Anda di halaman 1dari 9

Aswamedha Parwa Bagian Ke 84 -----------------------------------------------------------------------------------

Bagian Ke Delapanpuluh Empat

----------------------------------------------------------------------------------Seri Bhratayuddha Page 1 of 9

Aswamedha Parwa Bagian Ke 84 -----------------------------------------------------------------------------------

Putra Sakuni itu seorang katriya ahli kereta yang paling tangguh di antara para Gndhra. Ia berangkat menghadapi Arjuna dengan diiringkan oleh ribuan laskarnya. Pasukannya itu dilengkapi dengan pasukan gajah, pasukan berkuda dan pasukan kereta. Persenjataan mereka lengkap dan berat-serta disempurnakan dengan benderabendera langsung tanda kebesaran untuk masing-masing. menghancurkan Pasukan Gndhra yang megah dan kuat itu menyerbu Arjuna, pendekar bangsa Kuru yang berambut ikal itu. Wibhatsu dikepung dari segala jurusan, namun Prtha yang akti tetap berdiri dengan tenang, bahkan dengan wajah berseri-seri dan suara lembut namun mantap disampaikannya pesan maharaja Yudhihira yang menghendaki kesejahteraan dan perdamaian dunia. Tetapi mereka tidak menghiraukan pesan-pesan itu,

----------------------------------------------------------------------------------Seri Bhratayuddha Page 2 of 9

Aswamedha Parwa Bagian Ke 84 -----------------------------------------------------------------------------------

malahan sepasukan laskar berkuda bergerak dan mengepung kuda kurban yang berbulu hitam itu. Mereka bersorak-sorai dan menyerukan katakata kasar dan menghina! Mendengar hinaanhinaan itu, Arjuna bangkit kemarahannya. Diangkatnya panah Gandhiwa dan menyemburlah panah-panah tajam, diarahkan kepada pasukan berkuda yang mengepung dan mengejar kuda kurban tersebut. Banyak kepala lawan yang terpenggal disambar oleh panahpanah Arjuna itu. Melihat teman-temannya tewas secara mengerikan itu, pasukan penangkap kuda itu melarikan diri dan kuda yang sudah ditangkap itu dilepas kembali. Pasukan kereta menyerbu dan melancarkan serangan-serangan sangat gencar. Putra Arjuna dengan seenaknya menangkis membalas serangan dan mereka itu sambil satu membabat musuhnya

persatu. Ia menunjuk dan menyebutkan setiap

----------------------------------------------------------------------------------Seri Bhratayuddha Page 3 of 9

Aswamedha Parwa Bagian Ke 84 -----------------------------------------------------------------------------------

lawan yang ingin dipanahnya dan satu demi satu mereka terjungkal tewas, karena panah Arjuna sungguh tak pernah meleset. Korban berjatuhan bertumpuk-tumpuk di sekeliling Arjuna. Melihat keadaan ini, raja Gndhra putra Sakuni lalu menyerbu maju untuk menghadapi Arjuna sendiri. Kepada raja itu Arjuna berseru sebagai berikut : Aku tidak diperkenankan membunuh raja yang berhadapan denganku dalam tugas suci ini! Demikian itu perintah Yudhihira! Karena itu, hai pahlawan, janganlah paduka menyerang diriku! Hentikan permusuhan ini! Jangan paduka mengundang kekalahan! Kata-kata Arjuna itu dijawab dengan senyuman sinis serta semburan ribuan anak panah yang diarahkan lurus-lurus ke arah bagian-bagian lemah kian tubuh kemari Arjuna. tidak Pahlawan bangsa kuru dengan sigap mengelak, menangkis, berkelebat ubahnya akra sendiri apabila menghadapi

----------------------------------------------------------------------------------Seri Bhratayuddha Page 4 of 9

Aswamedha Parwa Bagian Ke 84 -----------------------------------------------------------------------------------

musuh-musuhnya!. Pada gerakan mengelak yang terakhir, Arjuna melepaskan panah yang ujungnya berbentuk bulan sabit yang dengan tepat menyambar gelung kepala raja Gndhra itu Gelung itu terpental jatuh jauh sekali sebagaimana halnya kepala Jayadratha yang terpental jauh terkena panah Arjuna di medan Kuru dahulu itu. Semua Katriya Gndhra yang menyaksikan kehebatan menyadari kejadian ilmu panah ini terkejut Arjuna. Arjuna yang Mereka sengaja kemudian berubah menjadi kekaguman terhadap bahwa

menyelamatkan jiwa rajanya. Raja bangsa Gndhra mengundurkan keretanya menjauhi medan pertempuran, diiringkan oleh semua pasukannya bagaikan segerombolan kijangkijang aneh, melarikan semuanya diri ketakutan. Pasukan kehilangan Gndhra yang lain melarikan diri pula, tetapi seolah-olah

----------------------------------------------------------------------------------Seri Bhratayuddha Page 5 of 9

Aswamedha Parwa Bagian Ke 84 -----------------------------------------------------------------------------------

kesadaran, berlari kian kemari tidak menemukan jalan keluar. Dengan panah-panah berujung besar Arjuna mengacaukan mereka, menyerang yang tidak mau menyerah sehingga lebih banyak lagi korban yang berjatuhan. Banyak pula dari antara mereka yang berlari lintang pukang dengan tidak disadarinya bahwa sebelah tangannya telah buntung. Demikianlah pasukan Gndhra itu berantakan akibat serangan Arjuna yang menggunakan panah-panah besar senjata Gandhiwa. Pasukan megah bangsa Gndhra yang terdiri dari kereta, gajah dan kuda, telah menjadi kocar-kacir, banyak sekali yang tewas dan cacat tubuhnya. Pasukan yang sedemikian besar jumlah bala laskarnya tetap berputar-putar hiruk-pikuk di lapangan luas itu dan tidak melihat jalan untuk melarikan diri. Banyak sekali para katriya Gndhra itu tewas sebelum sempat berdiri berhadap-hadapan dengan

----------------------------------------------------------------------------------Seri Bhratayuddha Page 6 of 9

Aswamedha Parwa Bagian Ke 84 -----------------------------------------------------------------------------------

Arjuna. Tidak ada yang mampu menandingi kehebatan Arjuna. Pada saat kekacauan itu sudah mencapai puncaknya, yang menjurus ke kehancuran pasukan Gndhra itu, lalu muncul di sana ibu suri raja Gndhra, diiringkan oleh para Menteri dan pejabat-pejabat penting istana, dengan gemetar, menghadap Arjuna serta mempersembahkan Arghya. Ibu suri itu telah berseru untuk melarang putranya mengangkat senjata lagi. Rombongan yang baru datang itu berkehendak menjamu Jiu yang hebat, yang tidak pernah merasa letih melaksanakan tugas berat. Wibhatsu yang akti itu dapat ditundukkan hatinya. Ia memuja dewi Gndhra dan bahkan berbalik menjadi sangat menyayangi bangsa Gndhra itu. Dhanajaya menghibur serta menasehati raja putra Sakuni itu sebagai berikut: O Katriya perkasa ! Sebenarnya, apa yang telah engkau lakukan terhadap diriku, yaitu

----------------------------------------------------------------------------------Seri Bhratayuddha Page 7 of 9

Aswamedha Parwa Bagian Ke 84 -----------------------------------------------------------------------------------

menyerangku berdasarkan niat untuk membalas dendam merupakan perbuatan yang sangat keliru. Sebenarnya engkau O raja, masih termasuk keluargaku juga. Bukankah Sakuni, ayahmu, juga adalah paman Duryodhana ? Ia itu salah seorang paman dari pihak ibu. Karena itu kita ini memang bersaudara sepupu ! Karena itu, untuk menghormati ibu Gndhar dan untuk menghormati raja Dhtarra, aku tidak akan mencabut nyawamu ! Atas dasar kekeluargaan itulah maka kamu masih hidup sekarang. Tetapi banyak sekali para pengikutmu menemui ajalnya Semoga hal seperti itu tidak akan terulang lagi. Hentikan dan lenyapkanlah perasaan dendammu itu. Semoga pengertianmu tidak berubah dan tidak keluar dari garis kebenaran ! Dengan ini pula aku mempergunakan kesempatan untuk mengundang kamu sekalian menghadiri upacara

----------------------------------------------------------------------------------Seri Bhratayuddha Page 8 of 9

Aswamedha Parwa Bagian Ke 84 -----------------------------------------------------------------------------------

Kurban Kuda yang akan diselenggarakan pada hari purnama bulan Chaitra yang akan datang !

----------------------------------------------------------------------------------Seri Bhratayuddha Page 9 of 9

Anda mungkin juga menyukai

  • Lontar Tatwa Ngemban Wong Bobot
    Lontar Tatwa Ngemban Wong Bobot
    Dokumen63 halaman
    Lontar Tatwa Ngemban Wong Bobot
    Gusti Arya Yunedi
    100% (1)
  • Candra Sengkala
    Candra Sengkala
    Dokumen5 halaman
    Candra Sengkala
    Gusti Arya Yunedi
    Belum ada peringkat
  • Makalah SENAM AEROBIK
    Makalah SENAM AEROBIK
    Dokumen9 halaman
    Makalah SENAM AEROBIK
    Gusti Arya Yunedi
    100% (1)
  • Costus Woodsonii
    Costus Woodsonii
    Dokumen7 halaman
    Costus Woodsonii
    Gusti Arya Yunedi
    Belum ada peringkat
  • Coelogyne
    Coelogyne
    Dokumen3 halaman
    Coelogyne
    Gusti Arya Yunedi
    Belum ada peringkat
  • Pisang Cavendish
    Pisang Cavendish
    Dokumen5 halaman
    Pisang Cavendish
    Gusti Arya Yunedi
    Belum ada peringkat
  • Mahoni
    Mahoni
    Dokumen4 halaman
    Mahoni
    Gusti Arya Yunedi
    Belum ada peringkat
  • Bunga Matahari
    Bunga Matahari
    Dokumen3 halaman
    Bunga Matahari
    Gusti Arya Yunedi
    Belum ada peringkat
  • Tanaman Pemakan Serangga DROSERA CAPENSIS
    Tanaman Pemakan Serangga DROSERA CAPENSIS
    Dokumen3 halaman
    Tanaman Pemakan Serangga DROSERA CAPENSIS
    Gusti Arya Yunedi
    Belum ada peringkat
  • Buah Maja
    Buah Maja
    Dokumen6 halaman
    Buah Maja
    Gusti Arya Yunedi
    Belum ada peringkat
  • Anggur
    Anggur
    Dokumen5 halaman
    Anggur
    Gusti Arya Yunedi
    Belum ada peringkat
  • Buah Kesemek
    Buah Kesemek
    Dokumen6 halaman
    Buah Kesemek
    Gusti Arya Yunedi
    0% (1)
  • Batang Tumbuhan
    Batang Tumbuhan
    Dokumen3 halaman
    Batang Tumbuhan
    Gusti Arya Yunedi
    Belum ada peringkat
  • Akasia
    Akasia
    Dokumen3 halaman
    Akasia
    Gusti Arya Yunedi
    Belum ada peringkat
  • Duryudana
    Duryudana
    Dokumen2 halaman
    Duryudana
    Gusti Arya Yunedi
    Belum ada peringkat
  • GANDAWATI
    GANDAWATI
    Dokumen3 halaman
    GANDAWATI
    Gusti Arya Yunedi
    Belum ada peringkat
  • GANESA
    GANESA
    Dokumen2 halaman
    GANESA
    Gusti Arya Yunedi
    Belum ada peringkat
  • Gardapati
    Gardapati
    Dokumen2 halaman
    Gardapati
    Gusti Arya Yunedi
    Belum ada peringkat
  • DURGA
    DURGA
    Dokumen2 halaman
    DURGA
    Gusti Arya Yunedi
    Belum ada peringkat
  • DURNA
    DURNA
    Dokumen3 halaman
    DURNA
    Gusti Arya Yunedi
    Belum ada peringkat
  • DRUPADI
    DRUPADI
    Dokumen2 halaman
    DRUPADI
    Gusti Arya Yunedi
    Belum ada peringkat
  • DURSASANA
    DURSASANA
    Dokumen6 halaman
    DURSASANA
    Gusti Arya Yunedi
    Belum ada peringkat
  • Dewasrani
    Dewasrani
    Dokumen3 halaman
    Dewasrani
    Gusti Arya Yunedi
    Belum ada peringkat
  • Durmagati
    Durmagati
    Dokumen2 halaman
    Durmagati
    Gusti Arya Yunedi
    Belum ada peringkat