Pusat

Menggabungkan saldo aktiva, utang pada pihak ketiga

2. Penulisan Laba Rugi Gabungan Mengeliminasi (menghapuskan) rekening timbal balik (reciprocal account) seperti : Pengiriman barang Ke Kantor Cabang Dll Pengiriman barang dari Kantor Pusat

Menggabungkan saldo rekening penghasilan dan biaya pada kantor pusat dan kantor cabang. Bilamana pada saat penulisan laporan keuangan gabungan terdapat rekening timbal balik yang tidak menunjukan saldo yang sama. Maka untuk mengatasi hal ini diperlukan penyesuaian (adjustment) terhadap rekening tersebut. Saldo yang tidak sama ini disebabkan hal hal sebagai berikut : Adanya informasi keuangan yang belum diterima oleh salah satu pihak perusahaan. Misalnya : Adanya pembebanan biaya oleh kantor pusat kepada kantor cabang, dimana nota pembebanan tersebut belum diterima oleh kantor cabang Adanya transaksi yang masih dalam proses

Misalnya : Pengiriman barang oleh kantor pusat ke kantor cabang, tetapi sampai akhir periode akuntansi belum diterima oleh kantor cabang. D. MODIFIKASI TEKNIK PENCATATAN HUBUNGAN KANTOR PUSAT DAN KANTOR CABANG Untuk kepentingan analisa laporan keuangan, hendaknya ada pemisahan pencatatan penanaman modal yang bersifat permanen (jangka panjang) seperti : Utang piutang tetap antara kantor pusat dan kantor cabang Penempatan aktiva tetap

Dengan penanaman modal yang bersifat sementara (temporer) seperti: Pengiriman uang kantor cabang Pengiriman barang ke kantor cabang

Berdasarkan pemikiran tersebut, maka pada pembukuan kantor pusat dan kantor cabang sebaiknya diadakan pemisahan sebagai berikut : a. Penanaman modal sementara : 1) Pembukuan Kantor Pusat 2) Pembukuan Kantor Cabang b. Penanaman modal permanen : 1) Pembukuan Kantor Pusat Cabang atau Kantor Cabang R/ K jangka Panjang 2) Pembukuan Kantor Cabang Cabang atau Kantor Cabang R/ K jangka Panjang Rekening investasi Tetap pada kantor Rekening investasi Tetap pada kantor Rekening Kantor Cabang Rekening Kantor Pusat