Anda di halaman 1dari 2

STATUS PASIEN

Identitas Pasien Nama Umur Alamat Pekerjaan Berat Badan Kesadaran GCS : Tn. S : 48 tahun : Blitar : Tani : 66 Kg, TD : 120/80 mmHg, T : 37 C

: Composmentis : 456

Keluhan Utama : Benjolan di leher kanan Anamnesa :

Pasien mengeluhkan ada benjolan di leher sebelah kanan sejak lebih dari 5 bulan yang lalu, dan makin membesar. Pasien juga mengeluhkan penurunan pendengaran pada telinga kiri sejak 3 hari yang lalu, kadang-kadang terasa grebek-grebek dan sakit. Pasien merasakan hidungnya buntu sebelah kiri sejak 3 hari yang lalu, juga terkadang keluar darah dari hidung sebelah kiri. Pasien mengeluh sakit kepala sejak 3 hari ini, dan tenggorokan sulit menelan sejak 4 hari yang lalu. Pandangan mata sebelah kiri terdapat dua bayangan. Penyakit penyerta : - HT (-) - DM (-) Riwayat Penyakit Dahulu : Riwayat Post operasi herniotomi inguinalis dekstra

Usulan Pemeriksaan : - Biopsi nasofaring - CT scan kepala (tampak nasofaring) - Foto Ro. Thorak AP hasil DBN Diagnosa Utama : Susp. Ca. nasofaring stadium IVA T4 (ada komplikasi intrakranial) N2 (terdapat pembesaran kelenjar bilateral < 6 cm) M0 (tidak ada metastase jauh, karena hasil Ro. Thorak AP DBN)

Differential Diagnosa : - TBC nasofaring - Higroma colli Planing Terapi : - radiasi 3 seri (1 seri = 10 kali sinar) - Penyinaran dilakukan 30 kali (setiap minggu 5 kali hingga 6 minggu) - Setelah 30 penyinaran dilakukan biopsy nasofaring ulang, bila hasil masih terdapat sel-sel ganas dilakukan khemotherapi kemudian dibiopsi ulang jika masih terdapat sel-sel ganas maka dilakukan booster (sinar 1 seri = 10 kali sinar) Plan Komunikasi : Dengan komunikasi dua arah antara pemeriksa dan pasien diharapkan pengobatan terhadap penyakitnya dapat tercapai secara maksimal. Informasi : Menjelaskan tentang perjalanan penyakit pasien, kemungkinan komplikasi bila tidak dilakukan radiasi dan khemotherapi dan kemungkinan setelah diterapi dengan radiasi dan khemotherapi. Evaluasi : Setelah dilakukan radiasi tumor colli mengecil.